TREND FLAT DESIGN | Good Ideas. Great Stories.


Ngomongin desain adalah salah satu alasan terciptanya blog ini sob. Jadi yang suka tentang desain silahkan aja berkunjung kesini. Gue akan sharing ilmu dan pengalaman deh, apalah arti sebuah ilmu jika nggak dibagikan. Lha wong, yang punya ilmu aja bukan kita kok. Kalo nggak berbagi ntar diambil yang punya ilmu loh.




Sob, sering memperhatikan desain nggak? Minimal desain web deh buat yang sering browsing di internet. Apalagi kalo buka Google. Halaman utamanya pasti didesain seminimalis mungkin tanpa menghilangkan tujuan utamanya. Yang minimalis begitu bisa dibilang flat desain sob.


Trend sekarang menunjukkan bahwa flat desain sangat digandrungi oleh desainer. Coba aja jalan-jalan ke Behance, Dribble, App Store dan lain sebagainya. Disana bakal ditemuin desain-desain simpel mulai dari logo sampau UI (User Interface).



Sebenarnya trend flat design sendiri udah ada sejak dulu. Tau aja kan pengolah grafis saat itu masih terbatas. Dan perkembangan teknologi hardware mulai dari kapasitas RAM, clockspeed CPU sampai pada pixel display membuat trend skeumorphism. Ini diterapkan di icon-icon iPhone contohnya.



Nah akhir-akhir ini semenjak Windows Mobile milik Microsoft datang ke ranah mobile phone membawa nuansa flat lagi. Entah ini ada hubungannya sama Microsoft atau nggak gue gak tau.



Jadi kalo diliat dari beberapa cerita diatas maka Flat Design memiliki ciri sebagai berikut:
- Flat design itu flat!
- Flat design itu simple banget gapake ribet

- Flat design gak ada gradasi
- Flat design untuk sudut biasanya lancip, contoh persegi. Tapi sekarang udah banyak juga yang round.
- Flat design kalo pake warna sangatlah kontras dan terlihat bedanya
- Flat design gak ada shadow, bevel, tekstur, efek 3 dimensi. Kalo shadow ya flat shadow
- Flat design itu 2 dimensi
- Flat design pokoknya minimalis dan simpel
- Flat design gak pake efek macem-macem
- Flat design yang ditonjolin tipografinya
Paham kan? Nah yang nggak termasuk Flat Desain tentu kebalikannya.

Entah kenapa Flat Desain sekarang lebih disukai. Mungkin karena simpel dan gapake ribet untuk menemukan maksud dari desain yang diberikan.

Hal yang paling mudah kalo kita lihat perkembangan smartphone nih. Bandingin aja user interfacenya Android mulai dari Cupcake, Donuts, Eclair, Froyo dan Ginggerbread versus Honeycomb, ICS dan JellyBean. Mulai dari versi Honeycomb dan ICS, Android memperkenalkan istilah Holo UI. Dimana background hitam dan navigasi berwarna biru jadi andalan.

Holo UI (Android Headlines)

Kenapa Flat Desain begitu disukai?
Menurut teori nih sob, sebuah desain sudah seharusnya simpel dan to the point. Kalo di dunia desain ada istilah namanya whitespace dimana nggak ada elemen yang bikin ribet mata. Disini whitespace bisa digunakan mata untuk beristirahat. Karena to the point dan simpel tadi maka makna desain langsung ditangkep oleh mata. Bukankah itu yang diinginkan dari desain?

Kalo mau lebih jelas lagi dengan Flat Desain, loe bisa liat UI dari WindowsPhone atau MetroUI dari Microsoft. Desainnya tegas dan berbeda dari Android maupun Apple.

Entah direncanakan atau nggak, yang jelas semenjak WindowsPhone dirilis maka Flat UI semakin berkembang. Ada kecenderungan setiap orang memilih sesuatu yang sederhana, gak pake ribet dan berguna.

