Jung - All Post

"Hanya ada 2 jenis anak muda di dunia: Mereka yang menuntut perubahan dan mereka yang menciptakan perubahan. Silakan pilih perjuanganmu." - Pandji Pragiwaksono
Sadar nggak kalo blog ini terdiri dari dua kata, jung dan jawa. Asal lo tau sih, jungjawa gue angkat dari warisan nenek moyang kita, yakni kapal besar untuk ekspedisi dan juga sejarah Jong Java di era kolonial Belanda di Indonesia.

Gue gak bahas banyak tentang Jong Java, tapi esensi dari mereka yang menjadi pergerakan rakyat untuk membangun cita-cita persatuan bangsa Indonesia. Siapakah mereka? Ya, para pemuda.

Maka dari itu di bulan Oktober ini gue akan ngebahas banyak tentang pemuda Indonesia. Sehingga gue harap banyak dari kita yang emang masih menjadi pemuda atau at least masih memiliki jiwa muda untuk raise the standard.

Ayo jangan cuman jadi pemuda biasa doang!

Nah lo bisa ikut ngomongin masalah pemuda bareng gue kok. Soalnya gue ngebuka guest post yang mengangkat tema pemuda Indonesia. 
  1. Artikel ditulis dengan mengangkat tema pemuda Indonesia.
  2. Tulisan dapat dimuat dalam bentuk bentuk share pengalaman, tips, sudut pandang atau apapun yang berkaitan dengan pemuda Indonesia.
  3. Konten dari artikel seenggaknya mampu bikin anak muda Indonesia tergugah untuk berpikir lebih jauh dan ngerasa harus ngelakuin sesuatu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
  4. Penulisan artikel bebas, soalnya yang penting enak dibaca. Artikel ditulis dalam 250 kata atau lebih. Kalo perlu penjabaran, semakin juga boleh. 
Kirim artikelmu ke hello@jungjawa.com. Jangan lupa subjeknya [Guest Post]_Judul Post_Author. Gue bakalan nunggu artikel kalian dari sekarang sampai dengan 30 Oktober 2015.


Image credit: pemudaindonesia07.blogspot.com

Berpikir out of the box artinya ialah berpikir yang keluar dari kotak. Maksudnya bukan berdiam diri sambil berpikir berjam-jam di dalam sebuah kotak—biasanya kardus atau lemari juga boleh—,terus setelah 2 jam akhirnya keluar dari kardus itu karena bisa menghasilkan ide-ide kreatif. Bukan.

Jadi gini, bagaimana kita berpikir yang keluar dari sebuah kotak. Menjadi tidak seperti biasanya. Memiliki pemikiran yang berbeda seperti kebanyakan orang—in the box.

Orang yang berpikiran in the box tidak suka dengan hal yang aneh-aneh. Mereka lebih suka menjadi pengiku dan enggan menciptakan sesuatu yang baru. Pokoknya monoton deh.

Baca juga: 5 Tips dari Arie Je Tentang Creative Thinking

Nah, out of the box itu sebaliknya dari itu. Bahkan terkadang suka dikatain orang gila. Inget kasus Wright bersaudara yang punya ide bagaimana manusia bisa terbang? Sekarang ide gila itu malah menjadi transportasi bagi para manusia. Ya, sekarang kita menyebutnya pesawat atau kapal terbang.

Kalo nggak ngerti juga. Ya, mending gue curhat aja deh. Gue punya sebuah pengalaman mengenai pemikiran out of the box.

***

Waktu itu, di saat mata perkuliahan Manajemen Pemasaran, dosen gue bertanya kepada para mahasiswanya, “Bagaimana cara menjual tempe di sebuah wilayah yang orang-orangnya nggak suka atau alergi dengan kedelai?”

Suasana mendadak hening.

Tak lama setelah itu, akhirnya ada yang menjawab,

“Lah, belagu amat itu orang, Pak. Masa nggak suka sama kedelai. Saya aja doyan banget sama tahu-tempe.”

Yak, si Agus (nama disamarkan) memang tidak pernah benar kalau menjawab.

Seisi kelas pun banyak yang tertawa.

Sang dosen hanya tersenyum, lalu berkata, “Nggak ada yang bisa jawab, nih?”

Arif—yang duduk sebelah gue—dengan santainya langsung mengangkat tangan kanan gue.

“Ya, kamu yang angkat tangan di belakang sana,” kata Dosen sambil menunjuk gue.

Teman-teman yang lain langsung memandangi gue. Gue grogi mampus.

Aduh, jawab apaan nih gue. Kacau.

Saking bingungnya, mulut gue pun terbuka, “Saya mau ke toilet, Pak. Hehehe.”

“Jangan bercanda kamu!” omelnya. “Sudah cukup si Agus yang menjawab ngawur. Kamu jangan ikut-ikutan.”

Astagfirullah. Kenapa giliran gue malah apes banget? Batin gue.

“Iya, maaf, Pak,” kata gue, sambil mencoba berpikir beberapa hal yang terkait dengan tempe atau kedelai.

