Jung - All Post
Februari 2014 udah mau habis aja bro. Dan blog gue belum ada posting sama sekali ya? Berarti sekarang saatnya gue ceritain kenapa belum ada postingan di bulan Februari ini.

Pasti males nulis, iya kan?

Bukan, gara-gara sok sibuk jadinya gak nulis lagi bro. Biar dikira orang penting. Padahal gak penting-penting amat :D

Boleh ceritain gak 'sok sibuk' apaan?
Boleh, jadi gini ... Gue sebenernya adalah seorang super hero yang bertugas untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, namun semua berubah ketika negara api menyerang. Karena nggak ada yang namanya negara api, maka nggak ada penyerangan. Dan nggak ada penyerangan menyebabkan status gue bukan super hero bro. TAMAT.

Udah gitu doang? Serius?

Nggak bro. Jadi gini ... gue perkenalin tentang ...



Eco-Marathon adalah kompetisi tahunan diadakan sama Shell. Ada tiga tempat untuk event ini, yakni di Asia, Amerika dan Eropa.

Tahun ini diadakan di Manila, Filipina pada 6-9 Februari lalu.

Pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Asia dan timur tengah. Ada 105 dari 15 negara. Dan tahun ini Indonesia mendominasi SEM Asia 2014. Selengkapnya bisa dibaca disini.

Akhirnya Bengawan Team UNS bisa berlaga di SEM. Sebelumnya di 2013 gagal karena kabut asap di Riau. Event yang rencananya di gelar di Sepang International Circuit, Malaysia pun dibatalkan oleh Shell.

Dan alhamdulillah dengan usaha dan doa Samudra (nama mobil kami diatas) membawakan runner-up di Urban Concept Gasoline.
Alhamdulillah.

Oke akan gue share sedikit pengalaman tentang SEM kemarin.

Day 0 - We're ready for SEM


Sebagian dari Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin FT UNS 

Berangkat dari Bandara Adi Sumarmo, Solo pada 3 Februari dan memakan waktu sekitar 10 jam ke Manila dan transit dulu di Jakarta. Terimakasih buat teman-teman dari KMTM FT UNS yang mengantarkan tim. Waktu mau berangkat nggak diminta oleh-oleh cindera mata, tapi bawa pulang piala.

Mungkin ini adalah salah satu doa di kemudian hari.

Day 1 - Hello Manila!

Hari pertama sampai di Manila kami pake buat istirahat. Setelah perbincangan 'yes-no-yes-no' dengan mbak resepsionis Bayview Park Hotel akhirnya bisa tidur terlentang diatas kasur.

Menjelang sore kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat venue disekitar Rizal Park dimana nantinya di area ini SEM 2014 akan digelar.


Rizal Park 

Ibarat Indonesia, Rizal Park itu kayak Monas. Jantung kota 0 km nya gitu. Tapi kalo dibandingin sama Monas lebih bagus Monas. Hosh!

Dan kemarin di Starbak ada om-om gitu ngedeketin gue. Tapi untungnya ini bukan om-om nakal. Om ini baik dan suka menolong. Dia bilang suka banget sama Indonesia. FYI, dia orang Malaysia dan sudah berkelana ke beberapa negara di Asia. Dia bilang ya kayak gue pikir diatas tadi, Monas lebih baik dari Rizal Park. Hosh!

Beliau juga suka dengan wisata alam pantai di Bali, kebudayaan di Jogja (Jogja banget men!) dan kalo gak salah dia kepengen banget ke Bromo. Ish.. beliau belum nyoba mencicipi Kota Solo sepertinya.

Balik ke cerita gue.

Setelah jalan sore akhirnya saatnya pulang, sebelumnya ke Sevel dulu biar dibilang anak gaul. Padahal cuman mau beli air mineral.

Oh iya pertama ke Manila rasanya gak beda jauh dari Indonesia. Lingkungan, wajah orangnya dan bahkan suasananya. Tapi yang paling nyesek adalah saat wajah yang 100% Indonesia ini dikira orang Malaysia. Ya emang sih serumpun.

Dan yang 180 derajat banget saat pas naik supir taksi, eh maksudnya naik taksi. Bukan supirnya dinaikin loh ya. Kami dikira orang Korea.

Hah? Anyonghaseo...

Manila hampir mirip sama Jakarta. Tetep aja banyak gelandangannya diamana-mana. Dan menurut gue disini gelandangan lebih banyak dan bebas daripada di Jakarta.

Kesimpulannya, Manila bukan destinasi yang bagus kalo ke Filipina.

Day 2 - Competition Will Begin

Hari kedua di Manila kami sudah memiliki agenda untuk team registration dan unpacking Samudra. Registrasi sendiri dilakukan di siang hari. Kemudian lanjut ke paddock. Jadi paddock itu kayak workshopnya gitu. Sebelum registrasi, pagi harinya kami sempet keliling venue SEM 2014. Memperhatikan jalanan.


Street Circuit for Shell Eco-marathon Asia 2014 

Akhirnya kami ketemu lagi sama Samudra setelah satu bulan berpisah.

Iya. Pengiriman.

Jadi dari Indonesia ke Manila itu pengiriman barang nggak sebentar. Satu bulan bro.

Mungkin karena Tiki nggak buka cabang di Manila jadi lama ya pengirimannya?

Setelah brief dan team registration selesai, semua tim dipersilahkan untuk ngurusin mobil. Kira-kira sampe jam 7 malam semua selesai.

Dinner di Tentcity dan balik ke hotel dan mempersiapkan hari esok.


Samudra, unpacking 

Day 3 - Struggling to Escape

Sama kayak di IEMC kemarin di Surabaya, sebelum race harus ada scrutineering dulu yah inspeksi teknis kelayakan bagi mobil sebelum race.
Pagi-pagi kami mulai mempersiapkan Samudra untuk technical inspection. Tujuannya adalah agar cepat lolos scrut dan race.

