Kenapa Anak Muda Harus Nulis di Internet? | Good Ideas. Great Stories.

“Usia duapuluhan adalah masa kegemilanganmu, masa yang paling penting dan paling indah. Tapi juga masa-masa dimana kamu harus mengambil keputusan penting dan melakukan kesalahan besar.” - Ann Brashares, penulis

Banyak orang yang bilang kalo anak muda adalah generasi penerus dan bakalan menjadi roda penggerak suatu bangsa. Apalagi di era digital kek sekarang ini, anak muda tentu saja makin eksis karena mudahnya akses internet.

Namun, kalo kita lihat lebih jauh lagi ternyata masih sedikit penulis muda atau mereka yang berada di rentang umur 15-25 tahun yang secara produktif ngehasilin konten di internet. Ya, mungkin karena beragam jenis konten bisa dihasilin sih kek video, grafis, tulisan dan lain sebagainya.

Disini gue bakal mempersempit pandangan kita tentang anak muda yang ngehasilin konten, khususnya buat mereka yang aktif nulis di internet.

Baca juga: Kibarkan Semangat Lo Sebagai Pemuda Indonesia

Boom! Asal lo tau sih, nulis di internet itu gak cuman buat update status media sosial yang kita punya kek Facebook atau Twitter aja. Menulis bisa lebih dari itu. Lo bisa bikin pemikiran tentang berbagai masalah di dunia nyata dan bikin solusinya. Solving the real problem is not easy work, but it doesn't mean it can't be done.

Pertanyaannya adalah, kenapa sih kita nggak liat banyak anak muda yang aktif nulis di Internet?

Where Are They?

Banyak tempat di internet yang bisa kita temukan dimana anak-anak muda sering ngumpul dan bikin diskusi. Tetapi, masih banyak dari mereka (termasuk gue) ngumpul di media sosial kek Facebook, Twitter dan Instagram. Selebihnya, mereka punya komunitas-komunitas sesuai dengan interest mereka atau paling mentok ya diskusi di forum kek Kaskus.

Sebenernya itu adalah problem yang jelas! Why? Karena anak muda sering menilai teman mereka lewat media sosial, dimana mereka bisa mengekspresikan opini mereka dari berbagai macam topik secara bebas. Ya, mereka bisa bebas gitu aja buat judging on various topic on internet.

Masalah selanjutnya, they're addicted! Kecanduan internet adalah salah satu worse things dan mereka nggak punya banyak waktu untuk jadi lebih produktif. Pagi hari scrolling timeline Twitter, agak siang dikit buka Instagram dan scrolling lagi, terus sorenya check-in di Path sambil scrolling lagi. Gitu aja terus. Just scrolling after ever.

Gak salah sih sebenernya buat lo yang sering scrolling kek gitu. Mungkin aja pekerjaan lo emang gak ada hubungannya sama internet, jadi lo make internet buat nyari informasi dan entertain aja. Bukankah emang media sosial sekarang jadi tempat buat pamer doang? Dibalut oleh pencitraan diri?

But, hidup lo bisa kok jadi lebih bermanfaat daripada cuman geserin jari dari bawah ke atas setiap harinya dengan cara menulis. Ya dengan menulis.

Baca juga: Berhenti Sok Keren dengan Gelar Agent of Change

Kenapa harus nulis? Ya, karena menulis adalah cara kita berpikir. Menunjukkan gimana pola pikir yang kita punya dan bangun hingga kemudian dituliskan secara sistematis dan terstruktur agar mudah dimengerti oleh orang lain.

Menulis disini gak usah kek nulis artikel ilmiah kok. Ya, biasa aja. Kek gue yang menulis seperti yang sedang lo baca sekarang ini. Pada dasarnya gue gak perlu keahlian menulis kek nulis artikel jurnal skripsi, itu kalo lo ngerti maksud gue.

Terus apa hubungannya anak muda sama kegiatan menulis? Jadi gini, menurut gue anak muda udah banyak kehilangan waktu, kreativitas dan imajinasi. Padahal mereka adalah generasi penerus yang bisa ngelihat dunia dari perspektif muda mereka dan pemikiran mereka yang masih fresh. Kenapa harus nunggu di umur 30 tahun untuk membuat sebuah inovasi kalo sekarang udah bisa?

Gue nulis, tapi gak di internet. Masalah?

Ada sebuah kutipan nih
"Untuk membuat sebuah perubahan hanya butuh satu orang"

Terus ada juga
"Nggak peduli berapa umur lo, setiap orang bisa bikin perubahan"

But, kita nggak liat banyak anak muda doing much for this things.

Padahal ide-ide brilian itu ada di anak muda. Mereka bisa jadi inovator dan inventor sebagai generasi muda. Sehingga kalo bisa kita tarik kesimpulan secara global, anak muda bisa reshaping the future of this planet.