Dosen dan teman-teman mulai melihat gue dengan tatapan yang tidak biasa. Mereka sepertinya masih menunggu jawaban dari gue.

“Hm...,” kata gue sok mau jawab sambil memikirkan jawabannya. “Kalo emang nggak suka tempe, kenapa nggak mencoba menawarkan mereka dalam bentuk susu kedelai aja, Pak?” lanjut gue sotoy.

“Yak! Tepat sekali. Dengan menjadikannya sebuah susu, orang-orang yang tadinya berpikir kalo kedelai itu tidak enak malah akan menyukainya.”

Nggak nyangka, gue yang hanya inget akan sebuah momen pas SD sering banget jajan susu kedelai bisa jawab bener gitu. Hehe.

“Itu adalah salah satu contoh berpikir out of the box, bagaimana kita berpikir di luar kebiasaan kita. Berpikir hal-hal yang tidak biasa dipikirkan orang lain. Jika kalian ingin menjadi seorang manajer pemasaran, maka kalian haruslah memiliki pemikiran yang seperti ini. Mempunyai ide-ide kreatif dan berpikir out of the box,” jelasnya.

Kemudian dosen itu memberikan contoh-contoh yang lain.

Jadi, ada sebuah perusahaan sisir yang berniat membuka outlet baru di wilayah shaolin (mayoritas botak-botak). Owner perusahaan tersebut pun menugaskan 3 orang manajer pemasaran untuk survey. Di mana mereka harus menjual 100 sisir dalam sebulan. Apakah ada peluang di sana?

Shaolin! - via pixabay.com


Setelah seminggu kemudian.

Si A langsung protes, “Maaf, Pak. Saya nggak bisa menjualnya lebih dari satu. Di perguruan shaolin itu. Murid-muridnya botak semua, Pak. Saya nyerah. Tidak akan laku jika membuka outlet di sana.”

Ternyata si A hanya laku sebuah sisir. Itu pun sang Master (guru) yang membelinya. Karena cuma dia yang rambutnya gondrong.

“Lalu, kamu menyerah untuk tugas ini?” tanya Direktur. “Bukannya ada juga penduduk yang tinggal di sekitar perguruan shaolin?”

“Iya, ada. Saya juga sudah berusaha untuk menawarkannya, tetapi tetap saja tidak ada yang mau beli. Saya mundur dari tugas ini.”

A telah gagal.

***

Setelah itu si B mencoba menawarkan ke Master (lagi), tapi ia tidak mau karena sudah membelinya dari A. Ia mencoba menjualnya ke beberapa penduduk. Alhamdulillah laku, meskipun sedikit. Ia hanya dapat menjualnya 5 biji. Itu pun karena telah memberikan diskon dan promosi “Beli 3 gratis 1”.

B sangat putus asa dan segera kembali.

B juga gagal.

***

Si C pun kembali seperti A dan B. Namun, si C kembali dengan kabar gembira. Dalam seminggu saja, C dapat menjual 100 sisir.

Direktur kemudian bertanya, “Bagaimana kamu bisa menjualnya? Si A hanya laku sebuah, si B pun hanya 5. Kok, kamu bisa sebanyak itu? Ini belum ada sebulan malah.”

C pun menjelaskan kalau ia mencoba berpikir kreatif out of the box. Si C tidak menjual sisir untuk menyisir rambut. Melainkan sebagai cendera mata. Di mana si C membuat kerja sama kepada Master, yaitu meminta tanda tangannya di sisir. Lalu, ia menjualnya kepada beberapa murid di perguruan itu, penduduk setempat, dan tentunya para wisatawan.

“Sebuah cendera mata yang berupa sisir. Sisir ini telah ditandatangai seorang Master dari perguruan shaolin.”

Dalam sekejap, sisir itu pun laku keras.

Orang-orang biasa pasti selalu berpikir kalau sisir itu gunanya hanya untuk menyisir rambut. Padahal bisa saja untuk menggaruk, atau ya seperti cerita barusan, untuk cendera mata.

***

Itulah beberapa contoh berpikir out of the box. Kreativitas itu sangat penting. Tanpa pikiran kreatif, dunia ini tidak akan berwarna. Hidup juga akan menjadi sangat biasa saja.

Zaman sudah canggih, teknologi pun semakin berkembang. Hampir setiap orang sudah melek internet, apalagi sekarang media sosia jugal tambah banyak. Iya, sebuah media sosial pun bisa dijadikan peluang.

Menurut gue, Indonesia masih membutuhkan banyak orang yang berpikiran out of the box.

Buktinya, Bena dan teman-teman berhasil menjadikan Instagram menjadi sangat booming dengan video-video kreatifnya; baik itu video komedi, stop motion, musik, dan lain-lain.

Di mana sekarang banyak yang ikut-ikutan berkarya lewat video yang hanya berdurasi 15 detik itu. Dalam waktu yang sangat terbatas, kita juga bisa menyampaikan sebuah gagasan atau ide lewat video singkat.

