Seberapa Cepatkah Loading Blogmu? | Good Ideas. Great Stories.

Apakah kamu termasuk pengguna internet yang akan menutup tab browser secepat-cepatnya ketika membuka sebuah situs atau blog dengan waktu loading yang begitu lama?

Jika iya, maka kita termasuk satu tim #TimCloseTab

Ketika mengunjungi sebuah blog dengan waktu tunggu yang relatif begitu lama, tentu saja kita akan merasa cepat bosan. Apalagi konten yang ada di blog tersebut lumayan berat, padahal koneksi internet yang kita gunakan tidaklah secepat alunan dangdut yang secara cerdas dimainkan oleh kondektur bus pantura.

Apa yang terjadi ketika sebuah blog memiliki waktu tunggu yang terlalu lama? Ya, seperti yang saya bilang tadi. Langsung close tab.

Saya menemukan beberapa faktor penting untuk mengoptimalkan kecepatan sebuah blog. Termasuk bagaimana SEO akan mempertimbangkan kecepatan situs tersebut. Sebab, semakin ke sini, Google (search engine) menggunakan kualitas UX dalam penilaian suatu situs. Termasuk kecepatan loading sebuah situs itu sendiri terhadap kenyamanan pengunjung.

Logikanya seperti ini, blog A memiliki load time 12 detik dan blog B memiliki load time 4 detik. Dengan asumsi kecepatan internet yang sama, konten yang sama dan hanya berbeda pada load time saja, maka pengunjung sudah dipastikan akan lebih memilih blog B.

Mengapa? Karena blog B lebih cepat menampilkan konten yang ia miliki. Bagaimanapun juga, waktu 1 detik yang digunakan oleh pengguna internet adalah hal yang sangat berharga.

Sederhananya, saya menemukan hal ini karena statistik blog yang saya kelola (termasuk jungjawa.com) memiliki tren average time on page yang menurun. Mungkin saja page load time memengaruhi secara keseluruhan. Namun, ada alasan khusus mengapa saya menyimpulkan demikian.

Hal ini saya curigai disebabkan karena SumoMe. Tools inilah yang membuat page load time saya menanjak seperti tebing terjal.

SumoMe via sumome.com

Tools SumoMe ini saya gunakan selama dua minggu di beberapa blog untuk melihat heat map dan click yang terjadi. Namun, akibat dari tools ini, saya mengorbankan load time untuk mendapatkan insight tersebut. Sungguh blunder yang menyebalkan.

Click position map yang masih sedikit.


Oh, tapi tidak juga. Akibatnya saya jadi bisa menuliskan tentang hal ini di blog. #AhAlesanAjaSih

Saya mencoba membandingkan data blog yang saya miliki dengan blog milik +uni dzalika. Fyi, blog miliknya memiliki lebih dari 1500 page view per hari. Sebuah statistik yang cukup mudah untuk dibandingkan karena sampel yang diambil bisa cukup banyak.

Hasilnya, blog saya (dengan SumoMe) memiliki tren average time on page yang menurun dalam jangka waktu 2 minggu terakhir sejak SumoMe saya gunakan.

Memang, pada awalnya saya menggunakan SumoMe untuk mendapatkan insight. Namun, tak disangka ternyata tools ini juga membuat time on page saya juga ikut menurun. Oke, selanjutnya saya harus memperbaiki time on page yang sudah ndak karuan kacaunya ini
Average time on page blog Uni Dzalika (atas) dan blog saya (bawah)

Dari data yang saya dapat dari Analytic di atas, memperlihatkan penurunan sebesar 10,92%. Sebenarnya, ini hanyalah gambaran kasar average time on page yang saya ambil. Bukan detail yang sebenarnya. Namun, sudah cukup memperlihatkan bahwa kecepatan memuat blog yang semakin lama akan membuat pengunjung enggan berlama-lama menunggu loading blog tersebut.

Mengapa saya menyimpulkan demikian? Saya mendapatkan load time yang lebih tinggi cenderung memiliki average time on page yang lebih rendah.

Blog Uni Dzalika (atas) dan blog milik saya (bawah)


Contohnya gambar di atas. Blog milik Uni memiliki load time 4.57 s dengan time finish 4.56s. Jika dibandingkan dengan statistik blog saya, hanya terpaut tidak lebih dari 5 detik. Well, maka dari itu saya harus memperbaiki kecepatan blog saya. Salah satunya dengan optimasi javascript yang saya gunakan.

SumoMe memang tools yang powerfull. Saya akui itu. Namun, untuk blog dengan statistik kurang dari 500 page view per harinya, saya rasa itu adalah hal yang sia-sia dan terlalu riskan.

Mengapa sia-sia?

Pertama, untuk melakukan mapping 50 klik saja sangatlah susah di setiap harinya. Jadi, saya rasa untuk mengetahui posisi di mana pengunjung melakukan klik tidak perlu repot-repot menggunakan SumoMe karena data yang didapat tidaklah begitu banyak.

Kedua, Google Analytics sudah memiliki fitur serupa yakni In-page Analytics dan Behaviour Flow. Ya, kurang lebih ya sama dan masih bisa diandalkan.

