Good Ideas. Great Stories - Jung
Artikel ini disponsori oleh Traveloka, solution for all your travel needs

Photo by Nubia Navarro (nubikini) from Pexels



Penghujung tahun yang ditunggu telah tiba! Ya, bisa sedikit berbahagia karena ada waktu untuk mengambil jatah cuti tahunan, libur natal dan tahun baru. Saatnya piknik, du du du~

Salah satu hal yang sedang saya rencanakan untuk agenda akhir tahun adalah mengakhirinya dengan berlibur. Ya, mau gimana lagi. Wong kerja lembur bagai quda setiap harinya. Libur tipis-tipis bakalan worth-it banget nih.

Karena, stress management itu penting.
Banget.

Tahun ini saya bekerja di luar Pulau Jawa. Tepatnya di Kalimantan Timur. Terdengar menarik, tapi di sini saya sulit menemukan destinasi wisata. Ya, atau mungkin saya belum mengeksplor lebih jauh lagi.

Serius, di sini mau bepergian cukup susah dan jauh. Akses jalan dan moda transportasi yang tersedia cukup minim. Apalagi kalau lokasi tempat tinggal berada di pelosok. Bukan di perkotaan.

Bisa saja pakai kendaraan pribadi, namun cukup menyita waktu dalam perjalanan dan tentu saja sangat melelahkan. Pokoknya enggak semudah di Pulau Jawa.Titik.

Sehingga, pilihan libur akhir tahun saya jatuh kepadaaa..... Kota Bandung.
Yes!

Well, saya tidak menampik bahwa umur yang masih muda adalah kesempatan emas untuk melancong jauh dari rumah dan zona nyaman. Begitupun mengenai pilihan berlibur. Selayaknya juga jauh dari tempat kerja.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Travelling? 

Kenapa Bandung?

Simple saja sih. Bandung sebagai kota pilihan lain selain Jogja. Ya, mosok Jogja mulu. Hambok ya sekali-sekali sunda pisan euy hehehe....

Saya pernah ke Bandung. Tapi, short trip saja.

Pada tahun 2014 saya melakukan short trip ke Bandung. Hanya satu hari dan tidak banyak destinasi wisata yang bisa saya kunjungi. Kota dengan luas 167.7 km persegi ini sebenarnya menyajikan banyak sekali pilihan wisata.

Kalau saya sih ingin menikmati wisata kulinernya terlebih dahulu di daerah perkotaan. Toh katanya ada Martabak Andir yang tersohor itu. Penasaran gimana rasanya.


Martabak maknyus by Andir (?) yang bikin penasaran. Foto via iklantravel.com


Kota yang Review-able

Banyak hal di Bandung yang menyita perhatian saya sewaktu short trip 4 tahun lalu seperti alun-alun kota Bandung, Trans Studio, Kawah Putih Ciwidey, Observatorium Bosscha, Paskal Food Market, dan lain sebagainya.

Kalau saya browsing di internet, wisata unggulan di Bandung cukup banyak. Bahkan sebagai pilihan destinasi akhir tahun saja sepertinya masih tidak cukup mengingat saya hanya memiliki libur dua sampai tiga hari saja.

Jadi, saya harus membuat travel plan yang cukup jitu.

Baca juga: Jalan-jalan ke Bandung

Affordable Price

Mungkin bagi sebagian orang, harga di Bandung mahal. Tapi bagi sebagian lainnya merasa cukup murah. Ya, kalau seperti ini tinggal pintar-pintarnya saja untuk menentukan destinasi dan akomodasi saat travelling.

Saya mencoba melihat beberapa hotel yang ada di Bandung melalui jasa pemesanan tiket hotel online. Hasilnya, masih ada kok harga hotel di bawah 500-an ribu. Ya, tinggal tentukan saja kriteria hotel yang dicari sesuai kebutuhan.

Transportasi ke Bandung

Rute paling enak menuju Bandung ya flight dari Balikpapan langsung menuju Bandung. Tapi, pilihan terbang pagi secara direct tidak ada. Padahal saya menginginkan flight pagi agar sesampainya di Bandung bisa explor terlebih dahulu sebelum check-in hotel.

Nah, justru pilihan lainnya saya harus ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Rute penerbangan Balikpapan-Jakarta memiliki pilihan flight schedule yang lebih banyak. Bahkan saya bisa flight jam 7 pagi.

Walaupun, nanti saya harus mencari akomodasi tambahan dari Jakarta ke Bandung. Tapi saya tidak khawatir karena untuk travel bandung jakarta, saya bisa mengandalkan Traveloka. Cukup tentukan tanggal, maka pilihan beberapa penyedia travel akan ditampilkan.



Travel bus yang bisa digunakan dari Jakarta ke Bandung. Foto via Instagram @daytransshuttle


Hal ini mempermudah saya untuk menyusun itenary, sehingga moda akomodasi sudah saya susun sedemikian rupa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mungkin di post lain saya akan memberikan sedikit tips bagaimana menyusun travel plan yang sederhana. Enggak rumit kok.

Fyi aja sih, jangan lupa untuk buka Gmaps ketika mengunjungi kota wisata kita. Soalnya, untuk travel plan, aplikasi ini bisa diandalkan sebagai 'travel guide' kita.

Terakhir, saya membuat list tempat-tempat yang akan saya kunjungi, lalu tentukan waktu, penginapan, akomodasi transportasi lokal dan travel plan terbaik di Bandung yang paling tepat buat kamu.

Dalam pemilihannya saya harus memerhatikan aksesbilitas, dekat lokasi wisata tujuan, fasilitas lengkap, dan harga ramah di kantong. Jangan lupa juga untuk membaca review pengguna sebelumnya.

Jika sudah selesai, waktunya memesan tiket travel dan reservasi kamar hotel. Yuk, saatnya ke Bandung!


Artikel ini dimulai dengan pertanyaan: Bagaimana memudahkan orang lain dalam mengerjakan hal-hal yang biasa ia lakukan? Sehingga bisa dipercepat atau membuatnya lebih efisien. Ya gimana lagi ya, wong semuanya mau serba cepat dan tepat.


