Teknologi Bisa Bikin Kita Saling Menginspirasi



Hey lads! Anyway, bulan November lalu jungjawa.com selalu ngomongin masalah clean tech. Udah bosen ya? Eits, tapi tunggu dulu, ada hal menarik lain lagi nih yang bisa kita omongin bareng. Yaitu biomasa.

Kalo lo belum tau banyak tentang biomassa, lo bisa cari berbagai literatur di internet kok. Ya cuman kalo mau yang lengkap banget ya yang pake bahasa inggris. Simpelnya sih gini, biomasa itu jenis bahan bakar yang dibikin dari bahan biologis seperti tanaman, kotoran hewan atau juga mikroorganisme. All hail methane!

Gue pernah kek wondering why gitu sama biomasa dan korelasinya di Indonesia. Soalnya gini deh, Indonesia kan negara agraris which means sumber biomasanya justru melimpah ruah. Tapi kok teknologi biomasanya nggak kek negara-negara lain?

Hasilnya, kegelisahan gue tadi udah bisa terjawab. Beberapa waktu lalu gue sempet baca jurnal tentang korelasi antara jumlah sumber bacaan di internet tentang biomasa dan hubungannya sama perkembangan teknologi biomasa di Indonesia. Menarik banget kan?

This is mindblowing fact. Penelitian ini nunjukkin kalo literatur biomasa dalam bahasa Indonesia itu masih sedikit. Logikanya, kalo mau mempercepat perkembangan teknologi, salah satunya ya memperbanyak literatur dalam bahasa kita. Ya, kalo udah gitu kan yang mau belajar jadi lebih enak kan?

Penelitian tadi nunjukkin kalo mayoritas artikel tentang biomasa berasal dari komunitas. Padahal kan harusnya lembaga penelitian atau universitas lebih mendominasi di bidang ini. Loh kok gitu? Ya emang gitu faktanya.

Menurut gue, ini bukan masalah tapi jadi peluang loh. Soalnya gini deh, komunitas bisa unjuk gigi untuk lebih show off kalo mereka punya potensi untuk menguasai internet dan menguasai dunia. Haha.. Sorry just kidding.


Maksud gue gini, kalo secara penerapannya di lapangan, mungkin (mungkin loh ya) lembaga penelitian sama universitas udah banyak ngelakuin banyak penelitian dan eksperimen. Tapi publikasi mereka di internet emang masih kurang. Wajar, soalnya mereka ya emang fokus buat neliti dan eksperimen. Nggak ada waktu buat bikin-bikin di internet. Ya gue ngomong gini karena emang sering liat kondisinya di kampus gue sih.

Tapi ini bakalan menciptakan suatu kondisi dimana peluang kolaborasi jadi semakin gede. Peneliti emang fokus buat meneliti dan mereka yang aktif di internet bisa ikutan berkontribusi untuk menyebarkannya di internet. Spread our love through internet lah istilahnya. Tsaaah~

Terus apa sih yang bisa kita lakuin? As a student kita masih punya banyak waktu untuk belajar sambil mengedukasi. Ya, kita bisa nulis di internet tentang berbagai penelitian yang kita lakuin. Seenggaknya lo bisa nerbitin tugas akhir yang lo lakuin ke internet sehingga mudah dimengerti. Simpel kan?

Apa perlu jadi blogger buat itu semua? Nggak juga, lo tulis aja dengan bahasa yang gampang lo pahami sehingga orang lain bisa paham tentang penelitian lo. Lagian banyak platform kok buat ngepublikasiin tulisan lo. Salah satunya adalah Katanium.

Dalam pandangan gue, anak seni mungkin aja nggak paham sama ilmu eksak. Tapi kalo lo bisa bikin tulisan yang bisa dipahami dengan baik dan mempublikasikannya di internet, lo bisa bikin perubahan besar yang mungkin nggak lo sadari sebelumnya. 


Come on! As a young people who tends to reshaping our future, kita bisa ngebantu mereka buat memahami banyak hal. Nulis tentang sesuatu yang emang bisa ngasih dampak dan value ke sekitar kita.

Lagian, daripada nulis menye-menye tentang mantan terus *ups sorry*, mending nulis amazing things yang emang bisa ngebuka wawasan kita. Well, ngasih dampak itu nggak gampang. Tapi bukan berarti nggak mungkin kok. Kalo emang pengen, yuk bikin tulisan yang bisa bikin dampak and share any amazing things.

Inspire and get inspired!


Image credit: pixabay.com

Komentar

  1. Wah wah kalo genre blog ini kalo diliat dari artikel di atas dan memahami dari maksud "menulis yang gak menye-menye" masuk kategori edukasi dong ya. Keren euy habis jarang yang mau bikin blog demikian..

    BalasHapus
  2. Setuju, harus banyak mempublikasikan sih ya, termasuk tugas atau kerya ilmiah.
    Bukan cuma masalah yang beginian. Ilmu yang lain juga referensi dari bahasa indonesianya sedikit, jadilah pas nyusun Skripsi atau TA rada ngejelimet. Ha Ha Ha *tjurhat*
    Anak seni bukan nggak paham eksak, ilmu eksaknya udah kependem jauh di lerung hati yang bersebelahan sama mantan. (eh, gimana?)

    Itulah sebabnya gue kadang publikasikan tugas kuliah di blog sendiri. Selain biar ada dokumentasi, portofolio, semoga juga bisa bantu adik angkatan.

    Bentar, katanium itu blog juga?

    BalasHapus
  3. iya yaaa udah beda gaya bahasanya :D
    *kabuurrrr

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

Sebenarnya, +62282 Ini Nomor Siapa Sih? Kok Misterius.