Sebuah pertanyaan yang cukup sederhana pernah diajukan oleh salah satu teman saya. Ia adalah seorang blogger. Cukup lama ngeblog hingga akhirnya memiliki statistik blog yang cukup memuaskan.

Tapi ada satu hal yang mengganjal. Pertanyaannya begini, “Bagaimana caranya menaikan page view sebuah artikel blog?”

Secara keseluruhan, total page view harian blog tersebut sudah cukup bagus. Namun, jika ia publikasikan artikel baru, ingin mencari 100 page view dalam satu minggu saja susahnya minta ampun.

Tentu saja ia ingin secara organik. Cukup publish dan ingin sekali page view mengalir begitu saja. Ndak harus pusing-pusing bikin strategi konten di media sosial untuk meningkatkan engagement. Ra gagas cak!

Lalu saya memberikan sebuah solusi sederhana saja. Saya memperkenalkannya pada SEO. Sebuah teknik yang bagus untuk meningkatkan artikel untuk mencapai target page view tersebut.

Caranya? Cukup membuat artikel yang sangat informatif dan ditambahkan dua sendok SEO friendly, maka page view akan datang begitu saja. Voila! Sajikan selagi hangat.

Fyi aja sih, artikel ini cocok sekali dibaca untuk kalian yang masih pusing mencari cara untuk meningkatkan page view sebuah blog post. Atau sponsored post dimana post tersebut punya target page view yang sudah ditentukan oleh klien.

Cara meningkatkan page view dengan CTR

Sebelum kita membahas caranya, ada baiknya kamu yang belum kenal betul dengan SEO membaca artikel saya tentang serba-serbi SEO dan alasan kenapa harus mempelajari SEO.

Dan kemudian berlanjut dengan memperbaiki CTR yang ada di blog kita. Terutama post yang memiliki target page view berdasarkan keyword tertentu.



CTR atau Click Through Rate di mesin pencarian adalah rasio antara impresi sebuah artikel dibandingkan dengan jumlah klik yang dihasilkan. Dihitung berdasarkan persen antara 0 sampai dengan 100.

Maka, jika nilai CTR semakin tinggi, bisa dikatakan banyak sekali klik yang dilakukan atas impresi yang tertampil di hasil pencarian.

Baca juga: Seberapa Cepatkah Loading Blogmu?

CTR bisa dijadikan parameter ‘ketertarikan’ pengguna search engine terhadap target keyword milik kita. Soalnya begini, sebuah artikel yang ada di halaman pertama bahkan posisi pertama belum menjamin akan memiliki page view yang lebih tinggi daripada posisi nomor dua.

Kenapa bisa begitu?

Karena perilaku pengguna internet itu berbeda-beda. Preferensi mereka untuk melakukan sebuah klik juga bervariasi. Ada banyak faktor. Tapi saya sederhanakan saja ya, biar ndak mumet.

Kebanyakan pengguna search engine akan melakukan klik berdasarkan:
  • Judul Artikel
  • Relevansi Deskripsi
  • Domain yang digunakan
  • Popularitas Blog
Judul artikel adalah poin utama agar pengguna melakukan klik pada blog post kita melalui search engine. Bagaimanakah caranya?

Kalo kamu berminat, bisa mempelajari teknik copywriting ini lebih dalam. Wo jangan salah… ada ilmunya loh ya.

Struktur sederhana sebuah hasil pencarian


Relevansi deskripsi artikel kita juga perlu diperhatikan. Sebagaimana saya pernah membahas bagaimana komentar meningkatkan visibilitas blog post kita di hasil pencarian.

Meta deskripsi pun digunakan untuk mendapatkan hasil pencarian yang tepat dan related dengan pengguna. Misal, pengguna ingin mencari ‘cara menjemur baju’, maka artikel kita tadi harus bisa menampilkan cara menjemur baju secara garis besarnya. Ini yang penting.

Kemudian, domain atau url blog post yang digunakan juga berpengaruh meningkatkan kemungkinan klik atau CTR tadi.

Gampangnya seperti ini.

Kalo kamu nih ya, mencari informasi kemudian mendapatkan dua buah blog. Blog A menggunakan top level domain dengan .com. Sedangkan blog B masih menggunakan blogspot/wordpress untuk provide artikel dengan keyword yang sama. Mana yang lebih banyak dipilih?

Tentu saja Blog A, karena top level domain akan meningkatkan authority. Jadi, top level domain (TLD) enggak hanya untuk cari job review saja. Bisa kita gunakan untuk membuat blog kita trusted. Apalagi dengan enkripsi atau https. Maknyuss nde…

Tingkat popularitas sebuah blog juga ikut mempengaruhi loh. Enggak percaya?

Gini deh, umpamakan saja sebuah situs dan kalian mencari sebuah informasi dari search engine, dimana menemukan situs yang lebih familier di mata kalian melalui hasil pencarian, maka secara tidak sadar pasti kita ingin klik artikel tersebut.

Karena kita sudah pernah mengunjunginya. Kita sudah kenal dan-sayang-tapi-diputusin-pas-lagi-sayang-sayangnya.

Anggap saja Hipwee vs Jungjawa.com, mana yang akan kalian pilih? Hehehehe....

Melakukan Analisis CTR

Jadi, ketika sebuah artikel kita muncul dengan keyword yang sudah kita set up di awal, kita juga harus memperhatikan performa post tersebut menggunakan CTR. Hal ini ya kita monitoring untuk bisa melakukan improvement pada artikel tersebut.

Baca juga: Seberapa Penting Asumsi Data?

Analisisnya sederhana saja, jika impresinya cukup tinggi tapi tidak menghasilkan clik, ada kemungkinan besar judul yang kita gunakan kurang memberikan value terhadap user. Mereka melihat artikel kita, namun tidak melakukan klik karena mungkin saja merasa tidak related.

