Good Ideas. Great Stories - Jung
Photo by rawpixel.com from Pexels




Judul artikel ini bukanlah sebuah gertakan. Tapi, asumsikan saja saya sedang bercerita dengan sedikit bumbu-bumbu serius. Nggak perlu skeptis. Santai saja.

***

Mungkin akan lebih mudah jika diawali dengan sebuah pertanyaan:
"Apa alasan kalian membuat sebuah blog?"
Jadi begini, konsep berbagi paling mudah yang saya dipahami dan sederhana adalah membagi pengetahuan yang dimiliki. Seandainya kalian suka tentang makanan? Silakan ngumpul bareng dengan geng kuliner di kelas. Perkenalkan diri kemudian bahas dikit tentang lokasi makan yang enak dan lain sebagainya.

Kalian bisa saling berbagi tentang hal yang disukai, lakukan atau pun juga hal-hal yang nggak menyenangkan. Nah, nggak cuman di dunia nyata. Konsep berbagi juga bisa digunakan di dunia maya atau internet.

Jika di dunia nyata, kalian bisa menulis menggunakan buku catatan harian dan membagikannya kepada teman-teman. Sekarang, kalian bisa dengan mudah menuliskan hal serupa menggunakan internet. Topik yang ditulis pun sesuai dengan kemampuan dan kegemaran kalian. Boleh juga pandangan kalian terkait suatu hal seperti isu sosial maupun membahas tensi politik. Tapi, kenapa harus membuat blog? Apa alasannya?

My Personal Reason

Sekitar akhir 2008-an, saya membuat blog. Ya, media yang bisa digunakan untuk saling berbagi dalam bentuk apapun terutama tulisan. Alasan saya juga beragam. Selain karena untuk berbagi, media blog juga cocok sebagai tempat belajar. Saat itu saya senang sekali belajar tentang personal branding, self development dan visual graphic. Kemudian di tahun 2011, saya sedikit tertarik tentang dunia marketing. Pada saat itu sudah banyak sekali blog yang membahas tentang marketing. Bahkan marketing pun terbagi-bagi lagi menjadi sub topik yang lebih kecil. Salah satu yang menarik bagi saya adalah digital marketing.

Ilmu digital marketing sangat penting dipelajari dalam mengelola sebuah blog. Loh, kenapa penting? Karena jika niat kalian adalah berbagai, kenapa nggak serius untuk membagikannya kepada khayalak umum? Jika cuman kalian tulis dan dibiarkan begitu saja, akan sia-sia karena setiap harinya selalu ada informasi baru dan berubah. Tentu kalian nggak ingin apa yang kalian bagikan tenggelam begitu saja. Itu alasan sederhana dari saya yang juga menjadi dasar untuk membuat layanan blog beberapa tahun yang lalu.

Ngomongin tentang digital marketing, saya berkenalan dengan topik ini pertama kali dari blog. Pada saat itu saya pernah mendapatkan kesulitan ketika diberikan tugas untuk memasarkan suatu produk, dalam hal ini affiliate produk. Kerjasama ini sedikit sulit karena pemasarannya harus melalui media internet. Sedangkan saya nggak memiliki latar belakang marketing sama sekali. Wong ya namanya jualan kan ada ilmunya, lha itu, saya nggak punya. Nah, dari blog saya banyak belajar dengan mereka yang berkecimpung dalam digital marketing.

Why Digital Marketing so important?

Dari digital marketing saya memahami Search Engine Optimization (SEO). SEO menjadi pakem umum sebagau acuan bahwa website kalian sudah muncul di hasil pencarian melalui search engine. Wait what? Marketing dan SEO? Yap, tepat sekali. SEO adalah teknik pemasaran digital yang secara teknis menggunakan hasil pencarian sebagai tools untuk menghubungkan apa yang kalian tawarkan menggunakan internet.

Photo by PhotoMIX Ltd. from Pexels


Apabila website belum memiliki performa SEO yang diinginkan, maka harus segera dibenahi. Visibilitas yang baik di search engine adalah strategi marketing digital yang penting. Sebab semakin banyak kemungkinan orang masuk ke website secara organik.

Selain melalui back-end dan coding, konten yang ada di blog kalian juga berperan penting untuk mengoptimalkan SEO. Salah satu caranya adalah dengan memastikan kamu memiliki konten yang up-to-date, ditulis dengan baik, dan konten juga memuat kata kunci penting terkait produk dan atau jasa.

Selain SEO, strategi digital marketing lain adalah Conversion Rate Optimization (CRO) sebagai acuan Untuk mengukur keberhasilan campaign atau metode digital marketing yang kalian lakukan. Semisalnya membeli suatu produk, mendaftarkan diri, membuka halaman tertentu, melihat video sampai habis dan sebagainya. Dalam meningkatkan conversion rate, kalian dapat memperbaiki website melalui pop up banner (walaupun ini annoying sih) atau sebuah main banner yang catchy.

Jadi, belajar ilmu marketing adalah salah satu alasan terkuat saya kenapa harus membuat blog. Kemudian kenapa saya sangat tertarik dengan SEO dan CRO? Karena kedua hal ini bisa langsung diaplikasikan dan dicoba hanya dengan sedikit effort. Ibaratnya, saya bisa melakukan trial-error untuk berbagai kasus yang berbeda.

Namun, bukan berarti membuat blog akan semudah menjentikkan jari. Kelemahan saya adalah sering stuck jika dipaksa membahas hal lain yang tidak saya kuasai. Dalam hal ini menulis topik di luar kemampuan saya. Hal ini baru saya sadari ketika menjalankan suatu project yang membutuhkan bidang lain dan saya nggak memiliki kenalan di sana. Ya, karena saya berteman dengan orang yang itu itu saja keahliannya. Saya sadar, bahwa harus ada 'jembatan' yang dibangun. Ini yang menjadi alasan lain kenapa saya masih bergelut mengelola blog. Ada beberapa alasan kenapa saya menulis sebuah blog sebagai 'jembatan', yaitu.

Pertama, pengetahuan. Ya, pengetahuan kalian bisa jadi lebih luas. Kalian bisa menanggapi topik tertentu dari sudut pandang yang berbeda. Pengetahuan semakin luas karena semakin banyak saya menulis. Ya karena saya harus semakin banyak membaca. Sometimes, I need to read before I write.

Kedua, sharing knowledge. Setelah saya mendapatkan pengetahuan, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan yaitu sharing knowledge. Mengapa? Ya kalo ide menulis hanya ada di angan-angan, kadang kalian nggak tau kalo peluang lain juga menanti.

Beberapa teman saya yang hobi menulis sekarang sudah bekerja dari apa yang selalu mereka kerjakan. Ya jadi penulis konten artikel, penulis lepas atau content creator video maupun grafis. Writing and publishing are the most effective ways to serve the others.