Hwayoooo~

Contoh saja, jasa transportasi online. Padahal layanan ini memang sudah ada dari dulu dan kalau kita perhatikan lagi, ya memang banyak yang menggunakannya.

Tujuan saya menulis artikel ini adalah mencoba untuk membantu mereka yang mungkin pernah memiliki permasalahan yang sama dengan saya. Tetapi, artikel ini perlu divalidasi lebih dalam lagi karena pernyataan yang ada di dalam artikel ini hanya sekadar asumsi belaka. Masih belum bisa dijadikan dasar sebagai acuan literasi atau sebuah anjuran woro-woro.

Singkat cerita, di tahun 2016 saya masuk ke tahap akhir perkuliahan dan bergelut dengan skripsi. Begitu pula dengan kawan angkatan yang lain. Di jurusan yang berbeda. Di kampus yang berbeda.

Rutinitas yang hampir saya lakukan setiap bulan adalah konsultasi mengenai skripsi dengan dosen pembimbing. Setiap konsultasi, saya harus membawa beberapa paper internasional, jurnal penelitian dan draft proposal yang sudah saya susun sebagai bahan diskusi. Wis padakke mahasiswa biasane wae ~

Namanya juga mahasiswa, ngeprint ya mepet-mepet deadline. Sungguh, bottleneck selalu terjadi di tempat fotokopian mas-mas sekitar kampus.

Kenapa bisa begitu?

Ternyata selain kakak-kakak tingkat yang ndableg kuliah, adek-adek gemes pun ikut mengantri untuk sekadar ngeprint dan membuat suasana menjadi sumringah berjubel-jubel di sana. Saling bergantian colokin flashdisk di komputer printing. Ya, bikin repot.

Ruamene poool! - printfotocopybali.blogspot.com


Hingga seorang mahasiswi nyeletuk bahwa file yang akan ia print ketinggalan. Pupus sudah harapan ngeprint tepat waktu. Saya melihat ini sebagai sebuah permasalahan. Ribet. Ruwet. Semrawut.

Misal saja, satu jurusan di kampus memiliki printing activity sebanyak 50 kali selama satu hari, ada berapa total dari satu fakultas? Bahkan untuk satu kampus? Satu kampus provinsi? Ini perumpamaan yang minimalis banget loh. Tanpa add-on.

Spoiler Alert:
Artikel ini benar-benar oversimplified karena saya hanya berasumsi dan sebisa mungkin memaparkannya agar mudah dipahami. Bagi kalian yang mungkin pernah terjun secara real time atau real good, silakan mengemukakan argumen di kolom komentar yang sudah disediakan. Ingat, ojo gelut! Terimakasih.

Kesimpulannya, ada beberapa poin penting (bisa lebih sih) dari masalah ini. Masalah yang bisa jadi sebuah ide bisnis. Printing solution. Mari kita jabarkan sodara-sodara.

1. Permasalahan

Dalam menulis skripsi, saya belajar untuk merumuskan masalah dan memasukkannya di dalam BAB 1. Andaikan sebuah bisnis, maka saya harus menemukan masalahnya terlebih dahulu, baru kemudian mencari solusi yang paling praktis dan efektif.

Coba kita jabarkan permasalahan yang mungkin terjadi dalam hal traditional/konvensional printing activity:

  • tempat fotokopian/printing penuh, sesak, tidak ada lahan parkir dan tidak ada database informasi akan hal ini
  • tidak ada listing harga printing di lokasi sekitar kita. Sebentar, dimana ya fotokopian yang bisa cetak ukuran A1 sih?
  • flashdisk/data rawan hilang dan corrupt, sebaiknya menggunakan email. Tapi....

Saya pernah berfikir untuk mengirimkan email ke mas-mas fotokopian untuk ngeprint skripsi saya. Tapi, ada hal sepele. Mas-mas fotokopian enggak se-woles itu untuk ngebalesin 50 printing activity setiap harinya dan sangat kecil kemungkinannya mereka memberikan notifikasi ke pengguna bahwa order mereka telah selesai. See?

Mulai dari sini, saya sadar bahwa printing ini adalah hal sepele tapi memang benar-benar bermasalah. Oke, akan saya jabarkan diakhir artikel bahwa bisnis ini tidak terbatas pada market kampus dan mahasiswa saja. Hehehe... sebuah trik supaya artikelmu dibaca sampai habis.

Lanjut ngomongin printing solution, ada kriteria tertentu agar sebuah bisnis bisa sustainable dan menjadi sebuah startup.

  1. Market Size, banyak orang yang akan menggunakan printing solution ini. Tapi, target market kampus yang utama, kita kerucutkan di sana terlebih dahulu.
  2. Scalability, ini penting untuk bisa scale up. Usaha ini akan sustainable nggak sih nantinya? Ojo mung bondo nekat!

Asumsi saya, bisnis ini sama seperti kos-kosan. Selama kampus masih berdiri, masih ada market utama. Selama kertas dan produk printing masih dibutuhkan dalam dunia literasi dan administrasi, maka layanan ini masih jadi solusi.

Pun sama seperti jasa ojek online. Sebelum ada layanan printing online pun telah ada puluhan bisnis printing di sekitar kampus. Kalau ditotal satu provinsi di Jawa Tengah sudah ratusan (?). Tapi apakah bisnis ini nantinya akan mengeliminasi bisnis konvensional yang sudah ada tersebut? Saya rasa tidak.

Ide bisnis ini memiliki visi untuk membuat proses printilan printing menjadi lebih mudah untuk semua orang. Bahkan bagi pelaku bisnis printing sekalipun. Sehingga, kuncinya adalah tantangan scalability. Itu menurut saya.

2. Metodologi - How to start?

Setelah kita tahu permasalahan yang terjadi, saatnya membuat rincian lebih detail bagaimana memecahkan tantangan yang ada.

Market Size

Apakah pasar yang ada cukup besar?
Apakah akan bertahan lama?
Apakah perlu dilakukan kalkulasi sehingga mendapatkan angka yang mendekati kondisi nyata di lapangan?

Karena bisnis ini akan berkembang sangat cepat, perlu dilakukan riset yang lebih matang. Kemudian, bagaimana strategi ekspansi pasar yang kita gunakan di awal? Secara vertikal atau horizontal?

