Hackers: Kekuatan Baru Yang Patut Diperhitungkan | Good Ideas. Great Stories.

In the 21st century, hacking is a superpower that can positively impact millions worldwide – if we learn how to harness it – Keren Elazari
Masih inget nggak era dari Friendster yang pernah booming dulu? Atau pernah nggak ngalamin akun Friendster atau media sosial kalian dibajak, yap “Maaf dibajak” atau istilah lainnya get hacked.

Mungkin dari sana kita sering mengasosiasikan hal tersebut dengan istilah hacker, hacking and hack itself. Ada suatu hal yang membuat kita takut ketika membaca ataupun mendengar kata hack. Terus kenapa kita harus takut terhadap kekuatan para hacker? Apakah mereka mempunyai kekuatan superpower sehingga pantas untuk kita takuti?

Baca juga: Ngapain Takut Bikin Perubahan?

Jawabannya bisa iya, bisa juga nggak. Hacker itu udah kayak sistem imun tubuh di tubuh kita. Dalam era informatika kayak sekarang ini kita nggak bisa jauh-jauh dari berbagai produk IT. Dan hacker, ia dapat mengobati atau sebaliknya dapat menyerang balik tubuh inangnya. Terus kenapa kita harus peduli? Gini sob, menjadi seorang hacker berarti memiliki kekuatan besar, you have more power to do something bad!

Tapi nggak selamanya paradigma buruk yang ada di masyarakat itu benar adanya. Kita harus belajar bahwa nggak semudah itu nge-judge suatu hal yang belum tentu benar. Why? Karena disaat banyak dari mereka doing something bad, tapi nggak dikit juga yang doing something good.

Sebagai contoh adalah Android One Hack for Impact yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Google guna mendukung developer aplikasi lokal di Indonesia. Keren kan kalo banyak developer lokal berlomba-lomba buat aplikasi lokal. Apa kita mau terus-terusan menjadi konsumen aplikasi impor?

Selain itu ada juga Lailatul Koding, yakni acara hackaton tahunan yang digagas oleh developer IT, khususnya di Bandung. Dimana hasil kegiatan disumbangkan dalam bentuk amal. Keren nggak tuh meningkatakan kualitas hidup banyak orang dengan doing something good?

But great power comes great responsibility. Kamu bisa menjadi seorang hero ataupun kriminal tingkat tinggi dengan kekuatan tersebut. Tapi udah seharusnya seorang hacker do the right things and become a hero for themself.

Selain itu hacker seharusnya nggak cuman bisa ‘membuka’ sesuatu. Tapi ia harus bisa membuat sesuatu yang nyata. Coba kita lihat di tahun 2011 dimana konflik yang terjadi di Mesir dan membuat pemerintah Mesir harus bertindak ekstrim yakni dengan memblokir akses internet di negaranya. Namun apa yang dilakukan oleh Anonymous dan Telecomix (aktivis hacker Mesir) benar-benar patut diacungi jempol. Mereka membuat akses internet darurat di Mesir untuk memulihkan koneksi internet saat itu.

Kalo aja kita punya sense of belonging yang tinggi buat berkontribusi bagi sesama, kita akan memiliki nilai lebih. Selain itu, technology is there for the greater good. Jangan sampe deh kita salah buat ngegunainnya

Baca juga: Alasan Kamu Bikin Karya: Tentang Uang atau Ngasih Value?

Disini kita dapat melihat bahwa di era informatika kayak sekarang ini, akses terhadap informasi adalah kekuatan baru. New power in 21st century. Itulah kenapa hacker memiliki sumber kekuatan yang baru dan sangatlah besar, tapi how they can be the hero, if we expecting them to be the bad guys?


Image credit: pixabay.com

Komentar 12

Sampaikan pendapatmu di sini:

  1. Betul gan, sama seperti kata pamannya Peter Parker di film Spiderman. Kekuatan yg besar memiliki tanggung jawab yg besar. Jadi memang sudah seharusnya mereka / kita yg punya power harus do the right something. Setuju gan ?

    Baca juga gan blog ane di hanifbonbon.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi bro. Big responsibility lah pokoknya.
      Meluncur bro...

      Hapus
  2. Benar nih, sob. Saya juga pernah belajar tentang itu, tapi nggak terlalu dalam. Sebatas defacing, nanam pintu dari belakang, trus nutup celah yang terbuka. Trus cuma ninggalin pesan kalau celahnya udah ditutup dan biar admin nya lebih hati-hati. hehe
    maaf curcol
    mampir juga di blog saya, sob. http://samuelscouter.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah curcol nih masnya hehe...
      Sip.. meluncur sob

      Hapus
  3. Saya juga nggak terlalu takut sih sama hacker, cuma kadang mereka suka membuat tindakan-tindakan yang kadang membuat kebanyakan orang berfikir negatif. Dunia informatika semakin membuat orang menarik untuk mencoba banyak hal baru. Contohnya sebagai hacker. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya fik, semoga aja nggak banyak yang berfikir negatif kek begitu. Kalo buat kebaikan.. kan lebih baik.

      Hapus
  4. Ya, kembali lagi sama si hacker itu sendiri. Dia mau jadi yang baik, atau mau jadi yang "jahat".

    Btw, nice post.

    BalasHapus
  5. Hacker, cracker, lecher... Emm ya kali punya kekuatan... yang punya kekuatan kudu bertanggung jawab dan (kalau nyerang) kita harus punya daya imun yang kuat karena punya anti virus yang kuat saja gak cukup hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... sisi baik harus lebih kuat, mau nggak mau.

      Hapus
  6. Iya loh. Setahu gue ada white hacker, yang biasanya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan gitu. Bahkan waktu di SMP gue aja, orang IT itu sebenernya hacker juga kan? Suka nih sama tulisannya.

    www.namagueitu.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ya jatuhnya kalo di company jadi teknisi bro. Atau mungkin jadi analis bagian keamanan perusahaan tersebut.

      Hapus

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2018