Ketiga, jadi semakin banyak koneksi. Serius deh. Coba bayangkan jika semakin banyak orang yang kalian kenal dan mereka tau keahlian kalian, maka semakin mudah kalian direkomendasikan untuk mengerjakan suatu hal. Itu baru satu sisi positifnya, mungkin jika kalian merasakan sebuah kesulitan, orang lain bisa membantu kalian. Misal nih, kalian kebagian project sebuah desain blog dan main content di dalamnya. Sedangkan expertise kalian adalah copywriting dan content writing. Maka kalian membutuhkan partner untuk membuat tampilan website tersebut. Kalo networking sudah tercipta dan banyak, makan tugas ini akan mudah untuk dikerjakan.

Keempat, improve my writing skills. Seriously, kalo nulis cuman dibaca sendiri kadang-kadang jenuh juga. Ada saatnta saya membandingkan hasil tulisan saya dengan artikel milik orang lain. Bahkan jika networking kalian sudah terjalin dengan baik, ada saatnya teman kalian ikut mengkoreksi apa yang sudah dikerjakan. Tentu hal ini akan menambah wawasan dan meningkatkan keahlian kalian dalam menulis artikel

And here is a little secret

Ngomongin tentang blog nggak jauh dari dunia internet. Mulai dari hal teknis kepenulisan hingga operasional seperti domain dan web hosting. Teknis kepenulisan bisa kalian pelajari seiring berjalannya waktu. Entah itu dari teman-teman di komunitas maupun dari berbagai kompetisi yang diselenggarakan.

Lain halnya dengan sisi operasional seperti pemilihan nama domain, server dan web hosting. Poin utama adalah sumber daya yang reliable. Sehingga nggak ada alasan lagi blog milik kalian punya down time yang terlalu lama atau bahkan sulit diakses. Banyak sekali provider hosting di Indonesia. Namun, saya merekomendasikan web hosting murah 2019 bersama Domainesia.

Why Domainesia?

Simpelnya, harga yang ditawarkan cukup bersahabat yakni mulai dari Rp. 8.000/bulan hingga Rp. 64.000/bulan. Itu sudah pakai 100% Enterprise SSD untuk performa. Ya tau sendiri lah kecepatan SSD dibandingkan hosting konvensional yang masih menggunakan HDD.

Domainesia punya server di Jakarta. Server yang berdekatan dengan blog kalianya pastinya punya potensi secara efisien untuk dapat memiliki akses yang lebih cepat.

Pssstt... info penting nih buat kalian yang ingin beli hosting melalui Domainesia saya punya voucher potongan 20% nih dari Jungjawa. Tinggal masukin aja kupon 'JUNGJAWA20' pada pembayaran kalian. Enak kan? Paling penting menurut saya adalah support ke konsumen. Domainesia dalam hal ini sangat baik. Saya pernah mengalami permasalahan teknis dimana harus dikerjakan secepat mungkin. Admin chat support dari domainesia mampu melayani saya dengan baik pada saat itu. Wagelaseh!

Jadi, apakah kalian sudah menemukan alasan tersendiri kenapa harus membuat sebuah blog? Atau jangan-jangan kalian punya alasan lain yang jauh berbeda dengan saya, tidak masalah. Silakan, dunia itu memang nggak sempit kok. Bahkan kalian punya kesempatan untuk saling berdiskusi di kolom komentar. Happy blogging!

P.S. Just a small note, I think it can help me to read this article again to gain some reasons why I started create a Blog


Artikel terakhir di blog ini adalah sponsored post. Sedangkan artikel pure opini terakhir mengenai Digital Printing Solution sudah saya tulis setengah tahun yang lalu. Sad :(

Apa yang seharusnya saya lakukan?

Bukan tanpa sebab kenapa saya sulit menulis akhir-akhir ini. Selain karena urusan lain yakni pekerjaan, ada hal yang kurang mendukung saya. Saya baru sadar ketika laptop yang saya pakai sekarang tidak powerfull seperti laptop Asus X450JB sebelumnya.

Well, saya sering menggunakan laptop tersebut untuk editing foto untuk blog. Sekarang saya harus downgrade menggunakan laptop 12 inchi. Tentu saja kemampuannya tidak bisa dibandingkan dengan perangkat sebelumnya.

Hal tersebut membuat saya untuk mencari tools untuk blogging yang lebih mudah. Terakhir, saya menemukan artikel terkait Jekyll sekitar akhir tahun 2017. Saat itu saya mencoba membaca artikel tersebut masih merasa kurang cocok.

Building static site generator? Terdengar kurang familiar bagi saya. Walaupun setelah itu saya membuat akun Github dan 'hanya' menggunakannya untuk menyimpan source code beberapa script untuk blog yang saya kembangkan.

Namun, saya masih belum bisa move on dari blogspot untuk menjadikan domain jungjawa.com beralih dengan static page generator. Ya, walaupun saya sadar, blogspot memiliki banyak limitasi.

Dokumentasi yang kurang memadai menjadi alasan saya untuk segera berpindah dari platform ini. Selain itu, saya hanya melakukan manajemen untuk satu file XML saja. Selain sulit, ketergantungan kepada widget.js dan kawan-kawan dari Google JS yang lain menjadikannya sulit untuk local editing.

Dalam mengembangkan template blogspot pun saya harus dituntut untuk selalu memiliki konektivitas internet yang memadai. Setelah dilakukan editing secara lokal, saya harus copy paste XML tersebut dan testing di dummy blog. Melihat hasilnya, apakah bisa berjalan dengan baik, atau tidak.

Stackoverflow dan Github pun tidak banyak membantu untuk mencari dokumentasi blogspot. Ya, karena kebanyakan sudah mak plek jadi langsung pakai template saja.

Pada akhirnya, akhir Maret 2019 kemarin saya mulai beralih menggunakan Jekyll. Mempelajari bagaimana static page bisa digunakan untuk menulis blog dan ternyata, perbedaan signifikannya ada di loading time yang cukup cepat.

Jekyll saya gunakan di domain saya yang lain, yaitu dev.jungjawa.com. Sekalian belajar Jekyll, saya tuliskan saja beberapa tahapannya. Bisa jadi artikel kan. Lumayan.

Halo, kenalan dulu yak!


What is Jekyll

Sebelumnya, ada dua jenis website yang harus kita kenal: website dinamis dan website statis. Website dinamis dibuat menggunakan CMS atau Content Management System. Misalnya Wordpress, Blogger/Blogspot, Tumblr dan lain sebagainya. Konten yang dibuat disimpan dalam sebuah web database yang bisa sewaktu-waktu dipanggil ketika ada request.

Contohnya ketika kita membuka Tirto.id dan melakukan pencarian artikel 'teknologi informasi' misalnya. Tirto tidak menyediakan sebuah halaman HTML yang berisi artikel terkait teknologi informasi. Tapi, Tirto memiliki frame khusus untuk hasil pencarian artikel. Di belakang layar, mesin akan mencari artikel dengan kata kunci 'teknologi informasi' di database yang dimiliki oleh Titro. Kemudian hasil pencarian tersebut akan dimuat ke dalam frame hasil pencarian tersebut.

Sehingga ketika ada artikel-artikel baru yang masuk ke database, maka artikel tersebut dapat ditampilkan di hasil pencarian.

