Berbagai Pilihan Media Kreativitas


Be as smart as you can, but remember that it is always better to be wise than to be smart. - Alan Alda
Mungkin bagi sebagian orang kreatif sering ditunjukkan kepada mereka yang bergelut di dunia seni, musikus, penulis, fashion designer, visual artist atau segala bidang yang berbau seni. Padahal kreativitas bukan hanya untuk mereka yang bekerja di industri kreatif.

Lebih baik kata 'kreatif' kita asumsikan sebagai kegiatan yang menyenangkan. Nggak heran kalo orang-orang kreatif selalu terlihat gembira setiap harinya. Hal ini wajar mengingat mereka melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion mereka.

Bagaimana menempatkan passion pada tempatnya?

Salah satunya adalah memilih untuk memiliki media kreativitas. Dengan adanya internet dan pendukungnya maka media kreativitas sangat beragam dan memiliki ruang lingkup masingg-masing. Sebagai contoh mereka yang memiliki passion dalam bidang kepenulisan dapat memiliki blog. Bahkan seorang yang memiliki hobi desain maupun fotografi dapat memilih platform Instagram guna menunjang media kreativitas mereka.


Karena passion akan terus terasah dengan baik jika kita mau menerima masukan-masukan dari orang lain. Tentu memilih media yang tepat akan sangat penting dan sekaligus dapat dijadikan sebagai portfolio pribadi. Sehingga kreatif bukan lagi barang eksklusif.

Seorang blogger misalnya akan selalu dituntut untuk berfikir secara kreatif. Kenapa? Karena tidak mungkin konten tulisan yang ia tulis di blognya mengcopy-paste blog lain. Nggak banget kalo seorang blogger dicap sebagai blogger copas.


Coba kita melihat sedikit di bidang pendidikan. Misalnya saja perguruan tinggi atau universitas akan selalu menuntut mahasiswanya menjadi insan-insan kreatif melalui karya yang mereka hasilkan. Baik itu secara akademik maupun non-akademik. Hal ini ditujukkan agar kita memiliki generasi unggul, bukan generasi pekerja.

Kesimpulannya...

Kreatif bukanlah hal yang dibawa sejak lahir. Ini penting mengingat kita juga mengenal kata 'kreativitas' yang menurut saya berarti aktivitas untuk menjadi kreatif. Perlu diasah.


Kemudian menentukan media untuk meletakan 'aktivitas' tersebut. Udah nggak jaman ide-ide yang kita punya disimpen rapat-rapat. Lebih baik langsung saja eksekusi ide-ide tersebut.

As a graphic designer, where do you put the creative activity?

Baru-baru ini saya bersama +Royan Romadhon  merilis clothing line dengan nama Kaosan. Dimana produk utama menyasar ke mahasiswa yang ingin tampil hip namun tetap bangga dengan almamater mereka.

Namun nggak bisa dipungkiri juga, kami akan senang hati jika bisa membantu kalian yang ingin memiliki kaos namun masih bingung mau pesan dimana. Kami akan sangat senang membantu ataupun hanya sekedar say hello di @kaosanco

Untuk pemasaran, Kaosan masih memilih social media sebagai lini utama memperkenalkan produk-produknya. Hmmm... bagi yang penasaran bisa di cek di Instagram maupun Twitter dengan username @kaosanco.

Header image credit: imgkid.com

Komentar

  1. nah benar nih kreatif itu bukan bawaan sejak lahir,jadikan kreatif dalam kreativitas :D

    BalasHapus
  2. Kreatif itu berkarya dan bisa membuat kita semakin semangat untuk melakukannya lagi :-D

    BalasHapus
  3. asik nih. desain nya juga rapih dan elegant!!

    mau tanya kak. kira2 usaha startup bikin clothing line begini, butuh apa aja selain modal dan kreativitas desain? hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. PM aja bro. Atau nanti gue kasih tau lewat postingan.
      Lagi belajar juga kok @kaosanco itu

      Hapus
  4. Bukan hanya estetis dan beda, kreativitas juga harus berdampak.
    Tinggal diendorse Yumna Kemal pasti ngehits tuh Kaosan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya juga bro, harus ada other impact nya lah kreatif yang kita buat.
      Amiin amiin amin... semoga Yumna mau :)

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

Sebenarnya, +62282 Ini Nomor Siapa Sih? Kok Misterius.