Berhentilah Marah-marah, Mulailah Bersabar

marah-dan-sabar.jpg


Coba hitung, seberapa sering lo meluapkan kemarahan untuk menyelesaikan suatu masalah? Terus, apakah masalah yang lo hadapi bisa selesai dengan cara marah-marah doang?

Bahkan, mungkin saja kemarahan bisa menjadi sumber permasalahan lain yang tentu akan lo hadapi. Kemudian, pantaskah kita marah kepada hal-hal sepele? Yang ujung-ujungnya justru menambah masalah.

Belajarlah bersabar! Kalo emang nggak bisa menghadapi suatu masalah, cobalah untuk tenang. At least, lo bisa nyiptain kondisi yang positif buat diri lo sendiri. Coba deh artikan lebih luas lagi istilah dari kesabaran. Sabar itu nggak cuman nerima gitu aja apa yang dihadapi. Bukan. Sabar itu nggak seharusnya identik dengan mengalah (yah meskipun seringnya sih nggak gitu).

Baca juga: Tentang Passion dan Impian yang Lo Kejar

Padahal, kalo kita mencoba bersabar dan berhenti marah-marah terus liat permasalahan itu dari prespektif berbeda, kita bisa nemuin akar permasalahannya. Bahkan, mungkin aja masalah tadi nggak serumit yang kita bayangkan pas kita meluapkan emosi melalui kemarahan tadi.

Gampangnya gue jabarkan melalui cerita kek gini. Di pagi hari, seorang anak nggak sengaja menumpahkan kopi di kemeja ayahnya. Akhirnya sang ayah marah besar ke anak tadi karena kemejanya menjadi kotor. Sehingga, sewaktu mengantarkan anaknya ke sekolah, sang ayah mengemudikan kendaraan dengan tak sabar. Lampu lalu lintas pun dilanggar gitu aja dan ditilang. Akhirnya, karena melanggar lampu lalu lintas, sang ayah kena tilang.

Ujung-ujungnya, sang anak terlambat masuk kelas. Pun dengan sang ayah, terlambat masuk kantor gara-gara luapan emosinya yang nggak terkendali. See? Kemarahan kecil bisa berdampak kemana-mana. Malahan nggak nyelesein masalah.

Coba kalo sang ayah tadi mencoba bersabar dan mengajarkan hal baik kepada anaknya. Bagaimana jika sang ayah memaafkan anaknya dan menasehatinya agar lebih berhati-hati? Tentu ia tidak akan ditilang dan tepat waktu pergi ke kantor. Dan sang anak akan lebih berhati-hati, kan?

Marah adalah luapan emosi sesaat. Padahal jelas-jelas kemarahan bukan jawaban pasti atas masalah yang kita hadapi. Emang kalo marah bakal nyelesein masalah gitu aja?

Baca juga: Yang Muda Yang Mikir

Ini baru sekadar permasalahan kecil. Gimana kalo lo kerja dan punya atasan dan klien yang banyak? Apalagi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Cobalah lebih bersabar. Yuk jadi orang yang sabar dan mau berpikir secara cerdas. Kurang-kurangi deh emosi sesaat yang menambah masalah. Ya kan?


Image credit: gratisography.com

Komentar

  1. Daaan marah2 pada anak berdampak buruk pada psikologi si anak. Kasian kan dia pagi pagi udah kena omel.

    BalasHapus
  2. Daaan marah2 pada anak berdampak buruk pada psikologi si anak. Kasian kan dia pagi pagi udah kena omel.

    BalasHapus
  3. Ah memang benar akan ujar-ujar "Orang sabar disayang Tuhan" :))

    BalasHapus
  4. wah pas bangeet nih, saat ini saya lagi disuruh sabar. Karena malah bukan jalan keluar :)

    BalasHapus
  5. Bapaknya keterlaluan. Itu, kan, anak sendiri. :(

    Tarik napas, terus keluarin pelan-pelan juga bisa kayaknya meredam emosi. Atau wudu. Ahaha. :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

SAMUDRA!