Sumber Gambar dari Google, Salah atau Tidak?



Belakangan, saya sering sekali blogwalking. Entah hanya sekadar mencari bahan bacaan maupun iseng membaca tulisan yang random. Terakhir, saya jadi tahu tentang Aeroterrascan. Sebuah project ambisius dan menarik sekali untuk dibahas (mungkin next time saya akan membahasnya, ingatkan saya).

Urusan blogwalking juga bukan perkara mudah. Apakah harus pilih-pilih bahan bacaan? Tidak. Justru jika menemui sebuah artikel content placement maupun job review, saya menjadi sangat antusias. Tertarik sekali bagaimana blog tersebut mengemas sebuah artikel bersponsor dengan luwes.
Namun, tak jarang pula blogwalking membuat saya sakit hati tak berkesudahan. Sekaligus saya ingin menjerit dan mengumpat sejadi-jadinya. Marah? Mungkin iya. I'm so sorry for this.

Sumber dari Google

Ya, kegiatan blogwalking saya sering kali terhenti ketika membaca sebuah caption di bawah gambar, "Sumber dari Google". Sialnya, saya sering membaca ketika makan, minum es teh maupun nyeruput kuah rujak. Coba tebak, apa yang terjadi? Tersedak!

Percaya atau tidak, kelakuan tim #SumberDariGoogle banyak membuat saya geli, heran, kagum dan sekaligus terkejut. Apakah mencari sumber gambar sesulit itukah? Atau jangan-jangan Google membuatnya menjadi lebih mudah dengan adanya Penelusuran Gambar?

Okay, first of all, saya berpikir positif bahwa "Sumber dari Google" digunakan oleh mereka yang baru saja berhasil menulis di internet, khususnya blog. Mengapa demikian? Ketidaktahuan. Ya, semuanya butuh proses. Mulai dari bawah sebagai proses pendewasaan.

Saya juga demikian, pernah melakukan tindakan tidak terpuji dengan menulis "Sumber dari Google". Tapi, sudahlah, saatnya berdamai dengan masa lalu. Kemudian #terusbelajar untuk memperbaiki kesalahan.

So blogging about this! via warriorwriters.wordpress.com


Hak cipta dari sebuah konten berupa gambar yang dicari melalui hasil penelusuran Google bukanlah milik Google. Layanan pencarian ini hanya menampilkannya saja. Bukan memiliki.

Pemegang hak cipta tetaplah website atau blog yang bersangkutan. Sudah selayaknya "Sumber dari Google" kita buang jauh-jauh. Bahkan kalau bisa, tidak usah sama sekali akan lebih baik.

Solusinya? Melek Referensi

Jika kesulitan menemukan gambar melalui Google, bisa menggunakan layanan free-license images. Banyak sekali, seperti Pixabay, Pexels, Gratisography, Kaboom Pics dan lain sebagainya. Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang pencantuman gambar pada blog, mudah sekali.

Nah, semuanya sudah jelas dan gamblang tho? Kalo nulis artikel ya mbok sebisa mungkin bagus. Jelek ndak masalah, tapi #terusbelajar. Gitu sih.

Kan, blogger dekat dengan dunia referensi. Melek ya harus dong. Lha kalo nggak melek referensi, berarti masih merem. Yawis, gek ndang bangun. Sudah pagi, nanti rejekimu di pathok ayam lho.

Komentar

  1. Melek ini mas udah ngopi juga hehe. . Tapi memang bener dan saya setuju drpd mencantumkan #sumber dari google lebih baik cari gambar atau foto sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah cocok! Foto sendiri sebagai eksperimen hasil jeprat-jepret

      Hapus
  2. Kalau gambar yg kita ambil dr blog seseorang ternyata juga diambil dr blog lain, bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti sumbernya ya 'blog lain' tadi. Ya tho?

      Hapus
  3. Saya juga pernah melakukan mas.
    Makanya kalaupun sekarang saya nerima Placement Post, biasanya saya email pihak bersangkutan untuk menyertakan link (tidak aktifk) pada gambar yang saya ambil.

    Saya pernah iseng mencari gambar saya, dapat di beberapa blog orang lain. Ada yang watermarknya ditambahi dengan watermark mereka, ada juga yang nulisnya blog saya tapi singkat tidak lengkap. Entahlah hehehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bloger terkenal yha bebaas mas. Kalo udah dicomot-comot berarti emang gambarnya bagus. Hehehehememuji tidak langsung~

      Hapus
  4. Hehehehe iya yah.. sering banget yang mencantumkan sumber dari google padahal bukan google pemiliknya.

    Saya juga biasanya cari yang gratisan aja, di pixabay dan kawan kawan biar aman hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ndak usah malu mencantumkan sumber. Malu? Jujur kok malu. Hehehe
      Ya tho mbak?

      Hapus
  5. Dulu awal2 ngeblog saya sering comot gambar, sekarang sudah tobat... Pakai jepretan sendiri :D

    BalasHapus
  6. Kaishan banget yang puny agambar kalo sumber nya di tulis dari google doang, kan dia punya nama dan ngak ada salah nya menyantumkan link nya

    BalasHapus
  7. Abis baca tulisan ini, yang pertama gue lakuin typing 'google' di blog gue. Khawatir ada si 'sumber dari google'. Sukurlah, tidak ada. Atau pernah dihapus sebelumnya? Lupa euy.

    Misalnya, Jung. Gambar yang kita post hasil dari edit. Katankanlah, gue bikin wallpaper. Wallpapernya itu hasil edit dari kumpulan banyak gambar. Ehm, masih harus ga sih 'sumber dari'-nya disebut? atau gugur karena gambar yang di post udah 'gambar baru' hasil editan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

SAMUDRA!