Impresi yang tinggi tapi jumlah klik dan CTR rendah pasti ada yang salah. Padahal itu adalah keyword yang sangat bagus dan volume pencariannya besar.

Artinya apa?

Sumber page view yang melimpah. Sehingga kemudian muncul pertanyaan:

Apa yang harus dilakukan?

Bisa jadi judul artikel yang kita setup tadi kurang menarik pengunjung. Maka, pelajarilah copywriting. Buatlah judul yang semenarik mungkin. Tapi secara wajar. Loh kenapa?

Karena ketika pengguna merasa mereka dibohongi oleh janji palsu wakil rakyat judul artikel yang kita buat. Maka mereka seketika akan melakukan close tab tanpa perlu berlama-lama di situs kita. Apa yang akan terjadi?

Bounce rate kita akan naik dan ini pertanda buruk. Kenapa? Karena bounce rate bisa digunakan oleh Google sebagai sinyal relevansi sebuah artikel terhadap keyword. Bisa jadi karena bounce rate kita jelek, artikel kita semakin menurun posisinya dan paling fatal adalah deindexing atau dihapus dari hasil pencarian. Google menilai bahwa blog post kita enggak bagus. Medeni tenan cak!

Baca juga: Gimana Sih Caranya Menulis Blog Tanpa Keyword?


Mari bermain-main di sektor CTR
Gambar di atas adalah performa sebuah blog post yang diambil dari Google Webmaster. Bisa dilihat bahwa ada 3 statistik yang bisa kita utak-atik di sini. Yakni Click, Impression dan CTR.

Optimalisasi CTR menggunakan keyword



Analisisnya sebenarnya gampang banget. Kita hanya perlu melihat statistik impresi dan CTR.

Impresi adalah banyaknya tayang atau artikel kita tertampil di hasil pencarian. Sedangkan CTR adalah perbandingan antara jumlah klik dan impresi yang terjadi.

Ketika ada sebuah keyword memiliki CTR yang rendah, ada yang tidak beres pastinya. Bisa kita lihat bahwa Keyword A, B, C di atas harus dioptimalkan kembali. Salah satunya adalah dengan mengubah judul agar related dan memainkan meta deskripsinya.
Mari kita optimasi CTR untuk meningkatkan page view blog kita



Gambar berikut ini adalah modifikasi yang saya lakukan terhadap sebuah blog post. Yang saya ubah adalah judul artikel saja.

Terdapat tren kenaikkan CTR dan jumlah klik yang terjadi. Bahkan ketika impresinya menurun, jumlah klik tetap banyak. Malah cenderung naik terus.

Hubungan antara CTR dan posisi SERP artikel


Dari grafik gambar di atas, kita bisa melihat dengan jelas bahwa ketika CTR mulai naik, posisi pencarian juga semakin membaik. Hal ini secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa untuk menaikkan posisi kita di search engine, maka kita harus menganalisis CTR yang ada di blog kita.

Sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk dikonversi menjadi page view. Tidak dalam bentuk impresi saja.

Itulah sebabnya kenapa kita harus memperhatikan CTR. Ini termasuk dalam strategi SEO loh. Makin mantap aja page view blogmu kalo bisa utak-atik statistik satu ini. Sip lah, selamat mencoba!

P.S. Kalo ada bisik-bisik tentang page view dan CTR, tulis aja di kolom komentar. Siapa tahu saya bisa diskusi kita :p

Artikel ini disponsori oleh WRP Diet, sebuah produk nutrisi untuk diet sehat

Ramuan Kayu Manis


Hello bro, punya berat badan ideal dengan bentuk tubuh proporsional merupakan impian dari setiap orang. Namun untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal tentu bukan hal mudah. Meski banyak sekali tips dan cara menurunkan berat badan yang bisa kita dapatkan dari internet, tips tersebut ndak akan pernah cukup jika tidak dilandasi komitmen. Selain harus optimis, dukungan dari para teman dan keluarga juga turut membantu dalam menjalani program diet. Supaya dietnya sukses bro!

Selain dengan berolahraga dan menjaga pola makan yang baik, kamu juga dapat menambah asupan lain yang berguna untuk mendukung program diet.

Asupan yang dimaksud adalah mengkonsumsi ramuan kayu manis. Tanaman kayu manis ternyata tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai racikan bumbu masak namun juga sebagai salah satu ramuan rahasia untuk menurunkan berat badan. Wah, joss tenan ki!

Cara Membuat Minuman Kayu Manis

Untuk membuat minuman dari kayu manis sangatlah mudah. Kamu bisa membuatnya kapan saja dan diminum sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar efek dari ramuan kayu manis dapat bekerja lebih maksimal.

Berikut bahan yang diperlukan untuk membuat minuman sehat dari kayu manis :

• 1 sdm kayu manis atau 2 batang kayu manis
• 1 Gelas air putih
• 2 sdm madu murni untuk menambah rasa sedap

Jika bahan tersebut sudah kamu persiapkan, mulailah dengan merebus air hingga mendidih. Kemudian masukan kayu manis ke dalamnya, aduk hingga rata selama beberapa saat. Setelah itu tuangkan ramuan kayu manis ke dalam gelas saji.

Setelah itu jangan lupa tambahkan juga madu ke dalam minuman ben suweeeger alias agar rasa dan aroma dari kayu manis lebih terasa. Minuman ini harus kamu konsumsi secara teratur setiap pagi atau sebelum tidur. Kudu terjadwal iki bro!

Manfaat Kayu Manis Menurut Dokter

Rempah – rempah sudah dikenal dari dahulu memiliki rasa yang segar dan banyak manfaat hebat. Sebagai salah satu golongan rempah, kayu manis juga mengandung antioksidan dan berbagai nutrisi baik untuk dicerna tubuh.

