Jung - Local Heroes Jung: Local Heroes - All Post
Tampilkan postingan dengan label Local Heroes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Local Heroes. Tampilkan semua postingan
Artikel ini disponsori oleh LESGO, layanan pencarian untuk guru les privat.



Inget nggak pas jaman Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama dulu? Mungkin banyak dari kita yang mengalami fenomena belajar di rumah guru atau ikut bimbingan belajar melalui lembaga tertentu. Ya, dengan harapan tambahan waktu belajar di luar jam reguler sekolah akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik kita.

Terus ngapain belajar di rumah, kan di sekolah sudah dapat begitu banyak teori dan latihan? Bagi beberapa orang mungkin sudah cukup, tapi beberapa lagi yang memang lambat dalam menyerap pelajaran, itu merupakan hal yang berbeda. Mengikuti bimbingan belajar di luar jam pelajaran itu sebenarnya nggak salah kok.

Baca juga: Yaudah Baca Buku Aja Dulu

Tapi, itu cuman solusi sederhana yang akan menimbulkan masalah lain. Kok bisa? Ya, soalnya saya juga pernah mengikuti bimbingan belajar. Tapi nyatanya, belajar di luar jam sekolah dan di luar rumah memberikan berbagai macam masalah yang muncul. Misalnya, tempat bimbingan les yang terlalu jauh sehingga akan memakan waktu tempuh yang lama. Belum lagi untuk kedua orang tua yang penuh waktu bekerja, mau nggak mau ya siswa yang ingin mengikuti kegiatan bimbingan harus pergi tanpa harus diantar.

Hasilnya? Selain terjebak macet, biaya tambahan untuk bimbingan pun bertambah dengan adanya biaya transportasi. Repot banget nggak sih?

Apalagi buat kalian yang tinggal di Jakarta. Kemana-mana aja pasti ketemu macet, kan? Nah, gimana kalau ada solusi berupa aplikasi yang akan memberikan kalian layanan untuk mencari guru les privat Jakarta yang bisa dimanfaatkan. Sounds good right?
Ya, kalian nggak salah kok, aplikasi LESGO ini bisa memberikan solusi atas ini semua. Pemesanan guru les bisa kalian sesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan belajar. Apalagi kalau kalian memang punya kesibukan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk menjadikan bahan rujukan di mana kebutuhan guru les secara privat akan sesuai dengan kebutuhan.

Mau nggak mau, mencari guru les privat harus tepat agar bisa membimbing serta mengarahkan minat dan bakat yang kalian miliki. Dengan memberikan kemudahan pemesanan guru les privat secara mandiri, LESGO diharapkan dapat mengembangkan pelajaran yang kalian dapatkan secara maksimal.



Aplikasi ini bisa digunakan di smartphone dan diunduh secara gratis di PlayStore loh. Fiturnya juga gampang dipakai kok, yang jelas sangat mudah dilakukan sehingga kalian nggak perlu menghabiskan waktu.

Beberapa fitur dari LESGO ini diantaranya:
  1. Mendapatkan rekomendasi guru-guru terdekat berdasarkan wilayah atau tempat tinggal
  2. Menggunakan fitur chating dalam aplikasi sehingga bisa chat langsung dengan tutor selama masih aktif dan akan langsung mendapatkan balasan. 
  3. Mampu memilih guru les privat dengan cepat menggunakan fitur filter dalam aplikasi. 
  4. Menentukan jadwal belajar dengan mudah dan lengkap.
  5. Memilih metode pembayaran yang bisa dilakukan melalui berbagai cara seperti menggunakan kartu kredit atau transfer bank.

Dengan menggunakan LESGO, kayaknya sudah menjadi solusi yang pas untuk mendapatkan guru les seperti di daerah Jakarta dan memilih guru les privat Jakarta terasa sangat mudah dan cepat dilakukan.

Baca juga: Gimana Caranya Belajar Tentang Engineering?

Do take your time, intinya nggak ada salahnya kok belajar di rumah. Semakin matang pelajaran yang kalian dapat, risiko salah dan gagal akan semakin berkurang, bukan?
blog-salah-tulis-com


Firdaus Ramdhan atau biasa dipanggil Daus adalah salah satu blogger yang mengawali aktivitas blogging melalui platform Tumblr sejak SMP. Menjadi seorang blogger yang memutuskan pindah haluan menggunakan Blogspot sejak mengenal tentang komunitas blogger yang eksis.

Baca juga: Komunitas Perubahan

Beberapa waktu yang lalu, jungjawa.com dapat kesempatan untuk ngobrol dengan Daus, tentang blogging dan bagaimana ia memandang menulis sebagai sebuah aktivitas.


Ngomongin blog nih, apakah selama ini salahtulis.com punya misi khusus melalui media blog? Boleh dong dikasih tau nih.

Punya misi tertentu? Hmm...Gue bukan tipe orang yang penuh rencana. Gue biasa melakukan sesuatu secara spontan, alias gak berpikir ke depan, alias malas. Ya, intinya gue pemalas.

Gue nge-blog sekedar untuk penyalur hobi menulis tadi. Jadi, gue gak tahu apa yang akan terjadi ke depan karena efek dari blog salahtulis.com ini. Semoga sih yang bagus-bagus aja. Hehehe.

daus-salah-tulis-com


Okay, at least lo bisa ngasih tau kalo hobi menulis bisa disalurkan. Salah satunya melalui blog. Terus, menurut lo, bener gak kalo kreativitas anak muda mampu memperbaiki kondisi sebuah negara? Apakah blog bisa berkontribusi di dalamnya?

Bisa! Jelas bisa! Salah satu contohnya Mas Waditya. Beliau adalah animator asal Kota Malang, sekaligus penulis Buku Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati. Sering kali, keahliannya di bidang desain grafis diberdayakan oleh pemerintah dalam perayaan acara-acara nasional, seperti misalnya pembuatan logo HUT RI, dan lainnya.

buku-kreatif-sampai-mati
Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati via distrokdri.com


Belum lagi orang-orang kreatif lain yang karyanya sering meledak, sehingga memiliki pengaruh kepada masyarakat dalam berpikir dan bertindak, baik langsung maupun tidak.

Apakah blog termasuk di dalamnya? Ya. Tapi di segmen yang berbeda. Karena tidak semua kalangan hobi membaca, apalagi membaca blog.

Bagaimana cara kerja blog dalam memperbaiki Indonesia? Apalagi kalau bukan dengan tulisan yang berbobot? Seperti misalnya, Local Heroes episode sekarang ini.


Balik lagi ke blogging nih. Sebagai blogger gimana sih caranya biar kita bisa punya ide terus tanpa harus copy paste dari apa yang udah ada?

Menurut gue, copas itu hanya soal kebiasaan. Cara mengatasinya ya dengan membiasakan diri untuk menulis sendiri. Mungkin ada yang tidak pede, merasa tulisannya kurang bagus. Wajar.