Tapi ternyata untuk lolos inspeksi teknis nggak gampang bro. Banyak tim lain yang belum siap dan harus bolak-balik ke area inspeksi gara-gara nggak lolos.

Samudra juga, hari ini kami nggak lolos inspeksi di bagian braking, bulkhead dan safety pressure valve.

Akhirnya kami mencoba berkoordinasi dengan tim. Karena ada part yang perlu dibeli akhirnya kami berencana membeli part hari itu juga.

Malamnya kami pergi ke Robinson Mall untuk nyari spare part yang kami butuhkan.

Nggak kayak dirumah sendiri emang. Toko kelontong, toserba, toko bangunan, otomotif kalo di Indonesia gampang banget di temuin. Disini kalo mau beli begituan harus ke mall bro.

Malamnya kami menuju Robinson mall jalan kaki bro. Sekitar 1 jam jalan kaki akhirnya sampe ke Robinson. Baut-baut kaki sepertinya udah kendor semua.

Dan menuruti insting supermarket akhirnya kami menemukan toko yang dicari.

Oh iya, kalo di luar negri atau jalan-jalan ke manapun offline maps berguna banget. Dan terbukti ampuh adalah Maps dari Nokia. Jempol lah sama navigasinya.

Sebelum masuk mall tadi satpam disini pake laras panjang bro.
Ada security check juga.

Yang pasti lebih ketat daripada di Indonesia

Kenapa?
Katanya disini banyak gangster gitu bro. Dan perdagangan senjata api disini bebas.

Ya gitu deh.

Balik ke hotel menggunakan taksi.

Supir taksi kali ini gokil banget. Saat kami bilang kami berasal dari Indonesia dia kaget.

Ditanya kenapa.. eh ternyata menurut dia Indonesia terkenal dengan terorisme. Duh!

Day 4 - Ready for race!


Good morning SEM!

Hari keempat.

Setelah sarapan pagi kami langsung ke paddock dan mempersiapkan segalanya.

Kami belum lolos inspeksi teknis.

Segalanya sudah dipersiapkan.

Lolos inspeksi.

Alhamdulillah.

Sore harinya kami mempersiapkan untuk race pertama kalinya.

Samudra pun mengaspal di Manila.

Yeah!


Samudra mengaspal di Manila 

Day 4 selesai~

Day 5 - Final Day!

Ini adalah hari terakhir kompetisi dan kami masih memiliki 4 kesempatan race.

Harus dimaksimalkan.

Namun segala yang direncanakan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kami sempat mengalami masalah teknis saat race. Mulai dari masalah engine sampai segala hal di lintasan.

Gue sempat jalan ke Pedro Gill bareng Mark untuk nyari rantai motor. Oh iya, gue punya kenalan dari Institut Mapua. Dan ternyata salah satu anggota tim mereka berasal dari Timor Leste dan bisa berbahasa Indonesia. Namanya Elly, dia lagi sekolah disini.

Dan Mark ini adalah rekan satu tim Elly.

Di Pedro Gill akhirnya nemu rantai yang di cari dan dibanderol seharga 500 peso, sekitar 150 ribuan lah.

Dan gue sempet naik Jeepney untuk ke Pedro Gill. Jadi gini, Jeepney itu kayak angkot namun unik. Coba searching aja deh di Google.

Dan Jeepney adalah transportasi yang murah banget di sini. Cuman kalo naik ini ada sensasi miring kanan miring kiri gitu.

Sebelumnya kami naik tricycle karena di Luneta Park (area sekitar Rizal park) nggak ada rute Jeepney.

Tricycle disini ilegal. Namun nggak ada tindakan dari aparat karena jumlahnya begitu banyak.

Kenapa ilegal?

Karena dibalik mereka ada geng-geng gitu.

Dan tricycle ini gak bener banget. Aturan rambu lalu lintas sampai traffic light pun dilanggar.

Selain itu harganya mahal jauh banget dibandingkan Jeepney.

Singkat cerita kami balik ke paddock dan melanjutkan sisa race yang ada.

Alhamdulillah 5 kesempatan kami dapatkan seluruhnya.

83 Km/L pun kami dapatkan. Alhamdulillah.

Diatas kami ada Universitas Indonesia dengan 301 km/L.

Salut!




Alhamdulillah
Dengan hasil di atas kami berhak atas runner up atau juara kedua di kategori UrbanConcept Gasoline.

"Bangga mampu mewakili Indonesia dan bersaing dengan negara lain dalam sebuah kompetisi. Semoga dari kompetisi ini kami mampu membawa perubahan pada negri ini"
















Halo sob. Sudah mau akhir Januari aja nih, apakabar resoles tahun baru 2014 nya? Udah sampe mana nih..? Tetap semangat ya!

Kali ini gue bakal sharing tentang concept desain. Seperti yang kalian baca diatas, moga-moga aja semuanya udah baca judul. Kita akan ngebahas Whatsapp nih. Udah pada tau Whatsapp kan?

Bagi yang belum tau nggak papa kok. Diperbolehkan Googling dulu 'apa itu whatsapp'. Silahkan.

Semarphone

Bagi kalian yang punya semarphone. Ituloh hape-hape yang punya layarnya gede katanya namanya semarphone.

"Loh Jung! Lo typo tuh!"

Eits.. bentar dulu sob. Apakah salah gue nulis semarphone? Coba kita bongkar katanya. Semarphone adalah gabungan antara Semar dan phone. Dimana semar dipewayangan Jawa digambarkan sebagai sosok yang gembrot besar dan tambun. Nggak salah kan sama bentuk fisik hape sekarang? Hehe...

Oke sob, disini gue gak bakal ngebahas tentang pewayangan Jawa. Sebab gue bukan dalang. Sekian.