Konsumsi kayu manis secara teratur juga diklaim dapat mencegah berbagai risiko penyakit yang menyerang tubuh. Berikut ini beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari si kayu manis ini.

Menurunkan Kadar Kolestrol

Kayu manis sangat cocok untuk menjaga kesehatan pencernaan seperti usus, paru – paru dan melindungi diri kita dari penyakit jantung. Hal ini dikarenakan kayu manis mengandung banyak kalsium, serat dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Kalsium dan serat ini berguna untuk membantu menghilangkan garam pada tubuh serta mencegah kanker usus. Selain itu kayu manis juga dapat mengobati konstipasi atau diare. Pancen urip sehat itu dari nutrisi makanan bro!

Meningkatkan Fungsi Otak

Menurut para ahli, mencium bau kayu manis dapat meningkatkan aktivitas otak. Dikutip dari lembaga whfoods, bau kayu manis dapat meningkatkan proses kognitif seseorang dan membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal berkonsentrasi dan mengingat.

Mencegah Gumpalan Darah

Selain memiliki aroma yang wangi, minyak yang dihasilkan oleh kayu manis juga terbukti bisa mencegah darah menggumpal. Hal ini dikarenakan karena kayu manis dapat mengeluarkan asam lemak anti peradangan yang disebut dengan Arachidonic. Oleh sebab itu jika kamu mengkonsumsi kayu manis setiap hari, maka kamu akan terhindar dari radang dan penggumpalan darah.

Kayu Manis Sebagai Obat Serbaguna

Kayu manis terkadang juga dijadikan sebagai pengawet makanan alami. Selain itu kandungan serat dan kalsium, zat besi serta mangan juga terbukti efektif dapat mengurangi nyeri pada perut saat haid atau melahirkan.

Bahkan kayu manis dapat menyeimbangkan hormon, meningkatkan hormon progesteron dan mengurangi hormon testosteron pada wanita. Hal ini disebabkan karena kayu manis memiliki kandungan natural yang disebut Cinnamaldehde.

Pola hidup sehat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan seseorang, terlebih jika orang tersebut memiliki aktivitas kerja yang padat dan jarang berolahraga atau mengkonsumsi makanan sehat.

Dengan mengkonsumsi kayu manis secara teratur maka kamu akan mendapatkan asupan gizi yang tetap seimbang. Selain untuk menjaga kesehatan, mengkonsumsi minuman kayu manis juga terbukti bisa membantu kamu menjalani program diet sehat loh.
Jadi mulailah hidup sehat dengan kayu manis. Ayo bro! Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat kan ya...

Wah joss tenan iki ceritanya bro. Melalui postingan bro Wendy di LinkedIn, jungjawa.com mendapatkan info kalau film tentang ilmu SEO atau Search Engine Optimization akan segera rilis. Bakalan gayeng ki...

Film dengan judul SEO: The Movie garapan Ignite Invisibility ini akan melengkapi serba-serbi SEO yang menjadi gimmick tersendiri di tahun 2017 ini.

Bener-bener kaget bin happy iki carane. Lha gimana enggak senang? Sebagai orang yang sangat antusias terhadap perkembangan industri pencarian di internet, film ini patut untuk ditunggu.

Baca juga: Kenapa Belajar SEO?

Saya sih berharap blog film macam Hamtiar.com atau Landhiani.com mau mengulas film ini lebih dalam dari sudut pandang mereka masing-masing. Wis.. patut ditunggu tenan ki.

Singkatnya, SEO: The Movie ini bukan sembarang film yang menampilkan dunia digital saja. Praktisi SEO pun juga turut andil di dalamnya. Seperti Rand Fishkin dari MOZ, Danny Sullivan dari SearchEngineLand Jill Whalen, Brett Tabke dan masih banyak lagi. Joss!


Paling kiri ada Rand! I'm a big fan of him


Film SEO: The Movie ini akan bercerita tentang perkembangan SEO sejak awal. Di mana jurus aliran ilmu hitam digunakan untuk memanipulasi search engine. Bisa dibilang jaman kegelapan dari bisnis mesin pencari. Pokok e real story of search engine optimization judul e...

Jaman dulu kan mudah sekali untuk membohongi Google, mulai dari spamming keyword di dalam artikel hingga trik-trik link di dalamnya. Bahkan SEO: The Movie akan membahas black hat vs white hat dari SEO nih.

Baca juga: Serba-serbi SEO

Sampai pada titik dimana Matt Cutts, yang pernah menjadi Web Spam Team dari Google mengubah masa depan dari industri pencarian. Meninggalkan aktivitas spamming dan beralih kepada digital marketing mind. Widiih...

Beberapa software provider di industri SEO juga diperkenalkan. Seperti yang paling terkenal nih, Moz, SEM Rush hingga tools lain layaknya Ahrefs dan Majestic.



Rencananya, film SEO:The Movie akan rilis pada tanggal 20 Juni 2017. Patut ditunggu oleh para digital marketer nih. Save the date!


Header image credit: www.seoroundtable.com

font-youtube-sam-kolder

Okay, beberapa orang mungkin penasaran dengan karya dari Sam Kolder. Salah satunya adalah MV dari Chainsmokers. Yang mana? Yak! Closer.

Nah, ada satu hal yang menarik perhatian dari MV tersebut. Di Closer, Sam Kolder menekankan titik perhatian pada lirik yang divisualisasikan. Pun dengan travel vlog yang ia buat, selalu memberikan kesan yang apik. Kenapa? Karena Kolder membuat video dengan efek transisi dan visualisasi font yang sederhana namun menarik untuk dilihat.

