Kenapa Berhenti Membuat Konten Tutorial? | Good Ideas. Great Stories.


"Yaelah cuy, bikin konten tutorial mulu. Gak bosen?

"Bikin tutorial tuh capek bro. Belum editnya sama bikin deskripsinya. Apalagi kalo yang baca tutorial kita malah makin enggak ngerti. Makin capek deh. Fiyuh..."

***

Ya, beberapa blogger secara sederhana membuat artikel dalam bentuk tutorial. Tentang bagaimana cara melakukan sesuatu hal seperti yang dimiliki oleh WikiHow atau bagaimana tips mengerjakan sesuatu. Wes pokok e tumpek blek ning Google.

Konten tutorial sebenarnya hanyalah sebuah artikel dengan solusi praktis dan aplikatif dari seorang blogger. Satu hal yang bisa didapat dari konten tutorial, pembaca menemukan solusi sederhana dari permasalahan yang mereka hadapi.

Itu saja.

Mungkin beberapa orang merasa bahwa konten tutorial terlalu sederhana untuk dibuat. Belum lagi, saya pernah membaca sebuah artikel yang bernada skeptis terhadap konten tutorial. Marai pengin ngomong basingse

Prespektifnya, konten tutorial membuat pengguna internet khususnya generasi milenial menjadi sangat manja. Mau cari tutorial hijab, di Youtube ada. Mau cari resep masak? Tinggal Googling. Ya semudah itulah.

Seolah-oleh konten tutorial dengan mudahnya menyuapi pembaca dengan hal-hal aplikatif nan praktis. Saya sih ndak masalah dengan konten tutorial. Wong saya juga merasa terbantu dengan mereka yang dengan itikad baik membagi tips maupun langkah-langkah mengerjakan sesuatu.

Toh, problematika konten tutorial enggak usah dipikir njlimet layaknya gelaran pilkada. Biasa wae ah.

Ya kalau dengan konten tutorial bisa membantu banyak orang, kenapa ndak boleh tho? Kalau dengan menulis langkah-langkah yang aplikatif, mengapa harus menjejali isi otak dengan pernyataan teoritis? Tidak ada yang salah, justru semua benar adanya.

Kemajuan teknologi memang membuat segalanya lebih mudah, efisien dan praktis. Kita enggak perlu bingung caranya masak pakai rice cooker misalnya. Tinggal Googling. Tunggu sebentar. Matang. Kemudian hidangkan selagi hangat.

Laptop kamu mati karena blue screen. Googling aja untuk cari solusinya. Mau servis sepeda motor tapi enggak ngerti harga spare-part di pasaran? Cari di Google. Mudah, sekaligus kamu bisa membandingkan beberapa merk terkait. Mudah kan?

Konten tutorial ataupun penjelasan akan suatu hal bukanlah konten ecek-ecek. Wong niatnya juga membantu orang lain. Lha kita sebagai blogger ya cuman dapat sedikit pageview, dua sendok makan bounce rate dan satu tetes receh dalam bentuk dollar Adsense. Hehehehe...


Selain itu, enggak banyak yang mau memaksakan diri masuk ke dalam Quora, Stack Exchange, Kompasiana, Medium atau pun platform diskusi lokal seperti Kaskus untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi. Ribet bro.

Memang, saya tidak menunjukkan data pasti dan riset terkini. Tapi, dengan jelas bahwa dalam hal mencari informasi dan petunjuk, kita tidak perlu masuk ke situs tersebut. Cukup Googling dan biarkan mesin pencari ‘memikirkan’ petunjuk yang tepat dalam bentuk artikel tutorial.

Kalo ndak puas dengan penjelasan dalam bentuk tulisan, kita bisa lihat Youtube. Ingat, Youtube bukan hanya tentang vlogging saja. Banyak sekali edutaiment di dalamnya. Ya seperti yang saya bilang di atas tadi, ya tutorial hijab ya tutorial pakai sarung juga ada. Beres!

Jangan pernah berhenti membuat tutorial. Karena tutorial adalah bagian dari edukasi. Memiliki pendidikan tinggi bukan berarti pintar dalam segala hal sehingga tidak perlu tutorial. Pun begitu, sebegitu bodohnya hingga meremehkan internet sebagai tools kekinian adalah tindakan yang kurang tepat.
Lingkaran setan kurang membaca tidak akan pernah habis untuk dipikirkan. Kalau ingin pintar, bacalah dulu langkah-langkahnya. Sebuah produk pasti memiliki buku panduan dasar. Sungguh, bijak apabila membaca setiap langkahnya.

Jika saya boleh menjawab judul post ini, maka sederhana saja. Tidak akan pernah ada waktu untuk berhenti membuat konten tutorial. Ya, tutorial mengedukasi otak yang terlalu kosong untuk diisi. Menyuapi generasi muda dengan konten tutorial sehingga membuat manja? Tolol saja mempermasalahkannya.

#NowPlaying Sheila On 7 – Terima Kasih Tutorial

Komentar 12

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Sangaaaaaar, bosque! Sukaaaa! Bahkan ada film yang judulnya ketutorial-tutorialan, dan itu juga asique. Judulnya: How To Be Single.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tau cha ada judul film kek begitu. Bentar.. Emangnya enak apa kalo single? Kok ada film begitu. Haha

      Hapus
  2. Ntap banget!
    Tapi ya gitu, gue aja terbantu banget mau ngapa2in. Google aja.

    Tapi ngenes kadang nanya ke temen jawabnya, "tinggal cari di google aja kok repot!" Shit banget denger temen jawab kek gitu. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak shit sih sebenernya. Supaya mandiri aja sih.

      Hapus
  3. Karena kita adalah generasi tutorial.

    BalasHapus
  4. iya e apalgi tutorial banyak yang copy paste, ditanyaaa maksudnya apa dia sendiri yang nulis gatauu... haduuww

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. susah lah kalo gitu. Mengejar traffic?

      Hapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018