“Belajar menulis sama seperti belajar berbicara. Tidak ada yang langsung lancar.”

Sementara ide, sumbernya ada di mana-mana. Kadang, hanya dengan duduk di teras rumah sambil minum teh hangat juga bisa memancing ide. Tapi sering kali yang jadi masalah, begitu ide sudah didapat justru kita biarkan dan tidak dieksekusi.

Mengikuti saran dari orang-orang terdahulu juga, bawalah selalu pulpen dan buku catatan. Sehingga ketika ide datang, kita bisa langsung menyatatnya agar tidak lupa.

Wah, nice tips ya! Next, aktivitas ngeblog kan identik dengan sesuatu yang online. Ada nggak dampak yang kamu rasakan di dunia nyata dari aktivitas blogging ini?

Sejauh ini belum ada dampak yang besar. Paling hanya apresiasi dari teman-teman dekat yang sering baca blog gue. Kebanyakan dari mereka bilang kalau tulisannya aneh-aneh dan gak penting. Tetapi menghibur. Alhamdulillah.

Pengalaman paling berkesan dari aktivitas blogging?

Ada dong. Salah satu yang gue ingat, sewaktu gak sengaja ketemu teman di kampus. Kami jalan berpapasan gitu. Tiba-tiba dia heboh sendiri, teriak-teriak tanpa sebab. Katanya, dia suka banget sama satu cerpen yang gue bikin. Menginspirasi, katanya.

Well, tulisannya udah dibaca sampe segitunya ya. Bisa bikin teriak tanpa sebab. Oke, kalo boleh tau nih, sebutkan 5 blog favourite lo dong?

Nah ini. Hahaha. Jujur gue jarang banget blogwalking. Dan kalau blogwalking pun, biasanya dari blogger yang nyasar dan khilaf komen di blog gue. Tapi kalau ditanya penulis favorit, mungkin gue bisa jawab. Gue suka buku-bukunya Tere Liye, Kang Abik, Raditya Dika, Pidi Baiq juga. Gue juga baca koleksi kasus Sherlock Holmes yang terjemahan.

firdaus-ramdhan-salah-tulis-com



Hmm.. Kalo tools khusus buat ngeblog? Mungkin kek Google Analytics atau SEO Tools gitu?

Tools buat nge-blog? Apa ya? Buku termasuk gak sih? Jujur, tanpa buku mungkin tulisan di blog gue bakal begitu-begitu aja. Gak ada perkembangan. Baik dari gaya penulisan, isi, dan segala macam. Dari buku juga gue banyak mendapat inspirasi menulis.

Baca juga: Yaudah Baca Buku Aja Dulu

Terakhir nih, ada yang ingin disampaikan nggak buat blogger atau pembaca dari tulisan ini. Biar mereka menikmati aktivitas blogging dan makin semangat buat create something?

Untuk para blogger atau pembaca yang ingin menulis, gue punya tips ampuh agar kegiatan menulis lancar. Mungkin kalian sering mendengar tips ini. Tapi tidak apa. Sesuatu yang diulang biasanya mudah diingat.

Jadi, tipsnya adalah, sebelum memulai menulis, buatlah oret-oretan. Fungsinya sederhana, yaitu menghindari agar kamu tidak "stuck" atau kebingungan saat melanjutkan tulisan. Analogi oret-oretan itu seperti peta yang kamu buat sendiri untuk mengantarkanmu sampai di akhir tulisan.

Formatnya mudah. Kamu hanya perlu menulis poin-poin yang akan kamu bahas. Kemudian poin tersebut kamu urutkan agar saling berkaitan. Terakhir, pisahlah poin-poin tersebut menjadi tiga bagian: awal-tengah-akhir.

Dikhawatirkan terlalu panjang, mungkin itu saja yang bisa gue sampaikan. Ada banyak buku yang membahas soal kepenulisan, termasuk tips oret-oretan tadi. Tentunya akan dibahas lebih lengkap dan lebih jelas.


Header image credit: http://www.salahtulis.com/

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Blogger and Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 
ricky_elson_tedxuns_jungjawa


"Seseorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi, wajib untuk memberikan manfaat" - Ricky Elson
Seperti ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk. Mungkin seperti itulah pribahasa yang tepat dari apa yang kita harapkan kepada kita sebagai kaum intelek di Indonesia.

Nah, di acara TEDxUNS, Ricky Elson memaparkan tentang anak muda dan semangat untuk membangun Indonesia. Ricky Elson sendiri telah ikut membangun bangsa ini dengan mengembangkan potensi kincir angin bersama mahasiswa-mahasiswanya di Ciheras, Tasikmalaya.

Baca juga: Clean Tech dan Para Penari Langit

Ciheras merupakan sebuah karya nyata bahwa kita sebagai anak muda mampu dan sanggup untuk memberikan dampak dan ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Ricky Elson percaya bahwa anak muda memiliki semangat yang tinggi dan selalu memiliki daya juang yang hebat.

"Potensi terbesar yang dimiliki Indonesia untuk saat ini adalah anak muda," kata Ricky.

Telah terdapat 10 kincir angin yang beroperasi di Ciheras. Rencananya akan ada 1000 kincir angin yang beroperasi dalam jangka waktu 4 tahun kedepan. Tentu, ini dapat memberikan kemandirian energi disana. Dan bagi banyak daerah di Indonesia yang belum teraliri listrik, ini merupakan sebuah harapan dari tangan-tangan tulus yang akan mewujudkannya. Ya karena jika kita tau lebih jauh, ada daerah yang sudah 70 tahun sejak Indonesia merdeka belum teraliri oleh listrik!

Menurut Ricky, anak muda adalah salah satu komponen mesin penggerak bangsa. Setiap hari selalu ada saja berbagai permasalahan muncul diberbagai daerah. Sehingga solusi dan peran serta kita semua sangat dibutuhkan atas permasalahan yang terjadi.

Tetapi, ada hal sepele yang jika kita cermati lebih detail akan memberikan dampak yang besar. Yaitu permasalahan pola pikirnya. Ini yang harus diubah. Seringkali kita merasa sia-sia ketika telah melakukan sebuah riset. Berbagai alasan muncul untuk tidak mengembangkan riset dan belajar lebih jauh. Ya alasannya riset tidak didukung, birokrasi yang rumit, takut gagal dan lain sebagainya

Baca juga: Bener Nggak Kalo Teknologi Bakalan Mempersempit Lapangan Pekerjaan?

Padahal itu bukan menjadi masalah utama yang perlu dipikirkan. Seharusnya sejak dari awal perlu memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mandiri. Jika kita yakin dan mampu secara mandiri, kita dapat mewujudkan hal yang mungkin pada awalnya kita merasa tidak sanggup. Impossible is nothing.

