Artikel ini disponsori oleh Sewatama, perusahaan penyedia jasa penyewaan genset diesel untuk keperluan PLN dan swasta

Well, seperti yang saya bilang sebelumnya. Blog ini akan banyak membahas tentang engineering. Walaupun saya sudah membuat blog tentang engineering, nggak ada salahnya jika saya juga membahasnya di sini.

Toh juga biar banyak yang baca. Enggak ribet kok. Mudah saja.

Buat kalian yang mayoritas anak teknik pasti tau betul lah ya bagaimana energi listrik dihasilkan. Ya, dari sumber bahan bakar sampai mengalir ke gadget kalian dan salah satunya adalah gadget yang kalian pakai untuk membaca artikel ini.

Perlu kalian ketahui, untuk menghasilkan energi listrik, tentu saja jika di Indonesia dikelola oleh PLN, maka kalian wajib untuk mengenal power plant. Dalam Bahasa Indonesia, bisa kita sebut dengan pembangkit listrik.

Nah, pembangkit listrik atau power plant ini adalah fasilitas industri yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika menghasilkan energi listrik tersebut, sebuah power plant memerlukan bantuan dari generator.

Skema generator pada sebuah power plant


Fungsi dari generator adalah mengubah energi yang berbeda menjadi listrik. Gampangnya, listrik adalah sumber energi sekunder yang berarti bahwa energi listrik dapat diperoleh dengan mengubah sumber energi lainnya. Contohnya batu bara, gas alam, nuklir, aliran air atau panas matahari.

Nah, power plant tadi adalah tempat di mana sumber energi tersebut diubah atau dikonversikan menjadi energi listrik. Umumnya, pembangkit listrik berada di luar area perkotaan. Karena membutuhkan lahan yang cukup luas dan mempertimbangkan faktor keselamatan juga.

PLTG Senipah 2 x 41MW
Berbicara tentang sumber energi, sebuah power plant bisa menggunakan sumber energi terbarukan maupun tidak terbarukan. Secara umum, power plant Indonesia dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu konvensional dan non konvensional:

Pembangkit listrik konvensional:
  • Pembangkit listrik bahan bakar fosil: Menghasilkan tenaga listrik dengan membakar bahan bakar fosil seperti batu bara, gas alam atau diesel.
  • Pembangkit listrik tenaga nuklir: Reaksi nuklir terkendali dipelihara untuk menghasilkan listrik
  • Pembangkit listrik tenaga air: Listrik diproduksi dengan membangun bendungan yang sesuai.

Pembangkit listrik non konvensional: 
  • Pembangkit tenaga angin: Energi kinetik angin digunakan untuk menciptakan tenaga.
  • Pembangkit listrik tenaga surya: Menghasilkan tenaga dengan mengumpulkan radiasi matahari.
  • Pembangkit listrik tenaga panas bumi: Menggunakan panas alami yang ditemukan di tingkat bumi yang dalam untuk menghasilkan listrik.
  • Pembangkit listrik biomassa: Bahan organik alami dibakar untuk menghasilkan listrik.

Pros and Cons

Setiap teknologi pembangkit listrik tentu saja punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya saja ya, pembangkit listrik tenaga nuklir memiliki kelebihan untuk menyediakan sejumlah besar daya yang dapat diandalkan dengan tingkat emisi gas rumah kaca yang rendah. Seperti artikel saya yang sudah pernah saya tulis membahas tentang clean energy.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada lagi potensi power plant Indonesia yang tak kalah penting, seperti pembangkit listrik tenaga diesel yang mana diaplikasikan pada penggunaan generator set termasuk service genset pada pembangkit seperti yang disediakan oleh Sewatama untuk keperluan suplay pasokan listrik untuk beragam kebutuhan.

Sepertinya enggak cukup satu artikel saja untuk membahas jenis power plant yang ada di Indonesia. Mungkin, lain kali saya akan membahasnya satu per satu. Stay tune aja. Oh iya, kalau ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar yak. Thanks for reading and have a nice day!
Empat tahun lalu, saya sedang membaca buku. Terbitan Bukune dengan judul "Kancut Keblenger: Digital Love". Beberapa penulis yang cukup populer berkesempatan menuliskan kisahnya di sana. Saya menulis sebuah artikel untuk buku tersebut. Kemudian waktu berlalu dengan sangat cepat. Tak terasa sudah empat tahun lebih sejak saya menulis artikel tersebut.

Saya mulai membuat blog sejak SMP, sebuah blog yang sangat kekanak-kanakan yang dulu terlihat keren, tapi sekarang terlihat menggemaskan jika diingat kembali. Menulis untuk klub sepak bola kesayangan, AC Milan dan sang bintang, Ricardo Issacson Dos Santos Leite yang lebih mudah jika dipanggil dengan nama Kaka saja.

Waktu itu saya tidak memiliki orientasi yang jelas tentang dunia blogging. Bahkan, mengerti tentang aktivitas blogging pun tidak.

Hanya menulis saja. Entah ada yang mau membaca, membagikannya atau pun rutin mengunjunginya. Saya tidak peduli. Sungguh.

Hingga akhirnya saya mengenal Dzalika. Seorang wanita yang hingga sampai saat ini saya anggap sebagai kakak dalam dunia kepenulisan. Khususnya sebagai orang yang memperkenalkan saya di dunia blogging lebih dalam lagi.