Baca juga: Jangan Pernah Males Baca Buku Kalo Pengen Kreatif!

Twitter pun begitu, membuat orang-orang menyampaikan gagasannya—biasanya kutipan dan jokes—walaupun cuma 140 karakter.

Yuk, mari berpikir kreatif. Sudahkah kamu menjadi orang yang berpikiran out of the box? Kalau belum, tunggu apalagi? Menjadi biasa-biasa saja itu membosankan. Jadilah orang yang menarik.

Asyek.



Image credit: pixabay.com


Tentang penulis
+Yoga Akbar Sholihin . Mahasiswa jurusan Manajemen Pemasaran yang masih sulit me-manage waktu dan belum bisa memasarkan dirinya sendiri. Ah! Just contact me at @yoggaas on Twitter or visit my blog.

Guest post adalah artikel yang ditulis oleh kontributor jungjawa.com. Bulan September ini jungjawa.com bakalan ngebahas tentang Creative Thingking. Pengen ikutan bikin guest post juga? Prove your existence and send your email to hello@jungjawa.com with subject [Guest Post]_Judul Post_Author. Good luck! 
Arie Je Creative Thinking

"Apa kreativitas bisa menyelesaikan perang, di mana bahkan uang yang sejatinya hanya kertas hasil cetakan beda negara tidak mampu menyelesaikannya", tutur Arie Je

Kalimat dari Arie Je diatas menyadarkan kita kalo uang bukanlah segala-galanya. Bagi yang belum tahu, Arie Je adalah seorang professional lovillustrator dan baru-baru ini udah nerbitin buku Keset Kusut. Kalo lo emang niat mau stalking tentang om Arie (eak dipanggil om om :3) bisa langsung ke arieje.pro aja.

Ngomongin kreativitas, Arie sendiri bilang kalo kreatif itu ketika kita mampu menanggapi masalah dengan sebuah jalan keluar atau kata lainnya, kreatif itu bisa bikin solusi.

Kreatif itu reaktif
"Kreatif itu Reaktif. Huruf K nya diletakkan di tengah. Gimana? Cara menyampaikan opini kreatif yang cukup kreatif kan? Keren yo, aku? Mbois tenan. Iya aja, pliss"

Iya om iya..

Soalnya kek percuma gitu kalo kita punya karya yang -menurut kita- bagus tapi tidak memiliki fungsi yang baik. Soalnya, sebuah karya kan nggak cuman looks cool or something awesome, tapi (seharusnya) bisa solving real problem.

Baca juga: Kreativitas Kartunis dengan #MasihMelawanAsap

"Sekali lagi, ini cuma opini pribadi. Dan aku bukan imam solat jum'at. Jadi kalian nggak dosa kalau tidak mau mengamini"

Getting the bad ideas out from your head
Intinya, Arie ngasih saran buat kita yang kerja di dunia kreatif untuk percaya kalo semua ide itu buruk jika hanya dikurung di dalam kepala. Sebab, ide yang baik adalah ide yang direalisasikan.

"Jadi, kalau kalian percaya bahwa pemikiran kalian itu keren, usahakan sampe jadi! Kalau nggak bisa sendiri, cari orang. Kalo nggak bisa, ya nggak jadi nyata. Berarti idemu tidak bagus. Coba terus!" kata Arie

People aren't making creativity for money, they make it for living
"Apa sebuah kreativitas cuma bisa ditukar dengan uang? Apa kreativitas bisa menyelesaikan perang, di mana bahkan uang yang sejatinya hanya kertas hasil cetakan beda negara tidak mampu menyelesaikannya?"

Pastinya lo pernah dengar tentang orang yang kerjaannya merangkai kata untuk memotivasi orang lain, bukan? Mereka memberi motivasi untuk hidupnya lebih baik. Merangkai kata termasuk kreatif, kan? Itulah yang membuat orang-orang seperti mereka dibayar. Berarti jawabannya 'bisa', ya kreativitas bisa ditukar dengan uang. Tapi, kreativitas itu nggak cuman ngomongin duit. Ya sih duit bikin kita punya yang kita inginkan, tapi duit juga bukan segala-galanya. Nggak usah naif juga sih kalo duit bisa jadi pemicu kreativitas.

"Apakah sebuah pemikiran kreatif bisa membantu dua pasangan terlalu kaya --di mana uang tidak pernah jadi masalah buat mereka-- yang sedang bertengkar kembali baikan?", tambah Arie

Ide + Diumpetin = Gak bakal dicuri
Ngomongin ide kreatif yang dicuri, kek yang baru-baru ini lagi ngehits, Arie cuman berpesan kalo lo punya ide kreatif ya umpetin aja. Umpetin dan sembunyiin. Biar nggak ada yng tau kalo lo punya ide. Ngerti kan maksudnya?

Baca juga: Jangan Pernah Males Baca Buku Kalo Pengen Kreatif!