Buat kalian yang belum tahu sama sekali tentang Sam Kolder, bisa kok cek channel Youtube Koldstudio miliknya atau cari aja melalui search bar, ketik "Kolder"

Kolder atau Kold (ya, nama panggilannya sih Kold) enggak bisa dipungkiri lagi memberikan banyak inspirasi bagi traveler dalam membuat video dokumenter. Enggak percaya? Coba deh cari di Youtube dengan keyword "inspired by Sam Kolder". Kalian akan menemukan banyak sekali video yang disajikan seperti milik Kold.

sam-kolder-youtube-font
Say hello to Kold


Mulai dari teal and orange (tone color yang ia buat) sampai dengan penggunaan font Sam Kolder yang ada di videonya. Nah, untuk font yang ia pakai sih enggak banyak kok. Cuman ya emang secara visual eye catching banget. Jadi, kalau dikombinasikan dengan background music yang apik (rata-rata EDM) ya pas lah ya. Mungkin lain kali akan saya rekomendasikan beberapa BGM dari Sammy. Tunggu saja.

Font apa aja sih yang dipakai oleh Kold?

Urusan font yang dipakai Kold, kalian bisa mendapatkannya di Dafont. Rata-rata font display yang ia gunakan memang bergaya surfing banget. Kalau anak Instagram kekinian bilangnya aesthetic. Apa saja? Check this out:


1. Dirrrty

font-dirrrty-sam-kolder

Dibuat oleh Hanodedfonts, font ini cukup minimalis sih. Gayanya brush. Pertama kali muncul di Dafont pada 23 Februari 2016.

Download via Dafont

2. Kitsune Tail

font-kitsune-tail-sam-kolder

Kitsune Tail secara seklias memang mirip dengan Dirrrty, tapi lebih jelas Kitsune sih. Sayangnya, enggak semua font Kitsune lengkap, ada beberapa yang hilang dan hanya disimbolkan dengan bentuk rubah. Sayang sekali.

Download via Dafont


3. Samhain

font-samhain-sam-kolder

Samhain udah lama muncul di Dafont sejak 2012. Sayangnya, font ini enggak support angka. Jadi, kalo kalian memang pengin pake font ini, untuk angka harus menggunakan font jenis lain.

Download via Dafont


4. Surfing Capital

font-surfing-capital-sam-kolder

Nah ini font yang cukup berat. Bahkan Dafont menyarankan untuk langsung menginstall font ini tanpa harus preview terlebih dahulu. Font dari The Branded Quotes ini sudah muncul di Dafont sejak 30 Juli 2015.

Download via Dafont


5. Cinnabar Brush

font-cinnabar-brush-sam-kolder

Nah kalo ini adalah favorit saya. Lagi-lagi font dari Hanodefont ini membuat saya jatuh hati. Typenya cukup lengkap dari A-Z hingga angka 0-9.

Download via Dafont

Fyi aja sih, kalian juga perlu tahu Youtuber lain yang punya dokumentasi video travelling yang bisa jadi Inspirasi. Ada Mike Visuals, Taylorcutfilms, Nainoa Langer dan lainnya. Ya, mereka memang di circlenya Kold sih. Jadi ya pasti kualitasnnya hampir sama gitu.

Baca juga: Font untuk Ucapan Ramadhan dan Idul Fitri

Kalau kalian suka daily vlog, bisa cek Mr. Ben Brown deh. Dia kalau membuat video travelling cukup menarik, sebab ada mini short film kek Kold juga. Jadi enggak standard deh.

Happy travelling and makes great documentary. Cheers!


Header image credit: Justin Odisho



Sebenarnya ini adalah materi yang cukup lama. Beberapa bulan yang lalu saya membawakannya di acara Emak-emak Blogger Solo, namun kali ini saya akan menuliskannya di sini agar lebih mudah dipahami. Ya, semoga lebih mudah dipahami.

Artikel ini cukup panjang. Ada lebih dari 2.000 kata. Jadi buat kalian yang enggak sempat baca, bisa simpan saja artikel ini.

Selamat membaca!

*** 

Oke, apa yang akan kamu pikirkan pertama kali ketika mendengar kata SEO?

Sebuah kota di Korea? Itu Seoul

Seorang pimpinan perusahaan? Itu CEO

Mendapatkan posisi ‘terbaik’ di hasil pencarian? Nah!


SEO sendiri adalah sebuah teknik yang cukup umum dan sejujurnya sangat mudah dipahami. Boleh dikatakan setiap hari kita adalah seorang SEO Engineer.

Kita bisa mempelajari diri kita sendiri untuk memahami bagaimana pengguna menggunakan search engine. Sepertinya mudah, tapi prakteknya sulit. Apalagi jika hal-hal yang sangat dasar saja kurang bisa dimengerti. 

Kenapa SEO?

Apa sih untungnya menggunakan SEO? Mungkin terdengar klise, padahal untuk mempelajari SEO sendiri butuh waktu yang tidak sebentar.

Dan mungkin saja bagi beberapa orang terkesan njlimet.

Tapi, dengan menggunakan SEO, kita bisa mendapatkan traffic yang cukup banyak dan murah. Kok murah?

Karena jika dibandingkan dengan beriklan di media konvensional atau pun menggunakan ads dari pihak ketiga, SEO jauh lebih murah. Itulah solusi yang ditawarkan dari SEO.

Saya pernah menuliskan alasan kenapa belajar SEO itu penting. Ya, akan lebih mudah jika kita tau alasan belajar suatu hal.

Bagaimana SEO bisa meningkatkan traffic sebuah website?

Ya karena search engine menawarkan traffic gratis dan penelusuran yang bisa berulang-ulang atau repetitif. Apalagi jika kita bisa membuat sebuah target dengan kata kunci tertentu.

Nah, dari traffic tadi kita bisa mencari traffic yang berkualitas untuk mendapatkan relevant traffic. Fungsinya?

Salah satunya adalah untuk mendapatkan goals dari situs atau blog yang kita kelola. Bisa CTA (Click to Action) seperti register/sign up sebuah layanan, berbelanja, download dan lain sebagainya.