Balik ke topik tentang Whatsapp.

Kenapa menggunakan Whatsapp?

1. Simpel
Whatsapp menawarkan chatting  dengan aplikasi yang ringan. Tentu saja dengan semakin ringan maka akan semakin cepat.

2. Banyak Platform
Nah Whatsapp mulai dari Symbian sampe iOS bisa make. Dan lebih dari itu, Whatsapp akan mengenali nomer handphone. Gue suka fitur ini. Plus kalo mau agak ribet sedikit bisa dipake di PC loh.

3. Pengguna
Kebanyakan semarphone sekarang udah make Whatsapp. Gara-gara tarif sms melunjak maka pengunaan mobile data  semakin meningkat. Maka dari itu gue pilih Whatsapp.

Itu alasan gue make Whatsapp.

Dan saking sukanya sama Whatsapp, gue iseng-iseng bikin konsep desain Whatsapp untuk Android 5.0. Kenapa Android? Maklum gue makenya ini. Hehe...

Terinspirasi dari Google dan Flat UI, gue bikin desain kayak gini. Kalo dipikir-pikir dimana Flat Designnya?

Entahlah yang jelas ini cuman kerjaan orang yang nggak punya kerjaan sembari iseng bikin kerjaan biar dibilang orang sibuk kerja padahal kurang kerjaan. Jika ada komentar, saran atau kritik bisa di submit di kolom komentar dibawah kok.

Desain ini masih banyak kekurangannya. Silahkan dikritik dengan sadis. Sekian dan terima kekasih!








Regards
Jung
Judul postingannya udah ngeremehin aja nih. Eits..!! Jangan salah dulu sob karena bisa jadi maknanya berbeda. Biar nggak salah dibaca dulu postingan ini dengan baik dan jangan diabaikan. Yuk mulai!





Logo dibedakan jadi dua yakni logotype dan logoface. Gue cari di Google sih gitu.

Apa itu Logotype?

Jadi, logotype itu adalah desain logo yang isinya text. Ya secara kasat mata adalah font. Namun tetep ada maknanya dan bikin dia unik. Kayak contohnya Nokia, Microsoft dan FedEx. Nah kalo FedEx ini ada tanda panah diantara E dan X. Gitu.

Kalo Logoface?

Ini hasil dari Google juga nih. Kalo logoface itu logo yang berbentuk/shape. Contohnya logo Apple gitu. Ada juga kayak logonya Ferrari alias kuda jingkraknya. Dan biasanya logoface bernilai sangat kece kalo bisa ada logotype didalamnya. Nah lo maksudnya? Ya contohnya kayak yang gue dapet disini.

Simply awesome!
Menurut gue logo itu ada dua jenis. Iseng aja perhatian sama logo sampe badan aja nggak keurus, jadi kurus kan?

#1 Logo Resmi (Authority)

Logo pemerintahan biasanya lebih kompleks dan logonya berasa dalem (dalem?) serta punya banyak makna dan rumit. Tapi memiliki kesan official atau resmi. Dan nggak semua logo pemerintahan itu rumit. Yang simpel contohnya logo PNPM Mandiri. Enak dilihat banget dari komposisi warnanya.

Logo Pemerintahan

#2 Attractive Logo

Logo selain pemerintahan. Logonya simple dan menarik. Selain itu mudah diingat. Logo kayak gini biasanya milik perusahaan atau industri kreatif. Warnanya nggak ribet dan mudah diinget maknanya. Contohnya Nike, Addidas, Apple, Nokia, NatGeo dan sebagainya.




Dua jenis logo tersebut sama-sama memiliki makna dan proses dari awal sampai hasil jadinya. Dan biasanya prosesnya nggak gampang untuk melahirkan sebuah ide. Perlu kerumah sakit dan hamil 9 bulan dulu. Gitu.

Seorang desainer logo dituntut punya kreativitas yang tinggi. Tapi dilihat dulu karya yang udah dibuat, kadang terlalu banyak inspirasi bisa menekan kreativitas dan keaslian (orisinilitas).

Bahasanya susah ya? Iya susah. Hidup udah susah ditambah yang nulis postingan bikin tulisan yang susah dibaca, ditambah ngelantur kayak gini pasti pembaca udah ngomel dan pusing maksud tulisan ini apa. Bubar deh bubar!!

Jadi ada baiknya jika ngedesain logo diimbangin porsi inspirasi dan pengembangan ide. Nah kan mulai susah lagi nulisnya.

Intinya jangan sampai 'seperti' menjiplak karya orang lain.

Maksudnya?

Ya, jangan bikin presepsi orang mengatakan
"kok logonya mirip sama ...bla... bla... blaa..."
Gitu.

Caranya?

Ya imbangin aja antara porsi inspirasi dan pengembangan ide. Sebenarnya ada prinsip reverse engineering atau ATM (Amati Tiru Modifikasi) tapi tetep aja sebagai manusia biasa kita juga wajib nih ngehargain karya orang lain. Atau kalo mau enak bisa gini 'design based on.. bla bla bla'.

Bikin logo nggak sederhana. Bisa gampang bisa susah dan ini tergantung brief dan tujuan dari logo tersebut. Kalo mau jadi desainer Top Markotop ya harus punya kemampuan lebih terutama mendengarkan klien. Yang susah dan bikin pusing kalo pelanggan kita tadi suka ngeyel dan keukeuh sama konsepnya dia. Seolah dia ngerti bikin logo yang bener. Padahal kalo dilihat lagi bisa aja maknanya logo tadi bergeser ditambah komposisi warna yang bikin mata kliyengan.

Terus gimana?

Ingat pembeli adalah raja. Kita hormati kata-katanya karena kita adalah desainer yang mau belajar dan pengen lebih baik kan? Bisa aja dia ngasih masukan yang nggak pernah kepikirin sebelumnya loh.