Mungkin secara vertikal, kita bisa melakukan penetrasi pengguna printing dengan sasaran mahasiswa kampus dan konsentrasi di Pulau Jawa terlebih dahulu.

Mungkin juga menggunakan pendekatan horizontal dengan melahirkan lini produk tidak hanya printing, tapi juga ke percetakan dan pernak-pernik seperti banner, vendel, map, poster, mug dan lain sebagainya.

Contoh kalkulasi kasar dari saya:
Dari sebuah kampus kita ambil rata-rata ada minimal 10 tempat printing dengan masing-masing minimal 50 printing activity per hari. Setiap printing activity minimal senilai dengan 10 lembar kertas. Anggap saja hanya print hitam putih seharga 200 rupiah per lembar. Maka, potensi market layanan ini:

(10 x 50 x 10 x 200)/2 adalah Rp. 500.000, ini secara kasar untuk sebuah kampus dalam hitungan hari. Kenapa dibagi dua, biar lebih murah saja sih. Hehehehe....

Ya kalo layanan ini lebih mahal atau sepadan dengan harga yang sekarang ya kurang menarik. Toh, kalau layanannya lebih mudah dan murah, pengguna tentu bisa memilih yang mana.

Kalau dihitung perbulan untuk satu kampus dengan hitungan di atas, sebagai early stage bussiness sudah bisa jalan 15jt-an. Pendapatan kotor loh ya.

Challenge

Tantangannya adalah bagaimana menemukan mereka yang mau membayar untuk layanan ini.

Ya soalnya kalau mahasiswa sih maunya hemat, daripada keluar banyak mending ke tempat print sendiri. Eittsss... itu asumsi, apa betul begitu?

Apalagi kalo hujan deres begini - ahmadshofwan.wordpress.com


Bagaimana cara mengetahuinya? Testing!
Caranya?

Awalnya memang butuh effort lebih sih.
Perlu sumber daya yang cukup sebelum progress pembuatan aplikasi.

Keuntungannya? Biaya lebih rendah dan kita bisa tahu ketika testing dengan kondisi real di lapangan.

Caranya, buat saja call center/email center yang nantinya dipakai sebagai pusat data. Ingat, pakai excel untuk mencatat transaksi yang ada. Hal ini bertujuan agar semuanya bisa di-tracking dengan benar.

Pengguna menghubungi server database dan mengirim dokumen yang akan masuk ke mitra printing. Sebelumnya, kita memerlukan mitra printing yang bisa diajak bekerjasama. Bisa diambil sampel 2-3 tempat. Usahakan dekat dengan server/call center kita.

Setelah pengguna mengirimkan file artinya melakukan order, kita mengantarkan file ke mitra printing, setelah selesai, berikan opsi. Apakah hasil printing perlu dikirimkan ke pengguna, atau pengguna mengambil sendiri ke mitra printing.

Tentu di sini ada peluang kolaborasi dengan layanan jasa antar, bukan? Kalau pengguna masih 'males' mengambil sendiri, ada opsi send by jasa kurir online dikemudian hari.

Biaya dan cara yang digunakan relatif simpel daripada langsung melakukan uji coba dengan melempar aplikasi ke pengguna. Di tahap ini, perlu juga dilakukan kalkulasi biaya terkait bagaimana operasional layanan bisa tercukupi. Terlihat simpel. Saya belum melakukan uji coba sampai tahap ini.

Distribusi Layanan

Ketika kita sudah menemukan pasar dan formula pricing yang pas, selanjutnya bagaimana layanan ini bisa digunakan. Bagaimana cara kita melempar layanan ini ke early adopters sungguh krusial.

Sebaiknya fokus ke pasar yang lebih kecil dahulu. Jika targetnya mahasiswa, maka lebih spesifik lagi, kita bisa melemparnya ke organisasi. Contohnya adalah BEM, Badan Eksekutif Mahasiswa.

Kita perlu feedback dari mereka. Seandainya berhasil, kita sudah punya orang-orang yang menjadi early adopter di kampus. Lebih valid.

Saran saya kepada founder, berikan layanan trial/promosi kepada mereka. Itu menjadi salah satu daya tarik agar tercipta mindset 'apa salahnya sih mencoba'.

Jika sudah berjalan selama satu bulan. Bisa dilanjutkan dengan 10 lembar printing gratis dengan milestone printing 50 lembar. Hal ini akan memicu pengguna untuk melakukan retensi terhadap layanan.

Penting untuk menghindari iklan ditahap awal. Apalagi ketika market, ekosistem dan kompetisi belum tercipta. Jangan sampai ujung-ujungnya kok kayak cuman bakar duit aja. Hehehehe...

3. Iteration

Langkah selanjutnya boleh diasumsikan bahwa layanan ini telah berjalan 3 bulan dimulai dengan versi aplikasi paling sederhana. Tentu saja selain menangani bug, pekerjaan menjadi semakin banyak karena muncul berbagai permasalahan baru. Diantaranya yang mungkin terjadi:
- mitra printing tidak bisa menghandle order yang terlalu banyak
- pengguna tidak puas terhadap hasil printing karena kualitas print yang berbeda di setiap mitra

Wajar terjadi karena tidak ada SOP dan standarisasi layanan. Mengapa layanan transportasi online bisa sustain? Karena memiliki standar, skema pricing dan alur yang jelas. Demikian dengan layanan printing ini.

Sebenarnya simpel. Hanya selembar kertas printing. Tapi, hasil printing pun akan berbeda-beda. Bahkan mitra printing memberikan layanan yang berbeda pula. Apalagi ketika peak day atau peak hours di masa Ujian Tengah Semester misalnya. Di sini, konsistensi layanan kita akan diuji. Lalu, apa usulan solusinya?

Ekspansi selanjutnya memerlukan teknologi dan modal. Kenapa saya katakan demikian? Karena sudah seharusnya IoT (Internet of Things) diimplementasikan. Apakah mungkin dengan perangkat Arduino atau Raspberry Phi yang bekerja pada sebuah printer yang terhubung ke internet dapat secara otomatis melakukan layanan printing?