Dari dirinya, ada banyak hal yang saya bisa pelajari. Tentang bagaimana menulis yang baik untuk pembaca dan diri sendiri. Hingga mempelajari EYD dan diksi yang digunakan dalam menyusun sebuah artikel.
Membawa kami mengikuti sebuah project kolaborasi sebuah majalah online, Notif Magz. Sungguh menyenangkan. Pun dengan Katanium pada akhirnya.

Banyak hal yang terjadi selama empat tahun terakhir. Mengenal Blogger dari berbagai daerah hingga sampai dengan ikut bergabung bersama komunitas blogger. Ya, Warung Blogger dan Blogger Solo.

Dan rasanya, saya cukup kecil di dunia blogging yang sungguh sangat luas ini. Mungkin saya tidak bisa travelling kemana-mana layaknya Bena, Fubuki Aida maupun Om Yosh.

Mungkin juga saya tidak bisa meracik bahan masakan dan bumbu-bumbu agar menarik dalam sebuah artikel seperti yang dilakukan oleh Mak Ranny atau Mak Etyabdoel.

Pun saya harus mengakui ada banyak yang harus saya pelajari dari sisi teknologi Web/Blog development seperti Pandu Tuxlin, Mas Slara atau Udafanz.

Selain itu, saya juga banyak belajar dari blogger dengan sudut kemiringan pemikiran hampir 180 derajat seperti Ilham Bachtiar.

Atau menulis dengan lugas dengan mengandalkan inner beauty laksana Zulfana Imama. Bahkan, saya haru mengakui kalau untuk masalah lucu-lucu, Landhiani dan anime adalah juaranya.

Pada awalnya saya sudah memiliki roadmap yang saya pelajari dan pernah saya bahas bersama Dzalika. Membawa jungjawa.com pada niche desain. Yup, siapa yang tidak merasa terbantu dengan desain? Imagine words without design.

Keren tho?

Namun, semakin ke sini saya sadar. My subjective opinion was dominated here. Sehingga saya menulis untuk segalanya. Ya ndisen, ya nulis ya bantu-bantu orang lain juga. Apa yang lebih mengasyikkan ketika bisa membantu orang lain?

Sehingga, saya menulis tidak hanya untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain. Berharap dengan begitu saya mampu membantu mereka. Menulis tutorial, tips dan segalanya tentang blogging based on my experience.

Baca juga: Mengejar Passion, Coba Pikir Dulu

Membantu membuat desain, template blogspot dan berharap akan ada banyak orang yang bahagia dengan usaha saya. Dan saya bahagia dari bayaran yang mereka sisihkan untuk saya sebagai syukur atas istilah harga teman. Sungguh simbiosis mutualisme yang mengasyikkan.

Untuk fee? Saya ndak mau pasang tinggi. Bagi saya, blogging bukan perkara uang. Bukan perkara berapa banyak yang saya hasilkan dari job review atau content placement selama satu bulan. Atau, perkara berapa banyak lomba yang dimenangkan.

Toh itu semua tidak akan ada artinya kalau kita tidak berguna untuk membantu orang lain. Untuk apa kaya tapi hanya untuk diri sendiri? Segala-galanya butuh uang, tapi uang bukan segala-galanya.

Di blog ini, saya ingin menulis apa yang dibutuhkan oleh orang lain. Tentang apa yang kalian pedulikan. Sebisa mungkin saya menuliskannya dengan baik sehingga bisa membantu apa yang sedang dicari.

Saya ingin menggunakan pengalaman saya–tentang blogging, desain dan sometimes maybe about search engine optimization–untuk membantu orang lain di luar sana. Mempermudah mereka yang ingin mempelajarinya dan menghadapi permasalahannya.

Saya tidak ingin membuatnya ribet dan terkesan susah. Email saya selalu terbuka untuk kamu yang mungkin saja ingin bertanya-tanya. Jangan sungkan untuk mengirimkannya di hello@jungjawa.com.

Bebas. Mau ngobrol tentang SEO, ngobrolin desain blog atau kita bisa diskusi ringan tentang Attack on Titan. Bebas.

Pun jika memungkinkan, saya juga akan menuliskannya di jungjawa.com. Dengan harapan akan lebih banyak orang yang terbantu atas permasalahan yang sama dari diskusi kita tadi.

Terima kasih sudah bersama saya hingga saat ini. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian yang meluangkan waktu membaca di blog ini, terutama artikel ini.

Thank you, as always, for reading.
Artikel ini disponsori oleh Kumparan, platform media kolaboratif Indonesia sebagai wadah membaca, membuat dan berbagi beragam berita dan informasi.
Beberapa hari ini saya sibuk mengikuti pemberitaan mengenai pemblokiran Telegram oleh pemerintah melalui Kumparan. Justru hal ini membuat saya teringat dengan salah satu artikel saya yang membahas tentang hacking sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan.

Hampir satu minggu ini, baik pemberitaan di televisi maupun aplikasi berita seperti Kumparan ramai membahas pemblokiran Telegram. Mulai dari yang menghujat, memaki-maki hingga bercanda atas usaha pemerintah untuk melakukan pemblokiran aplikasi dari Pavel Durov tersebut.