Kesan pertama dalam dunia desain bakal bikin audiens atau target bakal tercuri perhatiannya ke logo kita. Kalo gue lebih seneng bikin logo yang minimalis. Kesederhanaan dalam kemewahan. Nah lo!

Mengutip dari bio akun Twitternya @jokowi_do2 juga tentang kesederhanaan. Emak gue juga bilang harus hidup sederhana. Kalo Bapak bilang 'uripo sak madyone, sing penting nyukupi dinggo urip'. Dua wejangan tersebut kalo dijabarin bisa panjang banget, lebih panjang dari Sabang sampai Merauke deh. Pokoknya wejangan tersebut gue pake dalam hal ngedesain.

"Jadi desainer harus mau buka telinga, buka mata dan buka hati"

Buka telinga

Ini artinya mau dikritik dan mau mendengar saran. Desainer udah selayaknya mendengar lingkungan bukan maunya untuk didengar aja. Buka telinga juga jangan lebar-lebar. Disaring dulu jangan ditelan semua. Ambil yang baik dan olah yang baik tersebut.


Buka mata


Kalo telinga udah kebuka saatnya ngebuka mata. Apa sih yang harus kita lakukan. Mata harus kita buka lebar agar mampu mengubah bukaan telinga tadi. Disini seorang desainer harus sebisa mungkin bikin kliennya puas dengan baik. Jangan memaksakan pendapat pada klien. Manut aja yang penting klien paham asal nggak keluar dari jalur. Ngerti kan?




Buka hati

Udah buka indra fisik selanjutnya adalah batin. Kritik pedas dan tekanan mah udah biasa. Hadapi aja. Sebenarnya kritik atau saran itu baik positifnya cuman cara kita menyikapinya kok. Kalo pinter nyikapinnya pasti enak. Nggak jadi kebawa suasana dan kinerja kita nggak kehambat. Buat hati kita selapang-lapangnya. Tanamkan 'Monggo dikritik'. Gitu aja.

Sabar. Jadi desainer harus sabar.

"Sabar itu nggak ada batasnya, begitu juga dengan kreativitas"

Bikin logo butuh proses biar dapat logo yang unik dan orisinil. Bukan plagiarisme. Logo mah kalo dimata klien atau orang awam dilihat ya visualnya aja. Belakang-belakangnya nggak. Padahal logo yang baik punya kriteria kayak gini:
  • Sederhana 
  • Konsisten 
  • Mudah diingat 
  • Unik 
  • Bisa dipake dimana aja 
Jadi tujuan logo itu ya kalo orang lihat bakal bilang gini
"Oh itu logonya Krupuk Udang Dibalik-balik..."
Gitu.

Shape atau bentuk dari logo bukan segala-galanya, biasanya yang dibelakang logo itu yang bikin bagus yakni ide. Juga informasi atau tagline dari logo tersebut tersampaikan. Kayak logo Nike, just do it!

Desainer grafis memikirkan apa yang nggak dipikirin sama orang lain. Apa susahnya bikin 3 bar kayak Adiddas? Semua orang bisa! Tapi apakah semua orang kepikiran? Nggak! Udah gitu logonya menarik. Ya harga selangit.

Logo nggak cuman bicara masalah bentuk atau komposisi warna sob. Percuma banget lah kalo logonya rumitnya melebihi kusutnya kasus Wisma Atlet tapi konsepnya nggak ngena ke audiens. Kayaknya audiens cuman dikasih waktu 3 detik buat 'ngebaca' logo tersebut. Lebih dari itu ya gagal.


Source
Coba perhatikan logo Yahoo!
Ini search engine siapa kita..?!!
Berani marahin dan nyuruh-nyuruh pake tanda seru..!!!
Tapi dibalik itu Yahoo! bikin logo yang unik dan kalo kita ngelihat logo tersebut pasti ada intonasi gegara susunan huruf o dan o nya. Jadi kayak 'Yahuuuuuoo...!'

Yak kurang lebih begitu.
Berikut adalah beberapa contoh logo desain yang pernah gue bikin. Ya namanya juga amatiran, masih perlu banyak revisi dan belajar. Beberapa emang kerjaan iseng dan pastinya jauh banget sama desainer-desainer profesional yang sudah ngerti konsep dan trik-triknya. Silahkan dilihat-lihat dan jangan lupa kritik atau saran di kolom komentar. Terimakasih banyak sudah berkunjung!


Postingan ini gue tulis berkat tweetnya bang @timbulgalih "Desain grafis bukan desain gratis"


Jadi kalo desainer harus dibayar?

Seorang desainer harusnya diapresiasi (gue ga bilang dibayar) atas hak cipta dengan apa yang udah dibuat. Yang paling rendah adalah apresiasi dalam bentuk ucapan terimakasih atau 'thank you'. Dan yang paling parah adalah nggak ngucapin sama sekali.


Tapi apakah seorang desainer harus diberikan apresiasi?

Dibawah ini ada sedikit cerita, dibaca dulu sob.

"Jon, besok kan mau ada event nih perusahaan gue. Tolong bikinin poster yak!"
"Oke bisa, gue sempetin deh. Project briefnya kayak gimana?"
"Ah pokoknya bikin yang keren. Terserah loe deh mau gimana. Soal brief loe bikin sendiri aja"
"Iya deh iya.."

Dengan berbekal 'terserah loe', Jono mengerjakan poster tersebut. Kemudian besoknya Tono (temennya Jono tadi) nanyain poster itu.

"Gimana Jon? Udah jadi?"
"Belum bro. Masih dikonsepin"
"Minggu depan bisa selesai kan?"
"Iya deh iya..."

Kemudian Jono lembur tiap malam untuk mencari konsep yang sesuai dengan event Tono tersebut. Kenapa Jono lembur? Ia tidak diberikan konsep yang jelas dan project brief nggak ada dan itu bikin susah.