Baca juga: Catatan Tentang Jekyll untuk Pertama Kali (Part 1) — Introduction

Sedangkan untuk website statis, tidak menggunakan database. Konten yang ditampilkan pada halaman website statis memang sudah ada pada file HTML-nya. Tidak ada mesin yang mencari dari database. Wong database-nya wae ndak ada kok.

Artikel blog post yang ada di website statis, ditulis satu persatu menggunakan tekt editor seperti Sublime, Notepad atau VSCode.

Nulisnya ya kayak gini, huhuhuhu~


Menulis blog post di website statis, Jekyll menggunakan format Markdown dan HTML. File-file ini nantinya dikonfigurasi oleh sebuah file config untuk diupload ke server dan ditampilkan sesuai dengan theme atau HTML page yang sudah kita set.

Banyak kelebihan yang bisa saya rasakan ketika sudah menggunakan Jekyll ini jika dibandingkan dengan Wordpress maupun Blogger untuk aktivitas blogging, di antaranya:
  • Tidak berlebihan. Tidak seperti Wordpress yang memiliki banyak sekali plugin dan sangat sulit untuk tidak dimanfaatkan. Wordpress lebih cocok jika dikembangkan lebih dari sekadar blog. Bisa ecommerce maupun hal lainnya sesuai website dinamis. Jekyll lebih cocok sebagai blogging platform karena simple, apalagi hanya memiliki satu author untuk blog personal.
  • Page loading time absolutely unbelieveable. Memuat halaman tanpa harus melakukan request database ke server akan memangkas banyak sekali waktu load time suatu website. Apakah hal ini berpengaruh untuk SEO? Nah, ini menarik untuk dipelajari.
  • Security. Website statis 'mungkin' lebih secure. File yang ada di dev.jungjawa.com hanyalah file statis. Rasanya lebih aman dari gangguan hacker maupun malware. Kecuali username dan password bisa didapatkan. Jika dibandingkan dengan Wordpress yang memiliki banyak vulnerabilities.
  • Github. Nah, ini yang saya suka. Saya pernah kepikiran untuk membeli sebuah hosting di beberapa provider hosting lokal. Niatnya untuk membuat sebuah web blogging dan menyimpan file-file saya di hosting tersebut. Namun, setelah saya mengetahui bahwa dengan Github, bisa membuat sebuah blog. Tentu saja ...gratis.
  • Dokumentasi. Adanya Github di belakang Jekyll, maka akses untuk mempelajari dokumentasi, pengembangan source code atau diskusi dengan komunitas menjadi semakin terbuka. Memudahkan untuk saling kolaborasi.
  • Local edit. Blog post Jekyll bisa saya tulis di komputer lokal, dengan format Markdown maupun pure HTML. Selanjutnya, ketika ada koneksi internet, saya tinggal push ke Github milik saya. Tanpa harus editing tulisan dikasih bold, miring, menyisipkan gambar dan lain sebagainya.

Namun, dibalik banyaknya keuntungan menggunakan Jekyll, saya menyadari bahwa ada kekurangan yang saya temui di sini:
  • Menulis blog post menggunakan website statis berarti harus bertemu dengan teks editor dan murni formatting menggunakan simbol khusus Markdown atau HTML. Bagi yang terbiasa editor WYSIWYG tentu hal ini cukup merepotkan. Selain harus menghafal, tentu harus banyak sekali praktek yang dilakukan. Contohnya untuk membuat sebuah kata menjadi tebal, maka harus ditulis dengan tanda **kata** disetiap awal dan akhir kata. Mirip yang kita tulis di Whatsapp. Cukup repot.
  • Instalasi yang cukup ribet. Saya memerlukan sekitar satu hari untuk menciptakan 'ekosistem' Jekyll di laptop yang digunakan sekarang. Seperti instalasi Github Desktop, membuat Github Page, memasang Visual Studio Code dan lain sebagainya. Sangat berbeda apabila menggunakan Wordpress atau Blogger. Cukup dengan membuka web browser.
  • Tricky. Ada beberapa hal yang perlu dicari lebih dalam untuk menggunakan Jekyll. Saya harus benar-benar membaca troubleshooting yang sudah dilakukan oleh orang lain di Github. Memahaminya agar tidak terjadi error dalam development yang sedang saya kerjakan. Contohnya dalam mengubah tampilan blog. Jika dengan Wordpress dan Blogger bisa sekali klik, dengan Jekyll saya harus membuka root folder dan mencari file .scss dan variabel yang harus saya ganti.
Menarik enggak sih? Jika ada yang ingin didiskusikan terkait penggunaan Jekyll, bisa pakai kolom komentar di bawah nih. Jika sekedar say hello, bisa ke hello at jungjawa.com. Semoga bermanfaat dan have a nice day.


Banyak manfaat air alkali untuk kesehatan, sehingga bukan hal yang baru lagi jika seandainya beberapa orang memutuskan untuk rutin mengkonsumsinya. Namun tetap dengan beberapa batasan, karena air ini mengandung kadar pH yang basa, maka tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsinya atau nanti bisa menganggu kinerja dari pencernaan. Jumlah maksimal yang hendaknya dikonsumsi adalah 3 gelas perhari, tentunya dengan diselingi air putih atau air mineral biasa.

Namun meskipun jumlah yang dianjurkan untuk dikonsumsi minimal adalah 8 gelar air perhari, hanya saja banyak orang yang tidak melakukannya, konsumsi air putih kurang dari jumlah tersebut.

Sehingga sering kali mengalami dehidrasi, hati-hati karena dehidrasi ini bisa memicu berbagai macam masalah kesehatan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda lebih suka minum air putih, diantaranya adalah:

  1. Cobalah untuk membiasakan minum air putih setelah buang air kecil, ini cara efektif untuk mengganti cairan yang sudah dikeluarkan oleh tubuh sebelumnya dengan yang baru, sehingga menjadi lebih segar.
  2. Biasakan untuk setidaknya minum air putih segelas sebelum makan, dengan demikian porsi makanan yang dikonsumsi juga semakin kecil karena sudah kenyang, hal tersebut sangat bagus untuk mereka yang menjalankan program diet.
  3. Buat infuse water, yaitu penambahan buah-buahan segar kedalam air sehingga bisa menambah cita rasanya, namun tidak mengurangi kandungan gizi yang ada di dalamnya. Hal ini dapat meningkatkan selera mengkonsumsi air putih.
  4. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar air tinggi, seperti diantaranya adalah buah dan juga sayur-sayuran, hal ini juga efektif di dalam mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh, karena beberapa makanan mengandung air dalam jumlah yang tinggi.
  5. Cobalah untuk membuat jadwal minum air putih, diantaranya adalah dengan memakai alarm pengingat kapan waktu minum.
Mudah bukan, konsumsi air minum pH tinggi dari Pristine dan rasakan manfaatnya setelah pemakaian beberapa minggu, baik untuk menjaga kesehatan dan juga kecantikan. Namun tetap imbangi dengan konsumsi air putih biasa tentunya.
Artikel ini disponsori oleh Traveloka, solution for all your travel needs

Photo by Nubia Navarro (nubikini) from Pexels



Penghujung tahun yang ditunggu telah tiba! Ya, bisa sedikit berbahagia karena ada waktu untuk mengambil jatah cuti tahunan, libur natal dan tahun baru. Saatnya piknik, du du du~

Salah satu hal yang sedang saya rencanakan untuk agenda akhir tahun adalah mengakhirinya dengan berlibur. Ya, mau gimana lagi. Wong kerja lembur bagai quda setiap harinya. Libur tipis-tipis bakalan worth-it banget nih.