Selanjutnya apa?
Diatas gue sudah sedikit ngebahas tentang long shadow deh kayaknya. Nah kalo longshadow itu kayak Flat Desain ditambah dengan shadow. Mungkin orang-orang udah kangen sama skeumorphism tapi belum bisa ninggalin flat ya gini. Shadownya ikutan dibuat flat.

Flat Desain sering jadi topik hangat di dalam UI dan Web Design. Tapi nggak gitu juga, dalam dunia advertising dan lainnya juga dipake. Contohnya adalah Dakwah Visual dari Al Fatih Studio, rata-rata juga pake Flat Desain. FYI, Al Fatih Studio ada hubungannya sama Ustadz Felix Siauw.

Selanjutnya adalah trend long shadow

Software untuk Flat Desain?
Sebenernya untuk memunculkan ide dari Flat Desainlah software yang paling ampuh, yakni otak kita. Karena dengan Microsoft Word pun kita bisa bikin Flat Desain. Saran gue bagi mahasiswa yang kuliah ada baiknya pake Flat Desain dalam slide presentasi yang dibawakan. Usahakan font terlihat jelas dan clear, nggak nabrak gambar dan pergunakanlah flowchart atau bagan dengan baik. Balik lagi ke software, sebenarnya apapun bisa. Kalo gue milih CorelDraw karena basisnya vektor. Disaat butuh tambahan efek atau memperhalus gue lariin ke Photoshop biar lebih mudah.

Ada banyak software yang bisa kita pake buat Flat Desain. Diantaranya CorelDraw, Adobe Ilustrator, Adobe Photoshop dan lain sebagainya. Mulai dari yang open source kayak Inkscape.

Dan Flat Desain berkembang juga karena perkembangan smartphone sob. Loh apa hubungannya?
Ada!
Jadi gini, smartphone jaman sekarang pasti layar sentuh kan. Udah jadi rahasia umum kalo smartphone layar sentuh dengan ukuran layar 3 inchi bikin pegel jari. Untuk mensiasati hal tersebut maka Flat Desain bisa jadi pilihan user interface yang ditawarkan.

Kenapa?
Pertama karena fungsionalitas dari flat itu sendiri memperluas objek. Bayangin aja kalo sebuah tombol UI di smartphone tampilannya ribet. Jangan heran kalo banyak typo. Kedua karena tampilan lagi, tapi ini masalah di mata. Kalo tadi kan masalah di sentuhan. Dengan Flat Desain, mata lebih mudah mengenali objek karena banyaknya whitespace tadi. Ketiga karena ringan. Kalo flat desain menonjolkan warna untuk membedakannya, tentu objek atau elemen yang digunakan dikit. Berbeda halnya dengan skeumorphism.

Ada tool yang ngebantu?
Banyak sob! Contohnya kalo kita bingung sama pemilihan warna buat flat desain yang rata-rata menggunakan warna pastel yang ramah lingkungan, eh bukan.. maksudnya ramah di mata. hehe..

Loe bisa pake flatuicolors.com. Di sana ada banyak warna yang biasa digunakan dalam Flat Desain.

Berarti bikin Flat Desain gampang dong?
Nggak juga sob. Kalo banyak praktek sih gampang, tapi kalo jarang ya tebak aja sendiri. Alih-alih desain semakin bagus harapannya tapi realita sebaliknya. Karena Flat Desain sendiri perlu modal cerdas dan kreatif sob, nggak sesimpel kayak kedengarannya 'flat' itu.


Bahaya gimana?
Jadi gini. Biar gue jelasin per poin ya!

1. Jangan lupakan tujuan Flat Desain
Kalo dalam skeumorp kita bisa menggunakan gradien, tekstur dan dropshadow maka di Flat Desain kita gak bisa make. Kenapa? Karena flat. Tapi tantangannya disini. Kita nggak menghilangkan efek-efek tersebut diatas melainkan mengganti efek-efek diatas sesimpel mungkin dan mewakili dari efek diatas. Artinya kita nggak ngelupain maksud dari apa yang kita buat sob..


2. Warna
Warna adalah poin penting dalam Flat Desain. Jangan sampai istilah Flat Desain jadi Fat Desain karena 'menggemuknya' warna. Kesalahan beberapa desain adalah menggunakan warna berlebihan hingga menyebabkan perbedaan makna sampai semakin kacau dan rancu. Kok bisa? Iya karena warna sendiri memiliki efek psikologis yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Warna adalah informasi, informasi adalah warna.

3. Typografi
Typoaejojgrafie adalah... Maaf tulisan ini typo. Hehehe.. Buakn begitu sob tapi Typografi disini adalah estetika informasi dari sebuah font. Bukan seni kesalahan pengetikan atau penulisan. Perlu diketahui bahwa font juga memegang peranan penting dalam sebuah desain. Kurangnya pemahaman akan font akan menyingkirkan keindahan dari flat desain itu sendiri. Disadari atau tidak, hampir semua font dari Microsoft menggunakan Segoe UI. Perhatikan font Segoe, enak dilihat simpel dan tegas. Itulah Flat Desain.

4. Flat
Ada dua hal yang dapat dihasilkan dari Flat Desain. Yakni Desain yang Flat atau Flat yang berwujud dalam desain. Bedanya adalah jika Desain Flat maka hasil yang ada akan benar-benar sepi. Itu kesalahan! Karena inti dari Flat Desain bukan sepi, melainkan singkat padat dan jelas.

Begitulah ilmu yang gue punya tentang Flat Desain. Jika ada kesalahan mari kita diskusikan. Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan karena practice makes perfect. Jangan lupa kritik atau saran di kolom komentar. Terimakasih banyak sudah berkunjung!

Komentar 53

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Flat design is awesome, but life is never flat. #apasih

    BalasHapus
  2. presetasi tentang flat design nya keren.. detail. sampai mau berbusa baca sampai habis. :)

    BalasHapus
  3. Flat design, bener-bener nggak compatible sama model dan karakter gue. Gue suka gambar atau desain yang "tegas" soalnya. :)

    BalasHapus
  4. penjabarannya gue puas bang sama yang lu bilang kita sepemikiran :), visit balik lah bang

    BalasHapus
  5. wahh.. terperinci banget penjelasannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakin? Kayaknya ada yang kurang dah. Hehehe
      Makasih.

      Hapus
  6. Kalo kata dosen gw, desain flat sekarang ini terinspirasi dari simbol2 metro. Misalnya rambu2 lalu lintas di kota2 gede. Desainnya cuma simple dan "flat". Tapi semua orang ngerti maksudnya. Nah, itu yang mau di bawa ke desain sekarang. Simple dan mudah di mengerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ampun bang!!! :D
      Makasih teorinya bang. Buat masukan nih.

      Hapus
  7. and the fact that you're using Segoe shows that you've been reading up on Metro's UI Designs? From one designer to another, touche, brother. :)

    j

    BalasHapus
  8. Flat design emang lagi ng-hits banget sekarang ini !
    Selain simple, dalem flat design bisa dibilang design berisi, coba deh bandingin sama design yang banyak warna tapi kurang enak di lihat, dan penyampaian maksudnya kurang. Beda lagi sama flat, kita langsung tau apa maksud dari isi designnya. Ya kalo itu sih menurut gue, gak tau deh kalo kata agan master ini hehe :)

    Anyway thanks for share, nambah ilmu nih :D hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan master bang. Masih amatiran. Lagi otw master sekalian sharing ilmu :)
      Makasih banyak bro!