"Umpetin aja, jangan kasih tahu siapa-siapa. Jangan sampai aku colong idenya, soalnya aku paling hobi nyuri ide dari orang lain. Eh, bukan, bukan cuma dari orang, dari binatang, tumbuh-tumbuhan, benda, udara, bahkan khayalan. Umpetin, biar nggak aku curi. Biar idemu diam aja di kepalamu yang tidak lebih lebar dari bahumu", kata Arie

"Aku suka mencuri layaknya karyawan lain. Agak malu menyebut seniman. Wee :p"

Liat dari sudut pandang berbeda
Biar kita bisa kreatif kita mesti liat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kek yang dibilang oleh Paul Arden, whatever you think, think the opposite.

Bicara kreativitas, kita bisa cari pesan-pesan yang mendukung ide kreatif di internet. Toh kita sekarang sudah jauh lebih mengerti dan tahu apa yang perlu dilakukan. Everything is possible with internet.

"Yaudah ya, aku mau makan dulu. Ini Soto babat buatan mbahku nanti dingin. Nyuwun pamit, matur suwun.", tutup Arie

Hahaha...



Image credit: arieje.pro

Your great caption was here and it must looks pretty awesome to many people #yesman #gue #banget #inimah #banyakin #hastag #biarviral #GetMoreLikes

Anak muda terutama generasi milenial emang seneng banget dan udah fasih mainan media sosial kek Twitter, Facebook maupun Instagram. Bahkan, 98% pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna sosial media. Wah!

Kalo udah kek gini, semuanya pasti pengen ngeksis di media sosial. Entah itu buat sekedar pamer-pameran atau ada yang lebih bagus lagi buat raise awareness. Nah, mereka yang make media sosial buat bikin movement menurut gue udah get a life, a real one.

Baca juga: Ngapain Takut Bikin Perubahan?

Soalnya media sosial adalah tools yang murah dan all in one. Selain itu, cara makenya gampang banget bahkan isu tertentu bisa jadi viral. Jadi, isu-isu penting tadi bisa diangkat ke masyarakat dan dibahas rame-rame. Kek penggunaan hashtag yang remarkable banget buat bikin raise awareness.

Lo udah tau hashtag #MasihMelawanAsap gak? Buat lo yang belum tau, hashtag ini adalah kampanye mengenai kabut asap di Indonesia yang terjadi di berbagai daerak kek Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.

jung melawan asap #masihmelawanasap

Kabut asap sendiri dapat menyebabkan polusi yang mengganggu kesehatan maupun berdampak ke bidang ekonomi dan pariwisata. Nah, masalah ini dijadikan bahan kritikan dan sindiran dari para komikus maupun kartunis di Indonesia.

Soalnya bencana ini terjadi setiap tahunnya dan ya gitu-gitu aja. Kita menikmati asap setiap tahun, lucu kan? kek nggak ada solusi dari pemerintah. Padahal kabut asap itu terjadi karena adanya pembakaran lahan. Siapa yang ngebakar? Ya perusahaan yang emang lagi ngebuka lahan buat dijadiin lahan industri. Nggak usah lo tanya lagi deh apa hubungannya kabut asap, regulasi dan pengusaha. Ah elah udah pada gede juga.

Baca juga: Kalo Cuman Ngomong Doang, Kapan Bisa Nyelesein Masalah?

#MasihMelawanAsap adalah suatu bentuk kepedulian kita tentang kondisi beberapa daerah di Indonesia. Iya, mereka sedang dikepung oleh kabut asap yang tebal dan itu terjadi setiap tahun.

#MasihMelawanAsap sendiri diramein kartunis dan komikus top kayak @Jukihoki, @komikazer, dan lain-lain. Bisa kok lo cek sendiri di Twitter ataupun Instagram dengan hashtag #MasihMelawanAsap.

Emang sih, kalo kita emang bisa berpikir kreatif, #hashtag pun bisa bikin kita took it to a whole new level. Disini kita gak cuman pake tools media sosial ini buat ngeksis doang. Media sosial bisa lebih dari itu!

Because we do not live alone. To make sense of life, we should be concerned with others and leave our egos.



Image credit: pixabay.com

"Always read something that will make you look good if you die in the middle of it" - P.J. O'Rourke

Udah dari dulu banyak yang bilang kalo buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Pertanyaan besarnya adalah: “Apakah dengan baca buku bakalan bikin kita kreatif?”

Sebenernya udah banyak penelitian yang dilakukan tentang manfaat membaca buku, salah satunya adalah manfaat dibidang kesehatan dan psikologis. Pernah gak lo ngerasa kalo habis baca satu buku bikin lo punya kekuatan super sehingga jadi lebih pintar dan sehat karena buku itu? Mungkin. Tapi gak kok, lo gak bakalan bisa jadi sejauh itu terus gara-gara baca buku bisa jadi super book man. Boom!

Membaca buku itu baik dan merupakan kebiasaan yang harusnya sih lo pertahankan. Tapi, masalahnya adalah nggak banyak dari kita yang punya kebiasaan baik itu, yaitu membaca. Padahal sebenernya, membaca adalah salah satu cara mempelajari bahasa. Tau nggak sih lo kalo bahasa merupakan salah satu alat untuk berpikir?