Kemudiaan, muncul pertanyaan. Bagaimana melakukan optimasi blog dari segi kecepatannya? Sebenarnya cukup mudah. Jangan gunakan script apapun. Karena akan memengaruhi kecepatan load time.

Namun, apakah cukup penting membuat blog dengan load speed di bawah 1 detik? Saya rasa tidak perlu. Karena 5 detik pun masih bisa dibilang cepat. Mungkin faktor yang menentukan apakah perlu ditingkatkan atau tidak adalah 'rasan-rasan' pemilik blog saja.

Jika memang perlu dipercepat, ya monggo. Silakan. Tapi, bagaimana caranya?

Gunakan ukuran gambar yang terkompresi

Siapa yang ingin membuka sebuah artikel blog dengan ilustrasi yang cukup berat? Sebuah gambar dengan size 500 kB misalnya? Saya sih ndak mau. Mending saya close lebih dahulu.

Sebab saya mencari konten berupa teks, bukan gambar. Terkecuali jika blog tersebut memang menonjolkan ilustrasi dan gambar. Fotografi dan infografis misalnya.

Selamatkan kuota internet dengan kompresi via websiteoptimization.com

Itulah sebabnya saya memiliki standar penting untuk mengkompres ukuran setiap gambar yang saya muat di blog ini agar tidak lebih dari 100 kB. Mengapa 100 kB? Untuk ukuran normal agar setiap gambar mampu dimuat dalam waktu kurang dari 1 detik saja.

Untuk mencari gambar sendiri tidak perlu repot-repot dan bingung. Ingat, copyright dari gambar yang diambil. Jika ingin aman, bisa menggunakan situs penyedia gambar dengan atribut free license untuk menyari ilustrasi blog. Tentunya akan lebih baik jika menyertakan atribusi.


Gunakan script seperlunya

Ini seperti blunder saya sebelumnya dengan memasang SumoMe. Saya terlalu memporsir ambisi untuk mendapatkan insight sebanyak-banyaknya. Hasilnya? Durasi page load saya membengkak yang berimbas pada average time on page yang menurun dengan signifikan. Penurunan 10% bukanlah sesuatu yang sepele.

Gunakan script yang sewajarnya dan memang benar-benar diperlukan. Saya pun lebih memilih untuk menghapus SumoMe daripada membuang waktu pengunjung blog untuk memenuhi ambisi yang ndak karuan itu.





Hasilnya cukup sederhana, load time menurun dari 8.10 s menjadi 3.93 s. Ah, hanya mengurangi sebuah request bisa membahagiakan juga.

Jangan lupa untuk mencoba kecepatan blog milikmu melalui browser atau peramban yang berbeda. Mungkin saja kemampuan Chrome dan Firefox sedikit berbeda. Namun, nggak ada salahnya toh dicoba?

Asal jangan menggunakan Internet Explorer saja. Ups!

Selain itu, cobalah akses melalui perangkat mobile. Apakah sudah cukup nyaman dari segi kecepatan loading blog milikmu.

Kesimpulan

Sebenarnya cukup sederhana dan mudah dilogika. Blog yang memiliki kecepatan load yang singkat membuktikan bahwa blog tersebut terawat dengan baik. Jadi, ya kalo mau pengunjung betah berlama-lama (average time on page), ya salah satunya adalah dengan memperbaiki kecepatan load blog milikmu.

  • Gunakan gambar yang terkompresi dengan baik. Let me say, di bawah 100 kB lah
  • Usahakan sedikit mungkin menggunakan external script yang akan membuat load page time semakin lama
  • Gunakan GTmetrix atau Google PageSpeed Insight untuk mengukur kecepatan blog kamu. Jika malas, bisa gunakan DevTool milik Chrome, jangan lupa untuk Disable cache untuk mendapatkan load time yang sebenarnya.
  • Pertimbangkan faktor SEO. Terkadang ada blogger yang bodo amat dengan time on page. Jika orientasinya adalah posisi Search Result, maka page load time perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan untuk diperbaiki.
  • Perhatikan kode status resource yang ada. Bisa buka di Chrome DevTool > Network > Status Code. Apakah masih berfungsi dengan baik atau malah sudah 400 Bad Request
Terakhir dan yang paling penting adalah terus berusaha memperbaiki kualitas blog kita. Selain kualitas teknis, tentu harus dibarengi dengan kualitas konten yang dimiliki.

Jangan menunggu waktu untuk menulis lagi. Bahkan permasalahan kecil bisa jadi bahan untuk sebuah artikel. Ya, seperti saya ini. Hehehe...

Jadi, seberapa cepatkah loading blog milikmu? Boleh share di kolom komentar yak!





Header image credit: pixabay.com

Komentar 25

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Ini yang kadang aku pikirin mas. Banyak foto di blogku dan berusaha agar cepat loadnya itu susah ahhahah. Semoga pembacaku nggak pada kabur :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kompres aja mas kalo cuman display. Tapi kalo mau ready tuk download sih, upload full di media lain aja. Flickr misalnya.

