SAMUDRA! | Good Ideas. Great Stories.
Februari 2014 udah mau habis aja bro. Dan blog gue belum ada posting sama sekali ya? Berarti sekarang saatnya gue ceritain kenapa belum ada postingan di bulan Februari ini.

Pasti males nulis, iya kan?

Bukan, gara-gara sok sibuk jadinya gak nulis lagi bro. Biar dikira orang penting. Padahal gak penting-penting amat :D

Boleh ceritain gak 'sok sibuk' apaan?
Boleh, jadi gini ... Gue sebenernya adalah seorang super hero yang bertugas untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, namun semua berubah ketika negara api menyerang. Karena nggak ada yang namanya negara api, maka nggak ada penyerangan. Dan nggak ada penyerangan menyebabkan status gue bukan super hero bro. TAMAT.

Udah gitu doang? Serius?

Nggak bro. Jadi gini ... gue perkenalin tentang ...



Eco-Marathon adalah kompetisi tahunan diadakan sama Shell. Ada tiga tempat untuk event ini, yakni di Asia, Amerika dan Eropa.

Tahun ini diadakan di Manila, Filipina pada 6-9 Februari lalu.

Pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Asia dan timur tengah. Ada 105 dari 15 negara. Dan tahun ini Indonesia mendominasi SEM Asia 2014. Selengkapnya bisa dibaca disini.

Akhirnya Bengawan Team UNS bisa berlaga di SEM. Sebelumnya di 2013 gagal karena kabut asap di Riau. Event yang rencananya di gelar di Sepang International Circuit, Malaysia pun dibatalkan oleh Shell.

Dan alhamdulillah dengan usaha dan doa Samudra (nama mobil kami diatas) membawakan runner-up di Urban Concept Gasoline.
Alhamdulillah.

Oke akan gue share sedikit pengalaman tentang SEM kemarin.

Day 0 - We're ready for SEM


Sebagian dari Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin FT UNS 

Berangkat dari Bandara Adi Sumarmo, Solo pada 3 Februari dan memakan waktu sekitar 10 jam ke Manila dan transit dulu di Jakarta. Terimakasih buat teman-teman dari KMTM FT UNS yang mengantarkan tim. Waktu mau berangkat nggak diminta oleh-oleh cindera mata, tapi bawa pulang piala.

Mungkin ini adalah salah satu doa di kemudian hari.

Day 1 - Hello Manila!

Hari pertama sampai di Manila kami pake buat istirahat. Setelah perbincangan 'yes-no-yes-no' dengan mbak resepsionis Bayview Park Hotel akhirnya bisa tidur terlentang diatas kasur.

Menjelang sore kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat venue disekitar Rizal Park dimana nantinya di area ini SEM 2014 akan digelar.


Rizal Park 

Ibarat Indonesia, Rizal Park itu kayak Monas. Jantung kota 0 km nya gitu. Tapi kalo dibandingin sama Monas lebih bagus Monas. Hosh!

Dan kemarin di Starbak ada om-om gitu ngedeketin gue. Tapi untungnya ini bukan om-om nakal. Om ini baik dan suka menolong. Dia bilang suka banget sama Indonesia. FYI, dia orang Malaysia dan sudah berkelana ke beberapa negara di Asia. Dia bilang ya kayak gue pikir diatas tadi, Monas lebih baik dari Rizal Park. Hosh!

Beliau juga suka dengan wisata alam pantai di Bali, kebudayaan di Jogja (Jogja banget men!) dan kalo gak salah dia kepengen banget ke Bromo. Ish.. beliau belum nyoba mencicipi Kota Solo sepertinya.

Balik ke cerita gue.

Setelah jalan sore akhirnya saatnya pulang, sebelumnya ke Sevel dulu biar dibilang anak gaul. Padahal cuman mau beli air mineral.

Oh iya pertama ke Manila rasanya gak beda jauh dari Indonesia. Lingkungan, wajah orangnya dan bahkan suasananya. Tapi yang paling nyesek adalah saat wajah yang 100% Indonesia ini dikira orang Malaysia. Ya emang sih serumpun.