Baca juga: 7 Cara Kreatif Buat Nyari Ide

Seperti yang udah terjadi di masa pemerintahan kolonial belanda dulu, mereka mendirikan pusat kajian budaya jawa (termasuk bahasa di dalamnya) di negara Belanda. Ya tujuannya biar mereka bisa menggunakan politik divide et impera yang konon terkenal banget buat menaklukkan daerah jajahan mereka.

Makanya banyak penelitian, literatur dan para ahli merekomendasikan kalo aktivitas membaca harus dimasukkan kedalam rutinitas harian kita. Etapi bukan buat bikin daerah kolonial lagi loh, bukan itu.

Tapi lebih kearah menumbuhkan kreativitas kita. Apalagi kalo lo lagi terjun di bidang kreatif (kek desainer, penulis atau marketing), kita diharuskan untuk terus-terusan membaca. Tapi lucunya ya kita lebih sering baca blog, tweet atau status update di media sosial. Iya sih bagus, biar tau informasi dan tetep up to date, tapi otak kita nggak bekerja dengan cara kalo kita lagi baca buku. Kenapa? Karena membaca buku adalah kegiatan yang memaksa kita untuk menghilangkan distraksi yang ada dan fokus untuk membaca.

Baca juga: Mau Jadi Kreatif Itu Gampang!

Poin pentingnya, kemampuan fokus pada buku yang kita baca ini yang jadi katalis untuk meningkatkan kreativitas. Penelitian menunjukkan bahwa membaca adalah cara terbaik buat nyantai dan ngilangin stress. Bahkan katanya membaca bisa bikin lo santai melebihi saat lo dengerin musik atau jalan-jalan sore.

Sebab, pas lagi lo membaca bakalan ada sensasi dari otak lo buat berimajinasi di dunia sastra. Butuh waktu 6 menit aja untuk memperlambat denyut jantung kalo lo lagi baca buku, which mean lo bisa santai dengan cara membaca.

Jadi, akhirnya lo sadar kan kalo membaca adalah aktifitas merangsang imajinasi dari kata-kata. At the end, lo juga harus sadar why God gave us a book? Because that make us more creative!



Image credit: pixabay.com
cara-kreatif-jungjawa

Nemuin ide kreatif itu gak gampang. Kadang kita butuh kayak aha! moment atau eureka effect kek yang dialamin sama Archimedes.

Disaat tertentu yang namanya ide kreatif adalah hal penting dan bahkan bisa jadi krusial banget. Makanya, justru kita yang harus lebih giat buat nemuin ide-ide kreatif tadi biar kreativitas kita bisa ada terus menerus. Kan nggak banget pada waktu yang dibutuhkan, ide kreatif gak juga dateng. Eh? Ternyata masih on the way.

Kek sekarang ini nih, internet kan udah bisa diakses dimana aja, semua orang bisa punya ide kreatif. Soalnya, yang namanya inspirasi mah bisa dari mana aja. Tapi justru itu yang bisa bikin ada kemiripan ide, soalnya inspirasinya juga dari sumber yang sama.

Baca juga: Q&A: Carolina Ratri, Creativity Do Change

Terus, ujung-ujungnya kek plagiat gitu. Tsaelah. Padahal ya gara-gara inspirasinya samaan. Jadilah kek plagiarisme. Makanya perlu ada cara tertentu biar bisa ngehasilin ide kreatif. So, what does it take to get great idea?


1. Jangan pernah bikin ribet. Think simple!

Kalo ini sih masalah pola pikir. Seringkali kita mikirin sesuatu yang harusnya nggak dipikirin. Terutama hal-hal kecil yang nggak ada hubungannya sama ide yang bakalan kita eksekusi.

Logikanya gini, kalo dari konsep aja lo sudah mikir ribet. Gimana mau bikin ide lo jalan? Ya wajar sih ujung-ujungnya cuman jadi wacana doang.

“Kreatif itu sederhana. Ambisi ingin keren dan lain-lain itu yang membuatnya menjadi rumit” – Pidi Baiq

Kalo gue sih, simpel aja. Bahkan terkadang, sering mikir simpel bisa bikin kita dapet ide-ide kreatif loh. Siapa sangka kalo resleting itu guna banget. Simpel aja kan?


2. Bingung mau mulai darimana? Coba deh visualisasikan

sketching-problem-slideshare-net
Visualize! - source: slideshare.net
Pernah nggak lo bingung pas mau eksekusi ide yang lo punya. Padahal lo bisa dengan mudah memulainya kalo lo bisa memvisualisasikan ide mentah yang lo punya. Buat apa? Ya biar gampang nyari titik awalnya.

Emang sih,orang kreatif kadang selfish banget dan pengen banget nyelesein sesuatu dari ide yang ia punya secara mandiri. Gak pake bantuan orang lain. But we’re talking big business here. Kalo ide kreatif lo mau berkembang, lo harus nyoba bikin visualisasi ide lo tadi.