Jika memungkinkan, maka mitra printing tidak perlu lagi menyediakan printer. Layanan kita yang justru menyediakan printer yang terintegrasi dengan app melalui minikomputer. Sehingga, mitra printing hanya perlu mengawasi, maintain dan menyerahkan hasil printing kepada pengguna ketika mereka mengambilnya.

Akhirnya tempat mas-mas ngeprint bukan jadi arena pertarungan barbar antrian lagi - pelangifotocopy.blogspot.com


Permasalahan mitra printing tidak bisa meng-handle order pun teratasi oleh server yang menggunakan algoritma mirip seperti layanan transportasi online untuk menentukan mitra mana yang paling dekat dan memiliki queque paling sedikit untuk pengguna.

Kualitas hasil printing juga terus dijaga karena menggunakan standar layanan, bukan lagi bergantung pada aset milik mitra printing. Pernah dengar eFishery? Coba cari tahu lagi. Layanan ini juga bisa mirip-mirip ke sana.

Oh iya, di awal artikel saya menyatakan bahwa layanan ini tidak terbatas pada printing saja. Tepat sekali. Saya pernah menemui sebuah case, seseorang pebisnis yang sedang dalam perjalanan bisnis. Ia ingin melakukan presentasi dan memerlukan print. Selain print biasa, ia juga memerlukan poster dan banner.

Ia bertanya pada staff hotel apakah di hotel tersebut terdapat printer. Atau bahkan digital printing terdekat dari hotel tempat ia menginap. Apabila ia harus mencari, ia tidak kenal tempat tersebut. Tentu buang-buang waktu saja.

Akan lebih baik apabila ada sebuah layanan yang mengakomodir hal itu disetiap kota. Mudah bukan?

Case lain adalah pengalaman pribadi saya disebuah site project di Kalimantan. Tentu jauh sekali apabila harus menuju ke kota terdekat untuk menemukan digital printing. Sehingga, digital printing melalui sebuah aplikasi akan jauh lebih mudah daripada pergi sejauh 60 km hanya untuk mencetak sebuah banner ukuran 1x5 meter saja.

Oh iya, saya lupa. Layanan sejenis yang hampir mirip dengan hal ini sebenarnya sudah ada. Contohnya Printerous, Prinzio, atau Gogoprint. Tapi, saya belum menemukan layanan printing masif yang tersedia di setiap kota sebagai franchise layanan printing.
Mungkin ada alasan tersendiri akan hal ini dan saya belum menemukan jawabannya. Saya akan mencoba update artikel ini jika ada hal baru yang saya temukan. Okay.

Na, sudah kepikiran? Atau punya pemikiran lain setelah membaca uraian saya di atas? Silakan share di kolom komentar ya.

Demikian artikel singkat dari saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Have a nice day!


Para pemilik website dan orang-orang yang berkecimpung di dunia blogger tentunya sudah tak asing lagi dengan SEO atau Search Engine Optimization. Sekedar pengetahuan untuk kamu yang belum tahu, SEO ini memiliki 2 tipe yang biasa dipakai untuk optimasi website atau pun blog yakni SEO onpage dan SEO offpage.

Meski memiliki 2 tipe, tapi tujuan dari SEO tetap sama, seperti yang dilakukan IDwebhost yakni menaikkan traffic dan ranking laman atau website di search engine. Setiap orang yang memiliki website tentu ingin websitenya muncul di halaman pertama bukan? Dengan meningkatnya ranking website di mesin pencari akan membuat brand awareness dan traffic website meningkat.

Kemudian hal itu akan membuat website anda secara langsung bisa menghasilkan unlimited money untuk kamu. Entah itu website jualan, atau hanya website blog yang mengandalkan ads atau iklan.

Kali ini kita tidak akan membahas secara utuh mengenai 2 tipe tersebut. Hanya salah satu tipe yang akan kita bahas yakni SEO offpage. Apa sebenarnya SEO Offpage dan bagaimana cara-cara serta perkembangannya? Berikut pembahasannya:

SEO-Offpage-01


Apa itu SEO Offpage?

Dalam ruang lingkup SEO, offpage ini lebih mengacu pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan website anda secara langsung. Kalau Onpage itu lebih secara langsung berhubungan dengan website anda seperti misalnya link internal, konten dan kata kunci, offpage lebih kepada back linking atau link building.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan dari pemakaian SEO ini tak cukup dengan peduli pada website dan brand saja. Kamu juga harus meningkatkan reputasi di mata para calon pelanggan agar mereka semakin ingin mengunjungi dan mengenal lebih jauh tentang website dan bisnis yang sedang kamu bangun dengan website tersebut.

Apa yang membuat SEO Offpage menjadi penting?

Ketika seseorang sedang mencari info tentang brand, biasanya orang tersebut punya pendapat tersendiri atas produk tersebut. Entah dari review, komentar kolega mereka, atau kenalan di dunia maya. Nah, Offpage SEO ini pada dasarnya sama dengan logika itu. Pada tipe SEO yang ini, mereka akan memberi tahu search engine seperti google mengenai pendapat para pengunjung tentang websitemu.

Kemudian pendapat tersebut bisa membuat websitemu meningkat visibilitasnya dan mendapatkan peringkat yang baik di mesin pencari. Teknik ini juga bisa membuat para pengunjung websitemu menyebut brand milikmu dan kemudian menautkannya di konten yang ada di dalam websitemu.

SEO-Offpage-03


Banyak orang yang berpikir bahwa Offpage SEO ini hanya soal link building. Padahal pada kenyataannya ada banyak cara untuk optimasi penggunaan SEO Offpage.


Metode Jadul Offpage SEO

Berikut ini beberapa metode jadul yang dipakai pada Offpage SEO.

Promo Di Forum-Forum

Metode ini adalah salah satu metode yang paling jadul untuk offpage SEO. Metode ini sebenarnya tidak merugikan, tapi metode ini menurut banyak pihak memakan waktu banyak. Dalam metode ini kamu akan diminta untuk menyebutkan brand milikmu di forum-forum yang sesuai dengan brand milikmu. Menurut banyak pihak, dari pada menghabiskan waktu untuk melakukan itu, kamu disarankan melakukan hal yang lebih penting untuk websitemu seperti misalnya menaikkan kualitas dan kuantitas konten.