Ya intinya, seperti yang pernah dibahas di jungjawa.com, kita harus percaya bahwa anak muda dapat memberikan value kepada lingkungan dimana ia berada. Intinya, kita bisa melakukan apapun untuk membangun demi kemajuan Indonesia!



Image credit: instagram.com/tedxuns

"Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana" - Carolina Ratri

Bulan September ini, Jungjawa bakalan konsisten ngomongin tentang creative thinking. Makanya, ini adalah momentum paling tepat buat kamu yang pengen banget belajar tentang gimana caranya buat kreatif, Ngomongin tentang kreativitas, kamu musti kenalan sama Carolina Ratri, blogger dan freelance designer loh.

Pengen tau banyak apa yang diomongin MakCar mengenai creative thinking? Langsung deh simak aja hasil bincang-bincang Jungjawa dengan MakCar!

Kenalan dulu dong mak, siapa sih MakCar itu. Kan kata pepatah, gak kenal maka gak sayang. Eh?
Kenalin, aku, seperti udah kamu panggil, biasa disapa MakCar. Padahal nama asli cakep banget, Carolina Ratri. Tapi nggak apa-apa. Soalnya aku emang emak-emak beranak dua, perempuan semua. Sekarang lagi lasak-lasaknya.

Ngeblog masih newbie, baru mulai tahun 2007. Tapi serius memutuskan untuk menjadikan blog dan nulis sebagai pilihan hidup di tahun 2011.Selain nulis dan ngeblog, aku juga suka utak atik grafis.

Baca juga: Agiasaziya, Ngeblog Harus Pake Cinta

Masih belajar sih, belum yang desainer banget atau ilustrator banget. Sering aku bilang ke diri sendiri, nggambar untuk mengekspresikan diri. Drawing to express, not to impress. Jadi ya gitu deh. Agak-agak semau gue. Tapi yang satu ini sekarang makin susah bagi waktunya.

Wih keren ya, blogger sekaligus ilustrator! Kalo ngomongin kreativitas kan gak jauh dari anak muda nih. Kenapa sih anak muda kudu ngasih kontribusi buat Indonesia melalui kreativitas yang mereka miliki?
Dulu Bung Karno bilang, beri aku sepuluh pemuda dan akan kuubah dunia. Aku rasa-rasanya setuju sih. Anak muda selain biasanya masih penuh semangat, ide-idenya juga lebih segar. Otaknya masih liar, masih bisa dimasukin segala macam info, dan lalu diolah dan dikeluarkan kembali dalam bentuk lain yang kadang nggak terpikirkan.

So, yeah. Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana :)

Oh gitu. Sebenernya kreatif itu kan bisa buat siapapun kan mak? Kalo buat blogger nih, gimana sih caranya biar kita punya pemikiran kreatif? Jadi nggak cuma nulis hasil dari copas-copas gitu.
Sebenarnya ini cuma masalah si blogger itu rajin membaca juga apa enggak. Blogger kan penulis. Iya kan? Dan aku nggak bisa percaya, jika seorang penulis bisa-bisanya nggak suka membaca. Pemikiran kreatif bisa didapatkan dari banyak membaca. Otak kalau sering dikasih gizi, ya pasti sehat. Kayak tubuh. Jadi banyak-banyaklah membaca.

Dan juga kayak tubuh, vitamin dan mineral kan didapat dari berbagai macam sumber makanan. Begitupun otak. Bahan bacaannya harus beraneka ragam dong. Jangan pernah karena hanya membaca satu topik, kita lantas merasa udah ngerti. Coba cari sumber lain, kalau perlu dari point of view yang berbeda.

Kalau inputnya bermutu, output juga bermutu. Kalau inputnya kreatif, output pasti lebih kreatif, karena sudah diolah lagi.

Jadi input = output gitu ya mak. Terus lanjut nih, pada dasarnya kan blogger emang orang-orang yang kreatif, terus gimana sih caranya biar aktivitas ngeblog itu punya purpose? Which mean bisa bikin impact di dunia nyata.
Hmmmm. Sering-seringlah berbagi. Apa yang sudah kamu ketahui, adalah menjadi hak orang lain untuk mengetahui juga. Jangan pelit ilmu deh. Ilmu makin dibagikan, nggak akan habis kok. Malah nambah, karena dengan berbagi itu kadang kita jadi tukar pikiran sama orang lain. Kita jadi tahu wawasan yang berbeda. Nah, kan, nambah ilmu lagi. Kalau mau ada impact di dunia nyata ya, coba datang ke acara-acara gathering ini itu. Berbagilah di sana.

Kalau aku sendiri sih, niat awal ngeblog memang berbagi. Jadi sampai sekarang ya, tetep. Berbagi. Berbagi apa? Apa aja.

By the way, menurut Mak Car sendiri dimana sih peran serta pemerintah buat ngembangin potensi kreatif di Indonesia?
Aku nih rada-rada skeptis sama pemerintah sebenarnya. Sudah rada-rada nggak percaya. Pemerintah udah terlalu sering ignore, dan lebih memilih mengenakan kacamata mereka sendiri. Jadi, kita memang musti mengembangkan diri sendiri dengan usaha sendiri untuk saat ini. Tapi ada sih pemerintah daerah yang aku kagumin sekarang, karena cukup sensitif dengan potensi kreatif warganya. Itu si walikota Bandung.

Meski nggak mungkin akan sempurna yah, tapi setidaknya dia sudah mikirin apa mau warganya dan gimana bikin seneng warganya. Taman Film itu misalnya.

Jadi ya gitu. Seharusnya pemerintah memfasilitasi kayak gitu. Coba di Taman Film itu terus diputer film-film indie garapan anak-anak Bandung sendiri, atau apalah. Pasti akan bisa menyemangati anak-anak muda supaya kreativitasnya makin tinggi.

Oh oke, tentang taman film, ide bagus tuh mak! Balik ke Mak Car lagi nih, kan udah bikin buku Sukses Membangun Toko Online nih, ada nggak rencana bikin karya lagi kedepannya? Bisa dong dibisikin disini.
Nah, iya. Buku kedua sudah ke tahap editing kedua. Kemarin barusan aku share di Facebook, minta bantuan temen-temen untuk ikutan voting milih cover yang cocok.

Buku pertama Sukses Membangun Toko Online kan bahas seputar gimana cara membuat toko online dan gimana me-manage-nya. Buku kedua, judul sementaranya Blogging: Have Fun and Get the Money. Seperti yang udah ada di judul, buku ini nanti mengulas seluk beluk blogging, gimana bersenang-senang dengan ngeblog, ngeblog yang baik (termasuk di dalamnya ada tip-tip menulis ala jurnalistik), teknik dasar SEO hingga how to get job reviews dan adsense.

Image credit: facebook.com/mommycarra
Berbeda dengan buku-buku lain yang mengulas teknik blogging atau kalau mau SEO ya SEO banget, kalau adsense ya targetnya adalah kaya raya dengan adsense, buku ini nanti akan lebih membahas have fun dengan ngeblog, dan uang itu bonus. Jadi, nggak terlalu teknis gitu. Tapi lebih ke memperbaiki cara kita ngeblog, supaya blog bisa dimaksimalkan.