Ujung-ujungnya lo punya kesempatan berkolaborasi dengan orang lain. Sehingga apa yang lo bikin tadi bisa makin ngehits. Oke kan?


3. Kreatif itu gampang kok, it’s all about connecting things

gojek-app-indonesia
GoJek! - via duniaku.net
Udah jadi rahasia umum kalo kreativitas itu padahal ya cuman itu-itu aja. Contohnya kek GoJek sendiri deh. Nadiem Makarim ya cuman pas kepepet macet aja pake ojek. Hasilnya? Dia malah kepikiran bikin aplikasi GoJek yang mempermudah pengguna jasa transportasi ini.

Padahal kita semua sering liat ojek, sering make berbagai aplikasi juga dan lucunya lagi sering kejebak sama kemacetan juga. Tapi kepikiran nggak buat nyambungin hal-hal berbeda tadi? Nggak. Lebih sering menghujat kemacetan dan nyalah-nyalahin stakeholders yang ada. Gak bikin solusi, ya kan? (nyengir-nyengir sendiri :p)

Mereka yang punya kemampuan berpikir kreatif tadi bisa nyambungin hal-hal yang udah ada bahkan masalah-masalah sederhana bisa diselesein gitu aja. Ya karena prespektif mereka, masalah yang ada itu bisa diselesein dan jawaban permasalahan itu udah ada, cuman kitanya aja yang belum bisa 'bikin jembatan' antara masalah dan jawaban dari masalah itu.


4. Jangan pernah bikin ide jadi sempurna, lakuin aja dulu. Better done than perfect

done-is-better-than-perfect
Done is better! via theradiantmama.com
Kalo lo adalah anak startup pasti ngerti banget nilai dari sebuah ide. Iya sih ide bagus tapi kalo gak dieksekusi ya gak bakal jadi keren. Sebagai contoh kita bisa liat Facebook deh.

Facebook sendiri berdiri dari idenya Mark tentang katalog seluruh mahasiswa di kampusnya. Tapi Mark sendiri nggak mau biarin ide yang ia punya ilang gitu aja. Setelah ia menyelesaikan konsep dasar dari website yang ia buat, ia mulai ngoding. Bahasa kerennya dari nulis program.

Mark nggak nunggu ide yang ia punya jadi perfect, tapi dia langsung mengeksekusi ide yang ia dapat. Seiring dengan waktu, Mark baru nambahin berbagai fitur yang dibutuhkan oleh Facebook kayak status relationship, bikin grup dan lain sebagainya.

Done is better than perfect, is not about coming up with ideas. Yang terpenting adalah kita percaya kalo ide yang kita punya itu bakalan keren. Siapa sangka Twitter yang cuman punya 140 karakter bisa booming? Padahal kalo dipikir lagi, apa sih enaknya pake media sosial tapi karakternya dibatasin. Ribet amat dah.

Go with your idea, before it's too late!


5. Kalo mau beda, jangan pernah takut salah

android-lollipop
Android Lollipop - via sinyal.co.id
Sekali lagi, ngapain takut salah? Kalo lo salah, lo bakalan tau kenapa lo salah dan gimana caranya bikin ide lain biar nggak jatuh dikesalahan yang sama.

Percaya apa nggak? Sebelum diakuisisi oleh Google, Android adalah startup yang bikin operating system buat kamera. Andy Rubin sendiri awalnya bikin Android buat ngembangin yang namanya smart camera. Tapi gara-gara Google, mereka pivot buat bikin OS di ekosistem mobile device. Hasilnya? Ya kek sekarang lo liat deh.

Itu aja udah bisa jadi bukti kalo ide apapun yang lo punya jangan pernag takut salah. Percaya deh gak ada yang namanya ide jelek, kalo pun ada pasti cuman eksekusinya aja yang salah. Kalo udah salah ya jangan diem aja. Pivot!


6. Nggak usah ribet mikir ini itu deh, do first think later

nike-just-do-it
Just Do It.- via adweek.com
Jadi inget taglinenya si Nike nih, Just Do It. Ya emang sih, kalo segala sesuatu itu yang penting bisa dijalanin. Soalnya fase paling susah adalah memulai sesuatu. Apalagi kalo lo orangnya sering mager. Bakalan susah deh mau mulai sesuatu.

Padahal kalo udah mulai, lo bisa ketagihan dan nggak berhenti.Nah, pada saat itulah ide-ide kreatif sering bermunculan. Jadi, biar nemuin ide kreatif gimana dong? Do it, think later!


7. Stuck? Cobain deh nikmatnya kolaborasi

kolaborasi-mencari-ide
Let's work together! - via pixabay.com
Terakhir nih, kalo ide lo udah mentok atau gak ada ide sama sekali (keknya gak mungkin kalo gak ada ide, kecuali otak lo kosong #eh). Lo bisa bikin kolaborasi sama orang-orang yang punya skill berbeda dari lo.