Karena, stress management itu penting.
Banget.

Tahun ini saya bekerja di luar Pulau Jawa. Tepatnya di Kalimantan Timur. Terdengar menarik, tapi di sini saya sulit menemukan destinasi wisata. Ya, atau mungkin saya belum mengeksplor lebih jauh lagi.

Serius, di sini mau bepergian cukup susah dan jauh. Akses jalan dan moda transportasi yang tersedia cukup minim. Apalagi kalau lokasi tempat tinggal berada di pelosok. Bukan di perkotaan.

Bisa saja pakai kendaraan pribadi, namun cukup menyita waktu dalam perjalanan dan tentu saja sangat melelahkan. Pokoknya enggak semudah di Pulau Jawa.Titik.

Sehingga, pilihan libur akhir tahun saya jatuh kepadaaa..... Kota Bandung.
Yes!

Well, saya tidak menampik bahwa umur yang masih muda adalah kesempatan emas untuk melancong jauh dari rumah dan zona nyaman. Begitupun mengenai pilihan berlibur. Selayaknya juga jauh dari tempat kerja.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Travelling? 

Kenapa Bandung?

Simple saja sih. Bandung sebagai kota pilihan lain selain Jogja. Ya, mosok Jogja mulu. Hambok ya sekali-sekali sunda pisan euy hehehe....

Saya pernah ke Bandung. Tapi, short trip saja.

Pada tahun 2014 saya melakukan short trip ke Bandung. Hanya satu hari dan tidak banyak destinasi wisata yang bisa saya kunjungi. Kota dengan luas 167.7 km persegi ini sebenarnya menyajikan banyak sekali pilihan wisata.

Kalau saya sih ingin menikmati wisata kulinernya terlebih dahulu di daerah perkotaan. Toh katanya ada Martabak Andir yang tersohor itu. Penasaran gimana rasanya.


Martabak maknyus by Andir (?) yang bikin penasaran. Foto via iklantravel.com


Kota yang Review-able

Banyak hal di Bandung yang menyita perhatian saya sewaktu short trip 4 tahun lalu seperti alun-alun kota Bandung, Trans Studio, Kawah Putih Ciwidey, Observatorium Bosscha, Paskal Food Market, dan lain sebagainya.

Kalau saya browsing di internet, wisata unggulan di Bandung cukup banyak. Bahkan sebagai pilihan destinasi akhir tahun saja sepertinya masih tidak cukup mengingat saya hanya memiliki libur dua sampai tiga hari saja.

Jadi, saya harus membuat travel plan yang cukup jitu.

Baca juga: Jalan-jalan ke Bandung

Affordable Price

Mungkin bagi sebagian orang, harga di Bandung mahal. Tapi bagi sebagian lainnya merasa cukup murah. Ya, kalau seperti ini tinggal pintar-pintarnya saja untuk menentukan destinasi dan akomodasi saat travelling.

Saya mencoba melihat beberapa hotel yang ada di Bandung melalui jasa pemesanan tiket hotel online. Hasilnya, masih ada kok harga hotel di bawah 500-an ribu. Ya, tinggal tentukan saja kriteria hotel yang dicari sesuai kebutuhan.

Transportasi ke Bandung

Rute paling enak menuju Bandung ya flight dari Balikpapan langsung menuju Bandung. Tapi, pilihan terbang pagi secara direct tidak ada. Padahal saya menginginkan flight pagi agar sesampainya di Bandung bisa explor terlebih dahulu sebelum check-in hotel.

Nah, justru pilihan lainnya saya harus ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Rute penerbangan Balikpapan-Jakarta memiliki pilihan flight schedule yang lebih banyak. Bahkan saya bisa flight jam 7 pagi.

Walaupun, nanti saya harus mencari akomodasi tambahan dari Jakarta ke Bandung. Tapi saya tidak khawatir karena untuk travel bandung jakarta, saya bisa mengandalkan Traveloka. Cukup tentukan tanggal, maka pilihan beberapa penyedia travel akan ditampilkan.



Travel bus yang bisa digunakan dari Jakarta ke Bandung. Foto via Instagram @daytransshuttle


Hal ini mempermudah saya untuk menyusun itenary, sehingga moda akomodasi sudah saya susun sedemikian rupa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mungkin di post lain saya akan memberikan sedikit tips bagaimana menyusun travel plan yang sederhana. Enggak rumit kok.

Fyi aja sih, jangan lupa untuk buka Gmaps ketika mengunjungi kota wisata kita. Soalnya, untuk travel plan, aplikasi ini bisa diandalkan sebagai 'travel guide' kita.

Terakhir, saya membuat list tempat-tempat yang akan saya kunjungi, lalu tentukan waktu, penginapan, akomodasi transportasi lokal dan travel plan terbaik di Bandung yang paling tepat buat kamu.

Dalam pemilihannya saya harus memerhatikan aksesbilitas, dekat lokasi wisata tujuan, fasilitas lengkap, dan harga ramah di kantong. Jangan lupa juga untuk membaca review pengguna sebelumnya.

Jika sudah selesai, waktunya memesan tiket travel dan reservasi kamar hotel. Yuk, saatnya ke Bandung!


Artikel ini dimulai dengan pertanyaan: Bagaimana memudahkan orang lain dalam mengerjakan hal-hal yang biasa ia lakukan? Sehingga bisa dipercepat atau membuatnya lebih efisien. Ya gimana lagi ya, wong semuanya mau serba cepat dan tepat.


Hwayoooo~

Contoh saja, jasa transportasi online. Padahal layanan ini memang sudah ada dari dulu dan kalau kita perhatikan lagi, ya memang banyak yang menggunakannya.

Tujuan saya menulis artikel ini adalah mencoba untuk membantu mereka yang mungkin pernah memiliki permasalahan yang sama dengan saya. Tetapi, artikel ini perlu divalidasi lebih dalam lagi karena pernyataan yang ada di dalam artikel ini hanya sekadar asumsi belaka. Masih belum bisa dijadikan dasar sebagai acuan literasi atau sebuah anjuran woro-woro.

Singkat cerita, di tahun 2016 saya masuk ke tahap akhir perkuliahan dan bergelut dengan skripsi. Begitu pula dengan kawan angkatan yang lain. Di jurusan yang berbeda. Di kampus yang berbeda.

Rutinitas yang hampir saya lakukan setiap bulan adalah konsultasi mengenai skripsi dengan dosen pembimbing. Setiap konsultasi, saya harus membawa beberapa paper internasional, jurnal penelitian dan draft proposal yang sudah saya susun sebagai bahan diskusi. Wis padakke mahasiswa biasane wae ~

Namanya juga mahasiswa, ngeprint ya mepet-mepet deadline. Sungguh, bottleneck selalu terjadi di tempat fotokopian mas-mas sekitar kampus.

