Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Pernah Menjual Nasionalisme Milikmu!



Beberapa hari yang lalu gue menerima chat Line dari seorang teman. Singkatnya, isi pesan tersebut berisi ajakan buat make aplikasi karya anak bangsa dengan dibumbui himbauan untuk nggak cuman make aplikasi negara lain tapi dari negara sendiri juga dipake.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Nulis di Internet?

Well, ini nggak masuk logika yang gue punya. Kenapa? Sebab menurut gue, aplikasi bagus gak bakal ngejual 'karya anak bangsa', 'made in Indonesia', ataupun label nasionalisme yang ia miliki.

Kalo emang aplikasinya bagus ya emang bagus. Bukan karena penggunanya kepaksa make gara-gara status kenegaraan yang ia miliki. Bukan.

Lagian kalo developer dari aplikasi tersebut emang mau thinking forward, gak bakalan ngelabelin aplikasinya dengan embel-embel karya anak bangsa. Soalnya, kita bicara market. Emang mau ya kalo yang make aplikasi itu cuman orang sendiri? Lah orang asing gimana?

The thing is, lebih baik developer tersebut fokus memperbaiki aplikasi tersebut. Bukan memaksa bangsa sendiri untuk menggunakan. Sebab, kalo emang aplikasi itu bagus, ya siapa sih yang gak mau make? Ya kan?

Sebagai contoh Nike, Apple, Rolex dan sebagainya deh. Mereka nggak ngasih embel-embel nasionalisme di produk mereka. Ya, mereka tau. Produk yang baik adalah produk yang memang baik. Bukan negara asal produk.

Terus buat kita, memangnya serendah itukah nasionalisme kita dijual? Tentu gue masih mendukung karya anak bangsa. Tapi bukan kek gitu caranya. Logikanya gini, apakah lo tetep mau pake aplikasi bangsa sendiri walaupun ada aplikasi sejenis yang justru lebih baik. Kita harus bikin different way of thinking kalo emang mau bikin aplikasi lokal jadi populer.

Disisi pengguna, tentu ini masalah kualitas. Aplikasi yang memang berkualitas akan populer dan digunakan. Dan untuk pengembang aplikasinya? Ya, seharusnya developer dari aplikasi tersebut lebih giat untuk memperbaiki aplikasi dong. Dengan begitu kan ikut meningkatkan kualitas aplikasinya.

Baca juga: Bukan Jamannya Lagi Diam Itu Emas

Mulai sekarang nggak usah sok heboh dengan karya anak bangsa. Mentang-mentang karya anak bangsa, kita ngerendahin pride kita gitu? Maaf, kami memang nasionalis. Tapi kami punya harga diri untuk tidak menjual nasionalisme yang kami punya.


Image credit: pixabay.com

Komentar

  1. Kalau kualitasnya setara, seharusnya sih lebih memilih produk lokal. Tapi kenyataannya, merek luar lebih utama, merek lokal dipandang sebelah mata. Mungkin karena itu, sampai perlu dimunculkan 'made in indonesia' dan semacamnya, tak lain untuk mengubah pola pikir masyarakat. Contohnya tulisan ini, yg banyak menggunakan istilah asing, yg sebenarnya bisa menggunakan istilah dlm b.indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. "...seharusnya sih lebih memilih produk lokal..."
      Kenapa harus, bukankah jika produk lokal lebih baik, kita akan menggunakan produk yang lebih baik?

      Hapus
  2. Terus kau boleh nya menjual apa kak ????

    BalasHapus
  3. emang gak boleh gue heboh! sah-sah aja kan! :))

    hmm, ok, Aplikasi yang berkualitas itu "menurut lo" seperti apa?
    soalnya gue gak paham, berkualitas menurut lo, belum tentu berkualitas buat gue! see.

    gue gak paham, kenapa mesti para developer yang buat aplikasinya ngasi embel-embel supaya usernya tau itu aplikasi anak-bangsa. tapi bukannya emang bagus dari sisi marketingnya, gue jadi paham itu aplikasi dari mana, dan gue yakin ada banyak orang yang mencoba gara-gara tau itu.

    yah, paling enggak mereka yang buat itu udah berkarya sesuatu aja gue udah seneng.
    daripada gue yang gak pernah bikin aplikasi apapun, cuma bisa kritik dan saran doang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kritik dan saran itu juga salah satu sarana untuk membangun loh. Jadi, jadi jangan juga menganggap saran atau kritik itu hal yang remeh.

      Hapus
  4. Nah ini! Makanya gue kadang ane dengan yang pakai label "karya anak bangsa" toh kalau karya/produk mereka bagus, tanpa pakai embel-embel pun akan laku/diterima di pasaran~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Just too good to be true. Gue juga mikir hal yang sama.

      Hapus
  5. Balasan
    1. And then, inilah anak muda bro. Mereka yang pengen bikin Indonesia lebih baik :))

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

FONT UNTUK NUANSA RAMADHAN DAN IDUL FITRI

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT