Google: This Is Material Design



Sebagai blogger yang mencoba berkecimpung di dunia desain, sebisa mungkin gue ngikutin yang namanya trend desain, mostly gue harus over the wave all the time. Tapi untuk mengikuti trend desain nggak semudah yang dibayangkan. They change so quickly.


Ngomongin soal desain, gue adalah orang yang ngefans banget sama flat design. Yap! warna-warna yang eye-catching, layout sampe ukuran file yang kecil adalah favorit gue di flat design. Nah, tahun lalu Google ngenalin yang namanya Material Design. Padahal gue baru sedikit ngerti tentang flat design.

Baca juga: Trend Flat Design

Jadi gini, material design adalah style yang dikembangkan oleh Google untuk mendesain UI dan UX sebuah mobile app atau website. Kalo kamu sering memperhatikan update app dari Google pasti kerasa kok perubahan style desainnya.



Gue kasih contoh nih Keep, aplikasi catatan dari Google ini udah make style material design. Kalo nggak percaya bole dicoba bandingin Keep versi terdahulu. I think material design just like fresh air. Setelah lama bersama flat design, desainer (termasuk gue) sering melakukan kesalahan. Yang paling sering sih masalah depth, karena flat design basically adalah desain 2D. Yap! Flat!

Kalo gitu apa bedanya Flat Design dan Material Design?

Jadi kalo flat design itu referensinya adalah skeumorp atau realism. Style realis tadi dibikin jadi flat alias 2D seperti ngilangin tekstur, shine dan lain sebagainya. Tapi 2D pun kadang bermasalah, maka dari itu Google ngebikin style Material Design. Simply, material design menurut gue nambahin depth kedalam style flat yang mengedepankan sisi minimalis, clean dan simplicity.

Pros and Cons?

Flat Design
Pros:
  • Simple yet minimalist
  • File size kecil
  • Vivid color
Cons:
  • Terkadang bisa bikin 'terlalu simpel'
  • Limitasi
  • Nggak familiar
  • Susah ngebedain antar desain, karena mirip semua

Material Design
Pros:
  • Realistic! Yap dengan adanya sumbu-Z. Oh! Depth!
  • Adanya guide yang setiap saat dilakukan pembaruan. Hahaha Google!
  • Intuitive! Ya karena adanya animasi. Bagus banget buat user experience
  • Kita jadi tau apa itu motion design
Cons
  • Di monopoli Google. Nggak baik buat kesehatan.
  • Bikinnya lebih lama daripada Flat Design
  • Bagi desainer, harus belajar motion design juga :'(

Flat or material?

Gampang sih kalo disuruh milih. Sesuaikan aja sama style desain yang diminta. Kalo skeumorp lebih kepada real world design, jadi bikin desain kamu lebih familiar. Flat Design akan nampilin apa yang penting-penting aja. Material Design? Material design tries to marry some of the ideas from skeuomorphic design to flat design.


Image credit: google.com

Komentar

  1. "Material Design just like fresh air." so dope :')

    pertama kali kesengsem sama flat design, pas liat iphone yang make ios7. it's love at the first sight. :D

    btw, senang sekali melihat blog ini ada adsense nya.. bimbing saya suhu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar sama designernya Apple bro. Oh adsense? Gue ada kenalan orang dalam sih soalnya.

      Hapus
    2. Keren dah Min, nah nextnya ada yang penasaran buat nyoba implementasi Material Design?
      Mungkin tutorial ini bisa jadi pilihan : https://wirasetiawan29.wordpress.com/2016/01/09/material-design-di-tab-menu-android/

      Salam Blogger Min.

      Hapus
  2. Iya, ni. Gue ngerasa ada banyak perkembangan design yang dipake google. Selain emang di Google sendiri banyak designer keren.

    Gue juga sering intip2 karya mereka.

    Lu juga keren, karyanya bagus.

    BalasHapus
  3. Dan aku cumak bisa mengagumi hasil karya mereka.. Ihik. :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak papa, karya kita bisa di tempat lain kan?

      Hapus

Posting Komentar

Popular Post

Pengalaman Pengembalian Dana (Refund) Tiket Pesawat di Traveloka

LOGO BARU PIZZA HUT

Sebenarnya, +62282 Ini Nomor Siapa Sih? Kok Misterius.