Duh, padahal mau kalian pro dan kontra terhadap usaha pemerintah melakukan pemblokiran Telegram, saya yakin pelaku terorisme akan terus mencari celah lain untuk bisa berkomunikasi.

Saya lebih memilih untuk tidak memilih. Tidak terjebak di pro atau kontra atas usaha pemerintah untuk melakukan pemblokiran terhadap Telegram. Apalagi sampai kepada aksi memblokir presiden. Saya cuman tidak ingin terpengaruh dan mempengaruhi orang lain dan memaksakan keyakinan.

Mari kita bicara pelan-pelan saja.

Telegram adalah sebuah aplikasi, saya adalah salah satu pengguna aktifnya. Fiturnya pun cukup lengkap, layaknya aplikasi tandingannya, Whatsapp.

Namun, dari berbagai fitur yang ada, enkripsi dan delete automatically adalah celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang (yang bermaksud) jahat untuk melakukan aksinya. Seperti aksi terorisme misalnya.

Enkripsi konon menjadikan pesan yang dikirim menggunakan Telegram menjadi 'tidak terjangkau' oleh kuasa pemerintah. Buat kalian yang ngerti atau pernah nonton film Snowden atau The Imitation Game pasti sedikit ngerti tentang pemberitaan mengenai Telegram ini.

Tapi, jika hal itu dikesampingkan, akan ada banyak sekali manfaat dari aplikasi ini. Salah satunya adalah fitur channel yang berguna untuk mencari lowongan kerja namun lagi-lagi dimanfaatkan untuk aksi terorisme. Bedebah!

Terorisme selalu beraksi untuk menyebarkan teror. Menciptakan kondisi yang tidak aman dan bisa meruntuhkan kedaulatan sebuah negara. Sekeumpulan orang-orang dengan faham ekstrim untuk melakukan segala hal yang menurut mereka benar. Menghilangkan nyawa orang lain, itu tidak masalah selama itu sejalan dengan keyakinan. Sungguh biadap!

Aplikasi Telegram via bbc.com
Nah, Telegram sendiri adalah sebuah aplikasi yang bisa saya sebut sebagai aplikasi terbaik untuk berkomunikasi. Terutama masalah privasi yang ada. Kembali kepada fitur enkripsi dan cloud based yang ada di Telegram.

But, great power comes great responsibility. Kehadiran Telegram dengan fitur enkripsinya secara tidak langsung membuat pemerintah yang memerlukan tindak pengawasan dan pencegahan terorisme menjadi cukup sulit karena enkripsi.
Maka, solusi cepat dan tepat adalah melakukan pemblokiran yang secara tidak langsung membuat Durov juga terpaksa bertindak cepat dan merespon usaha pemerintah untuk melakukan pemblokiran Telegram.

Hasilnya? Durov mengatasi masalah ini dengan mengimplementasi tiga langkah untuk bisa mengembalikan akses Telegram di Indonesia.

Pemblokiran Channel

Channel Telegram menjadikan informasi bisa menyebar dengan cepat dan massal. Seperti sebuah group, namun dapat memiliki ribuan anggota.

"Kami sudah memblokir semua kanal publik terorisme yang sebelumnya dilaporkan Kemkominfo. Saya sudah mengirim email balik ke Kemkominfo untuk membangun komunikasi langsung, yang bisa membuat kami bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris ke depannya," papar Durov.

Ya, satu-satunya jalan untuk menghancurkan channel adalah dengan turun tangannya pihak Telegram agar menanganinya.

Tim Moderator dalam Bahasa Indonesia

Selain itu, Telegram juga akan membuat sebuah tim moderator yang memiliki kemampuan bahasa Indonesia agar mempercepat proses penanganan konten terorisme.

Tapi, menurut saya ada sebuah celah lebar di sini. Pelaku terorisme tidak mungkin sebodoh itu menggunakan Bahasa Indonesia saja. Apalagi jika mereka memiliki anggota yang banyak, ada kemungkinan besar mereka menggunakan sandi dalam berkomunikasi. Seperti kode Enigma yang digunakan Nazi dalam Perang Dunia ke 2.

Bekerja Sama dengan Pemerintah

Durov menyatakan telah mengirim email ke Kementerian untuk membentuk saluran komunikasi langsung, yang memungkinkan tim Telegram bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda terorisme.

"Telegram adalah aplikasi yang sangat terenkripsi dan pribadi, tapi kami bukanlah teman dari teroris. Faktanya, setiap bulan kami memblokir ribuan kanal publik ISIS dan mempublikasikan hasilnya di @isiswatch. Kami dengan gigih terus mencegah penyebaran propaganda terorisme secara efisien, dan selalu menerima ide untuk menjadi lebih baik dalam hal ini," lanjutnya.

"Pemblokiran itu kalau sudah meng-address permasalahannya, ada proses normalisasinya. Kita lihat saja dalam waktu dekat ini, kan harus ada komunikasi yang intens dengan mereka," ujar Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kemkominfo, dalam pesan singkat kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (16/7).