Kenapa bisa begitu?

Ternyata selain kakak-kakak tingkat yang ndableg kuliah, adek-adek gemes pun ikut mengantri untuk sekadar ngeprint dan membuat suasana menjadi sumringah berjubel-jubel di sana. Saling bergantian colokin flashdisk di komputer printing. Ya, bikin repot.

Ruamene poool! - printfotocopybali.blogspot.com


Hingga seorang mahasiswi nyeletuk bahwa file yang akan ia print ketinggalan. Pupus sudah harapan ngeprint tepat waktu. Saya melihat ini sebagai sebuah permasalahan. Ribet. Ruwet. Semrawut.

Misal saja, satu jurusan di kampus memiliki printing activity sebanyak 50 kali selama satu hari, ada berapa total dari satu fakultas? Bahkan untuk satu kampus? Satu kampus provinsi? Ini perumpamaan yang minimalis banget loh. Tanpa add-on.

Spoiler Alert:
Artikel ini benar-benar oversimplified karena saya hanya berasumsi dan sebisa mungkin memaparkannya agar mudah dipahami. Bagi kalian yang mungkin pernah terjun secara real time atau real good, silakan mengemukakan argumen di kolom komentar yang sudah disediakan. Ingat, ojo gelut! Terimakasih.

Kesimpulannya, ada beberapa poin penting (bisa lebih sih) dari masalah ini. Masalah yang bisa jadi sebuah ide bisnis. Printing solution. Mari kita jabarkan sodara-sodara.

1. Permasalahan

Dalam menulis skripsi, saya belajar untuk merumuskan masalah dan memasukkannya di dalam BAB 1. Andaikan sebuah bisnis, maka saya harus menemukan masalahnya terlebih dahulu, baru kemudian mencari solusi yang paling praktis dan efektif.

Coba kita jabarkan permasalahan yang mungkin terjadi dalam hal traditional/konvensional printing activity:

  • tempat fotokopian/printing penuh, sesak, tidak ada lahan parkir dan tidak ada database informasi akan hal ini
  • tidak ada listing harga printing di lokasi sekitar kita. Sebentar, dimana ya fotokopian yang bisa cetak ukuran A1 sih?
  • flashdisk/data rawan hilang dan corrupt, sebaiknya menggunakan email. Tapi....

Saya pernah berfikir untuk mengirimkan email ke mas-mas fotokopian untuk ngeprint skripsi saya. Tapi, ada hal sepele. Mas-mas fotokopian enggak se-woles itu untuk ngebalesin 50 printing activity setiap harinya dan sangat kecil kemungkinannya mereka memberikan notifikasi ke pengguna bahwa order mereka telah selesai. See?

Mulai dari sini, saya sadar bahwa printing ini adalah hal sepele tapi memang benar-benar bermasalah. Oke, akan saya jabarkan diakhir artikel bahwa bisnis ini tidak terbatas pada market kampus dan mahasiswa saja. Hehehe... sebuah trik supaya artikelmu dibaca sampai habis.

Lanjut ngomongin printing solution, ada kriteria tertentu agar sebuah bisnis bisa sustainable dan menjadi sebuah startup.

  1. Market Size, banyak orang yang akan menggunakan printing solution ini. Tapi, target market kampus yang utama, kita kerucutkan di sana terlebih dahulu.
  2. Scalability, ini penting untuk bisa scale up. Usaha ini akan sustainable nggak sih nantinya? Ojo mung bondo nekat!

Asumsi saya, bisnis ini sama seperti kos-kosan. Selama kampus masih berdiri, masih ada market utama. Selama kertas dan produk printing masih dibutuhkan dalam dunia literasi dan administrasi, maka layanan ini masih jadi solusi.

Pun sama seperti jasa ojek online. Sebelum ada layanan printing online pun telah ada puluhan bisnis printing di sekitar kampus. Kalau ditotal satu provinsi di Jawa Tengah sudah ratusan (?). Tapi apakah bisnis ini nantinya akan mengeliminasi bisnis konvensional yang sudah ada tersebut? Saya rasa tidak.

Ide bisnis ini memiliki visi untuk membuat proses printilan printing menjadi lebih mudah untuk semua orang. Bahkan bagi pelaku bisnis printing sekalipun. Sehingga, kuncinya adalah tantangan scalability. Itu menurut saya.

2. Metodologi - How to start?

Setelah kita tahu permasalahan yang terjadi, saatnya membuat rincian lebih detail bagaimana memecahkan tantangan yang ada.

Market Size

Apakah pasar yang ada cukup besar?
Apakah akan bertahan lama?
Apakah perlu dilakukan kalkulasi sehingga mendapatkan angka yang mendekati kondisi nyata di lapangan?

Karena bisnis ini akan berkembang sangat cepat, perlu dilakukan riset yang lebih matang. Kemudian, bagaimana strategi ekspansi pasar yang kita gunakan di awal? Secara vertikal atau horizontal?

Mungkin secara vertikal, kita bisa melakukan penetrasi pengguna printing dengan sasaran mahasiswa kampus dan konsentrasi di Pulau Jawa terlebih dahulu.

Mungkin juga menggunakan pendekatan horizontal dengan melahirkan lini produk tidak hanya printing, tapi juga ke percetakan dan pernak-pernik seperti banner, vendel, map, poster, mug dan lain sebagainya.

Contoh kalkulasi kasar dari saya:
Dari sebuah kampus kita ambil rata-rata ada minimal 10 tempat printing dengan masing-masing minimal 50 printing activity per hari. Setiap printing activity minimal senilai dengan 10 lembar kertas. Anggap saja hanya print hitam putih seharga 200 rupiah per lembar. Maka, potensi market layanan ini:

(10 x 50 x 10 x 200)/2 adalah Rp. 500.000, ini secara kasar untuk sebuah kampus dalam hitungan hari. Kenapa dibagi dua, biar lebih murah saja sih. Hehehehe....

Ya kalo layanan ini lebih mahal atau sepadan dengan harga yang sekarang ya kurang menarik. Toh, kalau layanannya lebih mudah dan murah, pengguna tentu bisa memilih yang mana.

Kalau dihitung perbulan untuk satu kampus dengan hitungan di atas, sebagai early stage bussiness sudah bisa jalan 15jt-an. Pendapatan kotor loh ya.

Challenge

Tantangannya adalah bagaimana menemukan mereka yang mau membayar untuk layanan ini.

Ya soalnya kalau mahasiswa sih maunya hemat, daripada keluar banyak mending ke tempat print sendiri. Eittsss... itu asumsi, apa betul begitu?

Apalagi kalo hujan deres begini - ahmadshofwan.wordpress.com


Bagaimana cara mengetahuinya? Testing!
Caranya?

Awalnya memang butuh effort lebih sih.
Perlu sumber daya yang cukup sebelum progress pembuatan aplikasi.

Keuntungannya? Biaya lebih rendah dan kita bisa tahu ketika testing dengan kondisi real di lapangan.

Caranya, buat saja call center/email center yang nantinya dipakai sebagai pusat data. Ingat, pakai excel untuk mencatat transaksi yang ada. Hal ini bertujuan agar semuanya bisa di-tracking dengan benar.