Dan yang 180 derajat banget saat pas naik supir taksi, eh maksudnya naik taksi. Bukan supirnya dinaikin loh ya. Kami dikira orang Korea.

Hah? Anyonghaseo...

Manila hampir mirip sama Jakarta. Tetep aja banyak gelandangannya diamana-mana. Dan menurut gue disini gelandangan lebih banyak dan bebas daripada di Jakarta.

Kesimpulannya, Manila bukan destinasi yang bagus kalo ke Filipina.

Day 2 - Competition Will Begin

Hari kedua di Manila kami sudah memiliki agenda untuk team registration dan unpacking Samudra. Registrasi sendiri dilakukan di siang hari. Kemudian lanjut ke paddock. Jadi paddock itu kayak workshopnya gitu. Sebelum registrasi, pagi harinya kami sempet keliling venue SEM 2014. Memperhatikan jalanan.


Street Circuit for Shell Eco-marathon Asia 2014 

Akhirnya kami ketemu lagi sama Samudra setelah satu bulan berpisah.

Iya. Pengiriman.

Jadi dari Indonesia ke Manila itu pengiriman barang nggak sebentar. Satu bulan bro.

Mungkin karena Tiki nggak buka cabang di Manila jadi lama ya pengirimannya?

Setelah brief dan team registration selesai, semua tim dipersilahkan untuk ngurusin mobil. Kira-kira sampe jam 7 malam semua selesai.

Dinner di Tentcity dan balik ke hotel dan mempersiapkan hari esok.


Samudra, unpacking 

Day 3 - Struggling to Escape

Sama kayak di IEMC kemarin di Surabaya, sebelum race harus ada scrutineering dulu yah inspeksi teknis kelayakan bagi mobil sebelum race.
Pagi-pagi kami mulai mempersiapkan Samudra untuk technical inspection. Tujuannya adalah agar cepat lolos scrut dan race.

Tapi ternyata untuk lolos inspeksi teknis nggak gampang bro. Banyak tim lain yang belum siap dan harus bolak-balik ke area inspeksi gara-gara nggak lolos.

Samudra juga, hari ini kami nggak lolos inspeksi di bagian braking, bulkhead dan safety pressure valve.

Akhirnya kami mencoba berkoordinasi dengan tim. Karena ada part yang perlu dibeli akhirnya kami berencana membeli part hari itu juga.

Malamnya kami pergi ke Robinson Mall untuk nyari spare part yang kami butuhkan.

Nggak kayak dirumah sendiri emang. Toko kelontong, toserba, toko bangunan, otomotif kalo di Indonesia gampang banget di temuin. Disini kalo mau beli begituan harus ke mall bro.

Malamnya kami menuju Robinson mall jalan kaki bro. Sekitar 1 jam jalan kaki akhirnya sampe ke Robinson. Baut-baut kaki sepertinya udah kendor semua.

Dan menuruti insting supermarket akhirnya kami menemukan toko yang dicari.

Oh iya, kalo di luar negri atau jalan-jalan ke manapun offline maps berguna banget. Dan terbukti ampuh adalah Maps dari Nokia. Jempol lah sama navigasinya.

Sebelum masuk mall tadi satpam disini pake laras panjang bro.
Ada security check juga.

Yang pasti lebih ketat daripada di Indonesia

Kenapa?
Katanya disini banyak gangster gitu bro. Dan perdagangan senjata api disini bebas.

Ya gitu deh.

Balik ke hotel menggunakan taksi.

Supir taksi kali ini gokil banget. Saat kami bilang kami berasal dari Indonesia dia kaget.

Ditanya kenapa.. eh ternyata menurut dia Indonesia terkenal dengan terorisme. Duh!

Day 4 - Ready for race!


Good morning SEM!

Hari keempat.

Setelah sarapan pagi kami langsung ke paddock dan mempersiapkan segalanya.

Kami belum lolos inspeksi teknis.

Segalanya sudah dipersiapkan.

Lolos inspeksi.

Alhamdulillah.