Sumber traffic sebuah situs- brightedge.com


Studi dari Brightedge.com menyebutkan bahwa lebih dari 50% traffic berasal dari search engine. Ya, SEO menyumbang setengah dari total kunjungan sebuah situs. Baik itu melalui hasil pencarian situs maupun pencarian gambar.

Jadi, SEO itu Google?

Emmm… Bisa dibilang iya dan bisa juga tidak.

Market share bisnis pencarian di tahun 2016 - allwebco-templates.com


Dalam bisnis search engine, Google memiliki market share terbesar untuk saat ini. Sebenarnya layanan lain juga ada, seperti Bing atau Yahoo Search. Namun, Google lebih populer. Sehingga ya bisa dibilang SEO ya sama juga Google.

Pengecualian untuk di China, karena di sana Baidu lebih populer daripada Google.

Say hello to Baidu


Jadi, buat kalian yang ingin menyasar SEO untuk segmen China, ada baiknya mulai memahami Baidu :D

Apa yang harus dipelajari dari SEO?

Banyak sekali. Saya juga mumet kalau belajar semuanya. Namun, secara garis besar ada dua hal yang perlu diperhatikan. On-page SEO dan Off-page SEO.

Atau bisa lebih mudah, internal SEO dan eksternal SEO. Faktornya ada banyak sekali. Seperti penggunaan kata kunci, meta deskripsi, judul artikel, url artikel dan lain sebagainya. Itu hanya untuk internal SEO.

On-page dan Off-page - softloom.com


Kalau eksternal SEO lebih kepada faktor-faktor yang sebenarnya sulit kita kontrol secara langsung. Seperti bagaimana distribusi konten kita di media sosial, tautan balik dari situs lain dan lain sebagainya.

Bagaimana cara menggunakan SEO?

Setelah memahami cara kerja SEO, selanjutnya hal ini bisa diterapkan di situs atau blog yang kita miliki. Permasalahannya adalah, bagaimana menggunakannya?

Secara teori mungkin sudah khatam tentang internal SEO dan eksternal SEO. Sudah mengerti harus begini dan begitu.

Namun, seringkali saya menemukan bahwa tidak banyak yang mengerti cara mengembangkannya.

Pada dasarnya cukup mudah. Kita bisa membuat siklus penggunaan SEO. Sederhana saja.



Sebuah situs yang akan kita optimasikan kontennya harus dievaluasi terlebih dahulu. Baru kemudian bisa kita lakukan research untuk menemukan konten apa yang bisa dioptimalisasikan dan bagimana strategi kedepannya.

Setelah research tadi dilakukan, ada hal penting yang sering luput dari siklus ini. Yakni mengukur performa SEO tadi.

Kebanyakan orang enggak mengerti bagaimana SEO memberikan dampak kepada situs mereka karena tidak mengukurnya. Jadi tidak bisa membandingkan antara sebelum menggunakan SEO dan setelah dioptimalisasikan.

Padahal, dengan adanya pengukuran tadi bisa kita evaluasi lagi dan lanjut mencari solusi. Begitu seterusnya.

“Saya tidak bisa melakukan evaluasi sebuah situs. Terus bagaimana?”

Ya namanya juga sebuah siklus. Bisa dimulai dari mana saja. Mau mulai dari pencarian insight untuk research kata kunci? Boleh. Nanti tinggal kita ukur dan evaluasi. Kemudian ya research lagi.

Research

Proses untuk melakukan research keyword bisa dimulai dari hal sederhana. Pokoknya, nanti dari hasil research ini kita bisa melihat peluang keyword yang akan kita gunakan.

Gunakan juga beberapa opsi keyword di mana nantinya bisa kita gunakan untuk meningkatkan variasi sebaran keyword yang akan kita gunakan.



Oh iya, kalau sekarang ini lagi ngetrend sebuah konten yang memiliki keterkaitan sebuah tempat atau lokasi. Contohnya?

Begini, ibaratkan sebuah kata kunci pencarian “tempat nongkrong”. Oke, untuk kata kunci ini terlihat lebih umum dan memiliki cukup banyak kompetitor.

Nah, untuk menyingkirkannya kita bisa mentargetkan keyword ini untuk lokasi tertentu. Hal ini untuk meningkatkan konversi kata kunci tadi. Lebih spesifik akan lebih baik.

Rumusnya cukup sederhana sih ya.

[Kata Kunci] + Lokasi + Value 

Misal nih, kita ingin membuat sebuah konten “tempat nongkrong” tadi untuk lokasi di Semarang. Nah, kita bisa menggunakan rumus tadi untuk menentukan judul sekaligus topik yang akan diangkat.

Variabel value bisa digunakan untuk memberi nilai tambah dari artikel yang kita buat. Bisa saja sesuatu yang lebih murah, lebih mudah, lebih ngehits atau apapun. Tergantung kreatifitas dan bagaimana audiens kita berprilaku.

Sehingga, hasilnya bisa saja seperti ini:
1. Tempat Nongkrong di Semarang yang Instragramable banget Buat Kamu dan Dia
2. Tempat Nongkrong di Semarang yang Bikin Seru Malem Mingguanmu Bareng Keluarga

Tentu saja, rumus di atas enggak harus sesuai kok. Bisa lepas dari pakem di atas. Nah, makanya, research diperlukan untuk menentukan target dari pembaca yang akan kita tuju.

Enggak ada keharusan. SEO itu fleksibel.

Keyword Research bisa didapatkan dari mana?

Untuk hasil kata kunci kita bisa gunakan pencarian dari Google. Salah satunya adalah Quick Search atau pencarian relevan yang terkait kata kunci tersebut.

Kata kunci lain yang bisa didapatkan di Quick Search


Atau kalau kamu punya kemampuan untuk mengerti Google Analytics dan Keyword Planner, bisa kok menggunakan tools tersebut. Bebas.

