Q&A: Carolina Ratri, Creativity Do Change the World


"Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana" - Carolina Ratri

Bulan September ini, Jungjawa bakalan konsisten ngomongin tentang creative thinking. Makanya, ini adalah momentum paling tepat buat kamu yang pengen banget belajar tentang gimana caranya buat kreatif, Ngomongin tentang kreativitas, kamu musti kenalan sama Carolina Ratri, blogger dan freelance designer loh.

Pengen tau banyak apa yang diomongin MakCar mengenai creative thinking? Langsung deh simak aja hasil bincang-bincang Jungjawa dengan MakCar!

Kenalan dulu dong mak, siapa sih MakCar itu. Kan kata pepatah, gak kenal maka gak sayang. Eh?
Kenalin, aku, seperti udah kamu panggil, biasa disapa MakCar. Padahal nama asli cakep banget, Carolina Ratri. Tapi nggak apa-apa. Soalnya aku emang emak-emak beranak dua, perempuan semua. Sekarang lagi lasak-lasaknya.

Ngeblog masih newbie, baru mulai tahun 2007. Tapi serius memutuskan untuk menjadikan blog dan nulis sebagai pilihan hidup di tahun 2011.Selain nulis dan ngeblog, aku juga suka utak atik grafis.

Baca juga: Agiasaziya, Ngeblog Harus Pake Cinta

Masih belajar sih, belum yang desainer banget atau ilustrator banget. Sering aku bilang ke diri sendiri, nggambar untuk mengekspresikan diri. Drawing to express, not to impress. Jadi ya gitu deh. Agak-agak semau gue. Tapi yang satu ini sekarang makin susah bagi waktunya.

Wih keren ya, blogger sekaligus ilustrator! Kalo ngomongin kreativitas kan gak jauh dari anak muda nih. Kenapa sih anak muda kudu ngasih kontribusi buat Indonesia melalui kreativitas yang mereka miliki?
Dulu Bung Karno bilang, beri aku sepuluh pemuda dan akan kuubah dunia. Aku rasa-rasanya setuju sih. Anak muda selain biasanya masih penuh semangat, ide-idenya juga lebih segar. Otaknya masih liar, masih bisa dimasukin segala macam info, dan lalu diolah dan dikeluarkan kembali dalam bentuk lain yang kadang nggak terpikirkan.

So, yeah. Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana :)

Oh gitu. Sebenernya kreatif itu kan bisa buat siapapun kan mak? Kalo buat blogger nih, gimana sih caranya biar kita punya pemikiran kreatif? Jadi nggak cuma nulis hasil dari copas-copas gitu.
Sebenarnya ini cuma masalah si blogger itu rajin membaca juga apa enggak. Blogger kan penulis. Iya kan? Dan aku nggak bisa percaya, jika seorang penulis bisa-bisanya nggak suka membaca. Pemikiran kreatif bisa didapatkan dari banyak membaca. Otak kalau sering dikasih gizi, ya pasti sehat. Kayak tubuh. Jadi banyak-banyaklah membaca.

Dan juga kayak tubuh, vitamin dan mineral kan didapat dari berbagai macam sumber makanan. Begitupun otak. Bahan bacaannya harus beraneka ragam dong. Jangan pernah karena hanya membaca satu topik, kita lantas merasa udah ngerti. Coba cari sumber lain, kalau perlu dari point of view yang berbeda.

Kalau inputnya bermutu, output juga bermutu. Kalau inputnya kreatif, output pasti lebih kreatif, karena sudah diolah lagi.

Jadi input = output gitu ya mak. Terus lanjut nih, pada dasarnya kan blogger emang orang-orang yang kreatif, terus gimana sih caranya biar aktivitas ngeblog itu punya purpose? Which mean bisa bikin impact di dunia nyata.
Hmmmm. Sering-seringlah berbagi. Apa yang sudah kamu ketahui, adalah menjadi hak orang lain untuk mengetahui juga. Jangan pelit ilmu deh. Ilmu makin dibagikan, nggak akan habis kok. Malah nambah, karena dengan berbagi itu kadang kita jadi tukar pikiran sama orang lain. Kita jadi tahu wawasan yang berbeda. Nah, kan, nambah ilmu lagi. Kalau mau ada impact di dunia nyata ya, coba datang ke acara-acara gathering ini itu. Berbagilah di sana.

Kalau aku sendiri sih, niat awal ngeblog memang berbagi. Jadi sampai sekarang ya, tetep. Berbagi. Berbagi apa? Apa aja.

By the way, menurut Mak Car sendiri dimana sih peran serta pemerintah buat ngembangin potensi kreatif di Indonesia?
Aku nih rada-rada skeptis sama pemerintah sebenarnya. Sudah rada-rada nggak percaya. Pemerintah udah terlalu sering ignore, dan lebih memilih mengenakan kacamata mereka sendiri. Jadi, kita memang musti mengembangkan diri sendiri dengan usaha sendiri untuk saat ini. Tapi ada sih pemerintah daerah yang aku kagumin sekarang, karena cukup sensitif dengan potensi kreatif warganya. Itu si walikota Bandung.