Memastikan Website Ada Dalam Mesin Pencari

Cara ini sangat umum dilakukan dulu. Kamu harus memastikan apakah websitemu muncul dalam pencarian Google atau mesin pencari yang lain. Tapi dengan perkembangan algoritma yang makin rumit, cara ini bagi sebagian pihak yang sering menggunakannya merasa bahwa cara ini tidak memberikan hasil yang signifikan lagi.

Buat Konten Untuk Direktori Artikel

SEO-Offpage-04


Menulis atau membuat sebuah konten untuk direktori artikel juga jadi cara jadul yang biasa dilakukan. Tapi pada kenyataannya cara ini juga tidak maksimal. Banyak orang yang tidak membaca website direktori ini. Biasanya karena artikel yang tidak berkualitas, atau tidak relevan. Cara ini tetap bisa kamu pakai dengan catatan artikel yang kamu buat adalah artikel berkualitas dan relevan. Bahkan semenjak Google Panda muncul, website direktori adalah website yang trafiknya menurun drastis.

Mengikuti Reddit dan Sosmed Sejenis

Dulu mengikuti Reddit atau StumbleUpon dan sosmed sejenis bisa memberikan efek yang cukup bagus untuk website anda. Tapi dengan catatan apa yang anda share disana menjadi viral. Tapi kesempatan itu sangat kecil. Pertama untuk menjadi viral itu masih terlalu sulit untuk menemukan formulanya, dan yang kedua, di website semacam ini pembaruannya sangat cepat. Sehingga ketika kamu posting sesuatu, dalam waktu beberapa jam postingan itu bisa hilang.

Metode Offpage SEO Kekinian

Zaman sudah berubah. Metode jadul kini sudah jarang dipakai. Berikut ini beberapa metode offpage Seo kekinian yang bisa kamu coba.

Link Building

Metode yang satu adalah salah satu metode paling populer dan efektif sekarang ini dalam ruang lingkup tipe offpage SEO. Dalam metode ini kamu pada dasarnya berusaha mengumpulkan votes sebanyak-banyaknya ketika memberikan link eksternal untuk kontenmu. Sehingga hal tersebut bisa menaikkan peringkat website dan mengungguli kompetitormu. Sama halnya seperti konten, kamu harus memastikan mendapatkan backlink yang punya kualitas bagus. Akan jadi sia-sia jika kamu mendapatkan backlink banyak tapi kualitasnya buruk. Ada banyak hal yang menentukan sebuah link itu berkualitas atau tidak. Pertama adalah konteks yang relevan dengan kontenmu, backlinks yang populer, dan link natural yang bukan berbentuk seperti javascript. Nah, untuk yang terakhir ini, kamu pasti bertanya, bagaimana cara mendapatkannya?

SEO-Offpage-02


Sekedar pengetahuan, link yang natural atau natural link ini adalah link yang paling disukai mesin pencari. Natural ini artinya websitemu disukai oleh pemilik website yang lain dan kemudian mereka memberikan link ke websitemu karena isi konten yang sesuai dengan website yang kamu punya.
Untuk bisa mendapatkan natural link ini cukup sulit. Salah satu cara terbaik adalah mengupload konten dengan kualitas yang bagus dan layak untuk dijadikan backlink website orang lain. Jangan hanya mementingkan kuantitas konten terus-terusan. Kamu juga harus memperhatikan kualitas kontenmu.

Selain itu ada cara lain yang bisa kamu pakai untuk membangun link yakni dengan memposting di blog lain. Tapi untuk cara yang satu ini jangan terlalu sering dilakukan karena aturan pemakaian backlink ini selalu berubah.

Pergunakan Social Media Sebaik Mungkin

SEO-Offpage-05


Tadi di atas sempat disebutkan bahwa menggunakan Reddit adalah salah satu cara kuno. Iya. Itu merupakan salah satu cara kuno yang tidak bisa kamu pakai di Indonesia. Kenapa? Selain alasan yang disebutkan di atas, Reddit itu diblokir di Indonesia penggunaannya. Selain itu bisa dipastikan Reddit bukan sosmed yang sering dipakai orang Indonesia. Tapi jika kamu menggunakan sosmed yang lain pada metode SEO Offpage ini, seperti misalnya menggunakan Facebook, Instagram, dan Twitter, maka itu bisa jadi salah satu metode yang bagus untuk meningkatkan traffic websitemu. Memang biasanya link yang ada di sosmed tersebut adalah no-follow links, tapi link tersebut tetap berharga. Dengan mempromosikan websitemu di sosial media seperti Facebook dan Instagram, akan membuat traffic websitemu naik signifikan.

SEO Lokal

SEO lokal atau Local SEO ini juga menjadi salah satu cara kekinian SEO Offpage yang bisa kamu pakai. Seperti yang kamu tahu, sekarang ini pengguna smartphone semakin meningkat. Selain itu koneksi internet juga semakin baik dan tersebar rata dan semakin luas. Metode ini bisa menjadi salah satu metode yang cukup efektif untuk optimasi websitemu. Local SEO ini lebih berfokus memberikan hasil pada pencarian yang berkaitan dengan lokasi penggunanya saat itu.

Jika kamu ingin menggunakan Local SEO, kamu bisa memakai Google Places for Business Page dan melengkapi semua infor yang dibutuhkan. Kemudian tinggal menyinkronkan dengan akun Google+ milikmu. Google akhir-akhir ini baru saja mengeluarkan data yang menyatakan bahwa 87% orang memakai HP mereka ketika dalam perjalanan dan 95% mencari informasi lokal melalui HP mereka.

Baca Juga: Cara Redirect Website dan Apa Manfaatnya

Itu tadi sedikit penjelasan tentang apa itu SEO Offpage, metode jadul dan metode kekiniannya dan kenapa Offpage SEO ini penting. Sekarang pilihan tinggal ada pada dirimu sendiri-sendiri. Mana yang menurutmu paling cocok untuk kamu pakai di websitemu. Atau, kamu bisa mencoba semuanya dan melihat hasilnya lalu memformulasikannya sendiri.
Artikel ini disponsori oleh Hostinger.co.id , penyedia layanan web hosting murah kelas dunia.