Seminggu kemudian..

"Nih Ton posternya" Jono menyodorkan laptopnya
"Loh kok simpel gini? Kurang menarik Jon!"
"Lah menarik gimana, ini supaya event loe kelihatan jelas dan tersampaikan ke orang lain kan?"
"Iya tapi nggak ada seninya, tapi gak papa deh ntar gue utak-atik sendiri. Thanks ya!"

Setelah mencolokkan flashdisk, Tono pun pergi meninggalkan Jono begitu saja.

Lah?


Kesimpulan

Cerita diatas bisa jadi gambaran desainer grafis. Kadang nggak dikasih brief tentang project dan hanya berujung kata 'thanks'.

Well, untuk awalan emang gak masalah. Mau ngebangun reputasi dengan menggratiskan karya terlebih dahulu atau emang itu prinsip, it's okay. Tapi sebagai klien atau 'orang yang minta tolong' ada baiknya nggak menggeneralisasikan prinsip gratis tersebut. Seorang desainer selalu menyangkut hak cipta. Dan hak cipta harus diapresiasi. Apa jadinya jika sewaktu event si Tono banyak yang bilang gini

"Wah Ton, poster lu kurang jelas kemaren. Gue sempat kesasar kesini"
"Iya Ton. Bahkan waktu eventnya ditulis kecil-kecil. Susah liatnya kalo mata udah 'sepuh' gini nih"
"Lain kali jangan ngedepanin seninya aja ya Ton kalo pesen desain poster. Siapa sih yang bikin?"
"Eh, iya maaf. Yang bikin temen gue sih. Hehe..."

So, he blames that mistakes to Jono. Padahal desain posternya udah dirombak sama Tono. Disini Jono udah kerja keras, tanpa apresiasi dan jadi turun reputasinya. Mungkin nggak kayak gini juga ya skenarionya? Tapi bisa jadi.

Banyak orang memandang sebelah mata arti seorang desainer. Mungkin mereka memandang kerjaannya cuman di depan laptop atau komputer, bergelut dengan Photoshop, CorelDraw, Ilustrator dan sebagainya.

"Tutorialnya udah banyak di internet gratis lagi..."
"Lagian seorang desainer pasti suka ngelakuin hobi nggambarnya kok..."
"Yah diminta tolong dikit gak papa lah..."


Terus apa tanggapan seorang desainer?

Tutorial gratis?
Yaudah bikin sendiri aja. Belajar sendiri.

Karena hobi?
Desainer juga manusia. Punya kehidupan selain hobi.

Cuman di depan laptop?
Meluangkan waktu berjam-jam untuk mencari ide dibilang gampang?
Nggak.



Logo Nike

"Logo Nike cuman checklist gini aja harganya berjuta-juta?"

Diatas ini adalah tanggapan kalo dia bisa lebih baik daripada yang orang lain lakukan. Sebenarnya desain grafis adalah tentang simplicity.

Ya benar! Seorang desainer grafis sebenarnya membuat beberapa paragraf menjadi sebuah logo, poster, banner yang mudah dicerna oleh orang lain dan dipahami dengan cepat.


a picture is worth a 1.000 words

Nggak usah heran kalo di Indonesia desain banner, baliho, poster tiap tahun kayak gitu-gitu aja. Nggak berkembang cepat. Ya itu tadi, minim apresiasi. Untuk berkembang butuh modal, gimana mau berkembang kalo gak dikasih modal?


Sampah visual

Padahal uang Rp. 50.000 buat bikinin poster sama Jono udah murah banget. Dan tentu sedikit apresiasi buat Jono bisa bikin dia termotivasi.

Kreatif bukan hal mudah yang didapat sejak lahir. Pola pikir dan proses berpikir kreatif dengan latihan terus meneruslah yang membuat seseorang bisa disebut kreatif. Mereka menolong orang lain dalam hal desain, tolong balik dengan menghargainya.


Loh berarti desain grafis harus dibayar?

Sekali lagi terserah, tapi yang jelas harus diapresiasi. Contohnya kalo loe minta bikinin desain Web. Hak ciptanya tetep desainer. Atau bahkan sang desainer boleh ngiklan gratis di web tersebut.
Adil kan?

Gue sendiri bukan anak DKV atau semacamnya. Tapi gue respek dengan karya mereka. Hidup akan lebih berwarna jika ada yang mewarnai bukan? Itulah mereka.

Kalo boleh cerita tentang pengalaman di bidang desain grafis jujur sangat minim. Pertama kali pegang komputer pas kelas 1 SMP. Itu komputer lab sekolah. Wah udah seneng banget pegang microsoft office beserta assistantnya.

Ini asisten yang kalo di klik bisa joget-joget
Kemudian kenalan sama Corel.

"Hai Mbak Corel boleh minta nomor hapenya nggak?"
"Boleh, tulis disini nomer hape kamu ya. Nanti aku sms"
"Oke mbak.."

Sejam kemudian ada sms masuk.
Nomor Anda telah diisi dengan nomor seri voucher 101933283429402. Hub *1445# bisa pesan tapi nggak dianter dari Ke Ep Si Fresh Chicken

Ternyata sms diatas dari MKiso. FYI ajasih, Mbak Corel itu adalah tukang konter pulsa. Biasanya suka mintain nomer orang. Nomor rumah misal.

Udah becandaannya. Lanjut lagi gue cerita.

Kalo nggak salah pertama make Corel 11. Dengan dasar pengen ngebantuin orang tua, gue belajar layout offset dikit-dikit. Diajarin oleh Bang Amat selama tiga hari dirumah.

Bang Amat ini kerjanya ngelayout (tukang layout) dan Bapak sering pesen tempat beliau. Jadi udah kenal lumayan dekat. Gue diajarin selama tiga hari berturut-turut nggak makan, nggak minum dan nggak mandi. Kayaknya terlalu didramatisir?