Selain itu, jangan lupakan related queries yang ada di bagian bawah hasil pencarian. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mencari keyword tersebut juga mencari keyword lain yang serupa.

Related keyword di bawah hasil pencarian


Ada tips yang penting kamu tahu bahwa forum diskusi seperti Quora atau Kaskus bisa digunakan untuk validasi keyword. Loh, kok bisa?

Ya, sebab dari sebuah forum kita bisa melihat apakah ada yang mencari konten tersebut atau bisa saja tidak ada sama sekali. Sehingga kita bisa menentukan keyword yang spesifik dengan lebih efisien.

Bonusnya, kita bisa saja mendapatkan jawaban praktis dari berbagai forum tersebut kemudian bisa kita kompilasi menjadi satu di artikel yang kita buat. 

Nah!

Measure

Nah, setelah kita menentukan kata kunci dengan Research selanjutnya adalah mengukur performa dari artikel yang sudah dibuat. Di sini, sebisa mungkin kita menggunakan tools untuk mendapatkan data dan menarik kesimpulan.

Saya menyarankan buat kamu yang memang ingin mendalami SEO, mengerti tentang cara menggunakan berbagai software untuk mengukur performa SEO.

Sebab, dengan kemampuan kamu menggunakannya akan mempermudah untuk membuat konten yang relevan kedepannya. Ya, biar keep on track gitu konten yang dibuat.

Salah satu tools yang bisa digunakan untuk mengukur performa SEO adalah Google Analytics. Atau kalau mau yang sederhana tapi memang tetap powerfull, kamu bisa coba Google Webmaster.

Kita bisa memonitor performa artikel kita di Webmaster


Nah, di Google Webmaster, kamu bisa lihat performa SEO dari artikel kamu. Mulai dari jumlah klik yang dihasilkan hingga perubahan posisinya hingga 90 hari terakhir. Mantep kan?

Dari Google Analytics pun kita bisa menganalisis performa dari SEO artikel tadi. Contohnya, jika kita menemukan sebuah konten dengan bounce rate tinggi dari Organic Search. Maka kemungkinan besar konten kita tadi “cukup” membosankan untuk audiens.

Nah, agar lebih baik, kita bisa membuat konten yang lebih atraktif sehingga audiens enggak segera pergi dari artikel kita. Seenggaknya dia punya waktu yang lebih lama, kita bisa melihat Average time On Page-nya juga.

Setelah kita optimasi lanjutan atau revisi konten tadi. Selanjutnya kita ukur. Bisa jadi satu minggu kedepan dan dilihat, apakah ada perubahan atau tidak. Nah, gampang kan?

Evaluate

Berbagai hal yang sudah kita ukur di tahap sebelumnya akan lebih baik jika dilanjutkan dengan evaluasi. Ada berbagai macam cara untuk mengevaluasi performa SEO dari artikel kita. Namun, saya akan menyederhanakannya saja.


1. Mencari Peluang Keyword lainnya.

Apa yang sudah kita tulis mungkin masih memiliki konten yang belum mendalam. Sebagai contoh jika kita menulis tentang bakso. Akan ada banyak peluang keyword lainnya seperti bagaimana cara membuat bakso, tempat makan bakso yang enak dan lain sebagainya.

Nantinya, hasil dari evaluasi peluang keyword ini bisa kita gunakan untuk mengembangkan konten selanjutnya.

Justru inilah yang kita harapkan. Sehingga akan ada banyak sekali konten serupa atau niche di blog kita. Hal ini akan menjadikan sinyal relevansi konten blog kita semakin kuat.

Ups, sebentar. Apakah keyword adalah segalanya? Tentu saja tidak. Jika kamu punya waktu, saya pernah membahas akan hal ini.

Sesungguhnya kita bisa membuat sebuah blog post tanpa harus memikirkan keyword.

Caranya? Saya sudah menjelaskannya di artikel tersebut.

2. Membandingkan dengan Sebelum Optimasi

Gampang saja, kita bisa membandingkannya dengan data yang diambil dari tools, salah satunya adalah Google Analytics. Atau kalau mau gampang, dashboard analytics platform blog kita juga bisa kok.

Nah, untuk melakukan analisis, saya dibantu oleh Analytics


Jadi, bisa dilihat performa SEO-nya dari waktu ke waktu. Mulai dari posisi di SERP (Search Engine Position). Apakah mengalami penurunan atau stabil aja. Bisa juga dilihat dari jumlah %NewUser yang dilihat juga dari channel atau medium pengunjung kita. Apakah benar-benar dari organic search atau enggak. Gitu.

3. Melirik Kompetitor

Mungkin ini bonus dari evaluasi ya. Jadi kita juga perlu melihat kompetitor dan menganalisis kekurangan konten mereka. Gunanya untuk apa?

Agar pengunjung punya experienced yang lebih dari kompetitor kita. Misalnya saja, kompetitor belum memiliki rich content seperti infografis atau video, maka sebisa mungkin kita menyediakan itu semua.

Tentu saja, ini nanti lebih kontekstual yang artinya menyesuaikan konten yang kita buat. Sehingga, pengunjung akan menilai lebih terhadap artikel kita.
Pun begitu juga dengan search engine.

Jangan lupakan juga hal-hal fundamentar seperti desain dari konten kita, termasuk desain situs secara keseluruhan. Kecepatan situs, letak navigasi, penggunaan font dan sebagainya.

Mungkin saja, pengunjung langsung kabur ketika melihat desain blog atau situs kita. Sebab, ketika pengunjung merasa tidak nyaman, maka saat itu juga mereka akan angkat kaki dari situs kita.

Wah, gawat dong!

SEO or Design?

Dua hal ini sebenarnya sangat berkaitan. Secara umum, website yang SEO friendly memang memiliki desain yang cukup baik. Tapi tidak berlaku sebaliknya loh ya, soalnya belum tentu.