Pengguna menghubungi server database dan mengirim dokumen yang akan masuk ke mitra printing. Sebelumnya, kita memerlukan mitra printing yang bisa diajak bekerjasama. Bisa diambil sampel 2-3 tempat. Usahakan dekat dengan server/call center kita.

Setelah pengguna mengirimkan file artinya melakukan order, kita mengantarkan file ke mitra printing, setelah selesai, berikan opsi. Apakah hasil printing perlu dikirimkan ke pengguna, atau pengguna mengambil sendiri ke mitra printing.

Tentu di sini ada peluang kolaborasi dengan layanan jasa antar, bukan? Kalau pengguna masih 'males' mengambil sendiri, ada opsi send by jasa kurir online dikemudian hari.

Biaya dan cara yang digunakan relatif simpel daripada langsung melakukan uji coba dengan melempar aplikasi ke pengguna. Di tahap ini, perlu juga dilakukan kalkulasi biaya terkait bagaimana operasional layanan bisa tercukupi. Terlihat simpel. Saya belum melakukan uji coba sampai tahap ini.

Distribusi Layanan

Ketika kita sudah menemukan pasar dan formula pricing yang pas, selanjutnya bagaimana layanan ini bisa digunakan. Bagaimana cara kita melempar layanan ini ke early adopters sungguh krusial.

Sebaiknya fokus ke pasar yang lebih kecil dahulu. Jika targetnya mahasiswa, maka lebih spesifik lagi, kita bisa melemparnya ke organisasi. Contohnya adalah BEM, Badan Eksekutif Mahasiswa.

Kita perlu feedback dari mereka. Seandainya berhasil, kita sudah punya orang-orang yang menjadi early adopter di kampus. Lebih valid.

Saran saya kepada founder, berikan layanan trial/promosi kepada mereka. Itu menjadi salah satu daya tarik agar tercipta mindset 'apa salahnya sih mencoba'.

Jika sudah berjalan selama satu bulan. Bisa dilanjutkan dengan 10 lembar printing gratis dengan milestone printing 50 lembar. Hal ini akan memicu pengguna untuk melakukan retensi terhadap layanan.

Penting untuk menghindari iklan ditahap awal. Apalagi ketika market, ekosistem dan kompetisi belum tercipta. Jangan sampai ujung-ujungnya kok kayak cuman bakar duit aja. Hehehehe...

3. Iteration

Langkah selanjutnya boleh diasumsikan bahwa layanan ini telah berjalan 3 bulan dimulai dengan versi aplikasi paling sederhana. Tentu saja selain menangani bug, pekerjaan menjadi semakin banyak karena muncul berbagai permasalahan baru. Diantaranya yang mungkin terjadi:
- mitra printing tidak bisa menghandle order yang terlalu banyak
- pengguna tidak puas terhadap hasil printing karena kualitas print yang berbeda di setiap mitra

Wajar terjadi karena tidak ada SOP dan standarisasi layanan. Mengapa layanan transportasi online bisa sustain? Karena memiliki standar, skema pricing dan alur yang jelas. Demikian dengan layanan printing ini.

Sebenarnya simpel. Hanya selembar kertas printing. Tapi, hasil printing pun akan berbeda-beda. Bahkan mitra printing memberikan layanan yang berbeda pula. Apalagi ketika peak day atau peak hours di masa Ujian Tengah Semester misalnya. Di sini, konsistensi layanan kita akan diuji. Lalu, apa usulan solusinya?

Ekspansi selanjutnya memerlukan teknologi dan modal. Kenapa saya katakan demikian? Karena sudah seharusnya IoT (Internet of Things) diimplementasikan. Apakah mungkin dengan perangkat Arduino atau Raspberry Phi yang bekerja pada sebuah printer yang terhubung ke internet dapat secara otomatis melakukan layanan printing?

Jika memungkinkan, maka mitra printing tidak perlu lagi menyediakan printer. Layanan kita yang justru menyediakan printer yang terintegrasi dengan app melalui minikomputer. Sehingga, mitra printing hanya perlu mengawasi, maintain dan menyerahkan hasil printing kepada pengguna ketika mereka mengambilnya.

Akhirnya tempat mas-mas ngeprint bukan jadi arena pertarungan barbar antrian lagi - pelangifotocopy.blogspot.com


Permasalahan mitra printing tidak bisa meng-handle order pun teratasi oleh server yang menggunakan algoritma mirip seperti layanan transportasi online untuk menentukan mitra mana yang paling dekat dan memiliki queque paling sedikit untuk pengguna.

Kualitas hasil printing juga terus dijaga karena menggunakan standar layanan, bukan lagi bergantung pada aset milik mitra printing. Pernah dengar eFishery? Coba cari tahu lagi. Layanan ini juga bisa mirip-mirip ke sana.

Oh iya, di awal artikel saya menyatakan bahwa layanan ini tidak terbatas pada printing saja. Tepat sekali. Saya pernah menemui sebuah case, seseorang pebisnis yang sedang dalam perjalanan bisnis. Ia ingin melakukan presentasi dan memerlukan print. Selain print biasa, ia juga memerlukan poster dan banner.

Ia bertanya pada staff hotel apakah di hotel tersebut terdapat printer. Atau bahkan digital printing terdekat dari hotel tempat ia menginap. Apabila ia harus mencari, ia tidak kenal tempat tersebut. Tentu buang-buang waktu saja.

Akan lebih baik apabila ada sebuah layanan yang mengakomodir hal itu disetiap kota. Mudah bukan?

Case lain adalah pengalaman pribadi saya disebuah site project di Kalimantan. Tentu jauh sekali apabila harus menuju ke kota terdekat untuk menemukan digital printing. Sehingga, digital printing melalui sebuah aplikasi akan jauh lebih mudah daripada pergi sejauh 60 km hanya untuk mencetak sebuah banner ukuran 1x5 meter saja.

Oh iya, saya lupa. Layanan sejenis yang hampir mirip dengan hal ini sebenarnya sudah ada. Contohnya Printerous, Prinzio, atau Gogoprint. Tapi, saya belum menemukan layanan printing masif yang tersedia di setiap kota sebagai franchise layanan printing.
Mungkin ada alasan tersendiri akan hal ini dan saya belum menemukan jawabannya. Saya akan mencoba update artikel ini jika ada hal baru yang saya temukan. Okay.

Na, sudah kepikiran? Atau punya pemikiran lain setelah membaca uraian saya di atas? Silakan share di kolom komentar ya.

Demikian artikel singkat dari saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Have a nice day!


Para pemilik website dan orang-orang yang berkecimpung di dunia blogger tentunya sudah tak asing lagi dengan SEO atau Search Engine Optimization. Sekedar pengetahuan untuk kamu yang belum tahu, SEO ini memiliki 2 tipe yang biasa dipakai untuk optimasi website atau pun blog yakni SEO onpage dan SEO offpage.