Bagaimana caranya? Angkat bicara! We present to speak and contribute to arguments on the internet, yakin aja kalo anak muda bisa bikin cerita jadi beda. Bisa bikin all of us ngelihat dari perspektif yang berbeda. Itulah kenapa kita butuh banyak kehadiran anak muda di Internet.

Khususnya menjadi seorang penulis atau at least bikin konten yang bisa dibaca banyak orang, nggak cuman doing ordinary things like updating their activity on Facebook or Path. We can get better plan for the future with teenagers in mind.

Apalagi di era digital sekarang. Kalo lo cuman nulis pemikiran lo di buku catatan sekolah, mau sampe kapan? Gak bakal orang lain bisa liat pemikiran lo. Bukan berarti menulis secara offline itu salah. Tidak.

Itu baik, tapi ada yang lebih baik. Kenapa nggak?

Better future

"Imagine the internet being used as a tool, to build a better planet"

Kalo kita bisa dapatkan imajinasi dari anak-anak muda kita bisa bikin masa depan lebih baik soalnya anak muda masih punya banyak banget impian. Istilahnya masih idealis lah. Terus dibikin kolaborasi sama pengalaman mereka yang udah dewasa, pastinya we can doing something better for our lives!

Baca juga: Ngapain Takut Bikin Perubahan?

Kalo anak muda sama orang dewasa bikin kolaborasi buat solving real problem keknya bakalan lebih efisien. So? As a teenager lets participate in this evolution of the internet. Trust me, we can make the internet a better place and reshaping for better future.




Image credit: pixabay.com

Komentar 18

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Yap, setuju banget sama Mas Arif. Saatnya kita gunakan medsos dengan lebih bermanfaat, misalnya lewat menulis konten yg "berisi". Yah, setidaknya rame-rame sharing tulisan yg bisa membangun.

    Klik "sebarkan" ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klik "baca"
      Pahami
      Dimengerti
      Jika berguna, sebarkan :)

      Hapus
  2. Setuju banget nih. Menurutku, internet diciptakan supaya manusia bisa lebih banyak menyebarkan kebermanfaatan. Tapi faktanya, lebih banyak yang hanya sekedar penikmat aja (termasuk saya sih)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi, apakah sekarang udah pengen berubah gara-gara kesindir? (termasuk saya juga deh)

      Hapus
  3. Masalah penilaian anak zaman sekarang sama temennya cuman lewat sosmed dasar marak banar dan bahaya, bnyk kawanan ulun yg gak tau ceritanya tp cuman liat foto di ig bisa mendeskripsikan yg aneh2 dan timbul pemikiran kd baik. Miris..

    Entah kenapa ulun ngakak sorangan pas membaca "hidup lo bisa kok jadi lebih bermanfaat daripada cuman geserin jari dari bawah ke atas" harusnya ini dibaca semua anak sosmed kalau perlu dibikin gambarnya bang :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kepikiran buat bikin komik. Hehe. Sekarang lagi fokus bikin konten dalam bentuk tulisan :))

      Hapus
  4. Wah ak setuju, banyak anak muda yang hanya mengunakan internet, khusus nya media sosialnya hanyak untuk update status, pamer, padahal di internet itu masih banyak hal yang bermamfaat yang mungkin bisa berguna bagi dirinnya untuk ke depannya

    Nice article

    BalasHapus
  5. Gue kok setuju banget ya sama tulisan ini. Nice one Rif!! :)

    BalasHapus
  6. Saya sangat setuju dengan tulisan ini, dibanding ngabisin masa muda dengan acara hura-hura tak jelas, lebih baik kalo dihabisin dengan yg bermanfaat, misalnya menulis di internet :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap! Bikin konten ya om. Kek tulisan, grafis, video maupun karya lainnya.

      Hapus
  7. saya pernah nih ngalamin masa-masa addict gini, kerjanya cuma scrolling, pindah dari satu sosmed ke sosmed lain. untungnya sekarang udah nggak lagi. hidup memang harus lebih berarti dari sekedar geserin jari dari bawah ke atas ya mas :)

    BalasHapus
  8. Aku setuju.. Harapanku sih profesi yang "gentayangan" di medsos itu disosialisasikan ke anak-anak SMP dan SMA. Jd cita-cita mereka lebih terarah sejak dini..biar mereka bisa ngikutin passionnya. Aku mungkin termasuk telat mengenal dunia tulis-menulis. Tapi better late than never kan yaa.. Dan profesi ini cucok bgt buat ibu-ibu yg pengen tetap bisa berpenghasilan tapi ngga mau jauh-jauh dari anak. :)

    BalasHapus
  9. Bangga dengan anak muda yang punya pemikiran super. Smg virus menulisnya nyebar kemana mana. Sukses ya.

    BalasHapus
  10. Nice share 👍
    Semoga menginspirasi lebih banyak anak muda. Soalnya banyak yang sebenernya berbakat, tapi belum tergerak dan bergerak. Hihi :)

    BalasHapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018