Menarik nih, kalo udah rilis kabar-kabar ya mak. Next, ngomongin industri kreatif di Indonesia deh. Menurut Mak Car sendiri, gimana sih kira-kira perkembangan industri kreatif di Indonesia untuk kedepannya?
Kebetulan aku sudah sekitar 14 tahun di dunia industri kreatif, dimulai sebagai desainer handicraft dan sekarang malah freelance. Industri kreatif itu nggak ada matinya. Masing-masing orang bisa menjadi bos untuk diri sendiri di industri ini, dan selalu ada yang baru yang bisa kita ulik di industri ini seiring perkembangan zaman.

Industri kreatif adalah industri yang tepat jika kita pengin berhenti kantoran dan mulai berwirausaha. Menjadi freelancer dulu, abis itu ntar nambah pegawai buat bantuin satu orang, terus beberapa orang. Akhirnya bisa bikin sendiri, itu biasanya ciri khas wirausahawan di bidang industri kreatif.

So, sampai kapan pun, industri kreatif itu paling menjanjikan di antara industri-industri yang lain. Tinggal tergantung sama kreativitas masing-masing saja, mau menampilkan hal baru apa.

Terakhir nih, ada yang ingin disampaikan nggak buat anak-anak muda kita yang sedang berkarya atau masih belum memiliki karya. Agar mereka berani, semangat berkarya dan tetap kreatif, gitu?
Jangan mikirin hasil dulu deh. Pikirkanlah prosesnya. Kamu sedang menikmatinya apa enggak? Soalnya kalau belum-belum udah mikirin hasil, bagus apa jelek, dua-duanya akan membuatmu berhenti.

Baca juga: Rian Nofitri, Membuktikan Eksistensi dengan Berkarya

Kalau hasilnya bagus, maka kamu akan cepat puas. Kalau hasilnya jelek, kamu akan menyerah di tengah jalan. Jadi nikmati prosesmu berkarya sekarang. Kalau kita menikmati prosesnya, biasanya sih, akan nagih. Pengin melakukannya lagi, dan yang pasti, melakukannya dengan lebih baik.


Header image credit: instagram.com/r3dcarra

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 


Agiasa Ziya, lebih akrab disapa Agia, adalah blogger wanita yang telah lama berkecimpung di dunia blogging. Salah satu karyanya adalah Princess Sendal Jepit, buku ini adalah kumpulan cerita yang dibagi menjadi dua bagian. Bab pertama adalah kumpulan cerita gokil, sedangkan bab kedua adalah prosa abstrak gitu.

Lanjut nih, dari hasil ngobrol dengan Mbak Agia, ada beberapa poin yang menarik banget menurut gue. Terutama buat anak muda yang pengen ngejar mimpi nih. Gimana caranya biar terus konsisten, berperan aktif dan lain sebagainya.

Mbak Agia sendiri orangnya emang easy going, jadinya gue nggak terlalu kikuk buat ngobrol, bahkan cenderung banyak bercanda dan santai banget.

<J = James Jung; A= Akika Agia>


A: Ahoy...sebelumnya makasih banget buat Jung atas kesempatan yang diberikan, karena dengan adanya interview ini, gue berasa jadi artis.

J: Eeeh.. mending kenalan dulu mbak. Sedikit introduction gitu biar pembaca bisa kenal sama artis yang satu ini. Boleh kan?

A: Aduh. Oke. Gue manis, cerdas, ga pernah nangis ga jelas atau ngambekan saat mengalami PMS dan sangat rajin dalam hal apapun. Tapi bohong. Hehe... Gue agak manis, pendek, penggemar anime, sering dibilang aneh bin absurd, pengidap agyrophobia atau jalan raya. Gue omnivora tapi defensif sama terong, daging kambing dan nanas. Gue juga selalu dikira cowok akibat gaya nulis gue yang jauh dari kata feminim. Oh ya, gue juga hanya bisa konsentrasi belajar atau membaca di tempat yang bising. Kalo di tempat tenang, gue bakal ketiduran.

J: Jadi harus berisik gitu mbak? Waw banget yak cara konsentrasinya. Pertama nih, sebagai blogger, apa sih yang melatar belakangi mbak Agia biar konsisten menulis dan ngeblog?

A: Latar belakang gue ngeblog pada awalnya karena pengin cari wadah yang pas buat curhat. Mau nulis di tembok, ga mungkin. Pernah nulis di buku diary, malah dibaca nenek gue. Jadi gue memutuskan untuk curcol di blog. Itu awalnya. Makin lama, latar belakang gue ngeblog itu karena pengin belajar nulis kreatif dan ngasih kontribusi positif buat banyak orang, meski cuma dikit. Satu lagi. Ngeblog itu nyenengin dan bisa ngilangin stres.

J: Wah baru tau nih kalo ngeblog bisa ngilangin stres. Gini mbak, ngeblog kan nggak cuman nulis nih, gimana sih caranya biar ngeblog kita itu punya purpose?

A: Blogwalking. Percaya atau ngga, kegiatan yang satu itu bisa memberdayakan dan ngembangin diri khususnya dalam ngeblog agar lebih punya purpose. Awalnya hanya nulis ngasal, tapi dengan ngeliat gimana blogger yang lain nulis dengan tulisan yang keren-keren, memacu diri untuk ga lagi nulis hal-hal yang monoton tapi kreatif dan punya tujuan spesifik.

source: agiasaziya.blogspot.co.id/ 
J: Oke udah dicatet, blogwalking! Lanjut ya, menurut Mbak Agia peran serta blogger di dunia nyata itu kayak gimana sih?

A: Blogger bisa lebih banyak berperan di dunia nyata dengan aktif menggalakkan dunia perbloggeran. Mulai dari lingkup terkecil misalnya sekolah atau kampus. Kita bisa jadi trail blazer atau pelopor gerakan ngeblog di sekolah atau kampus dan mengadakan kompetisi biar para civitasnya lebih canggih dalam dunia kepenulisan. Bisa juga dengan cara lain. Misalnya anak-anak muda ingin menyalurkan ide-ide terpendam dengan jangkauan lebih luas, ga hanya sekolah atau kampus. Melalui blog, informasi tertulis pastinya bakal lebih jelas dan gampang nyebar. Kecuali kalo di rumahnya ga ada komputer atau laptop, susah juga. Tapi bisa pinjem tetangga atau gebetan, kok. #Ehhh.

J: Ngomongin inspirasi nih, ada nggak sih yang menjadi role model Mbak Agia?