      Hapus
    2. Iya mas, Aku kompres jadi sekitar 100kb. Toh yang penting ada fotonya hehehehhe. Kalau awal-awal ngeblog nggak tahu beginian mas, asal unggah saja dulu.

      Hapus
    3. Kalo udah 100kB sih lumayan mas. Seringnya walau 100kB tapi ada 10 gambar juga. Wih, banyak juga kalo ditotal.

      Hapus
  2. yaa aku juga lumayan #timclosetab siih.
    hhmmm
    dan bener-bener langsung close tab kalo blog yg ada musik-musiknya gitu. anjir serem.

    BalasHapus
  3. Aku sampe baca dua kali untuk mengerti.
    Sepertinya sejauh ini, blogku cepat-cepat saja.
    Lalu foto yang ku gunakan juga selalu di kompres dan menggunakan template yang sama, semoga sih ngga lama loadingnya. aku belum coba aplikasi yang pakde jung kasih. nanti akan ku coba deh kalau sudah agak senggang. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Aku sampe baca dua kali untuk mengerti."

      Wah, ternyata tulisanku masih sulit dicerna yak. Okay, thanks mbak ben. Bisa buat introspeksi ki.

      Pake Chrome DevTool wae ben. Penak.

      Hapus
  4. Hem.... Gue sih, udah ngerasa aneh sejak beberapa bulan yg lalu make SumoMe. Alasanya, karena beberapa kali gue ngerasa di jaringan rendah, load blog jadi lumayan lama.

    Pandangan gue sih, mulai mejurus ke SumoMe. Beberapa analisa emang asli ngebuat lama banget. Setelah ngecek lagi di Analytic.

    Hem... Keknya perlu alternatif deh, harusnya gimana membuat blog lebih fast. Makasih analisis datanya Mas jung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lain kali coba di throttling ke kecepatan paling dasar. Ya nggak ke GPRS sih, 3G yang biasa aja. Kalo emang masih masalah, ya perlu diperbaiki. Emang, kalo pake enjin blogspot ya masih gini problemnya.

      Hapus
  5. Sejak gue mulai nggak cuma nulis dong di blog, gue jadi dapet pengetahuan tentang beberapa hal terkait. Termasuk memperhatikan kecepatan load dan tampilan blog. Makanya sekarang blog gue dibikin simple aja tapi bikin betah mata. hazek.

    Btw, kenapa harus Lorenzo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Sejak gue mulai nggak cuma nulis dong di blog..."
      Doang kan ya?

      Karena Lorenzo juara dunia MotoGP di tahun 2015 hehehe.

      Hapus
  6. Eh serius Sumome bikin berat? Semua fitur atau yg lu sebut doang Jung?
    Soalnya gua pake yg Share sama List email.

    Dulu gua tipe orang yg ngeblog gak pake embel2 SEO jadi gak merhatiin kecepatan atau apalah blog. Tapi setelah belajar dikit dikit akhirnya mulai nerapin juga beberapa. Terus tadi gua cek ruangtebang gua 55/100 di googlepagespeed, itu oke gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Relatif sih, Ta. Soalnya gw dah make banyak script. Jadi, kalo misalnya gw tambah-tambahin lagi (dengan fungsi yang hampir serupa), ya kayaknya berlebihan aja gitu. Visitor (user) kan pengen baca konten gw. Bukan ngabisin kuota buat download berbagai .js yang ndak dia perlukan :D

      55/100 artinya cuman setengah doang dong dari skor maksimal yang bisa lo dapet, kan? Nah, kalo ujian lo masih remed wkwk.

      Mungkin bisa lo improve bebera suggestions di sana.

      Hapus
  7. Wakakak, pantes Jung rada lama akhir-akhir ini buka blog lu. :)
    Gue, kayaknya waktu itu 3 koma berapa detik atau 4 gitu deh. Belum cek lagi. :D

    Blogwalking tentu gue cari bacaan. Ya, kalau mau lihat-lihat gambar mah gue di Instagram aja. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, awalnya gue mau nyoba SumoMe. Istilahnya ya komparasi hasil lah sama Analytics. Dan, akhirnya ya sama aja. beda dikit gapapa.

      Hapus
  8. GTMetrix : PagespeedScore F(48%) ; YSlowScore E(52%)
    GooglePSI : Mobile 40/100 ; Desktop 43/100

    Itu setelah pake template yang baru, template lama lebih parah lagi :-))

    Di template lama gue pernah minta bantuan temen untuk compress script. Nampaknya perlu compress ulang ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya nggak mampu di load dengan sempurna mas. Entah kenapa tadi aku coba liat kok statusnya 404 Not Found, terutama alexarank.css

      Hapus
  9. Alhamdulillah gak sampe 3 detik udah kebuka semua :D
    Super sederhana sih blog gue... hampir nyerempet memboasankan :-/

    BalasHapus
  10. Gue sempet pake SumoMe juga dan emang kerasa berat banget. Akhirnya gue buang setelah sebulan lebih dikit.

    Masalah gue sekarang di gambar kaver.

    BalasHapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2017