Kalo kamu sering browsing online atau hanya sekadar blogwalking, mungkin akan liat dua perbedaan mendasar pada beberapa situs yang tampil di halaman pencarian. Yakni menggunakan HTTP dan HTTPS. Bedanya gimana? Berdampak pada SEO gak, terus apakah blog semenjana juga perlu menggunakan  HTTPS? Let's see.

Saya pernah menulis tentang HTTPS yang sudah diterapkan di platform blogspot, tapi artikel ini tidak akan membahas ulang, melainkan efek dari penggunaan enkripsi HTTPS terhadap performa SEO. Jadi, setidaknya bisa menjawab apakah saat ini kamu butuh HTTPS/SSL untuk blogmu atau tidak.

Apa itu HTTPS?

Sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya kamu kenalan dulu sama yang namanya HTTPS. Basicnya, yang membedakan HTTP dan HTTPS adalah huruf S di belakangnya. Itu saja. Artinya adalah Security (Hypertext Transport Protocol Security).

Hal ini berguna untuk melindungi data pengguna (dalam hal ini pengunjung website) dengan membaginya dalam tiga lapisan.
  • Enkripsi, memastikan aktivitas user tidak dilacak atau menghindari pencurian informasi sensitif seperti kata sandi.
  • Data integrity, menghindari proses file corrupt pada saat file transfer dilakukan antara client dan server.
  • Authentifikasi, melindungi terhadap serangan siber dan membangun kepercayaan user karena adanya security sign (bisa kalian lihat ada gembok hijau di address bar browser)

Tapi, apakah penggunaan HTTPS/SSL memengaruhi hasil pencarian? Terutama terkait ranking, indexing dan impression.

Ranking Pencarian

Pada tahun 2014, Google mengumumkan bahwa mereka telah melakukan update terhadap algoritma pencarian dan memasukkan HTTPS website dalam parameter mereka. Ya, pada awalnya security masih dianggap sebagai sinyal kecil terhadap ranking pencarian, tapi mereka akan mempertimbangkan untuk memperkuatnya.

Nyatanya? Kalau kita lihat, hampir seluruh hasil pencarian di halaman pertama lebih mengutamakan situs dengan protokol HTTPS. Search engine suggestions say that having a secure site is must!

Pun kita bisa menyimpulkan secara sederhana aja kok, kamu coba search dengan keyword tertentu. Apakah hasil pencarian di halaman utama masih diungguli oleh protokol HTTP? Silakan buktikan di kolom komentar ya.

Situs dengan HTTPS/SSL
Address barbakal hijau kalo dah pakai HTTPS/SSL
 Saat ini, HTTPS masih bisa dianggap sebagai protokol paling aman untuk mengatasi berbagai serangan siber. Tapi, ada jenis protokol baru yang masih dikembangkan yakni HSTS (HTTP Strict Transport Security) dengan standar yang lebih ketat. So, simple aja sih. Saat ada teknologi yang bisa kita pakai untuk meningkatkan performa situs dan keamanan pengguna secara bersamaan, kenapa nggak?

Keamanan juga bukan hal sepele loh, untuk blogging, kita perlu HTTPS/SSL sebagai parameter yang digunakan untuk memudahkan pencarian. Membedakan situs yang 'lebih aman' dan tidak. Sebagai pembeda.

Fyi, ada banyak layanan pembuatan website yang bisa bantu kamu terkait HTTPS/SSL ini, salah satu rekomendasi saya adalah Hostinger. Kamu bisa membuat website sendiri dengan mudah dan aman. Selain itu, kamu bisa mendapatkan tawaran menarik dari Hostinger yakni pembelian sertifikat SSL dengan durasi lifetime. Seumur hidup loh. Harganya? Diluar perkiraan saya, ternyata nggak mahal kok. Kalo penasaran, kamu bisa cek di www.hostinger.co.id/beli-ssl

Kenapa saya merekomendasikan Hostinger?

Selain harga yang murah, saya senang dengan fleksibilitas. Hostinger menawarkan pembelian sertifikat SSL tanpa harus membeli domain/paket hosting di Hostinger juga. Hal ini berbeda dengan kompetitor lain yang selalu merekomendasikan untuk membeli paket hosting dan mendapatkan sertifikat SSL secara cuma-cuma atau gratis.

"Kalo kita sudah punya hosting di tempat lain, gimana dong?"

Saya pernah mengalami sebuh permasalahan yakni ketika saya menaruh website saya di provider hosting yang berbeda. Padahal saya membutuhkan sertifikat SSL. Apa ya saya harus migrasi hanya untuk mendapatkan sertifikat SSL saja? Kan kurang praktis.

At least, menurut saya, blog dengan protokol HTTPS/SSL sudah wajib adanya. Lagian, kalo memang serius untuk membuat konten, kenyamanan pengunjung kenapa harus dipermasalahkan? 

Good luck ya! Semoga artikel singkat ini bermanfaat buat kamu yang baru saja terjun atau sudah menyelam lama di dunia blogging. Yuk sharing-sharing santai di kolom komentar, kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa lewat komentar di bawah atau email saya di hello@jungjawa.com

Eits, kayaknya lebih enak di kolom komentar ya. Biar nda ribet.
Have a nice day!

Tepat satu tahun yang lalu saya menulis tentang sebuah catatan perjalanan blog ini. Kemudian tepat hari ini pula, saya membaca tulisan itu lagi dan menemukan hal yang seharusnya sudah saya lakukan sejak dari dulu. Helping people problems.

Saya menyukai dunia blogging, terutama terkait hal-hal teknis seperti data, kode dan desain. Tapi, bukan berarti saya mengesampingkan writing skills. Ya nulis, ya kadang bantu-bantu desain juga.

Seringkali saya menemukan blog yang boleh dibilang memiliki tampilan kurang memuaskan. Entah karena desain yang tidak tuntas atau pemilik blog tersebut tidak memiliki pengetahuan dasar untuk memperbaiki blognya sendiri.