A: Hahaha... kalo ngomongin inspirasi nih, gue masang suami sendiri sebagai role model. Dia bukan blogger dan bidang yang digeluti pun beda jauh. Dia kuliah di Jepang, ngambil eco energy yang isinya kebanyakan fisika lalu nerusin belajar Syariah di Ahgaff University yang terletak di Yaman. Gue? Gue belajar bahasanya Pangeran Charles di Bandung. Jauh banget, kan? Meski beda, dia punya "something cool" yang bikin gue terpacu untuk lebih maju dalam bidang yang gue bisa. 

J: Wah keren banget, by the way Mbak Agia sendiri punya creative habits gak?

A: Soal creative habits, paling ngga, ada satu buku atau blog yang gue baca tiap hari. Buku apa aja gue baca. Komedi, sastra, sampe buku telepon juga gue pantengin. Selain itu gue usahain jalan-jalan biar ga galau. Percuma jadi blogger tapi ga kreatif dan isi tulisannya negatif akibat stres berkepanjangan. Contoh: How to Kill Your Mantan Using Ketapel. 

J: Analoginya bikin ngakak nih. Hahaha.. Any upcoming project?

A: Upcoming project: Nerbitin dua novel (sok iyes banget ini), travelling ke luar negeri (ini juga sok iyes banget) dan melanjutkan S2.

J: Semoga projectnya tercapai ya mbak dan jangan lupa ngasih kabar ke Jungjawa.com, biar berbagi pengalaman dan inspirasi gitu :). Next, menurut Mbak Agia, bagaimana seharusnya teman-teman blogger bisa lebih banyak berkontribusi positif untuk perkembangan industri kreatif Indonesia saat ini?

A: Biar bisa berkontribusi lebih banyak di industri kreatif, para blogger harus lebih banyak baca, sering blogwalking, lebih banyak mengamati apa yang sedang jadi fenomena, jangan lupa update informasi terkini, juga mempelajari isu-isu yang ada biar ga ketinggalan dan bisa punya ide-ide segar yang belum pernah ada sebelumnya.

J: Sebelumnya Mbak Agia pernah mengalami pembajakan nggak. Kalo pernah bagaimana Mbak Agia menanggapi hal ini?

A: Pernah banget. Satu dua kali gue biarin. Tiga empat kali gue cuekin, tapi mengalami pembajakan tulisan entah itu di Twitter atau blog yang keenam kali, gue kedipin orangnya. Gue gampar mukanya. Gue sabotase pacarnya. Hahahahaha.... Bohong lagi. Gue ngomong baik-baik ke orang tersebut gimana cara memodifikasi ide orang menjadi tulisan yang lebih segar tanpa ada indikasi plagiarisme sama sekali. Bukan ngerasa udah jadi blogger kece, tapi kalo ga ditindak, copaser ga bakalan bisa maju. Dia bakal terus nyolong tulisan orang dan ga akan bisa jadi orang yang kreatif atau inovatif.

J: Wow, bijak ya! Tuh dengerin tuh yang sering jadi copaser. Balik lagi ke anak-anak muda sekarang nih mbak, ada yang ingin disampaikan nggak buat mereka yang sedang belajar ngeblog. Agar mereka berani dan tetap semangat berkarya gitu?

A: Belajar ngeblog harus pake cinta. Dengan menyukai apa yang kita lakuin, belajar bisa lebih cepet dan konsisten. Kayak ngelakuin hobi. Jangan kecil hati kalo blognya dikritik atau dibilang jelek. Jangan berhenti ngeblog apapun yang terjadi, kecuali kalo ada Pak RT yang nagih iuran ya berenti dulu, jangan dicuekin. Kasian. Jangan malu untuk nulis apapun yang penting ga menyinggung sara dan mengandung hal-hal berbau porno. Blogger kreatif awalnya juga cupu dan nyebelin, tapi lama-lama, dengan konsistensi dan kasih sayang, isi tulisan akan lebih beragam dan punya nilai. Syukur-syukur bisa menghasilkan sesuatu. Entah itu kepuasan, kemajuan dalam menulis, atau jadi lahan pekerjaan. 

Nah loh, buat lo yang masih muda kudu konsisten tuh. Apalagi blogger, kasihan kan kalo bio sosial media nampang tulisan blogger tapi update terakhir setahun yang lalu. Hih!

Mendingan konsisten ngeblog terus ngehasilin sesuatu, kalo kayak gitu kan bakalan wih banget. Trust your power, follow your dreams!


Image credit: awesomewebguy.com


School needs classes. Education is everywhere.
Danis Syamra atau akrab dipanggil Danis adalah seorang pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar. Beberapa waktu lalu, Danis yang hobi menulis fiksi ini berkesempatan untuk ngobrol dengan Jungjawa mengenai blogger dan pendidikan di Indonesia.

Sebelum Danis mengenal blog, ia lebih sering menulis di catatan (bukan diary sih).

"Saat internet sudah mulai booming oleh seorang teman diperkenalkan dengan dunia blogging. Oleh dia aku dibuatkan blog, lalu diajarkan gimana-gimananya terus bikin syamra-danis.blogspot.com"

Write to educate

Blogger yang udah mulai ngeblog sejak kuliah semester 2 ini mengungkapkan bahwa korelasi antara dunia blogging dan dunia pendidikan sangat dekat, bahkan cenderung saling berkaitan. Ada begitu banyak blogger yang membuat tulisan yang reaktif, informatif dan edukatif. Tulisan-tulisan tersebut bahkan bisa menjadi ladang informasi, sumber ilmu yang tidak dipelajari di sekolah.

Baca juga: Jadilah Kreator bukan Plagiator


Menurut Danis, cara berpikir seseorang kadang bisa dilihat dari apa yang ia tulis. Persepsinya, nalar dan logika seseorang akan terefleksikan dari apa yang tulis. Maka dari itu, bagi orang-orang, baik pelajar mau pun awam sekalipun, dengan banyak membaca baik buku fisik atau pun artikel online yang ditulis di blog, akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang secara teori tidak atau belum diajarkan di bangku sekolah.

Era digital
Danis menegaskan bahwa di era digital seperti ini blogger dapat berbuat banyak untuk memajukan edukasi di Indonesia. Semakin menjamurnya gadget dan akses internet yang mudah, media digital jadi ladang untuk memberikan edukasi. Bahkan secara cuma-cuma.

Dengan menulis tulisan yang yang edukatif dan informatif, maka secara tidak langsung para blogger sudah mendorong untuk meningkatnya kualitas pendidikan di negeri ini. Menariknya lagi, blogger bisa bekerja sama dengan stakeholders setempat untuk menginisiasi kegiatan edukasi ini. Baik secara online maupun offline. Bahkan bisa aja ngebuat event showcase dengan tema pendidikan.

Mendidik adalah tugas setiap orang terdidik
Menurut Danis, sistem pendidikan di Indonesia masih belum stabil. Banyak kebijakan yang selalu berubah tiap periode dan harus diakui ini menjadi masalah yang belum selesai. Orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan pasti selalu ingin membuat sebuah sistem dan tatanan pendidikan yang baik.