Sore harinya kami mempersiapkan untuk race pertama kalinya.

Samudra pun mengaspal di Manila.

Yeah!


Samudra mengaspal di Manila 

Day 4 selesai~

Day 5 - Final Day!

Ini adalah hari terakhir kompetisi dan kami masih memiliki 4 kesempatan race.

Harus dimaksimalkan.

Namun segala yang direncanakan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kami sempat mengalami masalah teknis saat race. Mulai dari masalah engine sampai segala hal di lintasan.

Gue sempat jalan ke Pedro Gill bareng Mark untuk nyari rantai motor. Oh iya, gue punya kenalan dari Institut Mapua. Dan ternyata salah satu anggota tim mereka berasal dari Timor Leste dan bisa berbahasa Indonesia. Namanya Elly, dia lagi sekolah disini.

Dan Mark ini adalah rekan satu tim Elly.

Di Pedro Gill akhirnya nemu rantai yang di cari dan dibanderol seharga 500 peso, sekitar 150 ribuan lah.

Dan gue sempet naik Jeepney untuk ke Pedro Gill. Jadi gini, Jeepney itu kayak angkot namun unik. Coba searching aja deh di Google.

Dan Jeepney adalah transportasi yang murah banget di sini. Cuman kalo naik ini ada sensasi miring kanan miring kiri gitu.

Sebelumnya kami naik tricycle karena di Luneta Park (area sekitar Rizal park) nggak ada rute Jeepney.

Tricycle disini ilegal. Namun nggak ada tindakan dari aparat karena jumlahnya begitu banyak.

Kenapa ilegal?

Karena dibalik mereka ada geng-geng gitu.

Dan tricycle ini gak bener banget. Aturan rambu lalu lintas sampai traffic light pun dilanggar.

Selain itu harganya mahal jauh banget dibandingkan Jeepney.

Singkat cerita kami balik ke paddock dan melanjutkan sisa race yang ada.

Alhamdulillah 5 kesempatan kami dapatkan seluruhnya.

83 Km/L pun kami dapatkan. Alhamdulillah.

Diatas kami ada Universitas Indonesia dengan 301 km/L.

Salut!




Alhamdulillah
Dengan hasil di atas kami berhak atas runner up atau juara kedua di kategori UrbanConcept Gasoline.

"Bangga mampu mewakili Indonesia dan bersaing dengan negara lain dalam sebuah kompetisi. Semoga dari kompetisi ini kami mampu membawa perubahan pada negri ini"











Komentar 15

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Keren, bangga gue jadi warga negara indonesia. Kalau anak mudanya pada begini, berprestasi (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak yang lain berprestasi. Namun masih tertutup panggung sandiwara politik.

      Hapus
  2. Congrats atas kemenangannya, membawa nama Indonesia di luar negeri atas prestasi yang diraih itu suatu kebangaan :)
    Dan asik juga nih kayaknya jalan" di Manila-nya, hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih :)

      Nggak jalan-jalan kemana" kok. Cuman sebentar disana :)

      Hapus
  3. Wanjir.
    Itu Universitas Indonesia sampai 301/km! Salut.
    Dan congrats jung, atas pencapaiannya membawa nama Indonesia sampai ke filipina. Gue sebagai warga negara Indonesia yang budiman, pasti ikutan bangga dan iri kepada mereka yang telah berprestasi membawa nama baik bangsanya.

    Sekali lagi, congrats ya jung. Sukses! :)

    BalasHapus
  4. Itu Manilla? Gilaaaak, keren bgt. Ajak mama kesana ah. #yakali #ada #biaya #kokpakehastag -___- wkwk.
    Btw, congrats bang! Buat bangga Indonesia di mancanegara hehe.

    BalasHapus
  5. keren bang... :O
    jadi pengen ke luar negeri membawa nama uns, dan indonesia tentunya.
    congratulation, bang! :D

    BalasHapus
  6. Jung, kamu KEREN! Serius! Bangga gue liat temen sesama blogger ada yang berprestasi di kompetisi bergengsi semacam ini. Salut! :D

    BalasHapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018