Meski memiliki 2 tipe, tapi tujuan dari SEO tetap sama, seperti yang dilakukan IDwebhost yakni menaikkan traffic dan ranking laman atau website di search engine. Setiap orang yang memiliki website tentu ingin websitenya muncul di halaman pertama bukan? Dengan meningkatnya ranking website di mesin pencari akan membuat brand awareness dan traffic website meningkat.

Kemudian hal itu akan membuat website anda secara langsung bisa menghasilkan unlimited money untuk kamu. Entah itu website jualan, atau hanya website blog yang mengandalkan ads atau iklan.

Kali ini kita tidak akan membahas secara utuh mengenai 2 tipe tersebut. Hanya salah satu tipe yang akan kita bahas yakni SEO offpage. Apa sebenarnya SEO Offpage dan bagaimana cara-cara serta perkembangannya? Berikut pembahasannya:

SEO-Offpage-01


Apa itu SEO Offpage?

Dalam ruang lingkup SEO, offpage ini lebih mengacu pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan website anda secara langsung. Kalau Onpage itu lebih secara langsung berhubungan dengan website anda seperti misalnya link internal, konten dan kata kunci, offpage lebih kepada back linking atau link building.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan dari pemakaian SEO ini tak cukup dengan peduli pada website dan brand saja. Kamu juga harus meningkatkan reputasi di mata para calon pelanggan agar mereka semakin ingin mengunjungi dan mengenal lebih jauh tentang website dan bisnis yang sedang kamu bangun dengan website tersebut.

Apa yang membuat SEO Offpage menjadi penting?

Ketika seseorang sedang mencari info tentang brand, biasanya orang tersebut punya pendapat tersendiri atas produk tersebut. Entah dari review, komentar kolega mereka, atau kenalan di dunia maya. Nah, Offpage SEO ini pada dasarnya sama dengan logika itu. Pada tipe SEO yang ini, mereka akan memberi tahu search engine seperti google mengenai pendapat para pengunjung tentang websitemu.

Kemudian pendapat tersebut bisa membuat websitemu meningkat visibilitasnya dan mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari. Teknik ini juga bisa membuat para pengunjung websitemu menyebut brand milikmu dan kemudian menautkannya di konten yang ada di dalam websitemu.

SEO-Offpage-03


Banyak orang yang berpikir bahwa Offpage SEO ini hanya soal link building. Padahal pada kenyataannya ada banyak cara untuk optimasi penggunaan SEO Offpage.


Metode Jadul Offpage SEO

Berikut ini beberapa metode jadul yang dipakai pada Offpage SEO.

Promo Di Forum-Forum

Metode ini adalah salah satu metode yang paling jadul untuk offpage SEO. Metode ini sebenarnya tidak merugikan, tapi metode ini menurut banyak pihak memakan waktu banyak. Dalam metode ini kamu akan diminta untuk menyebutkan brand milikmu di forum-forum yang sesuai dengan brand milikmu. Menurut banyak pihak, dari pada menghabiskan waktu untuk melakukan itu, kamu disarankan melakukan hal yang lebih penting untuk websitemu seperti misalnya menaikkan kualitas dan kuantitas konten.

Memastikan Website Ada Dalam Mesin Pencari

Cara ini sangat umum dilakukan dulu. Kamu harus memastikan apakah websitemu muncul dalam pencarian Google atau mesin pencari yang lain. Tapi dengan perkembangan algoritma yang makin rumit, cara ini bagi sebagian pihak yang sering menggunakannya merasa bahwa cara ini tidak memberikan hasil yang signifikan lagi.

Buat Konten Untuk Direktori Artikel

SEO-Offpage-04


Menulis atau membuat sebuah konten untuk direktori artikel juga jadi cara jadul yang biasa dilakukan. Tapi pada kenyataannya cara ini juga tidak maksimal. Banyak orang yang tidak membaca website direktori ini. Biasanya karena artikel yang tidak berkualitas, atau tidak relevan. Cara ini tetap bisa kamu pakai dengan catatan artikel yang kamu buat adalah artikel berkualitas dan relevan. Bahkan semenjak Google Panda muncul, website direktori adalah website yang trafiknya menurun drastis.

Mengikuti Reddit dan Sosmed Sejenis

Dulu mengikuti Reddit atau StumbleUpon dan sosmed sejenis bisa memberikan efek yang cukup bagus untuk website anda. Tapi dengan catatan apa yang anda share disana menjadi viral. Tapi kesempatan itu sangat kecil. Pertama untuk menjadi viral itu masih terlalu sulit untuk menemukan formulanya, dan yang kedua, di website semacam ini pembaruannya sangat cepat. Sehingga ketika kamu posting sesuatu, dalam waktu beberapa jam postingan itu bisa hilang.

Metode Offpage SEO Kekinian

Zaman sudah berubah. Metode jadul kini sudah jarang dipakai. Berikut ini beberapa metode offpage Seo kekinian yang bisa kamu coba.

Link Building

Metode yang satu adalah salah satu metode paling populer dan efektif sekarang ini dalam ruang lingkup tipe offpage SEO. Dalam metode ini kamu pada dasarnya berusaha mengumpulkan votes sebanyak-banyaknya ketika memberikan link eksternal untuk kontenmu. Sehingga hal tersebut bisa menaikkan peringkat website dan mengungguli kompetitormu. Sama halnya seperti konten, kamu harus memastikan mendapatkan backlink yang punya kualitas bagus. Akan jadi sia-sia jika kamu mendapatkan backlink banyak tapi kualitasnya buruk. Ada banyak hal yang menentukan sebuah link itu berkualitas atau tidak. Pertama adalah konteks yang relevan dengan kontenmu, backlinks yang populer, dan link natural yang bukan berbentuk seperti javascript. Nah, untuk yang terakhir ini, kamu pasti bertanya, bagaimana cara mendapatkannya?

SEO-Offpage-02


Sekedar pengetahuan, link yang natural atau natural link ini adalah link yang paling disukai mesin pencari. Natural ini artinya websitemu disukai oleh pemilik website yang lain dan kemudian mereka memberikan link ke websitemu karena isi konten yang sesuai dengan website yang kamu punya.
Untuk bisa mendapatkan natural link ini cukup sulit. Salah satu cara terbaik adalah mengupload konten dengan kualitas yang bagus dan layak untuk dijadikan backlink website orang lain. Jangan hanya mementingkan kuantitas konten terus-terusan. Kamu juga harus memperhatikan kualitas kontenmu.

Selain itu ada cara lain yang bisa kamu pakai untuk membangun link yakni dengan memposting di blog lain. Tapi untuk cara yang satu ini jangan terlalu sering dilakukan karena aturan pemakaian backlink ini selalu berubah.

Pergunakan Social Media Sebaik Mungkin

SEO-Offpage-05


Tadi di atas sempat disebutkan bahwa menggunakan Reddit adalah salah satu cara kuno. Iya. Itu merupakan salah satu cara kuno yang tidak bisa kamu pakai di Indonesia. Kenapa? Selain alasan yang disebutkan di atas, Reddit itu diblokir di Indonesia penggunaannya. Selain itu bisa dipastikan Reddit bukan sosmed yang sering dipakai orang Indonesia. Tapi jika kamu menggunakan sosmed yang lain pada metode SEO Offpage ini, seperti misalnya menggunakan Facebook, Instagram, dan Twitter, maka itu bisa jadi salah satu metode yang bagus untuk meningkatkan traffic websitemu. Memang biasanya link yang ada di sosmed tersebut adalah no-follow links, tapi link tersebut tetap berharga. Dengan mempromosikan websitemu di sosial media seperti Facebook dan Instagram, akan membuat traffic websitemu naik signifikan.

