Akhir-akhir ini gue sering banget nemuin update media sosial yang keren banget. Terutama di LINE, Facebook bahkan Instagram dengan cerita dari caption yang mengagumkan.
Gue baru sadar kalo anak-anak media sosial seneng banget bikin cerita maupun mengungkapkan fakta dan realita yang ada. Konten yang mereka buat cukup menggugah dan emang inspiratif banget. Sampai terkadang, mereka membangun konten berdasarkan isu sosial yang masih hangat terjadi (seperti kasus kabut asap atau situasi politik terkini).
Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Nulis di Internet?
Sayangnya, ada saja efek negatif dari fenomena ini. Ya, tentang cerita yang memiliki unsur mengada-ada atau bahkan cenderung provokatif hingga menyudutkan pihak-pihak tertentu.
Uniknya, ada saja yang pintar bercerita syahdu dengan curhat galaunya membuat banyak orang yang merasa 'wah gue banget'. Kemudian menjadi viral tapi eh ternyata, kok kontennya copy paste tanpa menyebutkan sumber *eh, ada yang kesindir?
Andaikan gue boleh beropini nih, konten seperti ini bagi gue cuman jadi angin lewat aja. Ya, gue cenderung untuk tidak langsung percaya dengan suatu konten bahkan untuk konten yang udah viral banget. Meskipun konten tersebut udah punya jutaan share dan like, bisa aja gue nggak menggubris konten itu sama sekali. Karena gue punya prinsip, pembuktian itu perlu untuk memberikan kebenaran dari konten tersebut.
Kembali ke pembahasan awal, menjamurnya penulis-penulis handal di berbagai media sosial seperti diatas memberikan sedikit harapan cerah untuk kita. Ya, citizen journalism yang mengedepankan fakta dan opini yang ada di masyarakat. Kita jadi punya banyak sumber, punya banyak data untuk membandingkan berbagai isu-isu yang ada.
Karena menurut gue opini publik seharusnya tidak dikemudikan oleh media konvensional. Maka dari itulah muncul penulis-penulis handal di berbagai media sosial.
Baca juga: Medium, Udah Saatnya Ngeblog dan Fokus Menulis
Emang sih, yang namanya berita apalagi breaking news seringkali memunculkan banyak data-data ambigu yang disajikan. Tentu saja berbeda dengan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Tapi perlu diingat, jika kita kebanjiran konten, ada satu cara untuk menyikapinya, jadilah pembaca yang cerdas.
Apalagi kalo lo orangnya emang punya rasa ingin tahu yang gede, pasti lo bakalan banyak baca berita dari berbagai sumber. Lagian kalo lo emang cerdas menyikapi suatu isu, lo nggak bakalan dengan mudahnya mencet tombol share gara-gara judul beritanya menarik banget. Jangan sampai ketipu deh, baca dulu!
Memang sih, susah menahan godaan untuk gak nge-share sesuatu yang menarik apalagi yang udah viral banget. Tapi, ini kan udah 2015 nih, masa mau cross check aja masih males?
Image credit: startupstockphotos.com






