Tren Desain: Monoline | Good Ideas. Great Stories.





“Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works” - Steve Jobs
Saya mulai memerhatikan tren desain terutama di Instagram dan Dribbble. Awalnya, saya hanya tertarik karena mencari inspirasi untuk proyek iseng saja. Akan tetapi, saya mulai melihat banyak sekali desainer yang memiliki style desain yang sama. Hal ini sangat mencolok sekali terutama ketika saya menjelajahi Dribbble.

Mereka menggunakan line atau stroke dengan ketebalan tertentu untuk membuat logo maupun ilustrasi. Dominasi line ini membuat gaya desain atau ilustrasi yang artistik tanpa harus mengacaukan kesederhanaan. Well, keep it simple! Stupid!

Selain itu, banyak sekali website terkemuka menggunakan style desain persis seperti yang dikerjakan oleh desainer-desainer tersebut. Salah satu website yang menggunakan style desain ini adalah Dropbox. Lucunya, saya salah mengira tentang style desain ini bernama Dropbox Design Style. Sebab, pada saat itu desain flat masih menjadi tren populer dengan simbol metro disekitar tahun 2013.

Desain Monoline

Akhirnya saya baru tahu setelah beberapa bulan menjelajahi Dribbble (wah lama sekali ya). Beruntungnya, saya menemukannya melalui salah satu tag yang digunakan oleh pengguna, yakni desain monoline. Langsung saja saya menjelajahi tag tersebut dan melihat banyak sekali project dengan style desain monoline.

Baca juga: Art vs Design

Seperti yang dijelaskan oleh, Muhammad Maki di Jago Desain, monoline adalah teknik desain logo (atau ilustrasi) hanya menggunakan line yang mendominasi dalam pembuatannya. Desain monoline lebih bergerak ke arah desain minimalis dengan memanfaatkan garis luar ataupun garis batas untuk mempertajam desain logo maupun ilustrasi.


Tren Desain Monoline di Indonesia

Sepertinya masih sedikit sekali website di Indonesia yang menggunakan style desain monoline ini. Salah satu website yang (saya tahu) memiliki style desain monoline adalah Qlapa.com. Bisa dilihat dari beberapa ilustrasi pada bagian About menggunakan garis yang kuat dan dominan. Oh iya, desain monoline lebih condong untuk menggunakan warna dengan variasi pastel yang lebih kalem.

Monoline design by Qlapa


Selain itu, literatur lokal terkait desain monoline yang saya temukan masih sedikit. Baik dalam bentuk artikel website maupun sebuah postingan di blog, apalagi dalam bahasa Indonesia. Saya sulit sekali menemukan artikel dengan pokok bahasan desain monoline. Ini bisa jadi peluang loh untuk kalian yang mau menulis lebih jauh tentang desain monoline. Sebab, mayoritas artikel Indonesia masih membahas desain flat atau flat design. Padahal, penggunaan flat design menurut saya sudah mencapai titik jenuh. Ya, mungkin karena kekurangan dari flat design mampu diakomodir oleh monoline.


Flat Design vs Monoline

Berbicara masalah desain monoline yang hadir setelah flat design, tentu akan banyak sekali faktor pembanding untuk membahas keduanya. Saat ini, saya lebih memilih desain monoline daripada flat design untuk sebagian besar style desain saya. Mengapa? Karena dengan adanya desain monoline, style desain ini mampu mengakomodir ukuran file lebih kecil daripada flat design.

Baca juga: Flat Design vs Skeumorphism

Flat Design vs Monoline


Ini bukan sesuatu yang pasti, sebab ukuran file akan bergantung dari warna-warna yang digunakan. Lalu, adakah alasan lainya? Mungkin, karena penggunaan monoline membuat saya bebas menentukan warna bahkan menggunakan warna monotone sekalipun. Berbeda jika saya menggunakan flat design. Saya harus lebih fokus memberikan pemilihan warna untuk menegaskan logo maupun ilustrasi yang saya buat.

This was in good fun. Hope you enjoyed it.

Have fun and enjoy. Setiap tren desain selalu ada waktunya. Saya tetap menganggap flat design sebagai style desain yang juara dan brilian. Sempurna untuk digunakan di perangkat mobile.

Baca juga: Desain Grafis Bukan Desain Gratis

Teman-teman tertarik untuk ikut menggunakan style desain monoline? Atau banyak dari kalian sudah aktif meng-upload karya yang menggunakan style desain monoline? Share your opinion di kolom komentar di bawah ini. I would love to know about monoline design from you.



Header image credit: by Chris Cherry on Dribbble

Komentar 13

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Ketika lebaran kemarin gue ketemu sama sodara yang udah lama bergelut di bidang desain grafis. Doi cerita banyak tentang pengalamannya di dunia desain. Makin dalam bercerita kok gue makin tertarik mendalami desain, terutama vector.

    Seketika gue jadi inget blog ini yang punyanya juga suka ndisen. Perlu belajar banyak nih sama bapak ini. Bentar, kok malah curhat.

    Opini gue sebagai orang yang jelas awam banget di dunia desain, lebih seneng liat-liat flat desain, ya. Apa karena si monoline ini belum terlalu viral di Indonesia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, kurang lebih seperti itu, Ndra. Masih belum banyak yang kenal.

      Hapus
  2. mono ato flat
    menurt gw balik ke fungsi/kegunaan
    hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi tetep harus milih lebih cocok yang mana buat kasus yang berbeda-beda.

      Hapus
  3. BAru tahu ada trend desain ini. Memang saya tidak secara khusus mencari informasinya sih ya.
    TFS ya Mas, jadi belajar banyak nih

    BalasHapus
  4. Olah monoline kah nama ulun maka mencari tahu selama ini, gara2 liat iklan trav*loka di ru bbm keren keren...

    Kalau ulun dua2nya sip aja, tinggal sesuai mood handak memakai yang mana hhe :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Traveloka juga make style yang mirip dengan monoline.

      Hapus
  5. jadi, qlapa itu termasuk monoline? hmm... gue beberapa kali sih ngunjungin qlapa. pemiliknya alumni universitas gue, pernah ngelamar disitu tapi tak terbalaskan :")

    BalasHapus
  6. Tergantung funsi dan kegunaan nya sech kalo menurut gw, cuman gw mmg demen nya yg simple ngak terlalu banyak detail

    BalasHapus
  7. monoline lebih ke penggunaan "garis" yang menjadi fokus untuk membentuk bentuk dari objeknya kan? yang bukan berarti harus "garis" doang?

    BalasHapus
  8. flat sudah terlalu flat, mono indo masih susah

    BalasHapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018