      Hapus
  9. seru pembahasannya :) santai, ilmunya mudah masuk. thanks a lot! :D

    BalasHapus
  10. Wah kereeen, nambah ilmu banget :o Saya sendiri sih nggak ngerti kalo pake corel, photoshop, atau apalah itu. Biasanya bikin ilustrasi pake powerpoint aja haha.
    Oh, font itu namanya Segoe UI? *catet*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih master nih. Bikin desain pake PPT :v
      Iya, Segoe = Sego Enak = Nasi Liwet

      Hapus
  11. Waah, kayaknya aku ketinggalan banget ya krn gk tau soal flat design , baru tau nih soal yang beginian. Makasih atas tulisannya, nambah ilmu soalnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama.. Makasih juga udah mau baca :v

      Hapus
  12. Walau pun gue gak ngerti tentang FLAT DESIGN tapi menurut gue itu adalah sesuatu yang Keren. Jadi inti komentar gue adalah KEREN. Berarti artikel anda KEREN. Hihiw :) Cemungutt!

    BalasHapus
  13. Akhir-akhir ini juga lagi suka banget sama flat design nih. Lucu sih emang ya, simpel. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Flat desain lucu? Wah. Hahaha. Mungkin karena kombinasi warnanya yak hehe.
      :3

      Hapus
  14. Wahahahaha, pas banget. Setiap baca kata flat, jadi inget sama perut flatku beberapa tahun yang lalu...!

    BalasHapus
  15. Nambah ilmu lagi, haha tapi emang iya sih desain flat itu lebih disukai karena lebih minimalis, gak terlalu rumit

    BalasHapus
  16. keren... nambah ilmu. pingin sih bikin macem flat desain tapi kayaknya gagal deh ya kalo di liat dari header blog ku --a betoijo.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk header blog betoijo bagus kok sudah konsepnya bro. tinggal diperdalam aja lagi style flat nya :)

      Hapus
  17. Blogku flat banget bang designnya, karena pake template gratisan, jadi susah kalau mau ganti warna atau font, secara diriku gaptek masalah html, jadi ya apa adanya aja lah, header aja bawaan dari templatenya hhe

    Lagian yang simple itu gak bikin mata silau sih, kadang terlalu atraktif juga gak baik kali ya hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Slow but sure aja bro buat memahaminya. Lagian kalo diaplikasikan di template sendiri lebih enak buat ngutak-atiknya. Gampangnya kalo mau cari warnanya yang color-color hex kok :D

      Iye bro. Less is more katanya sih.

      Hapus
  18. Ada referensi khusus web tentang tips desain dan pilihan warna gak bang ?

    Lagi belajar ini, sekaligus aku terapin di blogku.

    Salam kenal www.tandapetik.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips desain bro? Banyak! Kayak Smashing Magazine, DesignTut+, Abduzedoo dan sebagainya. Kalo color scheme coba jalan-jalan ke Behance atau Dribbble. Belajar sama desainer disana.

      Hapus
  19. Keren gan sekarang lagi populer populernya flat design karena simple dan menarik, sip keren post berkualitas gan boleh nanya gak. Siapa yang memulai era flat design.

    salam dari www.dezzup.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalo yang bikin populer Flat saya rasa sejak kemunculan WP oleh Microsoft bro

      Hapus
  20. Google punya istilah sendiri untuk ini "Material Design" gitu kalau gak salah. Btw header blog gue itu flat gak bro? #modus
    Eh, salam kenal dulu deh. *kenalan*
    Keren nih artikel :)

    BalasHapus
  21. Wah blognya om arif ternyata, haha. Sering lia namanya di blog.

    Saya juga sedang membuat presentasi menggunakan desain FLAT.
    Iseng nyari inspirasi malah nemu blog ini. hihi

    keren om xD

    BalasHapus
  22. Flat desain ini tipe desain yang aku sekali. gagagag

    BalasHapus
  23. Flat design, artinya datar, monoton dsb. Namun keren dijaman sekarang. Flat tapi gak ngebosenin itulah Flat design. Hehehee

    BalasHapus
  24. lumayan menjelaskan nih hehe thanks ya.. btw sumbernya darimana aja ya ini? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari observasi desain mbak, ya seperti yang ada di dribbble, muzli sama behance

      Hapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018