Pemblokiran layanan Telegram di Indonesia saat ini baru sebatas Domain Name System (DNS) sehingga hanya web saja yang tak bisa diakses, sementara aplikasinya masih bisa digunakan. Tidak menutup kemungkinan Telegram akan diblokir sepenuhnya jika tidak bisa memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

Telegram di blokir via vox.com
Tidak ada yang salah dalam isu pemblokiran Telegram. Satu-satunya yang perlu disalahkan adalah tindakan terorisme. Itu saja.

Pun kita sebagai netizen masa kini yang bisa mendapatkan informasi dari mana saja, gali terus menerus. Jangan mau mengikuti arus besar tanpa memeriksa beritanya terlebih dahulu.

Opini milik siapa? Kok mau-maunya disetir. Baca semua summber berita. Cari dari berbagai sumber. Atau, kalau kalian perlu banyak referensi, ada banyak sekali forum dan blog untuk mencari opini plus solusi atas masalah ini.

Pokoknya jangan mau saling menyalahkan. Bikin capek.

Usaha pemblokiran kok dibalas blokir. Ya kalau gitu sama aja dong. Seperti tidak mengedukasi masyarakat saja, pukul dibalas pukul. Apa kita sudah lelah?

Mungkin.


Kalian bisa mengikuti tentang isu pemblokiran Telegram ini di Kumparan.com


Apa yang lebih menyenangkan dari membaca sebuah buku dari sebuah toko buku?

Budaya membaca pernah saya tekankan dua kali di blog jungjawa.com. Pertama, saya menekankan bahwa membaca adalah mengasah pola pikir kita untuk lebih kreatif dan menghindari rasa malas. Kedua, membaca untuk membaca. Membaca sebagai sebuah kebiasaan.

"Always read something that will make you look good if you die in the middle of it" - P.J. O'Rourke

Agar keren dan disukai oleh netizen, saya menyelipkan quotes berbahasa Inggris agar terlihat kemingris dan sayintifik. Persetan dengan saya mengerti atau tidak artinya. Kan gampang, bisa di Translate.

Apalagi kalau artikel kamu dibumbui oleh sedikit misuh, akan lebih sayintifik lagi. Sungguh sebuah tips manjur yang saya dapatkan dari Ilham Bachtiar agar meningkatkan engagement artikel dengan misuh-misuh. Plusnya, artikel kamu ndak dicopas karena isinya pisuhan!

Salah satu cara untuk membaca adalah melalui buku. Buku yang berbentuk fisik yang konon katanya tidak bisa digantikan dengan buku digital karena sensasi membalik halaman dan aromanya.

Mbelgedhes!

Apakah jika produsen parfum dengan aroma buku akan laris? Coba topik ini dikaji lebih dalam lagi. Tapi yang jelas, dengan adanya buku fisik, saya bisa merasa memiliki buku. Tidak hanya memiliki saja, tapi cukup congkak untuk bisa dipakai sebagai aksesoris properti kekinian untuk memenuhi Feed Instagram. Kuy!

Pertama kali saya bertemu dengan Para Bajingan yang Menyenangkan adalah di Susano Bookstore. Loh, ini kok tiba-tiba ngomongin Susano dan Buku milik Kepala Suku Mojok.co? Artikel ini memang bajingan sekali.

Ya mau gimana lagi, saya susah merangkai kata-kata yang luwes untuk semi-sponsored post. Daripada dipuji-puji tapi akhirnya banyak dimaki, kan lebih baik apa adanya. Karena yang sempurna adalah kalian dan saya penuh pisuhan. Goks!

Jadi begini, saya bertemu dengan Susano Bookstore dan Susan, pemilik Susano Bookstore atau istilah yang lebih bermartabat adalah Founder Susano Bookstore, memperkenalkan saya pada salah satu karya Puthut Ea.

Warung tanpa Instagram akan semakin tertinggal
Sontak saya senang bukan main. Membaca salah satu buku yang sudah saya perkirakan bagaimana bajingannya Puthut berkisah tentang Bagor, sahabat dekatnya.

Menikmati paragraf demi paragraf Para Bajingan yang Menyenangkan membuat saya tak sadar bahwa kini Susan melebarkan sayap untuk memperluas market share dengan membuat salah satu pojok buku fisik di Pasar Panggung Rejo, belakang UNS.


Terutama kalian yang berada di sekitaran Jogja Solo, lokasinya cukup gampang sekali dan terjangka oleh trasportasi masa kini, ojek online.

Toko buku yang membuat saya bertemu dengan pemikir (maaf, bajimpreng) seperti Ilham Bachtiar ini bukan hanya sebuah toko buku yang "nih, gua jual buku. Lo beli, gua jual!".

Bukan, bukan seperti itu. Susano Bookstore adalah sebuah warung (yang kini juga punya Instagram dan Facebook Fanpage Susano) yang bisa menjadi sebuah playground. Warung yang berisik dengan ide-ide yang sering membuat saya salut dan ketagihan.
Apa saja yang membuat saya salut? No! Saya tidak akan membeberkannya di sini. Kalau kamu ingin tau lebih banyak, silakan datang ke Pasar Panggung Rejo dan cari saja seorang wanita bernama Susan. Katakan kalau kalian datang karena salah satu postingan dari Jung (jungjawa.com) dan jangan lupa, saya titip salam untuknya.

Semoga ia tidak akan bingung. Dan malah mengajak kalian untuk ngehik santai terlebih dahulu biar selow.