Cobain deh keluar dari komunitas lo, kira-kira bisa bikin ide kreatif apa? Kolaborasi atau kerja bersama udah bukan istilah baru kok. Apalagi di era social network kek sekarang ini. Dirumah pun lo bisa duduk santai sambil kolaborasi sama orang lain.

One of the big things of making a collaboration happen is finding the person to partner with in your collaboration. Happy hunting, cheers!

Baca juga: Mau Jadi Kreatif Itu Gampang!

Header image credit: stocksnap.io

"Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana" - Carolina Ratri

Bulan September ini, Jungjawa bakalan konsisten ngomongin tentang creative thinking. Makanya, ini adalah momentum paling tepat buat kamu yang pengen banget belajar tentang gimana caranya buat kreatif, Ngomongin tentang kreativitas, kamu musti kenalan sama Carolina Ratri, blogger dan freelance designer loh.

Pengen tau banyak apa yang diomongin MakCar mengenai creative thinking? Langsung deh simak aja hasil bincang-bincang Jungjawa dengan MakCar!

Kenalan dulu dong mak, siapa sih MakCar itu. Kan kata pepatah, gak kenal maka gak sayang. Eh?
Kenalin, aku, seperti udah kamu panggil, biasa disapa MakCar. Padahal nama asli cakep banget, Carolina Ratri. Tapi nggak apa-apa. Soalnya aku emang emak-emak beranak dua, perempuan semua. Sekarang lagi lasak-lasaknya.

Ngeblog masih newbie, baru mulai tahun 2007. Tapi serius memutuskan untuk menjadikan blog dan nulis sebagai pilihan hidup di tahun 2011.Selain nulis dan ngeblog, aku juga suka utak atik grafis.

Baca juga: Agiasaziya, Ngeblog Harus Pake Cinta

Masih belajar sih, belum yang desainer banget atau ilustrator banget. Sering aku bilang ke diri sendiri, nggambar untuk mengekspresikan diri. Drawing to express, not to impress. Jadi ya gitu deh. Agak-agak semau gue. Tapi yang satu ini sekarang makin susah bagi waktunya.

Wih keren ya, blogger sekaligus ilustrator! Kalo ngomongin kreativitas kan gak jauh dari anak muda nih. Kenapa sih anak muda kudu ngasih kontribusi buat Indonesia melalui kreativitas yang mereka miliki?
Dulu Bung Karno bilang, beri aku sepuluh pemuda dan akan kuubah dunia. Aku rasa-rasanya setuju sih. Anak muda selain biasanya masih penuh semangat, ide-idenya juga lebih segar. Otaknya masih liar, masih bisa dimasukin segala macam info, dan lalu diolah dan dikeluarkan kembali dalam bentuk lain yang kadang nggak terpikirkan.

So, yeah. Creativity do change the world. Hanya saja, kita harus bijak memilih kreativitas yang macam mana :)

Oh gitu. Sebenernya kreatif itu kan bisa buat siapapun kan mak? Kalo buat blogger nih, gimana sih caranya biar kita punya pemikiran kreatif? Jadi nggak cuma nulis hasil dari copas-copas gitu.
Sebenarnya ini cuma masalah si blogger itu rajin membaca juga apa enggak. Blogger kan penulis. Iya kan? Dan aku nggak bisa percaya, jika seorang penulis bisa-bisanya nggak suka membaca. Pemikiran kreatif bisa didapatkan dari banyak membaca. Otak kalau sering dikasih gizi, ya pasti sehat. Kayak tubuh. Jadi banyak-banyaklah membaca.

Dan juga kayak tubuh, vitamin dan mineral kan didapat dari berbagai macam sumber makanan. Begitupun otak. Bahan bacaannya harus beraneka ragam dong. Jangan pernah karena hanya membaca satu topik, kita lantas merasa udah ngerti. Coba cari sumber lain, kalau perlu dari point of view yang berbeda.

Kalau inputnya bermutu, output juga bermutu. Kalau inputnya kreatif, output pasti lebih kreatif, karena sudah diolah lagi.

Jadi input = output gitu ya mak. Terus lanjut nih, pada dasarnya kan blogger emang orang-orang yang kreatif, terus gimana sih caranya biar aktivitas ngeblog itu punya purpose? Which mean bisa bikin impact di dunia nyata.
Hmmmm. Sering-seringlah berbagi. Apa yang sudah kamu ketahui, adalah menjadi hak orang lain untuk mengetahui juga. Jangan pelit ilmu deh. Ilmu makin dibagikan, nggak akan habis kok. Malah nambah, karena dengan berbagi itu kadang kita jadi tukar pikiran sama orang lain. Kita jadi tahu wawasan yang berbeda. Nah, kan, nambah ilmu lagi. Kalau mau ada impact di dunia nyata ya, coba datang ke acara-acara gathering ini itu. Berbagilah di sana.

Kalau aku sendiri sih, niat awal ngeblog memang berbagi. Jadi sampai sekarang ya, tetep. Berbagi. Berbagi apa? Apa aja.

