Gimana Sih Cara Mengatasi Kecanduan Smartphone pada Anak?




Ternyata, nggak hanya orang dewasa loh, anak-anak juga bisa mengalami kecanduan smartphone. Kecanduan smartphone pada anak bisa terjadi karena hal sepele seperti orangtua yang kerap memberikan smartphone agar anak segera tenang atau tidak rewel.

Anak bisa disuguhi beragam tontonan melalui aplikasi YouTube atau bahkan bermain games di smartphone. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika lama kelamaan anak menjadi kecanduan smartphone.

Meski membuat anak tenang dan tidak rewel, kecanduan smartphone pada anak ternyata memiliki bahaya yang cukup serius yaitu menyangkut kesehatan mental anak. Seperti info yang saya dapatkan dari Halodoc, bahwa pada tahun 2016, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Jawa Barat dikabarkan harus menangani ratusan anak yang mengalami kecanduan smartphone setiap bulannya. Wah wah wah...

Anak-anak yang mengalami kecanduan smartphone ini diketahui memiliki rentang usia 7 hingga 12 tahun. Diketahui, kecanduan smartphone dapat menyebabkan gangguan mental seperti gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Anak yang menderita ADHD pada umumnya kesulitan memusatkan perhatian dan berperilaku impulsif serta agresif. Oleh karena itu, jika anak yang menderita ADHD dibiarkan dan tidak segera diatasi maka akan memengaruhi kondisi prestasi anak di sekolah. Untuk itu, orangtua memiliki peran penting untuk mengatasi kecanduan smartphone pada anak.

Ajaklah anak untuk berkomunikasi mengenai penggunaan smartphone

Tidak dipungkiri, menggunakan smartphone memang menyenangkan, baik untuk orang dewasa atau bagi anak-anak. Saya sendiri sebagai orang dewasa juga merasakan demikian, sedikit kecanduan. Meski begitu, anak-anak perlu diberi tahu mengenai batasan menggunakan smartphone, agar tugas dan kegiatan sehari-harinya tidak terbengkalai.

Kita bisa mengajaknya untuk berunding mengenai peraturan seperti tidak boleh menggunakan smartphone apabila pekerjaan rumah (PR) atau tugas rumah seperti menyapu kamar belum selesai dikerjakan. Kita juga dapat menegosiasikan peraturan bersama anak, seperti tidak boleh menggunakan smartphone saat makan bersama, harus menonaktifkan smartphone saat tidur, dan tidak memberikan akses smartphone saat masa ujian.

Selalu mengawasi anak bisa menjadi pilihan yang paling tepat

Tidak bisa dielakkan, bahwa teknologi merupakan berkah, apabila kita mampu mengendalikannya. Oleh karena itu, orangtua dapat menggunakan teknologi untuk memantau dan membatasi smartphone yang digunakan oleh anak-anak.

Orangtua dapat menginstall aplikasi parental control yang membantu menyeleksi aplikasi mobile yang pantas diakses untuk anak-anak. Kita juga dapat memberi petunjuk sekaligus mengawasi anak saat mengajarkan mencari informasi tertentu untuk keperluan tugas anak. Sehingga, mereka menggunakan smartphone sebagai alat bantu, bukan menjadi candu.

Hal simpel seperti memberi jadwal pemakaian bisa jadi solusi

Kita bisa menerapkan waktu bebas smartphone misal saat weekend. Saya pernah membaca sebuah artikel di TodaysParent, kita dapat menghabiskan akhir pekan melakukan aktivitas bersama keluarga dan anak-anak di luar rumah.

Kita dapat melakukan olahraga bersama seperti jogging, bersepeda atau berenang. Dengan melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, maka anak-anak dapat terbiasa memiliki kebiasaan yang sehat serta jadi makin aktif.

Aplikasikan kunci pada smartphone yuk!

Pada aplikasi parental control tertentu, terdapat fitur penguncian smartphone yang bisa kita gunakan. Kita juga dapat membuat jadwal waktu saat smartphone akan terkunci atau dimatikan setelah melewati batas waktu layar harian. Oleh karena itu, aplikasi tersebut cocok untuk orangtua yang sedang mencoba mengatasi anak-anak mengurangi kecanduannya terhadap smartphone.

Jadilah contoh untuk anak-anak

Anak merupakan peniru terbaik. Jika kita menginginkan anak tidak kecanduan dengan smartphone, kita sebagai orangtua bisa memberi contoh untuk tidak boleh membiasakan diri terpaku pada layar smartphone saat mendampingi anak atau saat senggang.

Selain itu, kita juga bisa mencari informasi mengenai dunia parenting dan kesehatan anak serta kesehatan mental. Tak hanya melalui buku yang bisa dengan mudah kita beli di toko buku, kita juga bisa mencari tahu informasi seputar kesehatan melalu aplikasi seperti Halodoc yang setiap artikelnya telah ditinjau oleh dokter.

Nggak cuma itu, kita juga bisa memeriksa kebenaran informasi yang tersedia di Halodoc karena setiap artikel akan diberi sumber atau referensi. Selain itu, kita juga bisa konsultasi dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc dengan biaya yang terjangkau serta tidak perlu keluar rumah. Sangat praktis dan sesuai dengan protocol kesehatan banget, kan?

Komentar

  1. Ngeri banget memang kalau anak udah kecanduan handphone. Bisa menghambat motoriknya juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soalnya kan kalo masih anak-anak, sensor-sensor tubuh lagi masa-masanya untuk tumbuh kembang.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

Sebenarnya, +62282 Ini Nomor Siapa Sih? Kok Misterius.