Awalnya sih mau latihan berbulan-bulan. Tapi tiga hari aja udah bikin gue nggak makan, nggak mandi dan nggak minum, apalagi satu bulan. Lagian dulu gue lagi ada kompetisi bola kaki bergengsi, tingkat kampung. 

Setelah nggak diajarin sama Bang Amat, gue belajar otodidak.
Tanpa tutorial sob.

Maklum pas masih SMP gue belum kenal yang namanya internet. Tiap pulang sekolah gue ceklak-ceklik sendirian didepan komputer tabung CRT. Dulu belum punya laptop. Harganya masih mahal. Mending beli sendal sob, buat kompetisi bola kaki.
Lah kok sendal?
Sendalnya dijadiin tiang gawang.

Ini beberapa desain yang menurut gue udah wah banget (beberapa tahun yang lalu). Cuman yang kesimpen ya desain pas SMA, waktu SMP dikit banget yang ke save. Nggak! Soalnya waktu itu nggak tau caranya ngesave hasil desain ke format JPG. 

Ini desain paling keren. Tingkat ke alay-annya 1000%
Ini desain buku MOS, walaupun gak kepake sih
Dilihat diatas ternyata masa SMP gue adalah masa alay. Ya bisa dipahami dari desain yang gue bikin. Sumpah keren!

Kemudian desain gue berkembang dikit bisa nambah-nambah drop shadow pas SMA. Tapi tetep aja menurut gue itu adalah desain paling keren (waktu itu). Di SMA juga ditawarin bikin buku MOS, dua kali sempet bikin. Dan alhamdulillah nambahin uang jajan ke kantin. Ya ala kadarnya lah desainnya.

Sampe akhirnya pas kuliah gue agak dikit vakum belajar desain. Tapi masih disempetin hal-hal kecil. Walaupun jarang dan kemampuan nggak nambah, gue tetep nyoba nambah kemampuan gue.

Ini dibikin pake CorelDraw

Ini iseng-iseng bikin #OfferingTweet
Ini juga sama kayak diatas, #OfferingTweet

Logo yang dibikin pas SMA

Buat liga bola kaki pas SMA, iseng-seng gue bikin logo kompetisinya

Ini dibikin di CorelDraw, iseng aja.

Maka dari itu gue pengen mendedikasikan blog gue untuk dunia desain, khususnya desain grafis. Semoga apa yang gue tulis dan gue post disini bermanfaat buat orang lain dan membuat gue semangat untuk lebih belajar lagi. Gue sangat mengharapkan bantuan kalian sob. Kalo ada request, kritik dan saran untuk blog ini bisa loe tulis di kolom komentar. Ditunggu ya!


Regards
Jung



Nulis di blog itu nggak kayak nulis di Twitter. Blog lebih banyak menuangkan pemikiran kita loh. Beda sama Twitter atau Facebook yang cenderung dibatasi oleh penggunaan jumlah karakter. Ada sih beberapa blog yang masih rutin dan rajin aktif, namun nggak sebanyak Twitter. Mungkin karena mikroblogging lebih enak dan lebih mudah. Tapi ada satu hal yang nggak pernah surut dari blog, yakni penggunanya. Misalnya Friendster udah shutdown kan?

"Blog itu asik, tapi tergantung asiknya darimana. Blog itu rame, tapi tergantung ramenya dimana. Blog itu penuh inspirasi, tapi tergantung inspirasinya dari siapa"
Friendster dan mIRC misal udah ga ada suaranya lagi, ada sih ada tapi user mereka sudah semakin berkurang. Kalo kita bicara blog, banyak banget penulis yang menginspirasi dan tulisannya patut untuk ditunggu. 

Seorang blog creator dituntut untuk membuat blognya hidup. Sebab blog adalah salah satu cara mereka bikin branding bahwasanya mereka adalah blogger. Sebagai contoh jika seorang blogger adalah penulis, maka content dari blog pasti memuat tulisan berkualitas yang menunjukan 'Hello! I'm your mom's favourite writer' atau mungkin contoh lainnya adalah seorang visual artist yang bergelut di bidang ilustrasi. Tentu ia akan memberikan portofolio terbaik bagi pembaca blognya. 

By the way, bicara blogger rasanya nggak cukup kalo nggak ngebahas +Uni Dzalika. Yap! Partner in crime saya untuk memprakarsai #30DaysSaveEarth. Keseriusannya ngeblog bisa kamu liat di unidzalika.com And we have something new for everyday!

Uni Dzalika atau akrab dipanggil Uni, adalah seorang blogger yang aktif bergabung di berbagai komunitas seperti WordsOfPoetica, Bookaholicfund, Warung Blogger, Lovaboration, dan Jamban Blogger. Selain itu ia juga berperan aktif sebagai reporter di Notif Magz. Konsistensinya menulis dibarengi dengan beberapa karya yang masuk ke dalam 'buku keroyokan' seperti Kata Berdansa, Antologi Benci, Lembar cinta pada tahun 2013. Gue sempet ngobrol dengan Uni tentang bagaimana dia terus tetap fire up dan tetap konsisten menulis.

Kalo boleh tau, Uni Dzalika itu seperti apa?

Just called me Uni, which is in bahasa Padang mean 'sister'. Kesibukan saya menjadi tour guide atau pembawa acara panggilan, serta menulis. Sebenarnya dua hobi tersebut adalah dua sisi yang berbeda, di mana menulis membuat saya menjadi lebih introvert tapi yang lainnya mengharuskan saya extrovert dalam berkomunikasi. Saya selalu berusaha menyeimbangkan dua perbedaan tersebut.