Etalase Susano Bookstore yang bebas kalian jamah
Dan untuk kalian yang memang para penikmat buku, pengagum kalkulator dan penyayang binatang, silakan datang ke Susano Bookstore. Sekali lagi, Susano Bookstore.

Kurang ajar sekali kalau kalian yang mengaku anak Solo, terlebih mahasiswa UNS yang lebih spesifik lagi, mencintai buku yang kalian tulis sebagai book holic tanpa mengenal Susano Bookstore. Kurang ajar level Maicih akut!

Oh iya, kalian yang ingin tahu lebih banyak bisa berkunjung ke www.susano.id. Tapi situsnya masih coming soon ketika artikel ini dibuat.

Pesan saya satu, untuk pergi ke Susano Bookstore, jangan lupa bawa teman. Fungsinya buat apa? Ya menemanilah. Duh gusti ngono wae kok bingung.

Maksudnya, barangkali kalau kamu bawa teman, ya bisa sesuai dengan judul artikel ini. Aku dan kamu, bertemu di Susano Bookstore. Aku dan kamu, karena Susano Bookstore.

Lah mbois tenan tho?





Setelah sekian lama saya melakukan setup untuk blog baru, akhirnya bisa meluncurkannya juga pada tanggal 26 Juni 2017 kemarin. Saya membuat sebuah blog baru tentang dunia engineering menggunakan platform  blogger.com. Hehehe...

Saya akan mencoba mendedikasikan blog baru yang saya buat ini untuk membagikan sedikit pengetahuan, berita dan ide-ide tentang dunia mechanical engineering.

Silakan berkunjung ke subdomain saya di engineering.jungjawa.com ya. Oh, fyi aja sih, isi artikelnya nggak berat-berat banget kok. Walaupun membahas tentang dunia teknik, kalian yang notabene non-teknik juga bisa baca-baca. Enggak terlalu njlimet. Beneran!

Nantinya, engineering.jungjawa.com khusus membahas tentang dunia engineering (mungkin akan lebih banyak tentang EPC dan power plant) dan info-info terbaru dari dunia teknik.

Eh, tapi ada yang nanya nih, cukup kritis nih. Hehehe...

"Kok bikin di blogger.com, kan blogspot tuh. Kenapa nggak bikin di Wordpress aja? Lebih pro kan ya"

"Lah, kok pake subdomain kang? Enggak bikin domain baru aja? SEO-nya gimana dong?"
Hehehe... jadi gini, pertama, saya memilih layanan Blogger untuk hosted blog saya ya karena induk blognya, jungjawa.com ini menggunakan Blogger, jadi lebih gampang aja untuk manajemen blognya. Biar enggak ribet ya sekalian aja.

Lagian kalau saya bikin di Wordpress, saya harus login sana-sini kalau mau ngeblog. Wah, bisa rempong kali ya. Kalo pake Blogger kan saya cuman single login dan voila! Langsung bisa ngeblog saat itu juga.

Kedua, perihal pemilihan domain sih karena alasan finansial saja. Satu domain kan bisa bikin banyak sekali subdomain. Kalau saya harus bikin domain baru artinya menambah tagihan biaya tahunan untuk memperpanjang domain. Takut boros nantinya.

Oh iya, untuk jungjawa.com gimana dong? Enggak masalah sih. Saya juga khawatir seandainya saya terlalu fokus di blog sebelah, eh yang ini enggak terurus. Tentu saja tidak. Saya cuman ingin refreshing sekaligus mendalami bidang yang memang saya geluti.

Belajar Engineering Itu Gampang

Jungjawa.com nanti juga akan update kok. Ya update suka-suka juga sih, bisa tentang desain, tentang SEO atau tentang sponsored post (whahaha....). Intinya biar enggak jenuh aja sih. Plus, blog baru dibikin untuk main SEO juga. Jadi, bisa sebagai bahan riset dong ya :p

"Kok enggak digabung aja kontennya dengan jungjawa.com?"
Wah, saya sudah mencobanya loh ya. Jangan salah. Hasilnya enggak bagus dan minim peminatnya, karena targetnya ternyata berbeda. Mereka enggak related dengan konten yang saya buat.

Focused Content

Terlalu banyak konten dan bikin enggak fokus. Sedangkan nantinya saya ingin memfokuskan engineering.jungjawa.com di satu topik saja.

Saya pernah menulis beberapa post terkait engineering di jungjawa.com. Hasilnya? Ambyar dek, koyo sego kucing sing ora dikareti. Buyar.

Beberapa blog post saya tentang engineering (sedikit sih) ya bisa kalian baca kek gini:

Mudah mudahan blog baru saya bisa ikut memberikan manfaat. Kalau boleh sih ya bisa kalian kunjungi juga, baru beberapa post sih. Terus kalau mau ngasih masukan juga boleh kok, tulis di kolom komentar ya.

Mohon kerjasamanya kakak :)
Sebuah pertanyaan yang cukup sederhana pernah diajukan oleh salah satu teman saya. Ia adalah seorang blogger. Cukup lama ngeblog hingga akhirnya memiliki statistik blog yang cukup memuaskan.

Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal. Begini, “Bagaimana caranya menaikan page view sebuah artikel blog?”