Keramahan blog atau situs terhadap perangkat mobile juga dinilai


Sejak tahun 2015, Google memperbarui algoritmanya dengan menambahkan faktor mobile friendliness untuk dimasukkan dalam penilaian hasil pencarian.

Oh iya, kalau ingin memeriksa apakah blog/situs yang kita punya sudah mobile ready atau belum, bisa menggunakan Mobile-Friendly Test yang memang disediakan oleh Google.

Mobile-Friendly Test dari Google
Plus, sudah ada report mengenai permasalahan pemuatan halaman di dalamnya. Lengkap kan.

Fyi aja sih, pembaruan Mobilegeddon memasukkan usability, design dan readability untuk dimasukkan dalam perhitungan.

Apa itu SERP (Search Engine Result Page)?

Hasil pencarian akan ditampilkan secara list oleh Google. Sistem ini akan membuat list ranking dari 1 sampai tak hingga.

List ini berada di dalam halaman yang disebut dengan SERP (Search Engine Result Page). Umumnya, satu halaman SERP akan menampilkan 10 list.

Hasil pencarian Google terkait kota Banjarmasin


Pada kondisi tertentu, Google akan memberikan informasi khusus terkait hasil pencarian. Bisa jadi lokasi, quick answer dan snippet lain yang memanjakan pengguna Google.

Semua orang yang berkecimpung di dunia SEO menginginkan blog atau konten situs mereka muncul di halaman pertama SERP.

Karena dengan adanya posisi konten di halaman pertama, maka diharapkan akan mendatangkan trafik dengan lebih mudah. Pengunjung akan lebih sering melihat konten mereka dengan keyword tertentu.

Tapi sebenarnya, posisi pertama pun bukan tolak ukur yang menyebabkan trafik melimpah. Perilaku pengguna agak sulit ditebak di sini.

Kalau mau aman, posisikan konten kita di ranking 1 sampai 5. Sebab, posisi above the fold *) tersebut tidak membuat pengunjung melakukan scrolling dan diharapkan akan meningkatkan rasio klik.

*) above the fold: posisi yang akan dilihat oleh para pencari tanpa harus melakukan mouse scrooling

SEO Tools

Sebenarnya ada banyak sekali SEO Tools di luar sana. Baik yang berbayar maupun yang gratis.

Tapi, untuk memudahkan, kalian bisa menggunakan beberapa tools gratis SEO berikut ini. Saya juga menggunakannya kok.

Oh iya, tools ini memang sangat basic, tapi cukup powerfull sebagai acuan dasar kalian untuk mempelajari SEO. Bisa digunakan untuk benchmarking strategi SEO yang digunakan.

***

SEO Quake: Plugin sederhana yang bisa digunakan di browser kalian (saya menggunakan Chrome). Enaknya, plugin SEO Quake ini bisa kita pakai untuk mengaudit artikel kita secara SEO.

Google Analytics: Wah, tools ini rasanya cukup wajib lah ya. Isinya lengkap, kita bisa menentukan mencari jenis dan behaviour audiens artikel dari search engine. Hal utama yang saya suka adalah tools ini gratis. Hehehe….

MOZ: Sebenarnya ini bukan tools sih ya, bisa jadi karena mereka menentukan DA/PA melalui OSE (Open Site Explorer). Tapi, resource yang cukup berharga adalah Moz Blog yang menyajikan banyak sekali insight untuk belajar SEO. Woah, I liked their Whiteboard Friday so much. Love it!

SumoMe: Kalau ini memang tools yang sebenarnya. Freemium kok. Jadi, bisa digunakan dengan kemampuan terbatas untuk versi gratisnya. Cukup bagus dan bisa melakukan click map. Cobain deh. Asik tuh!

Webmaster Tools & AdWords: Saya jadikan satu saja. Toh kedua tools ini hampir mirip lah ya (boleh dibilang begitu padahal enggak). Webmaster Tools untuk memberikan ‘pengaturan’ kepada aset kita (blog dan situs). Sedangkan AdWords bisa digunakan untuk mencari peluang kata kunci. Eh, sebisa mungkin biar enggak pakai AdWords ehehehe…

***

Wah, panjang juga ya mengenai serba-serbi SEO. Tapi enggak masalah, toh semuanya bisa dipelajari pelan-pelan kok. Semangat!

Oh iya, materi presentasi dalam bentuk PDF bisa kamu download. Gratis! Klik tombol di bawah ya.



P.S. Yuk diskusi di kolom komentar di bawah. Siapa tau kita bisa saling bertukar pikiran :D


Hello guys, pakaian putih senantiasa disukai sepanjang waktu. Karena variasi pakaian putih memang enggak pernah kelihatan ketinggalan zaman dan cocok digunakan di setiap kesempatan. Salah satu jenis pakaian putih andalan kaum pria adalah jas koko.

Tentu enggak sedikit orang yang enggan menggunakan jas koko putih dengan alasan cepat kotor. Padahal sebenarnya merawat jas koko putih itu sangat mudah loh. Kamu hanya perlu memahami siasat jitu berikut ini agar jas koko putih selalu awet dan tampak seperti baru :

Tak Perlu Menggunakan Pemutih

Bahan pemutih bisa membuat tekstur jas koko putih jadi mudah rusak. Selain itu, motif atau pola bordir yang terdiri dari warna lain juga akan lekas memudar. Sebaiknya kita enggak menggunakan bahan pemutih untuk membersihkan jas koko putih. Gunakan saja air bersih dan deterjen khusus baju putih agar jas koko putih jadi bersih maksimal.

Memisahkan Jas Koko dengan Pakaian Berwarna Lainnya

Mencampurkan baju koko putih dengan pakaian berwarna lainnya saat proses pencucian bisa mengakibatkan jas koko mengalami luntur loh. Untuk mencegah hal ini, usahakan untuk memisahkan jas koko putih dengan pakaian lainnya. Maka enggak akan ada noda warna atau kotoran yang menempel pada jas koko putih ketika kita mencucinya.