Mungkin, sudah mencoba untuk memperbaikinya tapi gagal. Sudah membaca berbagai tutorial dan literatur tentang 'how to solve this and that' tapi-ya-ujungnya-nggak-ngerti-juga. Udah baca-baca dev.jungjawa.com juga nggak ngerti. Ya kalo ngerti dikit, lha kalo makin pusing?

Why? Karena memang pada dasarnya tidak semua orang menguasai segala hal. Well, I'm very lucky guy. Blogging yang sudah menjadi hobi ini membawa saya untuk sedikit demi sedikit bisa mendesain blog sendiri, walaupun hanya lewat blogspot.

Lha terus gimana?

Blogging adalah hobi dan mendesain blog menjadi hal yang menyenangkan. Bagaimana jika saya berbagi kesenangan ini? Sounds pretty good, right?

Nggak muluk-muluk sih, ya kalau ada yang bisa saya bantu terkait coding/desain blog di blogspot/Blogger bisa hubungi saya melalui Twitter atau hello@jungjawa.com. Saya nanti coba bantu aja dan carikan solusinya. Siapa tau bisa diskusi bareng, hal-hal baru yang enggak pernah kepikiran. Jadi, pengerjaan tetap kalian yang melakukannya.

Kenapa kalian yang ngerjain sendiri? Karena saya ingin kalian ikut terlibat dan belajar. Do it yourself, you shouldn't give up even if it's hard to understand. Ya, kalo cuman orang lain yang ngerjain, nanti ada masalah lagi kan nggak ngerti ya susah. Supaya blogger nggak cuman dipandang sebelah mata. Ibarat punya rumah tapi mau pasang TV/hal-hal simpel aja harus butuh bantuan orang lain.

One more thing

Apakah ada biaya untuk itu semua? Nggak. GRATIS. Saya memang ingin banyak blog yang bagus. Bagus kontennya, bagus desainnya, enak bacanya. Kalau kalian ingin menghargai bantuan saya, jangan berikan ke saya. Kalau dalam bentuk uang, bisa kalian donasikan. Sudah banyak crowdfunding enabler di Indonesia. Mungkin Kitabisa.com bisa jadi contohnya.

Terkadang hidup butuh kebaikan kecil yang tidak terasa itu sangat berharga untuk orang lain. Bukan perkara besar atau kecil bantuan yang kita berikan, tapi maukah kita membantu orang lain.

Thank you, as always, for reading


Hello...

Kayaknya sih baru kemarin sore saya posting tentang artikel yang ngebahas sharing-sharing di grup Whatsapp. Tapi ternyata sudah empat bulan yang lalu. Wasegileh... sudah empat bulan tak kunjung menulis lagi. Saya menjadi merasa malu.

Well, apa yang terjadi selama empat bulan ini memang tak lepas dari apa yang saya mulai 11 bulan yang lalu. Tepatnya bulan Juni 2017. Ya, sebuah ancang-ancang tahun lalu untuk saya lakukan di tahun ini.

Apa yang saya lakukan di tahun 2017 baru bisa saya dapatkan di tahun ini. Ya, tahun lalu, saya melamar ke salah satu perusahaan konstruksi dan alhamdulillah lolos. Hanya 2 minggu saya bekerja di Jakarta dan merasakan bagaimana hiruk-pikuknya menjadi 'anak kantoran'. Selepasnya saya harus berangkat ke site project, salah satu pembangkit listrik di Kalimantan Timur.

Kalo saya ingat lagi, keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma saat itu sungguh pagi betul. Selepas subuh saya harus ke Halim. Memesan Go-Car dan cuss ke bandara. My first early morning flight experience was started.

Agak kaget juga sih dengan penerbangan pagi, bahkan belum pernah terbang di pagi hari. Hehehe. Pun saya belum tau tentang seluk beluk bandara Halim. Ternyata, ya nggak jauh beda dengan bandara Husein Sastranegara yang memang sebuah pangkalan udara yang ada di dalam jajaran TNI Angkatan Udara.

Fyi aja sih, pada dasarnya bandara yang dikelola oleh TNI merupakan sebutan dari Pangkalan Udara. Jadi nggak perlu heran kalo bandara tersebut berada di dalam kompleks militer karena memang diperuntukkan untuk kegiatan kemiliteran dan pertahanan NKRI.

Terbang di pagi hari ternyata cukup menyenangkan dan saya punya beberapa tips untuk kalian yang akan melakukan penerbangan di pagi hari. Apalagi kalau ini adalah pengalaman pertama yang akan kalian lakukan. Check this.

Cari detil informasi rute transportasi menuju bandara

Sebelum hari H, saya sudah memastikan bahwa transportasi menuju  Bandara Halim Perdana Kusuma memang bisa menggunakan Go-Car. Pun saya juga jaga-jaga untuk kondisi terburuk apabila tidak bisa memesan Go-Car ke Halim. Sebab, banyak rumor yang terdengar bahwa taksi online dilarang masuk ke beberapa bandara di Indonesia. Ya daripada harus repot, saya juga melakukan konfirmasi ke driver mengenai hal ini.



Beberapa bandara juga punya moda transportasi tersendiri yang jauh lebih murah daripada menggunakan taksi online. Sebut saja Bandara Soekarno Hatta yang punya pilihan transportasi menggunakan bus. Jauh lebih murah daripada kalo kamu harus naik ojek online. Ini bisa jadi pilihan, kan?

Check in lebih awal atau sebisa mungkin check-in online

Hal yang paling susah dilakukan untuk penerbangan pagi, ya bangun pagi. Saat itu, saya was-was apabila sampai terlambat sampai ke bandara atau melakukan last call check-in. Bisa repot kalo mau urusan dengan administrasi bandara.



Makanya, saya lebih memilih melakukan check-in online untuk 'mempercepat' proses antrian check-in. Ya paling nggak, saya bisa memilih kursi tempat duduk untuk mendapatkan sunrise. Ah iya bener, keuntungan early morning flight adalah kita bisa mendapatkan momen sunrise yang bagus kalo cuacanya lagi cerah.