Secara keseluruhan, total page view harian blog tersebut sudah cukup bagus. Namun, jika ia publikasikan artikel baru, ingin mencari 100 page view dalam satu minggu saja susahnya minta ampun.

Tentu saja ia ingin secara organik. Cukup publish dan ingin sekali page view mengalir begitu saja. Ndak harus pusing-pusing bikin strategi konten di media sosial untuk meningkatkan engagement. Ra gagas cak!

Lalu saya memberikan sebuah solusi sederhana. Saya memperkenalkannya pada SEO. Sebuah teknik yang bagus untuk meningkatkan artikel untuk mencapai target page view tersebut.

Caranya? Cukup membuat artikel yang sangat informatif dan ditambahkan dua sendok SEO friendly, maka page view akan datang begitu saja. Voila! Sajikan selagi hangat.

Fyi aja sih, artikel ini cocok sekali dibaca untuk kalian yang masih pusing mencari cara untuk meningkatkan page view sebuah blog post. Atau sponsored post dimana post tersebut punya target page view yang sudah ditentukan oleh klien.

Cara meningkatkan page view dengan CTR

Sebelum kita membahas cara menaikkan page view post blog, ada baiknya kamu yang belum kenal betul dengan SEO bisa membaca artikel saya tentang serba-serbi SEO dan alasan kenapa blogger harus mempelajari SEO.

Dan kemudian berlanjut dengan memperbaiki CTR yang ada di blog kita. Terutama post yang memiliki target page view berdasarkan keyword tertentu.

Apa Itu CTR

CTR atau Click Through Rate di mesin pencarian adalah rasio antara impresi sebuah artikel dibandingkan dengan jumlah klik yang dihasilkan. Dihitung berdasarkan persen antara 0 sampai dengan 100.

Maka, jika nilai CTR semakin tinggi, bisa dikatakan banyak sekali klik yang dilakukan atas impresi yang tertampil di hasil pencarian.

Baca juga: Seberapa Cepatkah Loading Blogmu?

CTR bisa dijadikan parameter ‘ketertarikan’ pengguna search engine terhadap target keyword milik kita. Soalnya begini, sebuah artikel yang ada di halaman pertama bahkan posisi pertama belum menjamin akan memiliki page view yang lebih tinggi daripada artikel yang berada di posisi kedua.

Kenapa bisa begitu?

Karena perilaku pengguna internet itu berbeda-beda. Preferensi mereka untuk melakukan sebuah klik juga bervariasi. Ada banyak faktor. Tapi saya sederhanakan saja ya, biar ndak mumet.

Kebanyakan pengguna search engine akan melakukan klik berdasarkan:
  • Judul Artikel
  • Relevansi Deskripsi
  • Domain yang digunakan
  • Popularitas Blog
Judul artikel adalah poin utama agar pengguna melakukan klik pada blog post kita melalui search engine. Bagaimanakah caranya?

Kalo kamu berminat, bisa mempelajari teknik copywriting ini lebih dalam. Wo jangan salah… ada ilmunya loh ya.

Struktur sederhana sebuah hasil pencarian
Relevansi deskripsi artikel kita juga perlu diperhatikan. Sebagaimana saya pernah membahas bagaimana komentar meningkatkan visibilitas blog post kita di hasil pencarian.

Meta deskripsi pun digunakan untuk mendapatkan hasil pencarian yang tepat dan related dengan pengguna. Misal, pengguna ingin mencari ‘cara menjemur baju’, maka artikel kita tadi harus bisa menampilkan cara menjemur baju secara garis besarnya. Ini yang penting.

Kemudian, domain atau url blog post yang digunakan juga berpengaruh meningkatkan kemungkinan klik atau CTR tadi.

Gampangnya seperti ini.

Kalo kamu nih ya, mencari informasi kemudian mendapatkan dua buah blog. Blog A menggunakan top level domain dengan .com. Sedangkan blog B masih menggunakan blogspot/wordpress untuk provide artikel dengan keyword yang sama. Mana yang lebih banyak dipilih?

Tentu saja Blog A, karena top level domain akan meningkatkan authority. Jadi, top level domain (TLD) enggak hanya untuk cari job review saja. Bisa kita gunakan untuk membuat blog kita trusted. Apalagi dengan enkripsi atau https. Maknyuss nde…

Tingkat popularitas sebuah blog juga ikut mempengaruhi loh. Enggak percaya?

Gini deh, umpamakan saja sebuah situs dan kalian mencari sebuah informasi dari search engine, dimana menemukan situs yang lebih familier di mata kalian melalui hasil pencarian, maka secara tidak sadar pasti kita ingin klik artikel tersebut.

Karena kita sudah pernah mengunjunginya. Kita sudah kenal dan-sayang-tapi-diputusin-pas-lagi-sayang-sayangnya.

Anggap saja Hipwee vs Jungjawa.com, mana yang akan kalian pilih? Hehehehe....

Statistik CTR bisa dilihat dimana?

Eh, ini dari tadi ngomongin CTR tapi saya tidak menunjukkan dimana kita bisa menemukan statistik tersebut. Gampang kok!

Untuk mengetahui CTR blog kita, cukup mudah kok. Caranya, kalian harus memiliki salah satu atau kedua tools ini. Yakni Google Webmaster dan Google Analytics.