Menghilangkan Noda Membandel pada Jas Koko Putih

Jas koko putih yang terkena noda harus segera dicuci agar nodanya tidak melekat kuat. Caranya sangat mudah, siapkan air hangat dan deterjen khusus pakaian putih. bubuhkan deterjen pada bagian jas koko yang terkena noda lalu kucek sebentar. Selanjutnya, kamu bisa merendam jas koko dengan air hangat dan deterjen selama 30 menit. Nanti, jas koko putih akan lebih mudah dicuci setelah melalui proses perendaman.

Cara Menyetrika yang Tepat

Jas koko putih sebaiknya tidak disetrika dengan temperatur yang sangat panas. Soalnya, temperatur yang tinggi malah bisa membuat jas koko putih jadi menguning. Aturlah temperatur setrika dengan benar agar jas koko yang kamu setrika segera licin dan warnanya enggak berubah. Kalau memang enggak terlalu kusut, kamu enggak perlu menggunakan cairan pelicin pakaian saat menyetrika jas koko putih.



Berbekal siasat jitu ini, merawat jas koko putih kesayangan tentu tak akan terasa sulit. Kamu jadi enggak boros karena jas koko lama selalu tampak seperti baru dengan cara merawat yang benar.


Bagaimana jika sebuah makanan lahir dari sebuah inovasi sederhana namun tetap enak dan bikin lidah bergoyang? Ya, sebuah kuliner gabungan atau fusion antara olahan pasta dan bumbu cita rasa Indonesia.

Kali ini saya akan membahas Pesta Buntel, tempat makan (dan juga nongkrong) yang dulunya bernama Pasta Buntel.

Loh? Bukannya dulu namanya Pasta Buntel, kok jadi Pesta Buntel. Tempat baru atau gimana? Lokasinya masih sama enggak?

Jadi begini

Pesta Buntel ya Pasta Buntel. Memang, dulu namanya Pasta Buntel, namun sekarang berubah nama menjadi Pesta Buntel dengan sajian lama plus beberapa tambahan yang baru. Wah, penasaran enggak nih?

Pesta Buntel kini hadir tidak hanya menyajikan pasta yang notabene adalah makanan Italia yang disajikan dengan cara dibuntel. Namun adanya menu baru yang menggugah selera.

Baca juga: Tentang Pecel yang Ingin Naik Kelas

Ngomongin pastanya dulu deh, yang membuat pasta dari Pesta Buntel ini unik adalah cara memasakknya dengan dibungkus atau dibuntel daun pisang dan kemudian dibakar. Nah, aroma gurih isi dari ‘buntelan’ tadi memang benar-benar menggugah selera. Eh, serius loh ini.

Iya, beneran enggak bohong. Sambil menunggu pesanan, saya bisa mencium aroma pasta yang sedang dibakar. Ya, karena letak dapurnya tidak terlalu jauh. Duh kan jadi laper.

Pasta khas Italia yang disajikan dengan cara dibuntel dan dibakar


Nah, selain pasta, ada menu baru lagi yakni nasi goreng yang juga dibuntel. Wuih, ini nih yang bikin perut kenyang. Secara orang Indonesia (mayoritas) memang enggak bisa lepas dari yang namanya nasi.

Dengan perubahan nama tadi, kini Pesta Buntel tidak hanya menyajikan pasta saja sebagai menu utama. Ada nasi goreng juga sebagai opsi kamu yang enggak bisa jauh dari nasi.

Ngomongin tempat nongkrong, Pesta Buntel memang mendukung sih ya buat hangout. Lokasinya cukup strategis dan menurut saya enggak terlalu ramai (cenderung tenang) namun tetap mudah dijangkau. Apalagi di Solo sendiri sudah ada ojek online.

Jadi, buat kamu yang dari luar kota seperti Jakarta misalnya, terus mau ke Pesta Buntel, enggak perlu bingung lagi.

Pesta Buntel juga bisa kamu pesan melalui Go-Food


Mau nongkrong di Pesta Buntel? Bisa banget. Kamu akan punya pilihan, mau outdoor bisa atau indoor juga boleh. Kalau memilih di dalam ruangan, selain menikmati pasta, kamu juga disuguhi dengan berbagai dekorasi lucu yang nuansanya cozy banget.

Kalau enggak percaya, kamu bisa intip Instagramnya di @pestabuntel. Didominasi oleh warna putih yang bikin nongkrong kamu serasa di rumah sendiri.

Sudut interior Pesta Buntel yang memang homey banget


Kalau saya sih lebih memilih di luar. Selain bisa melihat-lihat, saya bisa memandang taman sederhana sembari menikmati Penne Sambal Padang. Mantap jiwa!

Baca juga: Jangan Lupa Lapar

Soal harga? Pesta Buntel punya harga di kisaran Rp. 15.000 sampai Rp. 22.000. Terjangkau kan? Nah, kalau mau rame-rame, saya sarankan untuk memesan paket saja. Harganya justru lebih terjangkau dan kita bisa icip-icip bareng teman-teman. Ya, namanya juga nongkrong kan, makin rame makin asik.



Lokasi Pesta Buntel ini ada di Jl. Tirtosari Purwonegaran, Surakarta, Jawa Tengah. Psstt... sudah ada di Google Maps loh, jadi enggak perlu takut nyasar. Selain itu, kalau kamu pengin banget tapi enggak bisa keluar, Pesta Buntel sudah bisa di pesan melalui Go-Food juga.


Sudah punya rencana nyicip-nyicip kuliner ke Pesta Buntel Solo? Atau sudah pernah ke sana? Share your thought on comment box below and have a nice day!

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2017