Kesadaran dari semua pihak, baik pelajar, orangtua, masyarakat dan orang-orang yang terlibat secara langsung mau pun tidak langsung harus aware dan mendukung sistem pendidikan yang ada. Kritik dan solusi harus berimbang. Jangan hanya bisa mengeritik saja tanpa bisa memberikan solusi yang jelas.

Pun sebagai mahasiswa yang sejatinya adalah tingkatan tertinggi dari sebuah sistem pendidikan haruslah memiliki kesadaran lebih. Sebagai agent of change maka sejatinya tugas yang diemban tidak hanya mengkritisi dibalik layar, namun juga ikut andil dalam perubahan sebagai eksekutor. Kesadaran untuk berbagi walaupun belum memiliki kemapanan selama dilakukan dengan tulus tentu akan memiliki dampak positif.

Creative thinker
Blogger, sebagai seorang kreatif harus mampu meng-empower diri sendiri dari setiap tulisan yang ia tuliskan. Tulisan mereka akan membawa pemikiran, persepsi dan sudut pandang dari penulisnya. Sefiksi apa pun tulisan, pasti akan ada cerita yang 'nyata' dalam tulisan tersebut. "Aku selalu percaya hal itu. Maka itu, dalam tulisan yang aku buat, secara tidak sadar aku ingin menunjukkan pemikiran dan persepsiku kepada orang-orang yang baca tulisanku" ungkap Danis.

Baca juga: Top 10+ Indonesian Art Blogger

Menurut Danis, ide menulis itu berserakan dimana-mana. Tinggal mau sadar apa nggak dengan ide-ide yang ada disekitar kita dan kemudian menuliskannya. Selain itu, sebagai creative thinker seenggaknya juga memiliki mentor atau panutan untuk belajar. 

"Jika harus menyebut satu nama, maka aku akan menyebut Ayah saya sebagai patron yang selalu ingin saya coba ikuti langkah-langkahnya" jawab Danis.

Danis yang saat ini sedang merampungkan sebuah novel yang ia tulis berdua dengan seorang teman berpesan bahwa untuk blogger agar terus meningkatkan kemampuan diri. Ia berharap ekosistem blogging di negeri ini semakin lebih baik, bergairah dan inspiratif. Tentu saja dengan semangat edukasi, blogger mampu menjadi agent of change dan memiliki social mission untuk budaya menulis dan membaca.

Image credit: gbgindonesia.com | twitter.com/danissyamra

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 


"Terus berkarya, dalam bentuk apapun. Karena karya adalah bukti bahwa kita pernah ada" - Rian Nofitri
Bicara soal blog, eksistensi para blogger udah nggak bisa dibendung lagi. Dari hanya segelintir blogger, sekarang jumlahnya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan. Bahkan kompetisi menulis dan berbagai giveaway kerap diadakan, semakin menjamur layaknya tren batu akik.

Poin plusnya blogger mampu speak up dengan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Alih-alih hanya sebagai online diary, blog mampu memberikan kebermanfaatan sebagai sarana alternatif dunia pendidikan.

Baca juga: Adittya Regas, Memadukan Blog dan Konten Lokal

Dari chit-chat jungjawa.com dengan Rian Nofitri, art blogger ranssoul.com, kita diberi beberapa insight untuk menggunakan blog sebagai media pembelajaran dan juga eksistensi dari karya kita. Berangkat dari hal iseng, mahasiswi jurusan desain ini menekankan bahwa dalam mempelajari sesuatu kita diharuskan untuk rajin membaca, termasuk dalam dunia blogging.

Apa yang menjadi background kamu sehingga punya concern yang lebih di dunia blogging?
Nggak ada background khusus sebenernya. Blogging adalah hal yang bisa dilakukan semua orang. Bagiku, menulis atau membaca adalah salah satu caraku bertahan di jaman seperti ini. Melalui blog, bukankah kita bisa dapet banyak ilmu, sharing ilmu atau sekedar berbagi info menarik yang menghibur?

Secara nggak sadar, blogging menjadi media yang digarap untuk berbagai keperluan, entah secara individu atau kelompok. Aku sendiri jadi bisa menjadikannya galeri, galeri karya dan berbagi cerita perjalananku. Aku jadi aktif ngeblog, ikut berbagai macam lomba blog, sampai akhirnya blog membawaku ke dunia yang lebih luas.

Seorang blogger dituntut untuk menjadi kreatif, kalo kamu sendiri gimana caranya meng-empower diri sehingga ngeblog bukan cuman sekedar tulis menulis, tapi juga memiliki purpose?
Secara pribadi, aku ngebuat blog untuk dijadiin media buat showcase karya-karyaku, hehe. Setiap orang punya passion. Pasti! Nah, begitulah, aku sadar kalo aku suka banget sama hal berbau seni rupa. Mungkin dengan blog, aku bisa memperkenalkan karya-karyaku ke orang lain dalam lingkup yang lebih luas. Semua seniman, entah yang sudah profesional sekalipun, pasti pernah mengalami masa dimana dia disebut amatiran. Akupun begitu, masih amatiran dalam berkarya.

Seorang blogger pun awalnya pasti amatiran, ngeblog memang gak perlu kemampuan khusus, tapi semua pasti punya proses sampai akhirnya kita mencapai hal yang disebut kreativitas, dengan kreativitas ini semua hal yang ada diolah menjadi hal yang baru dan menarik sampai akhirnya karya ataupun segala post di blog kita bisa memiliki pencapaian dan bisa dinikmati banyak orang.


Bulan Mei kan identik dengan Hari Pendidikan Nasional nih, ada nggak sih korelasi dunia blogging dan dunia pendidikan?
Dua hal ini hubungannya sangat dekat dan saling ketergantungan. Banyak memang blog yang isinya tentang pendidikan. Banyak yang memberikan teori, les bahkan online test. Tapi, itu semua sebenernya belum seimbang dengan awareness masyarakatnya. Orang pasti punya rasa bosan. Untuk sebagian orang, membaca itu juga membosankan. Jadi, kalo menurutku, kita bisa berikan konten dengan sedikit berbeda gaya.

Semisal, kita tentukan tujuan pendidikan itu untuk kalangan usia berapa. Anak-anak, remaja, dewasa, atau umum. Kita bisa saja tujukan konten kali ini ke anak-anak, kita buat sesuatu yang beda. Bukan hanya bentuk tulisan. Namun buatlah video cerita bergambar. 

Banyak blogger yang merangkap menjadi vlog (video blogger). Kita gayakan tulisan, gambar ilustrasi, dan setiap kalimatnya kita dubbing dengan suara kita. Seperti orang tua yang sedang membacakan dongeng untuk anaknya waktu kecil, tapi gayakan ini dengan video. Dari situlah kita sudah menyalurkan satu hal untuk memajukan dunia pendidikan melalui blog.