SEO Lokal

SEO lokal atau Local SEO ini juga menjadi salah satu cara kekinian SEO Offpage yang bisa kamu pakai. Seperti yang kamu tahu, sekarang ini pengguna smartphone semakin meningkat. Selain itu koneksi internet juga semakin baik dan tersebar rata dan semakin luas. Metode ini bisa menjadi salah satu metode yang cukup efektif untuk optimasi websitemu. Local SEO ini lebih berfokus memberikan hasil pada pencarian yang berkaitan dengan lokasi penggunanya saat itu.

Jika kamu ingin menggunakan Local SEO, kamu bisa memakai Google Places for Business Page dan melengkapi semua infor yang dibutuhkan. Kemudian tinggal menyinkronkan dengan akun Google+ milikmu. Google akhir-akhir ini baru saja mengeluarkan data yang menyatakan bahwa 87% orang memakai HP mereka ketika dalam perjalanan dan 95% mencari informasi lokal melalui HP mereka.

Baca Juga: Cara Redirect Website dan Apa Manfaatnya

Itu tadi sedikit penjelasan tentang apa itu SEO Offpage, metode jadul dan metode kekiniannya dan kenapa Offpage SEO ini penting. Sekarang pilihan tinggal ada pada dirimu sendiri-sendiri. Mana yang menurutmu paling cocok untuk kamu pakai di websitemu. Atau, kamu bisa mencoba semuanya dan melihat hasilnya lalu memformulasikannya sendiri.
Artikel ini disponsori oleh Hostinger.co.id , penyedia layanan web hosting murah kelas dunia.



Kalo kamu sering browsing online atau hanya sekadar blogwalking, mungkin akan liat dua perbedaan mendasar pada beberapa situs yang tampil di halaman pencarian. Yakni menggunakan HTTP dan HTTPS. Bedanya gimana? Berdampak pada SEO gak, terus apakah blog semenjana juga perlu menggunakan  HTTPS? Let's see.

Saya pernah menulis tentang HTTPS yang sudah diterapkan di platform blogspot, tapi artikel ini tidak akan membahas ulang, melainkan efek dari penggunaan enkripsi HTTPS terhadap performa SEO. Jadi, setidaknya bisa menjawab apakah saat ini kamu butuh HTTPS/SSL untuk blogmu atau tidak.

Apa itu HTTPS?

Sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya kamu kenalan dulu sama yang namanya HTTPS. Basicnya, yang membedakan HTTP dan HTTPS adalah huruf S di belakangnya. Itu saja. Artinya adalah Security (Hypertext Transport Protocol Security).

Hal ini berguna untuk melindungi data pengguna (dalam hal ini pengunjung website) dengan membaginya dalam tiga lapisan.
  • Enkripsi, memastikan aktivitas user tidak dilacak atau menghindari pencurian informasi sensitif seperti kata sandi.
  • Data integrity, menghindari proses file corrupt pada saat file transfer dilakukan antara client dan server.
  • Authentifikasi, melindungi terhadap serangan siber dan membangun kepercayaan user karena adanya security sign (bisa kalian lihat ada gembok hijau di address bar browser)

Tapi, apakah penggunaan HTTPS/SSL memengaruhi hasil pencarian? Terutama terkait ranking, indexing dan impression.

Ranking Pencarian

Pada tahun 2014, Google mengumumkan bahwa mereka telah melakukan update terhadap algoritma pencarian dan memasukkan HTTPS website dalam parameter mereka. Ya, pada awalnya security masih dianggap sebagai sinyal kecil terhadap ranking pencarian, tapi mereka akan mempertimbangkan untuk memperkuatnya.

Nyatanya? Kalau kita lihat, hampir seluruh hasil pencarian di halaman pertama lebih mengutamakan situs dengan protokol HTTPS. Search engine suggestions say that having a secure site is must!

Pun kita bisa menyimpulkan secara sederhana aja kok, kamu coba search dengan keyword tertentu. Apakah hasil pencarian di halaman utama masih diungguli oleh protokol HTTP? Silakan buktikan di kolom komentar ya.

Situs dengan HTTPS/SSL
Address barbakal hijau kalo dah pakai HTTPS/SSL
 Saat ini, HTTPS masih bisa dianggap sebagai protokol paling aman untuk mengatasi berbagai serangan siber. Tapi, ada jenis protokol baru yang masih dikembangkan yakni HSTS (HTTP Strict Transport Security) dengan standar yang lebih ketat. So, simple aja sih. Saat ada teknologi yang bisa kita pakai untuk meningkatkan performa situs dan keamanan pengguna secara bersamaan, kenapa nggak?

Keamanan juga bukan hal sepele loh, untuk blogging, kita perlu HTTPS/SSL sebagai parameter yang digunakan untuk memudahkan pencarian. Membedakan situs yang 'lebih aman' dan tidak. Sebagai pembeda.

Fyi, ada banyak layanan pembuatan website yang bisa bantu kamu terkait HTTPS/SSL ini, salah satu rekomendasi saya adalah Hostinger. Kamu bisa membuat website sendiri dengan mudah dan aman. Selain itu, kamu bisa mendapatkan tawaran menarik dari Hostinger yakni pembelian sertifikat SSL dengan durasi lifetime. Seumur hidup loh. Harganya? Diluar perkiraan saya, ternyata nggak mahal kok. Kalo penasaran, kamu bisa cek di www.hostinger.co.id/beli-ssl

Kenapa saya merekomendasikan Hostinger?

Selain harga yang murah, saya senang dengan fleksibilitas. Hostinger menawarkan pembelian sertifikat SSL tanpa harus membeli domain/paket hosting di Hostinger juga. Hal ini berbeda dengan kompetitor lain yang selalu merekomendasikan untuk membeli paket hosting dan mendapatkan sertifikat SSL secara cuma-cuma atau gratis.

"Kalo kita sudah punya hosting di tempat lain, gimana dong?"

Saya pernah mengalami sebuh permasalahan yakni ketika saya menaruh website saya di provider hosting yang berbeda. Padahal saya membutuhkan sertifikat SSL. Apa ya saya harus migrasi hanya untuk mendapatkan sertifikat SSL saja? Kan kurang praktis.

At least, menurut saya, blog dengan protokol HTTPS/SSL sudah wajib adanya. Lagian, kalo memang serius untuk membuat konten, kenyamanan pengunjung kenapa harus dipermasalahkan? 

Good luck ya! Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat kamu yang baru saja terjun atau sudah menyelam lama di dunia blogging. Yuk sharing-sharing santai di kolom komentar, kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa lewat komentar di bawah atau email saya di hello@jungjawa.com

Eits, kayaknya lebih enak di kolom komentar ya. Biar nda ribet.
Have a nice day!

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018