Meski nggak mungkin akan sempurna yah, tapi setidaknya dia sudah mikirin apa mau warganya dan gimana bikin seneng warganya. Taman Film itu misalnya.

Jadi ya gitu. Seharusnya pemerintah memfasilitasi kayak gitu. Coba di Taman Film itu terus diputer film-film indie garapan anak-anak Bandung sendiri, atau apalah. Pasti akan bisa menyemangati anak-anak muda supaya kreativitasnya makin tinggi.

Oh oke, tentang taman film, ide bagus tuh mak! Balik ke Mak Car lagi nih, kan udah bikin buku Sukses Membangun Toko Online nih, ada nggak rencana bikin karya lagi kedepannya? Bisa dong dibisikin disini.
Nah, iya. Buku kedua sudah ke tahap editing kedua. Kemarin barusan aku share di Facebook, minta bantuan temen-temen untuk ikutan voting milih cover yang cocok.

Buku pertama Sukses Membangun Toko Online kan bahas seputar gimana cara membuat toko online dan gimana me-manage-nya. Buku kedua, judul sementaranya Blogging: Have Fun and Get the Money. Seperti yang udah ada di judul, buku ini nanti mengulas seluk beluk blogging, gimana bersenang-senang dengan ngeblog, ngeblog yang baik (termasuk di dalamnya ada tip-tip menulis ala jurnalistik), teknik dasar SEO hingga how to get job reviews dan adsense.

Image credit: facebook.com/mommycarra
Berbeda dengan buku-buku lain yang mengulas teknik blogging atau kalau mau SEO ya SEO banget, kalau adsense ya targetnya adalah kaya raya dengan adsense, buku ini nanti akan lebih membahas have fun dengan ngeblog, dan uang itu bonus. Jadi, nggak terlalu teknis gitu. Tapi lebih ke memperbaiki cara kita ngeblog, supaya blog bisa dimaksimalkan.

Menarik nih, kalo udah rilis kabar-kabar ya mak. Next, ngomongin industri kreatif di Indonesia deh. Menurut Mak Car sendiri, gimana sih kira-kira perkembangan industri kreatif di Indonesia untuk kedepannya?
Kebetulan aku sudah sekitar 14 tahun di dunia industri kreatif, dimulai sebagai desainer handicraft dan sekarang malah freelance. Industri kreatif itu nggak ada matinya. Masing-masing orang bisa menjadi bos untuk diri sendiri di industri ini, dan selalu ada yang baru yang bisa kita ulik di industri ini seiring perkembangan zaman.

Industri kreatif adalah industri yang tepat jika kita pengin berhenti kantoran dan mulai berwirausaha. Menjadi freelancer dulu, abis itu ntar nambah pegawai buat bantuin satu orang, terus beberapa orang. Akhirnya bisa bikin sendiri, itu biasanya ciri khas wirausahawan di bidang industri kreatif.

So, sampai kapan pun, industri kreatif itu paling menjanjikan di antara industri-industri yang lain. Tinggal tergantung sama kreativitas masing-masing saja, mau menampilkan hal baru apa.

Terakhir nih, ada yang ingin disampaikan nggak buat anak-anak muda kita yang sedang berkarya atau masih belum memiliki karya. Agar mereka berani, semangat berkarya dan tetap kreatif, gitu?
Jangan mikirin hasil dulu deh. Pikirkanlah prosesnya. Kamu sedang menikmatinya apa enggak? Soalnya kalau belum-belum udah mikirin hasil, bagus apa jelek, dua-duanya akan membuatmu berhenti.

Baca juga: Rian Nofitri, Membuktikan Eksistensi dengan Berkarya

Kalau hasilnya bagus, maka kamu akan cepat puas. Kalau hasilnya jelek, kamu akan menyerah di tengah jalan. Jadi nikmati prosesmu berkarya sekarang. Kalau kita menikmati prosesnya, biasanya sih, akan nagih. Pengin melakukannya lagi, dan yang pasti, melakukannya dengan lebih baik.


Header image credit: instagram.com/r3dcarra

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 

Komentar

  1. Ahseeeekkk!!
    Nampang di blognya seleb blog. Muahahahahaha ~~~\o/

    BalasHapus
  2. sebagai mantan anak muda, gw setuju sama lo jung....
    *empat jempol

    BalasHapus
  3. "Kalau hasilnya bagus, maka kamu akan cepat puas. Kalau hasilnya jelek, kamu akan menyerah di tengah jalan" Bener banget nih -_- Kayaknya gue harus belajar menikmati proses. Sering - sering bikin Q&A nya, Mas Jung. Keren :))

    BalasHapus
  4. Makasih banyak ya Jung Jawa udah ngebahas salah satu blogger yang blog nya doyan aku kepoin. :) Baiklah, mari kita menikmati prosesnya.

    BalasHapus
  5. Hmm, jadi untuk mengubah dunia nggak perlu menjadi pemimpin yang membawa perubahan ya, kreaatifitas juga bisa. Nice one!

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

Sebenarnya, +62282 Ini Nomor Siapa Sih? Kok Misterius.