Wah ide menarik nih buat para vlog-ers. Ngomongin inspirasi nih, ada nggak sih yang jadi role model kamu? Terus seberapa besar pengaruh mereka terhadap karya-karya kamu?
Tentunya ada. Setiap berkarya, pasti akan ada yang namanya panutan, pesaing, penggemar bahkan pem-bully. Pengaruh mereka bisa dilihat dari setiap karya yang aku hasilkan. Semakin besar mereka berpengaruh, semakin serius aku garapnya, hehehe..

Sebagai art blogger nih, boleh nggak berbagi creative habits kamu?
Hmm.. Salah satunya adalah melihat perkembangan jaman. Nggak perlu ngikutin, karena kreatif itu adalah menciptakan sesuatu yang baru atau mengolah yang ada menjadi baru (bedakan dengan plagiat, jangan sampai kita salah kaprah menghakimi orang kreatif dengan sebutan plagiat). Cari inspirasi dan selalu konsultasi sama orang yang lebih berpengalaman. Dengan begitu, kreativitas itu akan terus berkembang.

Intinya selalu ngikutin tern yak. Terakhir nih, any upcoming project?
Semoga aja bisa buka pameran tunggal dari hasil karya-karyaku. Haha. Aamiin.

Amin deh


Image credit: patrickbrinksma.nl | ranssoul.com

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 


Baru-baru ini Jungjawa berkesempatan ngobrol dengan Adittya Regas, blogger dari Kalimantan Selatan dan penulis buku Derita Anak Magang. Di tengah kesibukannya, Adittya menyempatkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Jungjawa.

Oh iya, for your info Adittya berniat untuk mengembangkan konten lokal agar dapat dikenal masyarakat luas. Sebagai contoh penggunaan kata ulun sebagai pengganti kata saya yang diterapkan pada blog pribadinya.

Oke Adittya, sebagai seorang blogger nih, apa sih background kamu untuk ngeblog?

Sebenarnya awal ulun ngeblog itu tujuannya cuman buat berbagi informasi, makanya dulu waktu awal ngeblog isinya itu pasti informasi aja. Nah, tapi suatu hari waktu di SMK, besoknya mau ujian kenaikan kelas, ulun stres dan perlu refresing, ulun pergi tuh ke tempat makan cepat saji. Niat mau refresing biar gak mumet, eh, malah galau, malah sakit hati, karena ulun liat mantan pacar lagi mesra-mesraan sama pacar barunya, ulun liat mereka suapan, ulun pengen nyuapin piring juga ke pacar baru dia.

Nah, dari kejadian itu malamnya ulun gak bisa tidur padahal besok ujian, ulun curhat aja tuh di blog tentang semua kisah percintaan ulun selama ini, dan ternyata malah dapat tanggapan positif dari temen yang baca. Dari sini ulun mulai nulis diary, dan alhamdullilah ulun nemu passion ulun dari sini, yaitu nulis.

Tapi lama-lama ulun jadi sadar, gak mungkin selamanya ulun ngasih tulisan galau ke pembaca ulun, jadi ulun coba bikin review kuliner dan wisata yang ada di kota ulun Banjarmasin. Dengan harapan blog ini bukan cuman tempat untuk menghibur, tapi juga bermanfaat. Jatuhnya sih bisa dibilang malah kembali kayak tujuan awal ulun ngeblog, berbagi informasi. Tapi yang sedikit bedain, juga, ulun kadang pakai bahasa daerah Banjarmasin biar orang tahu juga sedikit bahasa Banjar.

Lanjut nih, seorang blogger kan dituntut untuk selalu kreatif, kalo kamu sendiri gimana caranya nge-empower diri sehingga ngeblog bukan cuman sekedar tulis menulis, tapi juga memiliki purpose?

Kalau yang ini ada hubungannya sama yang di atas sih, bang Jung. Intinya, sih, tujuan ngeblog itu selain menyalurkan hobi nulis, ulun pengen berbagi informasi ke teman-teman blogger ulun yang berada dibelahan dunia mana aja, biar kenal Banjarmasin baik dari kuliner, wisata, atau bahasa yang kadang suka ulun selipin sedikit-sedikit.



Contoh, mereka jadi tahu kalau di Banjarmasin ini ternyata punya banyak tempat kuliner dan cafe yang enak, begitu juga wisata alamnya, lewat blog galau dan typo ini hehe...



Image credit: instagram.com/adittyaregas
Sip! Pengen mengangkat konten lokal. Bagus nih buat anak-anak muda diluar sana biar bangga sama local heritage yang mereka punya. Oke next, banyak yang bilang kalo ngeblog itu cuman di dunia maya sehingga impact di dunia nyata masih sedikit. Menurut kamu gimana caranya seorang blogger memiliki peran serta di dunia nyata?

Wah.. kalau ini agak berat sih bang, tergantung tujuan blogger itu sendiri, dia ngeblog buat apa? Buat nyari uang, buat berbagi, atau mau terkenal doang.

Tapi kalau ulun pribadi, karena tujuan ulun sekarang ngeblog bukan cuman berbagi informasi, ulun juga pengen banget ngenalin blog ke anak-anak sekolah, pengen banget nyebarin virus ngeblog ke mereka, pengen banget ngasih tahu mereka kalau ngeblog itu bermanfaat banget, kita bisa dapat apa aja yang gak pernah disangka-sangka dari blog.

Dan biar ngeblog bisa berperan di dunia nyata, ulun pribadi lebih memilih mengenalkan blog lewat Blogger Go To School. Hitung-hitung kita berbagi ilmu. Do'a in ya, semoga mimpi ulun dan teman-teman dari komunitas PBB (Pena Blogger Banua) bisa tercapai. Amin.

Yap! Semoga mimpinya cepat terwujud ya! Ngomongin inspirasi nih, ada nggak sih yang jadi role model kamu? Terus seberapa besar pengaruh mereka terhadap karya-karya kamu?

Jelas ada dong punya. Role model yang pertama itu blogger cewek namanya Nona Dita lewat buku Keliling Dunia Karena Blog, waktu kelas satu SMK ulun beli buku dia dan sangat-sangat terinspirasi untuk bisa kayak Nona Dita. Bisa keliling dunia karena blog, memberikan pelatihan blog ke desa, terus juga bisa bekerja di tempat yang berhubungan dengan blog juga, asik banget. Dan alhamdullilah, dari sini ulun sudah pernah beberapa kali jadi pemateri atau pembicara blog.

Dan yang kedua siapa lagi kalau bukan Raditya Dika. Orangtua yang belum nikah ini juga yang sudah banyak menginsipirasi ulun buat ngeblog dan berkarya. Sampai-sampai ulun sekarang sudah punya karya nyata berupa fisik. Yaitu buku Diary Anak Magang #DAM yang diangkat dari tulisan di blog ulun sewaktu menjalani proses magang sebagai anak SMK.