Alokasikan waktu yang cukup

Biasanya early morning flights nggak menghadapi delay yang justru sering terjadi di penerbangan siang dan sore hari. Tapi jangan lupa untuk hal-hal yang tak terduga seperti bottleneck di antrian check-in. Sebisa mungkin untuk datang minimal 30 menit lebih awal dari batas check-in di tiket yang biasanya satu jam sebelum penerbangan. Artinya, kita datang satu setengah jam lebih awal.

Apabila mau dibahas lebih detil lagi, banyak hal-hal menyenangkan sekaligus ndrawasi yang saya alami sebagai early morning flighter. Tapi ya daripada tulisan ini akan ngebosenin sampai kalian mengucap yawla yawla, ya saya akhiri sajalah. Toh kalo mau tanya-tanya dan diskusi lebih lanjut sudah ada kolom komentar yang tersedia sejak dulu kala.

Akhirul kalam, selamat bergabung menjadi early morning flighter!
Photo by Darrel Und from Pexels

Di era modern, keberadaan drone sangat dibutuhkan. Terlebih lagi di tahun 2018 ini hingga tahun-tahun ke depan. Harga drone 2018 yang cukup terjangkau jatuh pada merek dagang dari DJI. Produk drone dari DJI diakui secara luas memiliki kualitas unggul serta konsep desain yang dinamis. Berikut daftar drone terbaik yang diproduksi oleh DJI.

DJI Spark

Bagi kalangan pecinta fotografi maupun videografi, tentu sudah tidak asing lagi dengan nama DJI Spark ini. Selain harganya yang sangat terjangkau (6 juta sampai 8,9 juta Rupiah), drone ini juga terkenal sangat ringan. Bobotnya saja cuma 300 gram. Sedangkan radius kendalinya bisa dicapai sejauh 2 kilometer.

Ketika diajak bermanuver, drone ini mampu melaju dengan kecepatan 31 mph. Untuk keamanannya, terdapat sensor untuk mendeteksi adanya rintangan yang menghadang seperti jala, tembok, rantai, dan semacamnya. Dengan drone ini, Anda pun bisa melakukan tugas-tugas penting seperti memotret objek hewan liar dari jarak dekat.

DJI Phantom 4 Pro Obsidian

Sekilas, antara DJI Phantom 4 Pro dengan DJI Phantom 4 Pro Obsidian tidak berbeda. Tapi kalau ditelisik lebih jauh, baru kelihatan perbedaannya. Harga drone terbaru 2018 ini senilai 22,9 juta Rupiah. Salah satu kelebihan drone ini ada pada fungsi remote control-nya yang memiliki display atau tampilan dengan kualitas 1080p.

Dengan adanya tampilan layar yang begitu jernihnya, Anda pun tidak lagi memerlukan bantuan tablet atau smartphone ketika mau live view di lokasi tertarget. Proses monitoring untuk hasil foto maupun video juga bisa lebih mudah. Display 1080p tersebut juga mampu beradaptasi terhadap komposisi cahaya yang diterima.

Dengan bahan dari magnesium serta gimbal, maka body-nya pun lebih kukuh. Drone ini memiliki sensor CMOS 1 inci dengan resolusi 20MP. Sedangkan untuk pengambilan video, tentu diuntungkan dengan adanya kemampuan 4K per 60fps-nya. Ketika menggunakan burst mode, mampu menangkap 14 foto dalam satu detik.

DJI Mavic Pro

Kalau drone terbaik 2018 ini memiliki harga 20 juta Rupiah. Drone keluaran DJI ini sangat portable. Jadi mudah dipindahkan, disimpan, maupun ketika ditempatkan di ruang yang tidak besar. Kualitas foto yang ditampilkan memiliki resolusi 12MP. Sedangkan untuk kualitas videonya ditunjang resolusi 4K dengan durasi terbang yang lebih lama.

Desain DJI Mavic Pro sangat maksimal karena mudah dibawa dengan cara dilipat. Ketika diterbangkan, mampu menempuh perjalanan dengan kecepatan 65 kilometer per jam. Di dalamnya juga sudah tersemat GPS, Vision Positioning System, serta GLONASS. Jadi bisa meminimalisir potensi terjadinya tabrakan.

DJI Tello

Kalau harga drone 2018 ini bisa dibilang yang paling murah di DJI. Dengan modal 1,5 juta Rupiah, Anda sudah bisa bawa pulang ke rumah. Drone mini ini memiliki bobot hanya 80 gram saja. Meskipun murah, tetapi drone ini mampu terbang dalam waktu lama, yakni 13 menit. Tapi bisa dimaksimalkan menjadi 16 menit hanya dengan sekali pengisian.

Berhubung bentuknya sangat mini, maka mudah dioperasikan. Bahkan oleh pemula sekalipun. Tidak perlu pengaturan yang berbelit-belit. DJI Tello didukung oleh teknologi Intel Movidius Myriad 2 VPU yang membuat kontrol di tangan jadi lebih mudah. Hasil olah kameranya juga cukup bagus karena memiliki resolusi sebesar 5MP.
DJI Inspire 2 Kit

Nah, ini nih drone keluaran DJI yang paling mahal. Meskipun mahal, tapi banyak peminatnya. Alhasil, stoknya sekarang jadi langka. Salah satu toko online yang menjualnya adalah Bhinneka. Harga drone 2018 untuk satu unit DJI Inspire 2 Kit ini 106 juta Rupiah. Harga yang super, tentunya ditunjang oleh kualitas yang sama supernya.

Ketika diterbangkan, drone ini mampu berotasi hingga 360 derajat penuh. Durasi penerbangannya pun lebih panjang. Ketika berada di suhu ekstrem sekalipun, tidak akan membuat pergerakan drone ini kesulitan. Kecepatannya mampu mencapai 8 kilometer per jam. Bahkan bisa terbang tinggi sejauh 5 kilometer di atas permukaan air laut.

Semua daftar harga drone 2018 tersebut merujuk pada situs yang menyediakan drone terbaik, yakni Bhinneka. Ketika Anda meminati salah satunya, silakan kunjungi Bhinneka.com. Di sana, sering diadakan diskon khusus bagi yang sudah terdaftar sebagai anggota. Bentuk diskonnya juga variatif hanya untuk Bhinnekaners.

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018