Di Google Webmaster, nilai dari CTR bisa dilihat berdasarkan keyword tertentu yang nantinya akan diperbaiki.


Nah, di atas adalah gambar yang saya ambil di Google Webmaster. Kotak merah tersebut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan.

Search Analytics adalah bagian yang akan kita fokuskan. CTR bisa kita lihat di 4 opsi di atas, dimana terdapat Clicks, Impressions, CTR dan Position.

Dibagian bawah, terdapat keyword dan statistik keempat parameter tersebut.


Di Google Analytic tentu lebih lengkap. Tapi untuk mendapatkannya, kalian harus setup Analytics kalian untuk terhubung dengan Google Webmaster Console terlebih dahulu. Gampang kok.

Di atas kalian bisa lihat dengan mudah, di bagian sidebar Acquisition pada Search Console, ada beberapa opsi untuk mendapatkan statistik CTR. Bisa kita ambil melalui Landing Pages, Countries, Devices dan Queris. Inilah nanti yang akan mempermudah analisis kita.

Misalnya saja untuk keyword no 3 tersebut, memiliki CTR yang rendah 20%. Ini bisa kita selidiki lagi kenapa bisa serendah itu. Atau kalau kita ingin menaikkan CTR kueri "baju NDX a.k.a" untuk konversi penjualan baju NDX misalnya, ini bisa banget kita jadikan acuan dan monitoring dengan interval waktu tertentu.

Melakukan Analisis CTR

Jadi, ketika sebuah artikel kita muncul dengan keyword yang sudah kita set up di awal, kita juga harus memperhatikan performa post tersebut menggunakan CTR. Hal ini ya kita monitoring untuk bisa melakukan improvement pada artikel tersebut.

Baca juga: Seberapa Penting Asumsi Data?

Analisisnya sederhana saja, jika impresinya cukup tinggi tapi tidak menghasilkan clik, ada kemungkinan besar judul yang kita gunakan kurang memberikan value terhadap user. Mereka melihat artikel kita, namun tidak melakukan klik karena mungkin saja merasa tidak related.

Impresi yang tinggi tapi jumlah klik dan CTR rendah pasti ada yang salah. Padahal itu adalah keyword yang sangat bagus dan volume pencariannya besar.

Artinya apa?

Sumber page view yang melimpah. Sehingga kemudian muncul pertanyaan:

Apa yang harus dilakukan?

Bisa jadi judul artikel yang kita setup tadi kurang menarik pengunjung. Maka, pelajarilah copywriting. Buatlah judul yang semenarik mungkin. Tapi secara wajar. Loh kenapa?

Karena ketika pengguna merasa mereka dibohongi oleh janji palsu wakil rakyat judul artikel yang kita buat. Maka mereka seketika akan melakukan close tab tanpa perlu berlama-lama di situs kita. Apa yang akan terjadi?

Bounce rate kita akan naik dan ini pertanda buruk. Kenapa? Karena bounce rate bisa digunakan oleh Google sebagai sinyal relevansi sebuah artikel terhadap keyword. Bisa jadi karena bounce rate kita jelek, artikel kita semakin menurun posisinya dan paling fatal adalah deindexing atau dihapus dari hasil pencarian. Google menilai bahwa blog post kita enggak bagus. Medeni tenan cak!

Baca juga: Gimana Sih Caranya Menulis Blog Tanpa Keyword?


Mari bermain-main di sektor CTR
Gambar di atas adalah performa sebuah blog post yang diambil dari Google Webmaster. Bisa dilihat bahwa ada 3 statistik yang bisa kita utak-atik di sini. Yakni Click, Impression dan CTR.

Optimalisasi CTR menggunakan keyword



Analisisnya sebenarnya gampang banget. Kita hanya perlu melihat statistik impresi dan CTR.

Impresi adalah banyaknya tayang atau artikel kita tertampil di hasil pencarian. Sedangkan CTR adalah perbandingan antara jumlah klik dan impresi yang terjadi.

Ketika ada sebuah keyword memiliki CTR yang rendah, ada yang tidak beres pastinya. Bisa kita lihat bahwa Keyword A, B, C di atas harus dioptimalkan kembali. Salah satunya adalah dengan mengubah judul agar related dan memainkan meta deskripsinya.

Mari kita optimasi CTR untuk meningkatkan page view blog kita



Gambar berikut ini adalah modifikasi yang saya lakukan terhadap sebuah blog post. Yang saya ubah adalah judul artikel saja.

Terdapat tren kenaikkan CTR dan jumlah klik yang terjadi. Bahkan ketika impresinya menurun, jumlah klik tetap banyak. Malah cenderung naik terus.

Hubungan antara CTR dan posisi SERP artikel


Dari grafik gambar di atas, kita bisa melihat dengan jelas bahwa ketika CTR mulai naik, posisi pencarian juga semakin membaik. Hal ini secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa untuk menaikkan posisi kita di search engine, maka kita harus menganalisis CTR yang ada di blog kita.

Sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk dikonversi menjadi page view. Tidak dalam bentuk impresi saja.

Itulah sebabnya kenapa kita harus memperhatikan CTR. Ini termasuk dalam strategi SEO loh. Makin mantap aja page view blogmu kalo bisa utak-atik statistik satu ini. Sip lah, selamat mencoba!