Wah udah ada karya nyata yak! Oh iya, karena blogger itu bisa dibilang creative people nih boleh nggak berbagi creative habits kamu?

Cobalah sesuatu yang baru. Kita gak akan berkembang kalau gak berani nyobain sesuatu yang baru, ibaratnya itu kayak move on. Kalian gak akan pernah bisa ngelupain mantan pacar, kalau masih aja suka mikirin dia, masih suka komunikasi sama dia dengan alasan menjalin tali silaturahmi, masih suka jalan berdua bareng sama dia padahal udah punya pacar, atau suka banget ngomongin mantan pacar di blog nulis-nulis tentang Dia. Katanya udah bisa move on, tapi masih suka ngomongin mantan di blog, kasian.

Harus berani PDKT sama orang baru biar bisa move on, walau kita tahu orang itu PHP, paling gak sudah ada usaha buat mencoba. Gitu juga sama creative habits, intinya harus berani coba sesuatu yang baru.

Analogi yang super sekali! Any upcoming project?

Project pertama ulun dan teman-teman akan ngebangin website komunitas, biar bisa menguasai dunia haha.

Project kedua bikin buku kedua, do'a in aja semoga bulan ini sudah bisa mulai nulis naskahnya ya.

Project ketiga, mau buktiin ke mantan pacar kalau ulun masih pantas buat dia #apaini 

Terakhir nih, ada nggak pesan untuk blogger agar mereka berani berkarya?

Pesan ulun, Sering-sering lah kalian galau. Iya, beneran. Karena dari ke-galau-an kalian akan merasakan sesuatu yang pengen kalian keluarkan, yang pengen kalian tunjukkan, dan dari ke-galaun-an kalian bisa menghasilkan sebuah karya. Dan ingat, jangan takut karya kalian akan dianggap plagiat oleh orang lain, semua orang itu memang berhak menilai, tapi gak seharusnya hinaan itu yang membuat kalian jadi takut untuk berkarya. Anak kembar aja pasti ada bedaannya.


Image credit: bicarawisata.files.wordpress.com

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 


Udah pernah baca tentang artikel gue yang berjudul Rahmat Hidayat, Arti Dari Konsistensi atau Uni Dzalika: Cewek Itu Harus On Fire?

Yap! I will fire up your inspiration from Indonesian Local Heroes. Bisa aja secara nggak langsung kita nggak sadar kalo disekitar kita banyak orang-orang kreatif yang memiliki karya berkualitas. Mungkin juga mereka yang memiliki pemikiran visioner, apalagi yang udah punya movement. Bisakah kita sebut mereka dengan orang-orang pemikir kreatif? Atau mungkin mereka lebih pantas disebut visioner?

Oke. Gue setuju sama maksud dari keduanya. These people have inspired others by their various achievements but also their attitude and values, right?



Jadi disini gue mengajak kalian untuk berbagi inspirasi maupun value tentang bagaimana sih menjadi creative thinker itu? Apakah harus ngerti seni biar dibilang kreatif? Atau mungkin harus bisa main musik? Take it easy aja kok. Gue secara sederhana akan bikin interview dan mempublikasikannya di blog ini.



Keren gak sih kalo talenta yang kalian miliki mampu menginspirasi orang lain bahkan memberikan suatu perubahan?

Image credit: artworkelectric.com

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 



Saat ingin mendapatkan kesuksesan, kita selalu memiliki banyak cara untuk menggapainya. Sadar atau nggak sadar kita ngelakuin ini di dunia nyata. Selain motivasi dan tentunya usaha, ada satu faktor penting lagi yang nggak kalah seru. Konsistensi.


"Jangan pernah bosan untuk mencari sesuatu yang baru. Terkadang kita harus keluar dari zona aman (comfort zone) untuk membuktikan seberapa besar kualitas dan kreativitas yang kita lakukan"

Walaupun istilah konsisten itu udah last year banget, konsistensi adalah modal awal kita kalo kita ingin serius. Tapi seberapa konsisten sih kita? Simply kalo lo adalah blogger yang dilihat pasti dari blog. Seberapa besar semangat kita untuk terus menulis dan berkarya. Seberapa besar kemauan kita mencapai goal yang udah kita impikan dari awal.


+Rahmat Hidayat bisa dibilang 'veteran' di dunia blogging. Mungkin saat itu gue masih sibuk main Counter Strike atau kirim-kiriman testimonial di Friendster, blogger yang masa kecilnya dipanggil 'jagoan neon' ini udah mulai ngepost di blognya. Rahmat atau sering disapa 'Mathiday' ini adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang hobi bermain sepak bola. Uniknya ia bisa dikatakan sebagai orang yang ekstrovert dan senang sekali bercerita tentang sesuatu yang lucu kepada teman-temannya.

Pemilik blog matthiday.com ini mengungkapkan bahwa untuk menjadi creative thinker harus merubah mindset melalui creative process dengan mencari sesuatu yang baru. Yap! Disaat kita terlalu lama stay di comfort zone yang kita miliki maka akan menurunkan kualitas kita. Dan ketika kita keluar dari zona nyaman itu maka akan terlihat seberapa besar kualitas dan kreativitas yang kita miliki.

"Konsisten itu yang terpenting" katanya

Selain itu konsistensi adalah hal penting lainnya. Dengan konsistensi kita bisa mengembangkan segala sesuatu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Cowok yang doyan membaca buku ini senang sekali menganalisa dan memahami apa yang ia baca sebelum kemudian menuliskannya. That's how we call it creative habits!

Baca juga: Uni Dzalika: Cewek Itu Harus On Fire

Bermodalkan konsistensi pun dapat membuat kita terus termotivasi dan tertarik dengan apa yang kita kerjakan. Walaupun belum memiliki upcoming project, Mathiday berpikir bahwa berusaha dan melakukan yang terbaik untuk orang lain adalah salah satu bentuk project kepedulian kita. Start from something small and doing thing right.

Yap! Mathiday menambahkan bahwa mengembangkan kualitas diri dapat kita lakukan dengan membaca buku maupun tulisan lain seperti blog. Seenggaknya dengan membaca buku kita bisa menemukan tulisan yang baik dan membuat tulisan kita berkembang. It's okay kalo semrawut diawal, tapi bukankah itu menjadi alasan kita untuk berkembang lebih baik?

Maka udah nggak diragukan lagi it's all about consistency, seberapapun kerennya kita atau movement yang kita buat harus dijaga kualitasnya. Secara nggak sadar, saat kita udah mulai konsisten maka kita akan terkenal dengan sendirinya. Orang-orang akan mengenal dan mungkin aja nih nawarin sesuatu yang sebelumnya nggak diduga sama sekali atas reputasi kita.

So, masih mikir konsistensi itu biasa-biasa aja?


Image credit: playthree.co.uk and matthiday.com



#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove yout existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2022