Blogger sendiri kan harus kreatif nih. I mean, gimana sih caranya biar terus fire up, terkadang kan kita ketemu something yang nggak bisa kita jelasin, semacam mind block lah.

Konsentrasi saya adalah di bidang menulis dan saya tidak memiliki konsep apa pun. Saya hanya butuh kesendirian untuk menuangkan ide saya dalam bentuk tulisan. Tidak harus selalu dalam situasi yang sepi, yang penting adalah saya merasa sendiri. Ketika semua tulisan selesai, saya bar mengeditnya. Selain itu saya selalu menghabiskan waktu untuk membaca beberapa buku dan menulis setiap hari sesegera mungkin

Oke sih overall cara lu banget. Tapi apakah ada nih intrik lain untuk ngedapetin inspirasi semacam who are your main inspiration?

I don't know. Saya tidak perlu menjaga hal tersebut karena saya selalu bersemangat dalam segala aktivitas. My inspiration? My dad, but he passed away already.

Terakhir nih.. Ada upcoming project apa lagi yang bakalan kamu kerjain?

Rahasia :)). Doakan saja semua yang sedang saya kerjakan lancar dan kalo buku-buku saya sudah ada di toko buku, bantu promosikan. Gitu aja sih.

Image credit: unidzalika.wordpress.com


#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove yout existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 
Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2013 (KKAI 2013) baru selesai digelar. Setelah kemarin nulis postingan tentang Indonesia Energy Marathon Challenge 2013 (IEMC 2013), sekarang gue bakal ulas lagi kompetisi nasional tingkat mahasiswa.

KKAI adalah kompetisi dimana para pesertanya merancang dan membuat kincir angin mulai dari tiang, generator sampai pada disain blade (sudu) dari kincir angin itu sendiri. Ini adalah tahun kedua kompetisi ini. Yang mana tahun lalu tempat kompetisi masih sama, di Pantai Baru, Pandan Simo, Bantul, Jogjakarta.

Kompetisi KKAI 2013 berlangsung pada 1-3 Desember 2013. Nah dengan skala nasional seluruh universitas di Indonesia tentunya ini merupakan ajang bergengsi. Tiap universitas pasti berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Alhamdulillah tim dari kampus gue lolos lagi tahun ini. Suatu kebanggaan melihat teman-teman berjuang atas dasar nama almamater. Kampus kamu ikutan juga nggak? Kalo belum, tahun depan ikutan ya!

Dari UNS sendiri diwakili oleh @bengawan_energy. Wah sekarang nama Bengawan sudah menjadi trademark tim-tim dari UNS ya. Sebelumnya kan ada @bengawanteamUNS yang bergerak di bidang otomotif. Balik lagi ke KKAI 2013, selama tiga hari kompetisi setiap tim harus siaga untuk kincir angin mereka. Mulai dari kincir yang tidak mau berputar, bahkan sampai menjaga dari terjangan ombak. Hehe...


Gue sempat berkunjung ke Pandan Simo pada hari Minggu (1 Desember 2013) untuk mendukung teman-teman yang ikut berkompetisi. Dengan melihat kompetisi ini, jika pemerintah mau mengembangkan kreativitas dan daya juang mahasiswa, gue yakin Indonesia mampu menjadi green country dengan renewable energy. Indonesia itu memiliki garis pantai yang panjang sob, sangat mubazir jika tidak digunakan semestinya.

Setelah tiga hari kompetisi, tibalah saat pengumuman juara. Dan hasilnya alhamdulillah, @bengawan_energy mendapatkan posisi runner-up. Di posisi pertama adalah Universitas Sanata Dharma. Dengan ini ada dua trophy runner-up yang didapatkan Bengawan Team, yakni IEMC 2013 dan KKAI 2013. Alhamdulillah.


"Kalah tak menyerah. Menang tak jumawa"


Link berita.
http://nasional.sindonews.com/read/2013/12/04/15/813384/usd-juara-juri-nilai-karya-di-kkai-belum-maksimal
http://www.solopos.com/2013/12/04/universitas-sanata-darma-juarai-kompetisi-kincir-angin-indonesia-471241
http://www.harianjogja.com/baca/2013/12/06/kincir-angin-usd-untuk-isi-baterai-ponsel-471785



Setelah beberapa waktu vakum dunia tulis menulis akhirnya saya berkesempatan menulis lagi. Kenapa tidak mempunyai kesempatan untuk menulis lagi? Saya akan ceritakan sedikit hal yang dapat saya bagikan ke pembaca.

Di Oktober kemarin adalah gencar-gencarnya event menulis yang dilaksanakan oleh @jungjawa dan @unidzalika bertemakan penyelamatan dan peduli akan masa depan lingkungan dengan tagar #30DaysSaveEarth. Banyak sekali inspirasi dan ide-ide kreatif dari blogger dan penulis yang mengikuti event tersebut. Dan beberapa pemenang yang berhak mendapatkan bingkisan kecil atas tulisan mereka.

Dan di bulan November ini adalah bulan yang sangat berarti bagi saya. Selain meyelesaikan event #30DaysSaveEarth, saya harus menyelesaikan kewajiban saya di Bengawan Team UNS. Jadi apa itu Bengawan Team UNS? Singkat saja, ini adalah tim otomotif yang ada di KMTM UNS Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.



Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan pembuatan Samudra generasi kedua yang diikutkan dalam kompetisi mobil hemat energi yakni Indonesia Energy Marathon Challenge 2013 yang dilaksanakan di sirkuit Kenjeran Park, Surabaya pada 14-17 November 2013 kemarin. Kalo mau liat video teasernya bisa dilihat disini biar agak dikit penasaran bro. :D.

Penasaran nggak sama Samudra #NightOrange? Mending kita lihat foto yang lebih jelasnya.