P.S. Kalo ada bisik-bisik tentang page view dan CTR, tulis aja di kolom komentar. Siapa tahu saya bisa diskusi kita :p

Artikel ini disponsori oleh WRP Diet, sebuah produk nutrisi untuk diet sehat

Ramuan Kayu Manis


Hello bro, punya berat badan ideal dengan bentuk tubuh proporsional merupakan impian dari setiap orang. Namun untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal tentu bukan hal mudah. Meski banyak sekali tips dan cara menurunkan berat badan yang bisa kita dapatkan dari internet, tips tersebut ndak akan pernah cukup jika tidak dilandasi komitmen. Selain harus optimis, dukungan dari para teman dan keluarga juga turut membantu dalam menjalani program diet. Supaya dietnya sukses bro!

Selain dengan berolahraga dan menjaga pola makan yang baik, kamu juga dapat menambah asupan lain yang berguna untuk mendukung program diet.

Asupan yang dimaksud adalah mengkonsumsi ramuan kayu manis. Tanaman kayu manis ternyata tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai racikan bumbu masak namun juga sebagai salah satu ramuan rahasia untuk menurunkan berat badan. Wah, joss tenan ki!

Cara Membuat Minuman Kayu Manis

Untuk membuat minuman dari kayu manis sangatlah mudah. Kamu bisa membuatnya kapan saja dan diminum sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar efek dari ramuan kayu manis dapat bekerja lebih maksimal.

Berikut bahan yang diperlukan untuk membuat minuman sehat dari kayu manis :

• 1 sdm kayu manis atau 2 batang kayu manis
• 1 Gelas air putih
• 2 sdm madu murni untuk menambah rasa sedap

Jika bahan tersebut sudah kamu persiapkan, mulailah dengan merebus air hingga mendidih. Kemudian masukan kayu manis ke dalamnya, aduk hingga rata selama beberapa saat. Setelah itu tuangkan ramuan kayu manis ke dalam gelas saji.

Setelah itu jangan lupa tambahkan juga madu ke dalam minuman ben suweeeger alias agar rasa dan aroma dari kayu manis lebih terasa. Minuman ini harus kamu konsumsi secara teratur setiap pagi atau sebelum tidur. Kudu terjadwal iki bro!

Manfaat Kayu Manis Menurut Dokter

Rempah – rempah sudah dikenal dari dahulu memiliki rasa yang segar dan banyak manfaat hebat. Sebagai salah satu golongan rempah, kayu manis juga mengandung antioksidan dan berbagai nutrisi baik untuk dicerna tubuh.

Konsumsi kayu manis secara teratur juga diklaim dapat mencegah berbagai risiko penyakit yang menyerang tubuh. Berikut ini beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan dari si kayu manis ini.

Menurunkan Kadar Kolestrol

Kayu manis sangat cocok untuk menjaga kesehatan pencernaan seperti usus, paru – paru dan melindungi diri kita dari penyakit jantung. Hal ini dikarenakan kayu manis mengandung banyak kalsium, serat dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Kalsium dan serat ini berguna untuk membantu menghilangkan garam pada tubuh serta mencegah kanker usus. Selain itu kayu manis juga dapat mengobati konstipasi atau diare. Pancen urip sehat itu dari nutrisi makanan bro!

Meningkatkan Fungsi Otak

Menurut para ahli, mencium bau kayu manis dapat meningkatkan aktivitas otak. Dikutip dari lembaga whfoods, bau kayu manis dapat meningkatkan proses kognitif seseorang dan membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal berkonsentrasi dan mengingat.

Mencegah Gumpalan Darah

Selain memiliki aroma yang wangi, minyak yang dihasilkan oleh kayu manis juga terbukti bisa mencegah darah menggumpal. Hal ini dikarenakan karena kayu manis dapat mengeluarkan asam lemak anti peradangan yang disebut dengan Arachidonic. Oleh sebab itu jika kamu mengkonsumsi kayu manis setiap hari, maka kamu akan terhindar dari radang dan penggumpalan darah.

Kayu Manis Sebagai Obat Serbaguna

Kayu manis terkadang juga dijadikan sebagai pengawet makanan alami. Selain itu kandungan serat dan kalsium, zat besi serta mangan juga terbukti efektif dapat mengurangi nyeri pada perut saat haid atau melahirkan.

Bahkan kayu manis dapat menyeimbangkan hormon, meningkatkan hormon progesteron dan mengurangi hormon testosteron pada wanita. Hal ini disebabkan karena kayu manis memiliki kandungan natural yang disebut Cinnamaldehde.

Pola hidup sehat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan seseorang, terlebih jika orang tersebut memiliki aktivitas kerja yang padat dan jarang berolahraga atau mengkonsumsi makanan sehat.

Dengan mengkonsumsi kayu manis secara teratur maka kamu akan mendapatkan asupan gizi yang tetap seimbang. Selain untuk menjaga kesehatan, mengkonsumsi minuman kayu manis juga terbukti bisa membantu kamu menjalani program diet sehat loh.
Jadi mulailah hidup sehat dengan kayu manis. Ayo bro! Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat kan ya...

Good Ideas. Great Stories.

Feel free if you want to send an email to me and ask anything, or just to say hello!

hello@jungjawa.com

Copyright © jungjawa 2017