By the way, menurut Mak Car sendiri dimana sih peran serta pemerintah buat ngembangin potensi kreatif di Indonesia?
Aku nih rada-rada skeptis sama pemerintah sebenarnya. Sudah rada-rada nggak percaya. Pemerintah udah terlalu sering ignore, dan lebih memilih mengenakan kacamata mereka sendiri. Jadi, kita memang musti mengembangkan diri sendiri dengan usaha sendiri untuk saat ini. Tapi ada sih pemerintah daerah yang aku kagumin sekarang, karena cukup sensitif dengan potensi kreatif warganya. Itu si walikota Bandung.

Meski nggak mungkin akan sempurna yah, tapi setidaknya dia sudah mikirin apa mau warganya dan gimana bikin seneng warganya. Taman Film itu misalnya.

Jadi ya gitu. Seharusnya pemerintah memfasilitasi kayak gitu. Coba di Taman Film itu terus diputer film-film indie garapan anak-anak Bandung sendiri, atau apalah. Pasti akan bisa menyemangati anak-anak muda supaya kreativitasnya makin tinggi.

Oh oke, tentang taman film, ide bagus tuh mak! Balik ke Mak Car lagi nih, kan udah bikin buku Sukses Membangun Toko Online nih, ada nggak rencana bikin karya lagi kedepannya? Bisa dong dibisikin disini.
Nah, iya. Buku kedua sudah ke tahap editing kedua. Kemarin barusan aku share di Facebook, minta bantuan temen-temen untuk ikutan voting milih cover yang cocok.

Buku pertama Sukses Membangun Toko Online kan bahas seputar gimana cara membuat toko online dan gimana me-manage-nya. Buku kedua, judul sementaranya Blogging: Have Fun and Get the Money. Seperti yang udah ada di judul, buku ini nanti mengulas seluk beluk blogging, gimana bersenang-senang dengan ngeblog, ngeblog yang baik (termasuk di dalamnya ada tip-tip menulis ala jurnalistik), teknik dasar SEO hingga how to get job reviews dan adsense.

Image credit: facebook.com/mommycarra
Berbeda dengan buku-buku lain yang mengulas teknik blogging atau kalau mau SEO ya SEO banget, kalau adsense ya targetnya adalah kaya raya dengan adsense, buku ini nanti akan lebih membahas have fun dengan ngeblog, dan uang itu bonus. Jadi, nggak terlalu teknis gitu. Tapi lebih ke memperbaiki cara kita ngeblog, supaya blog bisa dimaksimalkan.

Menarik nih, kalo udah rilis kabar-kabar ya mak. Next, ngomongin industri kreatif di Indonesia deh. Menurut Mak Car sendiri, gimana sih kira-kira perkembangan industri kreatif di Indonesia untuk kedepannya?
Kebetulan aku sudah sekitar 14 tahun di dunia industri kreatif, dimulai sebagai desainer handicraft dan sekarang malah freelance. Industri kreatif itu nggak ada matinya. Masing-masing orang bisa menjadi bos untuk diri sendiri di industri ini, dan selalu ada yang baru yang bisa kita ulik di industri ini seiring perkembangan zaman.

Industri kreatif adalah industri yang tepat jika kita pengin berhenti kantoran dan mulai berwirausaha. Menjadi freelancer dulu, abis itu ntar nambah pegawai buat bantuin satu orang, terus beberapa orang. Akhirnya bisa bikin sendiri, itu biasanya ciri khas wirausahawan di bidang industri kreatif.

So, sampai kapan pun, industri kreatif itu paling menjanjikan di antara industri-industri yang lain. Tinggal tergantung sama kreativitas masing-masing saja, mau menampilkan hal baru apa.

Terakhir nih, ada yang ingin disampaikan nggak buat anak-anak muda kita yang sedang berkarya atau masih belum memiliki karya. Agar mereka berani, semangat berkarya dan tetap kreatif, gitu?
Jangan mikirin hasil dulu deh. Pikirkanlah prosesnya. Kamu sedang menikmatinya apa enggak? Soalnya kalau belum-belum udah mikirin hasil, bagus apa jelek, dua-duanya akan membuatmu berhenti.

Baca juga: Rian Nofitri, Membuktikan Eksistensi dengan Berkarya

Kalau hasilnya bagus, maka kamu akan cepat puas. Kalau hasilnya jelek, kamu akan menyerah di tengah jalan. Jadi nikmati prosesmu berkarya sekarang. Kalau kita menikmati prosesnya, biasanya sih, akan nagih. Pengin melakukannya lagi, dan yang pasti, melakukannya dengan lebih baik.


Header image credit: instagram.com/r3dcarra

#LocalHero adalah artikel maupun Q&A Jungjawa mengenai Indonesian Creative Thinker. Are you creative thinker? Prove your existence! To becoming my next Local Hero, please send your email to hello@jungjawa.com with subject 'Local Hero'. Good luck! 

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2022