Samudra, lengkap dengan kru tim
Foto diatas adalah Arif Munandar (jongkok), dari kiri ke kanan Satriya R., Welly N. H., Royan R., Muhamad, Ibnu K. A., M. Khairul B. 



14 November 2013
Wow! Ada Lamborghini Aventador :D :D :D
Hari pertama IEMC 2013 kami lalui dengan agenda registrasi atau daftar ulang. Tidak banyak hal yang bisa kami lakukan di Kenjeran. Hanya guling-guling di kamar hotel sejak pukul 10 pagi dikarenakan mobil peserta yang mengikuti kompetisi ini telah 'dikarantina' oleh panitia sampai opening ceremony. Jadi kami tidak diberikan kesempatan untuk bercakap-cakap dengan Samudra. Selain berguling-guling ria, kami juga briefing untuk besok tentang strategi apa yang harus dilakukan saat race nantinya.


15 November 2013



Ini adalah hari kedua kami di Kenjeran. Dipagi hari kami melakukan opening ceremony dengan peserta lain. Dan ternyata Samudra dibariskan paling depan. Wah pertanda apa ini. Kemudian setelah opening ceremony seluruh mobil dibawa menuju paddock masing-masing tim, begitu pula dengan Samudra. Setelah itu Samudra dikarantina kembali sampai jam 1 siang setelah sholat jum'at.

Pukul 1 siang paddock dibuka dan seluruh peserta mempersiapkan mobilnya untuk melakukan scrut. Sayang disore harinya hujan turun sehingga menghambat proses scrutineering setiap mobil. Scrut ditunda.

16 November 2013
Day 3 IEMC 2013! Ini adalah hari yang sesungguhnya. Disini setiap peserta harus mempersiapkan setiap mobilnya untuk melakukan race. Namun bagi yang belum lolos scruting atau uji kelayakan masih belum boleh race di lintasan. Dan sekedar info saja, IEMC tahun ini diikuti oleh 53 tim dari universitas seluruh Indonesia. Jadi kampus kamu ikutan nggak? Kalo belum buruan tahun depan ikutan juga!

Di IEMC ini ada 6 kelas mobil yang dikompetisikan dari seluruh universitas di Indonesia. Ada UrbanConcept dan Prototype. Setiap kategori dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan energi yang digunakan yakni diesel, bensin (gasoline) dan listrik (electric). Sehingga total ada 6 kelas yakni:
- UrbanConcept Gasoline
- UrbanConcept Diesel
- UrbanConcept Electric
- Prototype Gasoline
-Prototype Diesel
-Prototype Electric


Prototype Listrik dari Bumi Siliwangi
(Universitas Pendidikan Indonesia) runner-up kelas Prototype Listrik

Terus apa bedanya Prototype dan UrbanConcept? Banyak sebenarnya yag perlu dijelaskan namun lebih singkat sajalah biar gampang. UrbanConcept adalah kendaraan roda 4 yang didisain mirip dengan mobil yang ada sekarang, seperti kelengkapan lampu-lampu, wiper kaca dan bagasi. Sedangkan Prototype adalah kendaraan rancangan masa depan dengan 3 roda dan didesain sangat aerodinamis untuk menempuh jarak yang paling jauh atau dengan kata lain paling irit.

Udah paham kan dikit dengan kompetisi ini? Oh iya, didalam kompetisi ini juga terdapat rules untuk setiap kelas. Jadi gabisa seenaknya wae bikin mobil. Ada aturannya bos! :D

Balik lagi ke paddocknya Bengawan Team UNS, kami lolos scrut di hari kedua. Sebab dihari pertama kami terkendala hujan. Oke yasudahlah gapapa bos. Alhamdulillah lolos dan kami berkesempatan race untuk pertama kalinya. Sebelumnya sudah ada race mobil dari ITS dan berhasil finish dengan capaian 148 km/L. Wah, Samudra harus lebih dari ini nih.

17 November 2013


Hasil IEMC 2013

Kami berhasil race dengan capaian terbaik 135 km/L sedangkan ITS lebih baik lagi, 191 km/L. Alhasil menempatkan Samudra di posisi runner-up. Alhamdulillah banget karena ini adalah peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Sekedar info, ini adalah kali kedua IEMC digelar. Di IEMC 2012 yang dilaksanakan di tempat yang sama, Bengawan berhasil dengan capaian 65 km/L. Tidak naik podium karena ada di posisi 4 (yang naik podium hanya juara dan runner-up).

Pada hari yang sama kami langsung pulang ke Solo. Kembali ke kenyataan hehe. Setelah ini kami akan mempersiapkan kompetisi selanjutnya yang akan kami ikuti yakni Shell Eco-marathon Asia 2014 di Manila, Filipina. Yang insyaallah akan digelar pada 4-7 Februari 2014 mendatang. Masih ada sedikit persiapan waktu untuk memperbaiki dan meningkatkan capaian konsumsi bahan bakar yang kami dapatkan.

Di SEM 2014 kami mengikuti kelas yang sama yakni UrbanConcept Gasoline. Insyaallah ini adalah kali pertama kami berlaga di event internasional. Sebelumnya di SEM 2013 kami juga lolos dan siap untuk berangkat. Saat itu event dilaksanakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun SEM 2013 dibatalkan karena kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Riau. Yasudahlah.

Semoga SEM 2014 tidak 'ikut' dibatalkan juga bro. Semoga. Oh iya, untuk target di SEM 2014 kami melihat hasil dari SEM 2012. Di SEM 2012 yang menjadi juara dari UrbanConcept Gasoline adalah ITB dengan capaian 196 km/L. Tentu paling tidak kami harus menyentuh angka 190. Mohon doa dan dukungannya ya bro, bisa follow akun @bengawanteamuns atau like Fan Page Facebooknya disini bisa kok! Bismillah untuk masa depan yang lebih baik.

"develop energy-saving and fuel efficiency for better future"

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2022